Kategori: Umum

Berita umum

  • Bangga Meski Batal Juara

    Bangga Meski Batal Juara

    Peserta dari MTs. Zaha (Berkopyah) pada Waktu Kompetisi di Mall Of Indonesia.
    Peserta dari MTs. Zaha (Berkopyah) pada Waktu Kompetisi di Mall Of Indonesia.

    Genggong- Asa MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong untuk membawa pulang juara pada ajang kompetisi robotik madrasah 2016 gagal. Dalam kompetisi tingkat nasional yang diadakan pada Ahad-Senin (30-31/10) itu terdapat kendala yang dialami peserta dari MTs. Zaha. Salah satunya komponen roda yang disediakan panitia tidak berfungsi, bahkan pada beberapa komponen yang lain.

    Hal ini disampaikan ustadz Junaidi yang mendampingi peserta menggantikan ustadz Nizar. Menurutnya, kegagalan MTs. Zaha bukan dari santri kita yang tidak maksimal, melainkan dari beberapa komponen yang disediakan panitia. Diduga komponennya sudah aus namun masih tetap digunakan . Hal ini terbukti ketika robot dikendalikan tidak berjalan maksimal. “Memang untuk bahan disediakan panitia dan boleh membawa sendiri, sehingga kami memilih tidak membawa. Tapi kalau santri kita sudah bagus bahkan mengoperasikan dengan benar, tapi mungkin belum beruntung”. Kata ustadz Juned, sapaannya.

    Namun, meski gagal ustad Juned menyampaikan bahwa peserta kita mendapat pujian dari panitia karena menjadi satu-satunya peserta yang berasal dari pesantren, bahkan satu-satunya peserta yang tidak meninggalkan identitas santri, yakni berkopyah. Sehingga berhasil menunjukkan bahwa santri pesantren juga bisa menguasai bidang robotik. “Ya selama kompetisi yang diadakan kemenag ini hanya MTs. Zaha yang berkopyah. Bisa dibilang inilah kemenangan kita”. Kata ustad Juned. Kegagalan ini tak menjadi masalah dihadapan kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal. Beliau memaklumi kesuksesan yang tertunda ini. “Menjadi peserta di ajang nasional sudah menjadi kebanggaan buat kita. Biarkan ini menjadi pengalaman yang berharga buat santri kita”. Dawuhnya.

    Namun, beliau juga berpesan untuk tetap selalu berusaha dan memperbaiki kekurangan. Terlebih dalam event lomba yang sudah pernah diikuti agar tidak jatuh pada lubang yang sama. “Biarlah untuk menjadi juara kita tunda tahun depan”. Ujarnya sambil tersenyum. (fin)

    photo_2016-11-05_08-05-59

  • Pembukaan Masa PLM, Kepala Madrasah Himbau untuk Perbaiki Niat.

    Pembukaan Masa PLM, Kepala Madrasah Himbau untuk Perbaiki Niat.

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal saat memberikan pengarahan pada pembukaan Masa Pengenalan Madrasah.
    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal saat memberikan pengarahan pada pembukaan Masa Pengenalan Madrasah (PLM) MTs. Zainul Hasan Genggong.

    Genggong– Pada tahun ini kemendikbud mengganti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Pelaksanaan MOS yang terkesan kurang mendidik dan terjadi perpeloncoan pada siswa baru ini menjadi dasar penggantian nama kegiatan tersebut. Sehingga semua sekolah di seluruh Indonesia harus mengganti kegiatan MOS dengan PLS. Seperti halnya MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong juga melaksanakan PLS ini. Sebanyak 360 peserta mengikuti kegiatan ini yang dibuka langsung oleh kepala madrasah kemarin Sabtu (23/7).

    Namun, ada sedikit yang berbeda dengan MTs. Zaha, karena menggunakan nama kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Madrasah dan Pesantren. Seperti yang dikatakan ustadz Wafi selaku waka kesiswaan bahwa madrasah ini berada dibawah pesantren sehingga perlu juga di kenalkan kepada santri (siswa) baru. Setidaknya para santri baru yang belun pernah menyentuh pesantren bisa lebih tahu apa dan bagaimana pesantren itu. “Nanti ada sesi khusus untuk wawasan kepesantrenan”. Terangnya.

    Kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal dalam pengarahannya mengingatkan agar santri memperbaiki niatnya. Karena niat menentukan bagaimana perjalanan kebelakangnya dan semuanya tergantung dari niat masing-masing. Menurutnya, jika salah niat maka akan fatal nantinya, begitu sebaliknya. “Masuk ke pesantren dan madrasah ini harus niat mencari ridha Allah” pesannya.

    Beliau juga berpesan agar tetap semangat meskipun berada dalam lingkungan baru, teman baru, bahkan suasana baru hingga jauh dari orang tua. Karena ini merupakan perjuangan untuk masa depan  dan salah satu cara untuk membanggakan orang tua. “Sekolah dan menjadi santri di pesantren ini sudah menjadi kebanggaan orang tua kalian. Karena kalian jauh dari orang tua, jadi bapak dan ibu guru adalah orang tua kalian selama menuntut ilmu disini”. Tuturnya.

    Kegiatan PLM ini akan berlangsung hingga hari Sabtu depan, karena banyaknya materi yang akan diberikan kepada santri baru. Salah satunya diklat menghafal cepat Asmaul Husna yang membutuhkan waktu selama 2 hari. (Fin)

  • Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H

    selamat idul fitri

    Segenap Pimpinan, Asatidz-asatidzah, Karyawan dan Keluarga Besar MTs. Zainul Hasan Genggong mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal ‘Aidzin wal faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

  • Santri Terima Penghargaan Saat Silaturrahim bersama Wali Santri

    Santri Terima Penghargaan Saat Silaturrahim bersama Wali Santri

    Kepala Madrasah bersama para santri berprestasi tahun 2015-2016
    Kepala Madrasah (tiga dari kiri) bersama para santri berprestasi tahun 2015-2016 yang didampingi walinya.

    Genggong-Proses belajar mengajar semester genap tahun pelajaran 2015-2016 di MTs Zainul Hasan genggong sudah berakhir. Kemarin Selasa (14/6) diberikan buku hasil belajar santri selama satu semester. Bertempat di GOR Zainurrahmah Pesantren Zainul Hasan Genggong juga digelar acara Silaturrahmi Pimpinan dan asatidz bersama Wali santri kelas VII dan VIII sekaligus pembagian buku raport kenaikan kelas. Acara yang dihadiri oleh Kepala MTs Zainul Hasan Almukarrom KH. Moh. Hasan Naufal, para asatidz dan para wali santri ini berlangsung pada jam 1 siang.

    Acara tampak khidmat ketika dibacakan lantunan ayat-ayat suci Al Quran oleh peraih juara 1 Tilawatil Quran tingkat Kabupaten Probolinggo, Bagus Fajarianto santri kelas VIII D. Santri inilah yang akan mewakili Kabupaten Probolinggo di tingkat Provinsi dalam cabang yang sama.

    Acara dilanjutkan dengan laporan pendidikan oleh waka kurikulum Ustadz H.M. Harsoyo Mukhtar, S.Ag, MM, dalam laporannya beliau meminta para wali santri untuk pro aktif berkomunikasi dengan pihak madrasah. Beliau juga menghimbau para wali santri untuk selalu memotivasi putra dan putrinya yang berprestasi agar terus mempertahankan dan meningkatkannya. Dan kepada wali santri yang putra dan putrinya belum berhasil untuk legawa dan terus memacu semangat mereka.

    Selain itu beliau juga menyampaikan beberapa program yang sedang dilaksanakan oleh madrasah, salah satunya pembangunan gedung baru yang saat ini masih berjalan. “tahun ini kita sedang membangun gedung putra setelah tahun kemarin selesai membangun gedung putri. Mohon doanya supaya lancar sesuai target. Jika bapak dan ibu ingin bershodaqoh silakan, kami tidak meminta sumbangan hanya mengajak untuk bershodaqoh”. Ungkapnya sambil mengeluarkan senyum khasnya.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada 30 anak yatim dari berbagai daerah. Santunan tersebut merupakan hasil program Yaumus Shodaqoh (Hari Bershodaqoh) para asatidz dan para santri yang menyisihkan sebagian rezekinya pada tiap kamis. Pembagian santunan tersebut sangat menyentuh hati para hadirin dan apresiasi pun mengalir dari para wali santri.

    Dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dari madrasah kepada para santri yang berhasil menduduki peringkat kelas. Dari 23 kelas diberikan penghargaan kepada peringkat I dan peringkat II di kelas masing-masing. Selain itu juga diberikan penghargaan kepada peringkat terbaik satuan kelas pada program Fullday Agama, Fullday Umum, dan Reguler juga kepada para peraih olimpiade pada tahun 2015-2016. “Khusus kepada para peraih peringkat terbaik satuan kelas kami beri beasiswa selama 1 semester”. lanjut ustadz Harsoyo.

    Dalam acara tersebut Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan bahwa proses belajar mengajar tahun pelajaran 2015-2016 sudah berakhir setelah semua santri kelas VII dan VIII menerima buku laporan santri. “Nilai yang tercantum dibuku raport merupakan alat ukur untuk mengetahui kemampuan siswa mencakup Akhlak, Pengetahuan, dan Keterampilan karena itu apapun hasil yang kalian peroleh harus dijadikan sebagai evaluasi atas kemampuan kalian, kalau ada yang kurang bagus jadi kedepan harus diperbaiki dan kalau sudah bagus harus dipertahankan dan ditingkatkan” Ungkapnya.

    Pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini menyampaikan pesan agar di dalam belajar di pesantren ini harus mengutamakan Pesantren, bukan mengutamakan sekolah. Pesantren merupakan induk dari madrasah dan sumber dari segala barokah di pesantren ini adalah Kyai Hasan Sepuh.”Oleh karena itu, penting bagi para wali santri yang mengantar atau mendaftarkan putra/putrinya di lembaga ini ataupun mau pulang dari pesantren untuk ziaroh ke maqbaroh muassis Genggong terlebih dahulu. Hal ini penting agar silsilah syuyukhiyah kita tetap bersambung dengan para wali Genggong, dengan begitu fuyudlot atau aliran barokah akan terus mengalir kepada diri kita” imbuh kepala madrasah.

    Acara pun berakhir dengan ditutup dengan doa oleh Kepala Madrasah dan dilanjutkan pengambilan raport oleh para wali santri di meja wali kelas masing-masing. (Tgh/Fin)

  • Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1437 H

    Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1437 H

    marhaban ya ramadhan mts

    Segenap Pimpinan, Karyawan, Asatidz dan Santri MTs. Zainul Hasan Genggong mengucapkan Marhaban Ya Ramadan Marhaban Syahrus Shiyam. Selamat Menunaikan ibadah puasa 1437 H. Semoga kita bisa menjadi orang-orang yang bertaqwa.

  • Sukses UN 2016

    Sukses UN 2016

    Selamat menempuh Ujian Nasional tahun pelajaran 2015-2016 untuk santri MTs. Zainul Hasan Genggong. Semoga sukses, barokah dan manfaat. #UN 09-12 Mei 2016

    selamat un
  • 117 Santri MTs Zaha Siap Lulus Amtsilati

    117 Santri MTs Zaha Siap Lulus Amtsilati

    Pembukaan Ujian AKhir Amtsilati di Aula Madrasah
    Pembukaan Ujian AKhir Amtsilati di Aula Madrasah

    GENGGONG – MTs (Madrasah Tsanawiyah) Zainul Hasan (Zaha) Genggong 1 Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo menggelar uji Amtsilati di aula Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong, Senin-Kamis (2-5/5/2016). Ujian diikuti 117 santri madrasah tersebut. Para peserta cukup antusias mengikuti ujian yang dimulai pada pukul 11.00 itu.

    Ustadz Farid, panitia uji Amtsilati mengatakan, ujian ini dilaksanakan untuk mengukur kemampuan santri dalam memahami dan menghafal Amtsilati dari jilid I sampai V. Selain itu juga untuk mengukur kemampuan santri dalam memberikan tanda makna di kitab kuning. “Ujian ini adalah wujud tranformasi keilmuan agama Islam. Khususnya pemahaman terhadap kitab-kitab salaf,” terangnya.

    Sebagai madrasah yang mempertahankan kajian kitab kuning, MTs Zaha 1 berkomitmen selalu mengajarkan karya kitab-kitab ulama salaf untuk bekal santri. “Amtsilati ini adalah salah satu metode untuk memahami ilmu alat,” tandasnya.

    Waka Kesiswaan MTs Zaha 1, Abdul Wafi Haris menerangkan, ada 9 karakteristik keunggulan lulusan MTs Zaha 1. Salah satunya memiliki kemampuan baca kitab kuning salaf dengan metode Amtsilati. “Demi tercapainya kemampuan dimaksud, para santri mengikuti proses belajar Amtsilati dan mengikuti ujian-ujiannya, selambat-lambatnya selama 4 semester,” terang Ustadz Wafi.

    117 Santri peserta ujian akhir amtsilati
    117 Santri peserta ujian akhir amtsilati

    Sumber: www.pzhgenggong.or.id

  • Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2016

    Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2016

    Keluarga Besar MTs. Zainul Hasan Genggong mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2016.

    “Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani” yang artinya “Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan” (Ki Hajar Dewantara)