Kategori: Umum

Berita umum

  • MTs. Zaha Genggong Perkuat Kompetensi Guru Pembimbing Akademik

    Dalam upaya terus meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas bimbingan bagi peserta didik, MTs Zainul Hasan Genggong menggelar kegiatan Evaluasi dan Penguatan Kompetensi Guru Pembimbing Akademik (EPK GPA). Kegiatan ini dilaksanakan dengan pada Rabu (08/07), bertempat di lingkungan Madrasah.

    Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Madrasah serta para Guru Pembimbing Akademik (GPA) yang bertanggung jawab untuk menjaga perkembangan akademik dan karakter santri. Mengingat GPA juga mengemban peran ganda sebagai wali kelas, posisi mereka dinilai sangat strategis karena tingginya interaksi dengan santri. Kedekatan emosional yang terbangun inilah yang membuat GPA mampu memahami karakter, capaian akademik, hingga kondisi psikologis santri secara mendalam, sekaligus menjadi kunci utama dalam memberikan pendampingan yang objektif dan tepat sasaran

    Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan para santri, GPA diharapkan dapat mendeteksi secara dini setiap perubahan perilaku serta penurunan nilai akademik para santri. Dengan mengidentifikasi berbagai kendala sejak awal, langkah pendampingan dan solusi dapat segera diambil sebelum masalah tersebut membesar. Selain itu, GPA juga diharapkan sebagai sosok yang adaptif oleh santri untuk menyampaikan keluh kesah, membangkitkan motivasi, serta mendapatkan bimbingan dalam mengatasi persoalan sehari-hari.

    Upaya pendampingan ini tetap diselaraskan melalui koordinasi aktif bersama Guru BK. Kerja sama ini memastikan bahwa jika ditemukan indikasi masalah yang lebih besar, terutama terkait kesehatan mental dan psikologis santri, penanganan selanjutnya dapat langsung ditindaklanjuti oleh Guru BK. Selain mendampingi santri, GPA berfokus pada peningkatan layanan bagi orang tua. GPA hadir sebagai garda terdepan dalam menyajikan informasi mengenai perkembangan santri secara cepat dan akurat, demi menjaga kenyamanan serta kepercayaan wali santri kepada Madrasah.

    Evaluasi dan penguatan kali ini difokuskan pada pemenuhan administrasi wajib bagi GPA, seperti laporan perkembangan santri dan dokumentasi bimbingan. Laporan tersebut memuat kondisi kelas, perkembangan santri, kebutuhan kelas, hingga berbagai hal yang memerlukan tindak lanjut. Kelengkapan data ini menjadi bentuk akuntabilitas sekaligus bahan rujukan madrasah untuk meningkatkan kualitas layanan pembinaan.

    “Melalui kegiatan Evaluasi dan Pengembangan Kompetensi Guru Pembimbing Akademik ini, Madrasah berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter serta pelayanan prima kepada santri dan wali santri,” ujar Ustad Alfin Fikri HM, S.Pd.I., M.Pd. selaku pemateri kegiatan.

    Melalui kegiatan EPK GPA, MTs. Zainul Hasan Genggong memperkuat komitmennya untuk terus berinovasi. Kerja sama antara pimpinan, GPA, guru BK, dan orang tua diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan responsif bagi seluruh santri.

  • Wujudkan Pembelajaran Aplikatif, MTs Zainul Hasan Genggong Sukses Gelar Outing Class Serentak di 5 Destinasi

    Dalam rangka memberikan penyegaran sekaligus ruang belajar yang lebih aplikatif di luar kelas, MTs. Zainul Hasan Genggong menggelar kegiatan Outing Class pada Selasa, 30/06. Menariknya, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh 6 program yang ada di madrasah, dengan tujuan destinasi yang telah disesuaikan dengan fokus kompetensi masing-masing program.

    Kegiatan belajar mengajar tidak selamanya harus terpaku pada formalitas ruang kelas yang monoton. Pengondisian siswa melalui pembelajaran di luar ruangan mampu menghadirkan suasana baru yang lebih kondusif bagi perkembangan psikologis mereka. Metode pembelajaran ini dinilai strategis tidak hanya dalam meningkatkan semangat dan keceriaan siswa, tetapi juga sebagai langkah pencegahan untuk mengatasi kejenuhan dalam belajar.

    Sejalan dengan hal tersebut, Outing Class ini bertujuan untuk menyegarkan kembali motivasi belajar siswa sekaligus mengaplikasikan materi pelajaran secara langsung di lapangan. 5 program memiliki tujuan yang disesuaikan dengan fokus kompetensi masing-masing program. Program Sains melakukan kunjungan edukatif ke PT. Amerta Indah Otsuka di Pasuruan untuk mempelajari proses produksi modern dan penerapan ilmu sains dalam skala industri. Program Seni mengunjungi Sanggar Omah Pandma untuk mengasah kepekaan estetika dan mempraktikkan seni budaya langsung bersama para praktisi setempat.

    Program IT menggelar studi banding ke Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya) demi mendalami perkembangan teknologi informasi terkini. Sementara itu, Program Bahasa dan ICP berkunjung ke Pare, Kediri, untuk mengikuti intensive immersion di Paman Syam English Course untuk memperkuat kemampuan komunikasi internasional mereka. Program Agama melaksanakan rihlah ilmiah ke MTs. Madrasatul Qur’an Tebuireng dan Museum Islam K.H. Hasyim Asy’ari di Jombang. Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat literasi sejarah Islam.

    Kepala MTs Zainul Hasan Genggong menegaskan bahwa kegiatan Outing Class ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan sebuah komitmen nyata madrasah dalam membangun ekosistem belajar yang mandiri demi memaksimalkan potensi setiap siswa.

    “Kegiatan Outing Class masing-masing program di MTs. Zainul Hasan Genggong sejatinya bukanlah sekadar jalan jalan asik tapi sebuah komitmen menciptakan lingkungan belajar yang mandiri dan berkembang demi terciptanya masing masing pribadi yang unik sesuai kemampuan masing masing. Kita menyadari bahwa bukan hanya kita yang menciptakan sistem pembelajaran berbasis keterampilan, tetapi masing-masing anak didik. Kita percayai mereka dapat mengembangkan diri mereka menjadi sebuah sistem bagi mereka sendiri! They can control themself in a good way with many ways.” Ujar Kepala Madrasah

    Kegiatan Outing Class berjalan dengan lancar dan kondusif hingga rombongan kembali ke madrasah. Pihak sekolah berharap, pengalaman berharga yang didapatkan dari lima destinasi berbeda ini tidak hanya menyegarkan pikiran siswa, tetapi juga menjadi pemantik semangat untuk terus mengembangkan bakat dan kompetensi unggulan di program mereka masing-masing.

  • Prestasi Bergengsi, MTs. ZaHa Genggong Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Inspiratif dalam Ajang Anugerah Pendidikan Radar Bromo

    Prestasi membanggakan kembali didapatkan oleh MTs. Zainul Hasan Genggong. Kali ini MTs. ZaHa resmi dianugerahi penghargaan bergengsi dalam kategori Lembaga Pendidikan Inspiratif pada ajang Anugerah Pendidikan Jawa Pos Radar Bromo 2026 yang digelar pada Rabu, 30 Juni 2026. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan dan komitmen madrasah dalam meluncurkan inovasi berupa Internasional Class Program (ICP) yang berbasis kurikulum Cambridge.

    Penghargaan dari Jawa Pos Radar Bromo ini membuktikan bahwa MTs. Zainul Hasan Genggong sukses menjadi pelopor pendidikan yang menyelaraskan tradisi pesantren dengan kurikulum dunia. Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi madrasah sebagai sekolah Islam yang progresif dan siap bersaing di kancah internasional.

    Melalui program ICP ini, para siswa tidak hanya dibekali dengan kurikulum nasional, tetapi juga distandardisasi secara internasional melalui penguasaan bahasa asing, mathematics, dan sains berbasis Cambridge. Langkah berani ini membuktikan bahwa madrasah mampu berdiri sejajar dengan lembaga pendidikan modern lainnya di era globalisasi. Dengan diraihnya penghargaan bergengsi ini, MTs. Zainul Hasan Genggong berkomitmen untuk terus konsisten melakukan terobosan baru demi mencetak generasi muda Islam yang berwawasan global namun tetap berkarakter lokal.

    Menanggapi prestasi luar biasa tersebut, Kepala MTs. Zainul Hasan Genggong menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas penganugerahan Lembaga Pendidikan Inspiratif 2026. Beliau menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah pencapaian individu, melainkan buah dari sinergi dan kerja keras seluruh komponen Madrasah serta lingkungan pesantren.

    “Alhamdulillah Masya Allah Tabarokallah… Penghargaan ini tentunya kita syukuri bersama. Ini merupakan sebuah momentum berharga bagi MTs. Zainul Hasan. Bukan bagi saya pribadi. Kami berterima kasih kepada Jawa Pos Radar Bromo, juga kepada ketua Yayasan Pesantren Zainul Hasan dan semua masyaikh PP. Zainul Hasan Genggong yang sudah menjadi support sistem kami untuk menjadi lebih baik. Award ini juga menjadi penanda bahwa: we are not competing with the others but we are competing with ourself! Kita keluar dari zona nyaman kita. Agar pengalaman baru bisa menjadikan MTs. ZaHa lebih Teristimewa lagi di masa yang akan datang. Aaamiiin” ujar Beliau saat diwawancarai pasca-acara

    Keberhasilan keluar dari zona nyaman ini kian memantapkan langkah MTs. Zainul Hasan Genggong untuk terus menantang batasan demi menghadirkan mutu pendidikan yang jauh lebih teristimewa di masa yang akan datang.

  • Gelar Tasyakuran Akhirussanah 2026, MTs Zainul Hasan Genggong Padukan Tradisi, Prestasi, dan Seni

    Madrasah Tsanawiyah (MTs) Zainul Hasan Genggong sukses menyelenggarakan tasyakuran Akhirussanah santri semester akhir tahun ajaran 2025-2026. Acara yang penuh khidmat dan haru ini berlangsung pada hari Minggu, 31 Mei 2026, bertempat di Gor Damanhuri, Pesantren Zainul Hasan Genggong. Acara ini dihadiri oleh  jajaran Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kepala Dinas dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Kepala Madrasah, Pengurus Komite serta Wali santri yang datang untuk menyaksikan momentum penting ini.

    Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh santri MTs. ZaHa, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan disambung dengan Hubbul Wathon. Suasana acara semakin meriah dengan penampilan Seni Tari Saman yang dibawakan oleh Santri Program Seni dan pemutaran film karya orisinil santri program IT dan berkolaborasi dengan Program Agama, Bahasa, Sains, dan Seni. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan santri serta wali santri semester akhir.

    Memasuki puncak acara yaitu pemberian penghargaan bagi santri berprestasi yang terbagi dalam lima kategori yaitu Santri Pelopor Kedisiplinan 5 Semester, 10 Santri Peraih Poin Prestasi Tertinggi, Santri Program SPIL, Santri Terbaik, dan Santri Bintang Teristimewa. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sambutan oleh pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Ibu Nyai Hj. Diana Susilowati dalam sambutannya beliau menyampaikan pesan kepada santri semester akhir MTs. Zainul Hasan Genggong, untuk tidak terlepas dari berkah KH Hasan Genggong. Beliau mengimbau para santri tidak perlu cemas, sebab Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong telah menyediakan jenjang pendidikan lanjutan bagi santri yang akan melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren.

    Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Dalam kesempatannya, beliau mengucapkan selamat kepada para santri yang telah menyelesaikan masa studi di MTs Zainul Hasan Genggong. Beliau juga berpesan agar para santri tidak pernah melupakan jasa para guru yang telah menjaga mereka lahir dan batin. Oleh karena itu, beliau menegaskan agar santri tidak membeda-bedakan antara guru di madrasah dengan guru di pondok pesantren. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, S.E., M.M. Dalam sambutannya beliau mengucapkan selamat kepada santri yang telah menyelesaikan jenjang di MTs. Zaha Genggong. Beliau berpesan teruslah belajar sepanjang hayat karena ilmu adalah cahaya yang akan menerangi kehidupan. Jaga almamater, Pondok Pesantren, keluarga dan masyarakat dimanapun berada jadilah generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan kemanusian.

    Acara dilanjutkan dengan pemberian cenderamata kepada pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong dan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo sebagai bentuk apresiasi. Rangkaian acara formal ditutup dengan lantunan sholawat yang dibawakan oleh tim Hadrah Munsyiduna MTs. ZaHa dan dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH. Hassan Ahsan Malik S.Sy, M.Pd. Selesai pembacaan doa yang berlangsung khidmat, agenda acara dilanjutkan dengan sesi pentas seni dan hiburan yang dipersembahkan oleh para santri semester akhir. Berbagai pertunjukan mulai dari seni peran, seni bela diri, hingga seni musik sukses menghibur para hadirin. Kemeriahan rangkaian acara ini akhirnya ditutup secara resmi melalui penampilan memukau dari grup band ustad MTs. Zainul Hasan Genggong.

  • MTs. Zainul Hasan Genggong Borong Prestasi Nasional di Puncak Acara Exfesh 2026

    MTs. Zainul Hasan Genggong Borong Prestasi Nasional di Puncak Acara Exfesh 2026

    MTs. Zainul Hasan Genggong kembali mencatat prestasi yang luar biasa dalam ajang kompetisi Exfesh 2026 yang diselenggarakan oleh SMA Unggulan Haf-Sa, Sabtu (25/04). Para santri MTs. ZaHa sukses mendominasi podium dengan membawa pulang total 6 gelar juara di berbagai bidang.

    Prestasi gemilang tersebut meliputi Juara 1 Riset Sains Teknologi, Juara 1 Riset Sosial Sains, serta Juara 1 Ghina Araby. Tidak hanya unggul di bidang inovasi dan seni, para santri juga berhasil menjadi Juara 2 Tahfidz, serta Juara 2 dan Juara Harapan 1 pada cabang Baca Kitab.

    Keberhasilan ini diraih setelah melewati persaingan ketat di babak semifinal dan final, dengan berhasil memborong enam gelar juara di berbagai bidang, mulai dari riset ilmiah, seni bahasa, hingga literasi kitab kuning. Prestasi ini menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja keras para santri serta pendamping dalam mengasah potensi akademik maupun non akademik.

    Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Zainul Hasan Genggong menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan bersejarah para santri dalam ajang Exfesh 2026. Beliau menyebut capaian enam gelar juara ini sebagai prestasi terbanyak dalam satu ajang kompetisi yang pernah diraih, sekaligus menjadi kado istimewa bagi seluruh keluarga besar madrasah.

    “Ini adalah buah dari perjuangan tanpa lelah para asatidz dan santri. Walaupun dengan persiapan yang bisa dikatakan sederhana, namun digarap dengan hati yang penuh keikhlasan, sehingga Alhamdulillah berbuah manis,” ungkap Kepala Madrasah.

    Prestasi besar ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh santri MTs. Zainul Hasan Genggong untuk terus mengeksplorasi minat dan bakat mereka, baik di jalur akademik maupun keagamaan. Melalui pencapaian ini, MTs. Zainul Hasan Genggong juga membuktikan bahwa santri tidak hanya piawai dalam penguasaan literasi kitab kuning, namun juga mampu menjawab tantangan zaman melalui riset dan inovasi. Prestasi ini adalah cerminan santri modern yang tetap memegang teguh nilai-nilai luhur pesantren.

  • 330 Peserta dari Berbagai Wilayah Ikuti Tes PSB Gelombang 1 MTs. Zaha

    Pelaksanaan tes santri baru gelombang 1 Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong telah usai digelar. Sebanyak 330 calon santri baru antusias mengikuti serangkaian tes yang dilaksanakan pada Ahad (12/4) di MTs. Zaha Genggong.

    Ratusan calon santri mengikuti rangkaian tes di MTs Zainul Hasan Genggong dengan didampingi oleh orang tua atau wali masing-masing. Selama kegiatan berlangsung, panitia PSB dengan sigap menyambut dan mengarahkan santri menuju ruang ujian

    Pelaksanaan tes PSB kali ini dibagi ke dalam empat sesi, guna mengantisipasi penumpukan peserta dan menjamin ketertiban di lokasi ujian. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk memastikan seluruh rangkaian tes berlangsung kondusif. Ujian dimulai pukul 08.00 hingga 12.30 WIB dengan durasi masing-masing sesi selama 60 menit.

    Adapun materi akademik yang diujikan dalam CBT meliputi enam mata pelajaran inti, yaitu: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Matematika, TIK, dan Seni Budaya. Tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, Tes PSB ini juga menitikberatkan pada kesiapan spiritual dan mental calon santri. Setelah menyelesaikan ujian berbasis komputer, seluruh santri diwajibkan mengikuti tiga tahapan tes lainnya yaitu Tes Imla, Tes Baca Al-Qur’an, dan Tes Wawancara.

    Kepercayaan para orang tua terhadap pendidikan pesantren semakin meningkat. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah santri pada gelombang pertama yang mencapai angka yang luar biasa “Alhamdulillah, tahun ini gelombang satu tembus 300 lebih santri sehingga kita bagi menjadi empat sesi. Ini merupakan suatu kebanggaan dan komitmen kita kepada calon santri agar program yang dipilih sesuai dengan bakat dan minatnya,” jelas Ustad Afifuddin saat diwawancarai

    Visi dan misi MTs Zainul Hasan Genggong dalam mencetak santri Teristimewa menjadi alasan kuat bagi wali santri untuk menitipkan pendidikan putra-putri mereka. Dalam sebuah wawancara, salah satu wali santri mengungkapkan bahwa madrasah ini merupakan pondasi awal yang kokoh bagi anak untuk membangun karakter sekaligus mempersiapkan jenjang karir di masa depan.

    Saya melihat MTs Zainul Hasan mampu membentuk anak menjadi santri yang Teristimewa. Ini adalah pondasi kuat bagi sekolahnya saat ini dan untuk karirnya nanti,’ ujarnya saat diwawancarai.

    Antusiasme pendaftar pada gelombang pertama ini menjadi motivasi bagi MTs Zainul Hasan Genggong untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta fasilitas pendukung. MTs Zainul Hasan Genggong berkomitmen mencetak santri yang tidak hanya kuat secara spiritual dan akhlak, tetapi juga kompetitif secara global melalui program-program unggulan seperti International Class dan program keagamaan intensif.

  • MTs. Zaha Gelar Workshop Persiapan International Class Program

    MTs. Zaha Gelar Workshop Persiapan International Class Program

    Sebagai bentuk persiapan dalam penerapan International Class Program (ICP), MTs Zainul Hasan Genggong menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Cambridge, pada Sabtu (26/07). Kegiatan tersebut bertempat di Aula Tabaarakallah dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi ternama dari Universitas Negeri Malang (UM), yakni Prof. Dr. H. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si., Prof. Dr. H. Arif Hidayat, M.Si. dan Bapak Muchson, S.Pd., M.Pd., Ph.D.

    Acara ini dihadiri oleh Kepala MTs Zaha Genggong beserta seluruh ustadz dan ustadzah, sebagai bentuk keseriusan madrasah dalam mempersiapkan kelas berstandar internasional. Workshop ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kesiapan guru, sistem pembelajaran, serta infrastruktur pendidikan yang mendukung model pembelajaran berbasis Cambridge.

    Dalam pemaparannya, Prof. Ahmad Taufiq dari Universitas Negeri Malang menekankan pentingnya kesiapan mental dan pedagogi guru dalam menghadapi tantangan global melalui ICP. “International Class bukan hanya soal bahasa, tetapi lebih pada cara berpikir dan pendekatan pembelajaran yang mendalam, terintegrasi, dan kontekstual,” ujar beliau.

    Kepala MTs Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. menyampaikan bahwa workshop ini menjadi pijakan penting untuk menciptakan generasi santri yang unggul secara akademis dan berdaya saing global, tanpa meninggalkan jati diri keislaman.

    Para ustad dan ustadzah aktif berdiskusi untuk menggali informasi serta berbagi pandangan tentang tantangan dan peluang dari program ICP ini.

    Dengan terlaksananya workshop ini, MTs Zainul Hasan Genggong berharap mampu menghadirkan pendidikan madrasah yang mampu menyeimbangkan antara keunggulan intelektual, penguasaan bahasa internasional, serta karakter Islami yang kuat.

  • Gelar Praktik Bilal MTs. Zaha Terjunkan Santri di 14 Masjid.

    Gelar Praktik Bilal MTs. Zaha Terjunkan Santri di 14 Masjid.

    Sebagai bentuk tindak lanjut dari program Fakhriyah, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mendelegasikan empat belas santri untuk menjadi bilal pada pelaksanaan salat Jumat di empat belas masjid berbeda. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat Pahing, 23 Agustus 2024.

    Keempat belas santri tersebut di antaranya M. Nailul Barokah, M. Rizqi Maula Moh. Ifan Abdillah dan Affan Rizqul dari program agama, M. Guntur Satya dan Saiv Islam Al Mubarok dari program IT, Ahmad Kevin dan Muhammad Zidan dari program Sains, M. Afini Maulana dan M. Zulfan dari program Bahasa. Sedangkan dari program seni, diwakili oleh Alaikan Kevin, M. Fais Romadhoni, M. Bagas Arifin, dan Wahyu Aminullah.

    Mereka merupakan perwakilan dari santri semester 5 di setiap program kelas yang tersebar di delapan desa, di antaranya Desa Karangbong, Desa Ketompen, Desa Brani Wetan, Desa Satreyan, Desa Condong, Desa Pajarakan Kulon, Desa Rondokuning, Desa Kamalkuning, dan Desa Opo-opo.

    Pembina program Fakhriyah, Ustad Muhammad Hodri, S.Pd.I., M.Pd. menerangkan bahwa program ini merupakan wujud nyata pembelajaran fakhriyah di MTs. Zaha. “Dengan kegiatan ini, berharap para santri bisa mengaplikasikan apa yang sudah didapat selama ini di madrasah.” Ungkapnya.

    Tanggapan positif juga diberikan oleh salah satu takmir Masjid Arrohmatul Bayan di Desa Satreyan, Ustad Toha. Beliau menyambut baik program ini dan berharap MTs. Zaha rutin mendelegasikan para santrinya.
    “Program ini sangat bagus. Sebagai pengkaderan kepada generasi remaja kita. Saya sangat berterima kasih kepada MTs. Zaha. Kalau bisa, tidak hanya praktik bilal, namun juga praktik khotib.” Jelas beliau.