Kategori: Umum

Berita umum

  • Kembali Torehkan Prestasi di Bidang Pencak Silat

    Kembali Torehkan Prestasi di Bidang Pencak Silat

    JUARA: Mario Ahmad Baidowi (kiri) dan Muhammat Ainul Yakin (kanan) saat Foto dengan Medali yang Diraihnya.

    Genggong-Sebanyak 638 pendekar silat dari berbagai daerah di Jawa dan Bali beradu kebolehan dalam kejuaraan pencak silat Al Khoziny Cup 1 di Sidoarjo. Even bergengsi se Jawa-Bali tersebut dihelat selama 4 hari, yakni mulai tanggal 20-23 Desember 2018 di gedung Sport SMK 10 November Sidoarjo.

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong yang mengirimkan 3 santrinya sukses menorehkan namanya di papan nama prestasi. Dua orang santri MTs Zaha atas nama Mario Ahmad Baidlowi dan Muhammad Ainul Yaqin membawa nama harum MTs Zaha. Kedua santri yang masih duduk di kelas IX itu sukses mendulang medali pada kategori kelas Pra Remaja Putra berturut-turut juara 1 dan 3.

    Al Khoziny Cup 1 se Jawa- Bali yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Al Khoziny ini merupakan ajang kejuaraan yang cukup bergengsi dalam ajang perlombaan pencak silat di Indonesia. Terbukti dari banyaknya jumlah para pendaftar dari ujung barat pulau jawa sampai ujung timur Bali yang hadir untuk memperebutkan tropi yang telah disiapkan panitia.

    Pada kategori kelas Pra Remaja Putra,setelah melalui persaingan yang ketat, Mario Ahmad Baidlowi berhasil menyisihkan para peserta dari beberapa sekolah di pulau bali pada sesi pertama dan bertanding dengan beberapa peserta dari pulau Jawa, sampai perjuangannya terus masuk final dan berhak juara satu setelah mengalahkan peserta dari sebuah pesantren di Jawa Timur.  Wajah sumringah tampak pada ustadz Taufik, pendamping pencak silat yang ikut mengantarkan ke acara lomba.

    “Alhamdulillah barokah para guru di Genggong. Tidak disangka bisa juara, padahal saingannya banyak dan tekniknya bagus-bagus tapi akhirnya ditetapkan sebagai juara” jelas ustadz Taufik, pendamping dari MTs. Zaha.

    Tak berhenti disitu, santri MTs. Zaha yang lain menambah pundi-pundi medali pada kategori Pra Remaja Putra. Adalah Muhammad Ainul Yaqin sukses menyabet juara ketiga.

    “Pesertanya banyak sekali, dengan persaingan yang ketat kita berdua bisa membawa dua juara, Alhamdulillah. Semoga tropi ini bisa menambah MTs Zaha menjadi semakin teristimewa.” Tutur Mario dengan mata berkaca-kaca.

    Hal senada disampaikan oleh Pembina Pencak Silat di MTs Zaha, ustadz Mahfudz. Ia sangat bersyukur atas perolehan juara yang kebetulan mereka adalah santri binaannya di Student’s day.

    “Tidak sia-sia santri berlatih. Program student day sebagai wadah untuk pembinaan minat bakat santri membuahkan hasil yang manis” Jelas Ustadz Mahfudz dengan bangga.

    Hal senada juga disampaikan oleh ustadz M. Restu, kapro sekaligus koordinator lomba jasmani MTs. Zaha juga mengatakan bahwa prestasi itu adalah buah dari pembinaan santri dalam penyaluran minat dan bakat dalam Student’ Day.

    “Alhamdulillah, ini merupakan hasil pembinaan berkesinambungan di Student’s  Day, yakni sebuah program unggulan yang memberikan satu hari penuh untuk mengembangkan minat dan bakat anak untuk mencapai prestasi” paparnya.

  • MTs. Zaha Gelar Tasyakkuran Akhirus Sanah Tahun 2018

    MTs. Zaha Gelar Tasyakkuran Akhirus Sanah Tahun 2018

    PERPISAHAN: Santri Kelas IX saat Mengikuti Kegiatan Akhirussanah Tahun Pelajaran 2017-2018

    GENGGONG– Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs Zaha) Genggong menggelar selamatan dan tasyakkuran akhirussanah tahun pelajaran 2017-2018 kemarin Rabu (23/5/2018).

    Acara yang digelar di GOR Damanhuri Romli tersebut dihadiri langsung oleh Kepala MTs Zaha, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal dan Ibu Nyai Hj. Balqis Husni Sulthan. Tampak juga shohibul bait Ning Zara. Serta segenap pimpinan, asatidz dan semua santri kelas IX putra maupun putri yang berjumlah 292 santri.

    Acara selamatan dan tasyakkuran akhirussanah ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh santri kelas VII, M. Fathoni Dailani. Selanjutnya adalah penyampaian pesan kesan perwakilan santri kelas IX yang disampaikan oleh Adinda Febriani Saputri.

    Dalam pidatonya Adinda banyak mengucapkan permohonan maaf sebagai santri ketika menuntut ilmu di MTs Zaha. “ Kami memohon jutaan maaf kepada Abuya dan para Asatidz manakala selama kami berada di MTs Zaha teristimewa ini banyak menyakiti hati Abuya dan para Asatidz”, ucapnya mewakili ratusan santri kelas akhir.

    Di akhir penutup pidatonya, Adinda mengucapkan banyak terima kasih atas jasa para Asatidz yang telah memberikan banyak ilmu sebagai bekal hidup di jenjang yang lebih tinggi.

    Acara semakin semarak ketika hadir tiga santri putra maju untuk menampilkan Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ). Ketiga santri yang dibalut busana khas Padang ini tampil memukau para hadirin, termasuk kepala Madrasah dan para pimpinan. Tampak decak kagum dan tepuk tangan serta gelak tawa dari hadirin melihat kekompakan dan kekocakan penampilan MSQ tersebut.

    Penyampaian pesan kesan perwakilan asatidz disampaikan oleh wakil kepala bagian kesiswaan, ustadz Abdul Wafi Harits, MPd.I. dalam pidatonya beliau menyampaikan kepada para santri untuk mensyukuri nikmat kelulusan dengan baik jika ditakdir lulus oleh Allah SWT. Beliau juga berpesan kepada para santri agar melanjutkan pendidikannya di lembaga naungan pesantren Zainul Hasan Genggong.

    “Lembaga pendidikan menengah atas di pesantren Zainul Hasan ini sangat lengkap. Kalau bisa tidak usah keluar Genggong, kecuali mendapatkan izin dari para pengasuh. Kalau masih ada dan bisa di Genggong mengapa harus keluar?” ungkap ustadz dengan khas kacamata ini.

    Sebuah drama berjudul “maafkan aku guru” persembahan santri putri melengkapi kemeriahan acara tersebut. Penampilan drama yang diperankan oleh beberapa santri putri dan ustadz Zubair ini berjalan apik. Aplus meriah terjadi ketika ustadz Zubair berakting memarahi santri yang berakting tidur dan acuh tak acuh. Hadirin terlihat bungkam ketika ustadz Zubair menutup drama dengan sebuah pesan moral agar selalu menjaga akhlak kepada asatidz.

    Di akhir acara kepala madrasah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para santri yang akan meninggalkan MTs. Zaha karena tidak bisa melayani para santri dengan baik dan maksimal. Beliau juga berpesan kepada para santri agar mengingat beliau dan para asatidz dalam doa-doa yang dipanjatkan.

    “Abuya mohon maaf nak, jika selama Abuya mendidik kalian memiliki banyak kekeliruan, menyakiti kalian, melukai perasaan kalian. Jika kalian tidak terima perlakuan Abuya, sekarang juga kalian bisa balas Abuya. Abuya tidak akan membalas” tutur beliau diikuti isak tangis santri.

    Di akhir tausiahnya kepala madrasah menilai bahwa para santri kelas IX tahun ini lebih membanggakan dan memberi kesan yang teristimewa di hati beliau.

    Acara yang berakhir bersamaan adzan maghrib itu ditutup dengan pembacaan sholawat dan doa yang dipimpin kepala madrasah serta diakhiri dengan buka bersama dengan hidangan yang disiapkan madrasah. (*)

  • Hasil Tes Gelombang I PPDB 2018-2019

    Hasil Tes Gelombang I PPDB 2018-2019

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Berikut kami sampaikan hasil tes Penerimaan Peserta Didik Baru / PPDB MTs. Zainul Hasan 1 Genggong tahun pelajaran 2018-2019.

    Kami ucapkan Selamat dan Sukses kepada peserta didik yang telah dinyatakan DITERIMA sebagai peserta didik (Santri) MTs. Zaha 1 Genggong. Ahlan wasahlan, selamat bergabung bersama kami di MTs. Zaha Teristimewa.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    Hasil Tes PPDB Gel. 1 dapat didownload dibawah ini:

  • Borong Juara dalam Ajang M-Facture 2018

    Borong Juara dalam Ajang M-Facture 2018

    Kompak: Para juara lomba ajang M-Facture 2018 Foto Bersama Pembina Usai Penyerahan Piala di MA Model

    Genggong- Santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo tak pernah berhenti menorehkan prestasi. Kali ini madrasah yang berjargon Teristimewa ini  meraih 5 juara pada ajang M-Facture 2018 yang diselenggarakan oleh MA Model Hafshawaty. Dalam perhelatan tahunan yang diselenggarakan Kamis (22/2/2018) kemarin, ada lima cabang yang dilombakan, yakni English Composition, Fashion Daur Ulang, Mading 3D, Insya’ Arobiyah, dan foto on the spot.

    Hasilnya, dari cabang lomba fashion daur ulang, mading 3D, dan photo on the spot perwakilan dari MTs. Zaha berhasil meraih juara 1. Ditambah cabang lomba English Composition yang  berhasil meraih juara 1 dan 2, yakni Halimatus Sa’diyah dan Putri Nadia Nur Fadila. “Kami gagal di cabang lomba Insya’ Arobiyah”. Ujar ustadz Hazbullah Rohman, koordinator olimpiade MTs. Zaha.

    Ustadz Agus Setiawan, Pembina Mading 3D mengatakan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kerja keras tim mading MTs. Zaha. Tim yang diketuai oleh Adinda Febriani Saputri itu telah mempersiapkan sejak seminggu sebelum lomba digelar. “Mereka memang kompak menyelesaikan tugasnya masing-masing, sehingga hasilnya bisa memuaskan”, jelas ustadz yang juga Pembina OSIS putri ini.

    Disamping itu, lanjut ustadz Agus, tim mading MTs. Zaha memang optimis untuk menang. Sebab, menurutnya para santri sudah bisa dibilang berpengalaman dalam mengikuti lomba mading. “Mereka juga pernah meraih juara kedua dalam lomba mading antar lembaga di Genggong, bahkan saat itu lawannya juga banyak dari lembaga tingkat SMA dan MA. Makanya lomba kali ini kita target juara satu karena lawannya setingkat dengan kita dan Alhamdulillah berhasil, “katanya.

    Sementara itu, Reva Surya Ngasri mengaku senang dan tak menyangka kalau hasil bidikan kameranya ditetapkan sebagai yang terbaik. Ia juga sempat minder dan pesimis saat melihat peserta lainnya. “Tapi Alhamdulillah diberi juara pertama”, ujar santri kelas 8H ini.

    Ia juga berharap bisa mengembangkan bakatnya itu di MTs. Zaha. Santri yang mengaku baru pertama mengikuti lomba photo on the spot ini juga siap ikut serta jika ada event lomba fotografi lagi. “Ingin mencoba kalau ada lomba lagi, syukur-syukur nanti juga dibuka cabang student day fotografi untuk tambahan ilmu. sebab teman-teman juga banyak yang suka foto dan memiliki kamera”, katanya penuh harap. (pin)

  • Sosialisasikan Visi dan Misi Madrasah kepada Wali Santri Baru

    Sosialisasikan Visi dan Misi Madrasah kepada Wali Santri Baru

    Kepala Madrasah Memberikan Sambutan Saat Sosialisasi Visi Misi dan Tujuan Madrasah

    Genggong- Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mengadakan rapat bersama wali santri baru kemarin Ahad (30/7).  Rapat yang dikemas dalam kegiatan silaturrahim bersama pimpinan dan asatidz ini berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Damanhury Romli Genggong. Silaturrahim ini juga dimanfaatkan oleh pihak madrasah untuk menyampaikan visi, misi, dan tujuan madrasah kepada wali santri baru.

    Usai pembukaan, acara dilanjut pembacaan ayat-ayat suci Al Quran oleh AfindraYanuarsyah santri kelas IX A MTs. Zaha Genggong yang sempat meraih Aksioma tahun lalu.

    Acara dilanjutkan dengan laporan pendidikan oleh wakil kepala madrasah (wakamad) kurikulum Ustadz H. M. Harsoyo Mukhtar. Dalam laporannya beliau menyampaikan visi, misi, dan tujuan Madrasah. Dalam pemaparannya beliau menegaskan bahwa untuk  mewujudkan visi, misi, dan tujuan madrasah, beliau meminta para wali santri pro-aktif berkomunikasi dengan pihak madrasah, baik melalui wali kelas, guru BK, atau melalui seluruh waka. Beliau juga menghimbau para wali santri untuk selalu memotivasi dan mendukung putra dan putrinya yang telah memantapkan pilihannya kepada MTs. Zaha Genggong.

    Beliau juga menyampaikan beberapa program yang sedang dilaksanakan oleh madrasah. Salah satunya menyelenggarakan program SKS by School  sehingga dapat pula menyediakan program peserta didik cerdas istimewa yang nantinya dapat lulus dalam 2 tahun. Lalu program pembangunan gedung baru yang saat ini masih berjalan. “Mulai tahun ini MTs. Zaha sudah menggunakan program SKS by School, jadi mohon doanya semoga bisa berjalan dengan lancar dan sukses”, paparnya.

    Selain itu, Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan bahwa Genggong merupakan pesantren yang paling besar barokahnya. Sudah mafhum bersama bahwa Genggong adalah Pesantren yang besar barokahnya dan juga besar bala (kualat) nya.

    Kepala Madrasah yang juga pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong ini menyampaikan pesan agar di dalam belajar di pesantren ini harus mengutamakan Pesantren, bukan mengutamakan madrasah atau sekolah. Pesantren merupakan induk dari madrasah. “Sampai kapanpun Madrasah dan Pesantren di Genggong ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu kegiatan santri di Pesantren tetap mendapatkan perhatian dari madrasah. Jika terdapat pelanggaran atau nilai kegiatan pesantren tidak mencapai nilai minimal yang ditetapkan, maka santri yang bersangkutan tidak bisa mengikuti segala bentuk ujian apapun di madrasah”. Tegasnya.

    Di sela sambutan, kepala Madrasah persembahkan pemutaran video profil sebagai bentuk gambaran MTs Zaha. Acara ditutup dengan pembacaan sholawat nabi yang dipimpin oleh kepala madrasah sendiri dengan diiringi oleh jam’iyah hadrah Munsyiduna MTs. Zaha Genggong. (Tgh/Fin)

  • Serunya Diklat Menghafal Cepat Asmaul Husna

    Serunya Diklat Menghafal Cepat Asmaul Husna

    Santri Semangat Mengikuti Diklat Asmaul Husna saat Matsama Tahun Pelajaran 2017-2018

    Genggong-Salah satu keunggulan santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong adalah dapat menghapal Asma’ul Husna. Itulah salah satu alasan mengapa para santri baru MTs. Zainul Hasan Genggong selalu dibekali dengan kegiatan Diklat Menghapal Cepat Asmaul Husna. Seperti tahun sebelumnya, kegiatan ini termasuk salah satu rangkaian kegiatan Matsama (Masa Ta’aruf Santri Madrasah). Kegiatan yang dipandu oleh Ustad Ali Wafa Baiquni, S.H.I. dan Ustad Abdul Manaf tersebut berlangsung selama dua hari, yakni 22-23 Juli 2017 bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Damanhury Romli PZH Genggong.

    Dalam kegiatan tersebut, para santri diajarkan bagaimana tata cara menghapal Asmaul Husna dengan metode-metode matrikulasi. Dengan harapan, santri baru dapat menghapal 99 nama Allah itu  tidak hanya secara urut, namun juga secara acak lengkap dengan artinya.

    Kegiatan yang diikuti oleh seluruh santri baru, baik putra maupun putri tersebut berlangsung lancar. Para santri baru tampak antusias mengikuti berbagai arahan dan bimbingan dari pemateri. Penyampaian tata cara hapalan pun disampaikan secara santai tapi serius sehingga para santri tidak bosan menyimak arahan-arahan dari nara sumber.

    “seru banget. Cara menjelaskannya juga enak sehingga cepat nyantol. Dan bisa nyanyi-nyanyi juga, jadinya kita nggak bosan” Ucap Ifadila Rahmadani, salah satu santri baru Program PDCI yang berasal dari Jember.

    Di akhir kegiatan, Ustad Abdul Manaf, salah satu pemateri berpesan agar para santri baru selalu mengamalkan Asmaul Husna di mana pun. “ saya berharap, Asmaul Husna ini tidak hanya dihapalkan di sini, namun juga diamalkan di mana saja, baik itu di sekolah, pondok, atau pun rumah. Karena banyak sekali manfaat yang akan kita dapat.” Tuturnya.

    Selain mendapat bekal melalui kegiatan Diklat Asmaul Husna di acara Matsama, para santri yang ingin memantapkan hapalannya dapat mengikuti kegiatan Students Day Menghapal Cepat Asmaul Husna yang diadakan sepekan sekali. (Gus/Fin)

  • Pengumuman Hasil Seleksi PPDB Gelombang 2

    Pengumuman Hasil Seleksi PPDB Gelombang 2

    Assaamu’alaikum Wr. Wb.

    Sebelumnya kami sampaikan mohon maaf atas keterlambatan mengumumkan hasil tes. Berikut kami sampaikan hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru / PPDB Gelombang II MTs. Zainul Hasan Genggong tahun pelajaran 2017-2018.

    Kami ucapkan Selamat dan Sukses kepada peserta didik yang telah dinyatakan DITERIMA sebagai peserta didik (Santri) MTs. Zaha Genggong. Ahlan wasahlan, selamat bergabung bersama kami di MTs. Zaha teristimewa.

    Pemetaan Kelas / Program ini masih bersifat sementara. untuk kepastiannya akan disampaikan setelah ada hasil tes IQ. Insya Allah akan diumumkan pada tanggal 29 Juli 2017.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    Hasil Seleksi PPDB Gel. 1 dapat didownload dibawah ini:

  • Visitasi Akreditasi, Tim Asesor BAP Madrasah Jawa Timur Puji MTs. Zaha Genggong

    Visitasi Akreditasi, Tim Asesor BAP Madrasah Jawa Timur Puji MTs. Zaha Genggong

    Genggong- Sejumlah Sekolah dan Madrasah Negeri maupun Swasta kedatangan tamu istimewa, yakni tim asesor yang datang ke sekolah dan madrasah untuk melakukan penilaian akreditasi. Seperti halnya Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, pada hari Jum’at dan Sabtu tanggal 14-15 Juli kemarin juga menerima tamu yang datang setiap lima tahun sekali tersebut. Sebagaimana jadwal yang ditentukan oleh Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M)  Jawa Timur, tim asesor yang hadir ke MTs. Zaha merupakan tim 45 yang diwakili oleh Bapak Drs. Sadjid, M.Sc dan Bapak Saiful Asyari S.Ag., M.Pd.I.

    Sebelum terjun lapangan, kegiatan visitasi tersebut diawali dengan acara seremonial yang berlangsung di ruang gedung baru MTs. Zaha yang juga dihadiri oleh para asatidz dan asatidzah MTs. Zaha, dilanjut dengan sambutan yang disampaikan oleh kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal.

    D

    Proses Penilaian Akreditasi dengan melihat berkas yang dimiliki madrasah

    alam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih serta permohonan maaf kepada tim asesor jika dalam penyambutan hingga proses penilaian terdapat banyak kekurangan. Dalam kesempatan itu pula beliau menyampaikan sedikit program yang telah dilakukan oleh MTs. Zaha, termasuk perkembangannya dari tahun ke tahun. Disela-sela sambutannya beliau menayangkan video profil MTs. Zaha melalui layar dan televisi yang telah disediakan.
    “Kehadiran tim asesor ini sangat berguna bagi kami semua, utamanya dalam rangka untuk meningkatkan pendidikan dan mengevaluasi diri. Untuk itu kami mohon bimbingannya agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para santri”, ujarnya yang diakhiri dengan hadiah pantun untuk tim asesor.

    Hal tersebut juga disampaikan oleh kepala biro Pendidikan, Bapak Dr. Abd. Aziz. Dalam penilaiannya, beliau menyampaikan bahwa MTs. Zaha merupakan gudangnya prestasi. Sebab banyak prestasi-prestasi yang berhasil diraih oleh MTs. Zaha. Selain itu, identitas lulusan yang memiliki keunggulan tersendiri membuat MTs. Zaha selalu mengalami peningkatan. Termasuk dalam hal akreditasi yang semula MTs. Zaha dari status diakui lalu menjadi status disamakan hingga saat ini terakreditasi A.  “Semoga nilai tersebut tetap bisa dipertahankan sehingga benar-benar menjadi madrasah teristimewa dengan legalitasnya”, ujar doctor yang pernah menjabat kepala MTs. Zaha ini.

    Peninjauan lokasi dan sarana prasarana oleh asesor

    Selanjutnya sambutan disampaikan oleh tim asesor, bapak Sadjid. Beliau mengajak agar tim dari MTs. Zaha tidak terlalu tegang namun selalu siap untuk menunjukkan berkas yang diminta sesuai instrumen akreditasi. Tim dari MTs. Zaha sempat dibuat senang saat disampaikan bahwa beliau sudah bisa menilai cukup dengan melihat tayangan video profil. Namun kegembiraan tersebut hilang seketika saat beliau melanjutkan pembicaraannya. “Bisa menilai tapi berkas tetap harus diperiksa”, terangnya.

    Sementara itu, bapak Saiful menyampaikan terima kasih kepada MTs. Zaha atas penyambutannya. “kami berdua datang sebagai tamu, jadi tamu manut sama tuan rumah. Namun kami mohon apa yang dibutuhkan nanti  terkait dengan perintah pada instrument akreditasi  agar dipenuhi”, ujarnya.

    Usai seremonial tersebut, tim 8 standar MTs. Zaha menuju ruang sebelah tempat berkas atau bukti fisik untuk ditunjukkan kepada asesor. Penilaian berkas dan bukti fisik hingga survey lokasi dan sarana prasarana berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.

    Diakhir visitasi atau pada saat penutupan, tim asesor banyak memberikan masukan untuk bahan perbaikan dibeberapa hal. “Namun secara keseluruhan, MTs. Zaha Genggong  sangat bagus, memang is the best”, ujar bapak Saiful. (pin)