Kategori: Umum

Berita umum

  • 330 Peserta dari Berbagai Wilayah Ikuti Tes PSB Gelombang 1 MTs. Zaha

    Pelaksanaan tes santri baru gelombang 1 Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong telah usai digelar. Sebanyak 330 calon santri baru antusias mengikuti serangkaian tes yang dilaksanakan pada Ahad (12/4) di MTs. Zaha Genggong.

    Ratusan calon santri mengikuti rangkaian tes di MTs Zainul Hasan Genggong dengan didampingi oleh orang tua atau wali masing-masing. Selama kegiatan berlangsung, panitia PSB dengan sigap menyambut dan mengarahkan santri menuju ruang ujian

    Pelaksanaan tes PSB kali ini dibagi ke dalam empat sesi, guna mengantisipasi penumpukan peserta dan menjamin ketertiban di lokasi ujian. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk memastikan seluruh rangkaian tes berlangsung kondusif. Ujian dimulai pukul 08.00 hingga 12.30 WIB dengan durasi masing-masing sesi selama 60 menit.

    Adapun materi akademik yang diujikan dalam CBT meliputi enam mata pelajaran inti, yaitu: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Matematika, TIK, dan Seni Budaya. Tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, Tes PSB ini juga menitikberatkan pada kesiapan spiritual dan mental calon santri. Setelah menyelesaikan ujian berbasis komputer, seluruh santri diwajibkan mengikuti tiga tahapan tes lainnya yaitu Tes Imla, Tes Baca Al-Qur’an, dan Tes Wawancara.

    Kepercayaan para orang tua terhadap pendidikan pesantren semakin meningkat. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah santri pada gelombang pertama yang mencapai angka yang luar biasa “Alhamdulillah, tahun ini gelombang satu tembus 300 lebih santri sehingga kita bagi menjadi empat sesi. Ini merupakan suatu kebanggaan dan komitmen kita kepada calon santri agar program yang dipilih sesuai dengan bakat dan minatnya,” jelas Ustad Afifuddin saat diwawancarai

    Visi dan misi MTs Zainul Hasan Genggong dalam mencetak santri Teristimewa menjadi alasan kuat bagi wali santri untuk menitipkan pendidikan putra-putri mereka. Dalam sebuah wawancara, salah satu wali santri mengungkapkan bahwa madrasah ini merupakan pondasi awal yang kokoh bagi anak untuk membangun karakter sekaligus mempersiapkan jenjang karir di masa depan.

    Saya melihat MTs Zainul Hasan mampu membentuk anak menjadi santri yang Teristimewa. Ini adalah pondasi kuat bagi sekolahnya saat ini dan untuk karirnya nanti,’ ujarnya saat diwawancarai.

    Antusiasme pendaftar pada gelombang pertama ini menjadi motivasi bagi MTs Zainul Hasan Genggong untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta fasilitas pendukung. MTs Zainul Hasan Genggong berkomitmen mencetak santri yang tidak hanya kuat secara spiritual dan akhlak, tetapi juga kompetitif secara global melalui program-program unggulan seperti International Class dan program keagamaan intensif.

  • MTs. Zaha Gelar Workshop Persiapan International Class Program

    MTs. Zaha Gelar Workshop Persiapan International Class Program

    Sebagai bentuk persiapan dalam penerapan International Class Program (ICP), MTs Zainul Hasan Genggong menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Cambridge, pada Sabtu (26/07). Kegiatan tersebut bertempat di Aula Tabaarakallah dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi ternama dari Universitas Negeri Malang (UM), yakni Prof. Dr. H. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si., Prof. Dr. H. Arif Hidayat, M.Si. dan Bapak Muchson, S.Pd., M.Pd., Ph.D.

    Acara ini dihadiri oleh Kepala MTs Zaha Genggong beserta seluruh ustadz dan ustadzah, sebagai bentuk keseriusan madrasah dalam mempersiapkan kelas berstandar internasional. Workshop ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kesiapan guru, sistem pembelajaran, serta infrastruktur pendidikan yang mendukung model pembelajaran berbasis Cambridge.

    Dalam pemaparannya, Prof. Ahmad Taufiq dari Universitas Negeri Malang menekankan pentingnya kesiapan mental dan pedagogi guru dalam menghadapi tantangan global melalui ICP. “International Class bukan hanya soal bahasa, tetapi lebih pada cara berpikir dan pendekatan pembelajaran yang mendalam, terintegrasi, dan kontekstual,” ujar beliau.

    Kepala MTs Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. menyampaikan bahwa workshop ini menjadi pijakan penting untuk menciptakan generasi santri yang unggul secara akademis dan berdaya saing global, tanpa meninggalkan jati diri keislaman.

    Para ustad dan ustadzah aktif berdiskusi untuk menggali informasi serta berbagi pandangan tentang tantangan dan peluang dari program ICP ini.

    Dengan terlaksananya workshop ini, MTs Zainul Hasan Genggong berharap mampu menghadirkan pendidikan madrasah yang mampu menyeimbangkan antara keunggulan intelektual, penguasaan bahasa internasional, serta karakter Islami yang kuat.

  • Gelar Praktik Bilal MTs. Zaha Terjunkan Santri di 14 Masjid.

    Gelar Praktik Bilal MTs. Zaha Terjunkan Santri di 14 Masjid.

    Sebagai bentuk tindak lanjut dari program Fakhriyah, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mendelegasikan empat belas santri untuk menjadi bilal pada pelaksanaan salat Jumat di empat belas masjid berbeda. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat Pahing, 23 Agustus 2024.

    Keempat belas santri tersebut di antaranya M. Nailul Barokah, M. Rizqi Maula Moh. Ifan Abdillah dan Affan Rizqul dari program agama, M. Guntur Satya dan Saiv Islam Al Mubarok dari program IT, Ahmad Kevin dan Muhammad Zidan dari program Sains, M. Afini Maulana dan M. Zulfan dari program Bahasa. Sedangkan dari program seni, diwakili oleh Alaikan Kevin, M. Fais Romadhoni, M. Bagas Arifin, dan Wahyu Aminullah.

    Mereka merupakan perwakilan dari santri semester 5 di setiap program kelas yang tersebar di delapan desa, di antaranya Desa Karangbong, Desa Ketompen, Desa Brani Wetan, Desa Satreyan, Desa Condong, Desa Pajarakan Kulon, Desa Rondokuning, Desa Kamalkuning, dan Desa Opo-opo.

    Pembina program Fakhriyah, Ustad Muhammad Hodri, S.Pd.I., M.Pd. menerangkan bahwa program ini merupakan wujud nyata pembelajaran fakhriyah di MTs. Zaha. “Dengan kegiatan ini, berharap para santri bisa mengaplikasikan apa yang sudah didapat selama ini di madrasah.” Ungkapnya.

    Tanggapan positif juga diberikan oleh salah satu takmir Masjid Arrohmatul Bayan di Desa Satreyan, Ustad Toha. Beliau menyambut baik program ini dan berharap MTs. Zaha rutin mendelegasikan para santrinya.
    “Program ini sangat bagus. Sebagai pengkaderan kepada generasi remaja kita. Saya sangat berterima kasih kepada MTs. Zaha. Kalau bisa, tidak hanya praktik bilal, namun juga praktik khotib.” Jelas beliau.

  • Tingkatkan Pelajaran Amtsilati dengan Kegiatan Halati

    Tingkatkan Pelajaran Amtsilati dengan Kegiatan Halati

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menggelar Halaqoh Amtsilati. Kegiatan yang berlangsung mulai tahun kemarin ini dilaksanakan selama dua hari, Senin-Selasa (18-19/09) di dua tempat berbeda. Santri putra di Aula Tabaarakallah, sedangkan santri putri di Aula Pesantren.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi para santri dan muallim untuk terus meningkatkan kemampuan mempelajari metode Amtsilati. Selain itu, juga dilaksanakan kegiatan review para muallim bersama Koordinator Wilayah Jawa Timur 3 (Korwil Jaga), Ustad Alfan Efendi.

    “Alhamdulillah, Halati ini sudah tahun kedua kita laksanakan. Banyak manfaat dari kegiatan ini untuk memberikan semangat kepada para santri untuk menuntaskan jilid Amtsilati.” Ungkap Koordinator kegiatan, Ustaf Ahmad Kholilullah Khutaimi, S.Pd.

    Selain itu, pada kegiatan tersebut, Kepala Madrsah juga memberikan penghargaan kepada para santri yang tuntas dengan nilai terbaik. Beliau berharap hal tersebut dapat memacu para santri lain untuk lebih giat lagi belajar Amtsilati. Gus/Ry

  • Tingkatkan Kreativitas Guru, MTs. Zaha Gelar Workshop Pembelajaran

    Guna meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan proses pembelajaran, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menggelar Workshop Pembelajaran bertajuk “Menjadi Guru Inovatif, Kreatif, dan Interaktif.” Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (19/08) di Aula Tabaarakallah dengan menghadirkan narasumber dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Dr. Widayanto, M.Pd dan dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik MTs. Zaha.

    Acara dibuka langsung oleh Kepala Madrasah, Almukarram KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau berharap dengan adanya workshop ini, para tenaga pendidik mendapatkan ilmu baru dan dapat menerapkannya di kelas nantinya.

    Workshop dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, Dr. Widayanto memaparkan tentang beberapa model pembelajaran dan pengelolaan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan interaktif  dalam kelas. “Jadi, Bapak-Ibu, ketika kita masuk ke dalam kelas, buat suasana yang menyenangkan dan aktif. Jangan kita masuk kelas hanya karena ingin menggugurkan kewajiban. Berikan yang terbaik pada siswa-siswa anda.” Papar pemateri asal Kota Malang tersebut.

    Selain itu, peserta workshop juga diajak untuk praktik menggunakan media dan sumber pembelajaran, baik online maupun offline. Seperti penggunaan media pembelajaran aplikasi Quizizz. Para asatid-asatidzah tampak sangat antusias mengikuti kuis melalui media pembelajaran Quizizz tersebut. Seperti yang disampaikan Ustad Kamaluddin. Menurut beliau, kegiatan workshop ini sangat positif. “Ini kegiatan yang sangat seru. Tidak membosankan. Kenapa? karena kita juga ikut praktik layaknya para murid.” Ungkap salah satu guru Al Qur’an Hadits tersebut.

    Keseruan Workshop berlanjut di sesi dua. Pada sesi ini, para peserta workshop diajak untuk melakukan simulasi pembelajaran yang aktif, kreatif, dan interaktif. Simulasi pertama, para peserta diajak untuk praktik model pembelajaran Two Stay Two Stray. Para asatid dibagi menjadi 17 kelompok yang berisikan lima guru tiap kelompok. Di setiap kelompok, ada yang bertugas untuk mengerjakan soal, ada yang bertugas bertamu untuk sharing dengan anggota kelompok lain.

    Selain Two Stay Two Stray, pemateri yang pernah mendapat penghargaan tingkat nasional tersebut juga mengajak para peserta untuk simulasi model pembelajaran Snowball Throwing, model pembelajaran yang mengharuskan para siswa membuat dan menjawab soal sendiri dengan melempar kertas berisi pertanyaan.

    “Jadi, dengan pembelajaran seperti itu (Snowball Throwing), para siswa akan aktif di kelas karena soalnya dari siswa, jawabannya juga dari siswa.” Imbuhnya. Gus/Ry

  • Tim Asesor Puji Program Inovasi MTs. Zaha Saat Visitasi Akreditasi

    Tim Asesor Puji Program Inovasi MTs. Zaha Saat Visitasi Akreditasi

    Genggong- Tahun 2023 merupakan tahun yang penting bagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs.Zaha) Genggong. Sebab, pada Senin dan Selasa (08-09/05), MTs. Zaha kedatangan Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) yang diwakili oleh dua asesor asal Malang, Dr. Miftahu Soleh, M.Sc. dan Arito, S.Ag., M.A.

    Dua asesor tersebut mendapat tugas untuk melaksanakan visitasi akreditasi bagi MTs. Zaha selama dua hari. Sekitar pukul 08.00 WIB, tim asesor datang ke MTs. Zaha dan disambut hangat oleh seluruh asatid-asatidah. Mereka langsung melakukan observasi terhadap sarana prasarana dan lingkungan madrasah mulai dari gedung madrasah, ruang kelas, koperasi santri, kantin, ruang OSIS, hingga kamar mandi.

    Setelah itu, acara dilanjut dengan pembukaan atau temu awal yang berlangsung di Aula Tabaarakallah dengan agenda sambutan dari kepala madrasah sekaligus pemutaran video profil. Kemudian dilanjut dengan sambutan dari Biro Pendidikan Pesantren Zainul Hasan dan  tim asesor.

    Usai pembukaan, tim asesor langsung melakukan telaah dokumen empat komponen, yaitu komponen mutu lulusan, komponen mutu guru, komponen proses pembelajaran, dan komponen manajemen madrasah. Selain telaah dokumen, para asesor juga mewawancarai kepala madrasah, para guru, komite madrasah, wali santri, serta alumni. Rangkaian kegiatan di hari pertama ini berakhir hingga pukul 16.00 WIB.

    Di hari kedua, tim asesor melakukan observasi kelas dengan menilai langsung praktik pembelajaran di kelas. Setelah melakukan observasi kelas, tim asesor melakukan survei dengan memberi angket dan mewawancarai para santri.

    Sekitar pukul 13.00, acara dilanjutkan dengan penutupan. Pada sesi ini, tim asesor memaparkan hasil observasi selama dua hari di MTs. Zaha. Menurut tim asesor yang diwakili Bapak Arito, S.Ag., M.A, menyampaikan bahwa secara umum MTs. Zaha sangat bagus karena memiliki program-program yang inovatif.

    “Secara umum, MTs. Zaha ini sangat bagus dan luar biasa. Terutama program-programnya. Banyak program dengan istilah unik yang mudah diingat dan dapat membentuk karakter santri serta, Seperti Profatan, pelopor kedisiplinan, Petasan,  Cyber Fann (Tim Website),  dan lain sebagainya.” Ungkap beliau.

    Disisi lain, Dr. Miftahus Soleh juga menyampaikan berbagai keunggulan dan kelebihan yang dimiliki MTs. Zaha. Seperti pengamatannya dalam observasi kelas. Beliau menilai bahwa setiap guru dapat menguasai kelas dan menciptakan kelas yang menyenangkan sehingga para santri terlibat aktif dalam berkomunikasi, berkolaborasi, serta berkreativitas dalam proses pembelajaran.

    “Dari awal mengamati, saya menunggu dan mencari kekurangan guru dalam kegiatan pembelajaran, tapi di sini saya tidak menemukannya. Ini bukti bahwa guru-gurunya luar biasa.” Ungkap asesor lulusan Electrical Engineering Fachhochschule Darmstadt, Germany

    Selain itu, tim asesor juga berterima kasih kepada warga madrasah yang sudah menyambut  beliau berdua dengan sangat ramah selama dua hari.

    Usai penutupan, kegiatan visitasi akreditasi ditutup dengan makan bersama ala santri, yaitu polok’an. Gus/Ry

  • Gelar Seminar Nasional, MTs Zaha Hadirkan Ning Sheila

    Gelar Seminar Nasional, MTs Zaha Hadirkan Ning Sheila

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menggelar Seminar Nasional bertajuk “Fikih Kewanitaan”. Kegiatan ini merupakan salah satu program kelas agama untuk menambah wawasan para santri di bidah fikih kewanitaan. Acara yang berlangsung pada Ahad (19/3) di GOR Damanhuri ini menghadirkan narasumber ternama, yaitu Ning Sheila Hasina dan ratusan peserta baik dari santri MTs. Zaha maupun umum.

    “Ini merupakan program kami (kelas Agama) untuk memfasilitasi santri menambah keilmuannya di bidang fikih. Dan alhamdulillah tidak hanya santri, kami juga buka untuk umum karena antusiasnya sangat tinggi.” Ucap Ustad Mistari, S.Pd. selaku Ketua Program Agama.

    Materi yang disampaikan pada seminar nasional ini yaitu Menstruasi dalam Pandangan Islam serta Permasalahannya. Acara berlangsung begitu khidmat. Tidak sedikit peserta yang antusias bertanya di sesi diskusi kepada pemateri untuk menuntaskan rasa penasaran.

    Salah satu peserta dari Ashabul Bait Pesantren Zainul Hasan Genggong, Ning Yusrina Zaharani mengapresiasi acara seminar nasional tersebut. “Alhamdulillah, senang sekali MTs. Zaha bisa memfasilitasi para wanita yang ingin belajar lebih dalam tentang ilmu agama. Ungkap beliau.

    Sementara itu, di Aula Tabaarakallah MTs. Zaha di waktu yang bersamaan juga diadakan seminar nasional tentang “Peran Santri dalam Membangun Nusantara” dengan pemateru Gus Ahmad Kafabihi Mahrus. Seminar Nasional ini dikhususkan untuk santri putra dan para asatidz MTs. Zaha. Gus/Ry

  • Ratusan Siswa SD-MI SE Jatim Ikuti Teristimewa Fest 2023

    Ratusan Siswa SD-MI SE Jatim Ikuti Teristimewa Fest 2023

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong menggelar kegiatan lomba bagi siswa SD/MI se- Jawa Timur. Kegiatan kompetisi dengan nama Teristimewa Fest ini digelar pada Sabtu (25/2) yang terdiri atas Olimpiade Matematika, IPA, Bahasa Inggris serta lomba Pildacil, Seni Menggambar, Kaligrafi, Tahfidz dan Rangking 1.

    Ratusan peserta begitu antusias mengikuti kompetisi tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.

    Kegiatan diawali dengan opening ceremony Teristimewa Test yang dibuka langsung oleh kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I. dan beberapa tamu undangan, yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. A. Sruji Bahtiar, M.Pd. dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo yang diwakili oleh Ibu Like Widiawati,

    “Ini acara yang luar biasa. MTs. Zaha memberi kesempatan kepada para siswa SD/MI untuk menunjukkan bakatnya di Teristimewa Fest ini. Ada olimpiade, seni menggambar, pildacil, hingga tahfidz. Luar biasa.” Kata Dr. A. Sruji Bahtiar ketika memberi sambutan.

    Usai opening ceremony, acara dilanjut dengan pelaksanaan lomba yang dimulai pukul 09.30 sampai dengan pukul 15.00. Selain lomba, juga ada penampilan seni dari para santri MTs. Zaha.

    Selesai lomba, acara dilanjut dengan pengumuman pemenang dari seluruh lomba. Acara berakhir pada pukul 16.00 WIB