Menuju Madrasah Riset, MTs. Zaha Gelar Workshop Kompetensi Guru

Genggong- Dalam rangka meningkatkan mutu dan kompetensi guru di bidang riset, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menggelar workshop Penguatan Kompetensi Riset dan Penulisan Karya Ilmiah bagi Guru. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (22/3) di Aula Tabaarakallah MTs. Zaha ini diikut oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan MTs. Zaha dengan menghadirkan dua narasumber yang kompeten dari Universitas Negeri Malang, yaitu Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si. dan Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam bidang riset sehingga bisa menghasilkan suatu karya ilmiah. Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai bekal untuk menjadikan MTs. Zaha sebagai madrasah yang berbasis riset.

Acara dimulai pukul delapan pagi dan dibuka oleh kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau berharap agar para guru dapat mengembangkan kemampuannya dengan berkarya. “Melalui kegiatan ini, saya harap para ustad-ustadzah dapat menyerap ilmu dan menerapkannya di madrasah serta dapat menghasilkan karya-karya ilmiah.” Dawuh beliau.

Setelah itu, acara dilanjut dengan sesi pertama tentang Strategi Riset dan Publikasi Berbasis Penelitian Tindakan Kelas Menuju Sekolah Berbasis Riset. Pada sesi ini, materi disampaikan oleh Bapak Hendra Susanto. Secara detail beliau menyampaikan mulai dari pengertian riset, bagaimana cara melakukan riset di sekolah, sampai cara sederhana melakukan tindakan penelitian kelas yang merupakan bagian dari riset.

Sementara itu, pada sesi kedua yang berlangsung mulai pukul satu siang, workshop diisi oleh Bapak Ahmad Taufik, kepala pusat publikasi akademik UM dengan materi Strategi Penyusunan Karya Ilmiah untuk Menunjang Sekolah Berbasis Riset. Pada sesi tersebut, narasumber yang juga Guru Besar UM ini memaparkan tata cara penyusunan karya ilmiah, mulai dari cara membuat latar belakang sampai cara agar karya ilmiah yang disusun nanti terhindar dari plagiasi. Selain itu, pada sesi ini para guru juga menunjukkan karya ilmiah yang dimiliki kepada narasumber.

Menurut Bapak Taufik, para guru MTs. Zaha sudah punya potensi untuk membuat karya ilmiah. “Saya yakin guru-guru di sini sudah bisa membuat karya ilmiah. Beberapa sudah bisa menemukan permasalahan, tinggal penyusunannya saja yang perlu lebih sistematis. Jelasnya. Gus/Ry

Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp
Print

Tinggalkan Balasan