Kategori: Umum

Berita umum

  • Hari Pertama Diklat, Para Pengurus OSIS Belajar Menulis Dan Asah Kepemimpinan

    Hari Pertama Diklat, Para Pengurus OSIS Belajar Menulis Dan Asah Kepemimpinan

    Genggong – Guna membekali Pengurus OSIS ( IPNU/IPPNU) dalam menjalankan program-programnya, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong menggelar kegiatan Diklat Pengurus OSIS (IPNU/IPPNU) masa khidmat 2019-2020 pada Jumat (27/9). Kegiatan ini berlangsung di dua tempat, yakni OSIS Putri di ruang kelas VII J dan OSIS Putra di ruang kelas VII C. Materi diklat dibagi menjadi dua, yakni pelatihan jurnalistik bagi OSIS Putri dan latihan dasar kepemimpinan bagi OSIS Putra. Selain pengurus OSIS, diklat ini juga diikuti oleh seluruh ketua kelas dan Duta Madrasah.

    Di putri, kegiatan jurnalistik dimulai pukul 07.30 WIB dengan menghadirkan pemateri dari Jawa Pos Radar Bromo, Rudianto, S.H. Menurut pemateri yang juga alumnus Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini, menulis adalah kegiatan gampang, apalagi menulis berita. Tinggal kita mau nulis berita dari sudut pandang mana.” Jelasnya. Dalam diklat tersebut, para santri diberi pengetahuan tentang apa itu jurnalistik dan bagaimana cara menulis berita yang baik. Selain itu, peserta diklat juga praktik membuat berita. Meskipun acara sampai sore, para peserta diklat tampak antusias mengikuti acara tersebut. Terutama saat praktik membuat berita.

    Di akhir acara, Pembina OSIS Putri, Ustad Agus Setiawan memberikan hadiah kepada dua peserta terbaik dalam membuat berita. Dua santri tersebut antara lain Khoirun Nisa’ dan Ghinan Nafsi Manzilatul Hasanah dari kelas VIII H.

    Di lain tempat, OSIS Putra mendapat materi tentang Latihan Dasar Kepemimpinan dan pengetahuan tentang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Materi ini disampaikan oleh Ustad Mochammad Hendra, M.Pd.I. selaku pemateri. Menurutnya, seorang pemimpin dimulai dari memimpin diri sendiri. “Jadi, seorang pemimpin harus tahu dan mengerti ilmunya. Jika tidak, maka organisasinya akan hancur.” Tandasnya.

    Tidak kalah dengan OSIS Putri, OSIS Putra juga begitu saksama mendengarkan materi yang disampaikan oleh Ustad yang juga dosen di INZAH. Selain mendapat materi tentang kepemimpinan dan IPNU, para peserta (OSIS Putra) juga diberi game yang mengasah kemampuan kepemimpinan dan kerjasama santri.(Ag/Ry)

  • PELANTIKAN OSIS ( IPNU ) PUTRA TERISTIMEWA

    PELANTIKAN OSIS ( IPNU ) PUTRA TERISTIMEWA

    Pengurus OSIS Putra (IPNU) dilantik, Kepala Madrasah berharap Pengurus OSIS Kompak

    Selang sehari setelah pelantikan OSIS Putri (IPPNU) Mts. Zainul Hasan 1 Genggong masa bakti 2019-2020, kini giliran pengurus OSIS putra (IPNU) yang diresmikan oleh kepala madrasah, KH. Moh.Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. kegiatan yang berlangsung Kamis (19/9) tersebut bertempat di halaman gedung putra Mts. Zainul Hasan 1 genggong.

    Sama seperti pelantikan OSIS putri sebelumnya, acara dimulai pada pukul 07.30 wib dengan menyanyikan lagu Indonesia raya oleh paduan suara Harmoni hati putra. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan susunan pengurus OSIS (IPNU) masa bakti 2019-2020 dan laporan pertanggungjawaban.

    Prosesi serah terima jabatan menjadi acara berikutnya. Pengurus OSIS harian lama secara resmi menyerahkan jabatan, fungsi, dan tugasnya kepada pengurus OSIS harian baru dengan menyerahkan  bendera OSIS, bendera madrasah, dan bendera merah putih. Setelah serah terima jabatan, para pengurus OSIS terpilih masa bakti 2019-2020 dilantik langsung oleh kepala madrasah.

    Setelah dilantik, ketua OSIS terpilih, M. Rangga Yanto dan ketua OSIS demisioner, David Anggun Felani langsung menandatangani berita acara serah terima. Dalam prosesi tersebut, mereka disaksikan oleh kepala madrasah, wakil kepala bagian kesiswaan, dan pembina OSIS Putra yang juga menandatangani berita acara.

                Usai penandatanganan berita acara, ketua OSIS terpilih dan ketua OSIS demisioner memberi sambutan kepada peserta apel. Demikian juga dengan  Duta Madrasah yang juga memberi selamat kepada OSIS terpilih.

                Sambutan terakhir sekaligus doa sebagai acara penutup disampaikan oleh kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. beliau mengucapkan selamat kepada pengurus OSIS terpilih masa bakti 2019-2020. “Menjalankan sebuah roda organisasi itu gampang-gampang susah.  Dibilang sulit karena tugasnya memang berat. Tapi itu semua akan terasa mudah ketika kalian bisa kompak dan bersama-sama dalam bekerja.,” tandas beliau. Selain itu, beliau juga berharap kepada OSIS baru agar lebih memunculkan NU dalam program-programnya. ( Ags/Ry )

  • PELANTIKAN OSIS PUTRI (IPPNU)

    PELANTIKAN OSIS PUTRI (IPPNU)

    Pengurus OSIS  Putri (IPPNU) MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Dilantik, Kepala Madrasah Meminta Inovasi Terbaru.

    Selesai sudah tugas dan kewajiban pengurus OSIS Putri MTs. Zainul Hasan 1 Genggong masa bakti 2018-2019. Hal itu ditandai ketika acara pelantikan pengurus OSIS putri baru MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Masa Bakti 2019-2020 yang berlangsung Rabu, 18/9. Bertempat di halaman pesantren Zainul Hasan Genggong, prosesi pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung sangat khidmat.

    Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya yang dilantunkan oleh paduan suara Harmoni Hati MTs. Zaha. Kemudian dilanjutkan pembacaan susunan pengurus OSIS baru yang disampaikan oleh ust.Sandi Zainullah dan pembacaan laporan pertanggung jawaban OSIS masa bakti 2018-2019 oleh salah satu pengurus OSIS masa bakti 2018-2019, .

    Berlanjut ke acara inti, yaitu serah terima jabatan dari pengurus OSIS periode 2018-2019 kepada pengurus OSIS baru periode 2019-2020 berlangsung sangat khidmat. Pasalnya, dalam prosesi serah terima jabatan tersebut pengurus OSIS baru dan lama berbaris rapi di atas karpet biru. Kemudian, dilanjutkan dengan pelantikan pengurus OSIS baru periode 2019-2020 oleh kepala madrasah.

    Usai dilantik, ketua OSIS baru dan lama yakni Deby Sakinatul Jannah dan Munawwaroh menandatangani berita acara serah terima jabatan yang disaksikan langsung oleh kepala madrasah, wakil kepala madrasah bagian kesiswaan, dan pembina OSIS putri. Tepuk tangan yang meriah dari para santri peserta apel mengiringi jabat tangan dan pelukan antara ketua OSIS lama dan ketua OSIS baru.

    Setelah itu, acara dilanjut dengan sambutan dari ketua OSIS terpilih, ketua OSIS lama, dan ketua Duta Madrasah terpilih.

    Sambutan dari kepala madrasah menjadi acara terakhir sebelum apel dibubarkan. Dalam sambutannya, beliau sangat antusias dengan pengurus OSIS terpilih. “Saya harap ada inovasi-inovasi program OSIS dari pengurus yang terpilih ini. Apa lagi mulai tahun ini, OSIS berganti nama menjadi IPPNU. Jadi, dalam program-program OSIS, unsur ke-NU-annya harus lebih ditonjolkan ” tutur beliau. Selain itu, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus OSIS masa bakti 2018-2019 yang telah melaksanakan program-program dengan baik.

    Setelah pelantikan, Pengurus OSIS terpilih akan didiklat selama tiga hari sebagai bekal dalam melaksanakan program-program OSIS. ( Ags/Ry )

  • Duo Jakarta Terpilih Menjadi Duta MTs Zaha Genggong

    Duo Jakarta Terpilih Menjadi Duta MTs Zaha Genggong

    Terpilih: Muhammad Ali Syifa’ (paling kiri) dan Fazatirraysah Azka El Ghifari (paling kanan) saat foto bersama usai ditentukan sebagai duta madrasah tahun 2019-2020.

    Genggong-Promosi adalah sebuah metode untuk memajukan dan mengembangkan potensi sebuah lembaga agar masyarakat tertarik dengan lembaga tersebut. Sebuah strategi promosi yang dilakukan MTs Zaha adalah memilih duta madrasah sebagai salah satu ujung tombak untuk membidik peminat MTs Zaha. Hari ini Sabtu (14/9) sebanyak 35 peserta calon duta Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong Pajarakan Probolinggo mengikuti kegiatan Pemilihan Duta Madrasah.

    Kegiatan yang dilaksanakan di GOR Damanhury Romli ini merupakan bagian dari program tahunan bidang humas MTs Zaha. Kegiatan yang diselenggarakan ini selain untuk promosi madrasah juga sebagai bentuk seleksi untuk memilih dua santri yang mencirikan MTs Zaha Genggong. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh kepala MTs. Zaha KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI, M.Pd. dan istri beliau Nyai Hj. Balqis Husni Sulthon. Tampak juga segenap pimpinan, para Asatidz dan santri putri menyaksikan pemilihan ini.

    Dari 35 peserta ini dipilah 20 besar santri putri dan 15 besar santri putra hasil penyisihan sebelumnya. Di kegiatan final duta madrasah ini akan dipilih dua peserta yakni satu putra dan putri untuk mewakili mendapatkan gelar duta madrasah. Para peserta ini merupakan utusan terbaik dari beberapa kelas yang ada di MTs Zaha dari kelas VII dan VIII. Mereka juga merupakan para santri pilihan dengan wawasan luas, baik wawasan umum maupun wawasan pesantren, mempunyai keterampilan public speaking yang baik, kepercayaan diri tinggi dan tentunya berpenampilan menarik.

    Selama sebulan penuh sepulang sekolah para peserta digodok oleh wakil kepala madrasah bagian humas, ustadz Teguh Firmansyah, S.Pd.M.Pd. dengan berbagai topik seperti public speaking, kepribadian, wawasan kepesantrenan dan nasionalisme. Materi-materi yang disajikan dalam bentuk teori dan praktek ini diselingi dengan humor dan berbagai permainan yang membuat anak-anak begitu semangat dan tak terlihat kelelahan dalam mengkuti ajang bergengsi di MTs Zaha ini.

    Dalam sambutannya, Nun Boy, sapaan kepala madrasah mengatakan bahwa ujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan ruang atau kesempatan kepada santri MTs Zaha untuk berkreasi secara bebas mengekspresikan diri sesuai bakat dan potensinya. Juga sebagai wajah dari MTs Zaha. “Dengan sebuah arti bahwa jika ingin melihat MTs Zaha, maka lihatlah Duta Madrasah, engkau akan melihat semuanya di sana. Ada semangat, ada kekompakan, ada kecerdasan, ada akhlakul karimah, ada wawasan, ada santri serta ada welcome di situ” ungkapnya disambut gemuruh tepuk tangan para santri.

    Lebih jauh lagi beliau menghimbau agar duta madrasah terpilih mempromosikan MTs Zaha ke khalayak luar dengan ciri khas santri MTs Zaha, yaitu apa adanya tetapi teristimewa. Terpilih sebagai juri dalam kegiatan tersebut diantaranya, Kepala Madrasah, istri beliau dan pembina OSIS putri, ustadz Agus Setiawan.

    Satu per satu para calon duta madrasah menaiki pentas kehormatan. Acara yang dipandu langsung oleh waka Humas tersebut berlangsung 4 babak. Babak dua puluh besar, sepuluh besar, dan babak final. Setelah melalui babak final, para peserta harus menunggu hasil perekapan nilai dari dewan juri menjadi acuan untuk memilih duta madrasah 2019/2020.

    Penantian mendebarkan dengan tanda tanya besar berkecamuk di hati para hadirin. Setelah dewan juri mengantongi nama pemenang duta madrasah, diberi kesempatan kepada kepala madrasah beserta istri untuk maju menyematkan selempang duta madrasah. Terpilih Muhammad Ali Syifa’ dari Jakarta Utara dan Fazatirraysah Azka El Ghifari dari Jakarta Selatan menjadi duta madrasah putra dan putri. Lengkap sudah nama-nama pemenang duta madrasah, di pundak mereka madrasah akan dikenal oleh para masyarakat dengan akhlak dan kecerdasannya.

  • Kembali Torehkan Prestasi di Bidang Pencak Silat

    Kembali Torehkan Prestasi di Bidang Pencak Silat

    JUARA: Mario Ahmad Baidowi (kiri) dan Muhammat Ainul Yakin (kanan) saat Foto dengan Medali yang Diraihnya.

    Genggong-Sebanyak 638 pendekar silat dari berbagai daerah di Jawa dan Bali beradu kebolehan dalam kejuaraan pencak silat Al Khoziny Cup 1 di Sidoarjo. Even bergengsi se Jawa-Bali tersebut dihelat selama 4 hari, yakni mulai tanggal 20-23 Desember 2018 di gedung Sport SMK 10 November Sidoarjo.

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong yang mengirimkan 3 santrinya sukses menorehkan namanya di papan nama prestasi. Dua orang santri MTs Zaha atas nama Mario Ahmad Baidlowi dan Muhammad Ainul Yaqin membawa nama harum MTs Zaha. Kedua santri yang masih duduk di kelas IX itu sukses mendulang medali pada kategori kelas Pra Remaja Putra berturut-turut juara 1 dan 3.

    Al Khoziny Cup 1 se Jawa- Bali yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Al Khoziny ini merupakan ajang kejuaraan yang cukup bergengsi dalam ajang perlombaan pencak silat di Indonesia. Terbukti dari banyaknya jumlah para pendaftar dari ujung barat pulau jawa sampai ujung timur Bali yang hadir untuk memperebutkan tropi yang telah disiapkan panitia.

    Pada kategori kelas Pra Remaja Putra,setelah melalui persaingan yang ketat, Mario Ahmad Baidlowi berhasil menyisihkan para peserta dari beberapa sekolah di pulau bali pada sesi pertama dan bertanding dengan beberapa peserta dari pulau Jawa, sampai perjuangannya terus masuk final dan berhak juara satu setelah mengalahkan peserta dari sebuah pesantren di Jawa Timur.  Wajah sumringah tampak pada ustadz Taufik, pendamping pencak silat yang ikut mengantarkan ke acara lomba.

    “Alhamdulillah barokah para guru di Genggong. Tidak disangka bisa juara, padahal saingannya banyak dan tekniknya bagus-bagus tapi akhirnya ditetapkan sebagai juara” jelas ustadz Taufik, pendamping dari MTs. Zaha.

    Tak berhenti disitu, santri MTs. Zaha yang lain menambah pundi-pundi medali pada kategori Pra Remaja Putra. Adalah Muhammad Ainul Yaqin sukses menyabet juara ketiga.

    “Pesertanya banyak sekali, dengan persaingan yang ketat kita berdua bisa membawa dua juara, Alhamdulillah. Semoga tropi ini bisa menambah MTs Zaha menjadi semakin teristimewa.” Tutur Mario dengan mata berkaca-kaca.

    Hal senada disampaikan oleh Pembina Pencak Silat di MTs Zaha, ustadz Mahfudz. Ia sangat bersyukur atas perolehan juara yang kebetulan mereka adalah santri binaannya di Student’s day.

    “Tidak sia-sia santri berlatih. Program student day sebagai wadah untuk pembinaan minat bakat santri membuahkan hasil yang manis” Jelas Ustadz Mahfudz dengan bangga.

    Hal senada juga disampaikan oleh ustadz M. Restu, kapro sekaligus koordinator lomba jasmani MTs. Zaha juga mengatakan bahwa prestasi itu adalah buah dari pembinaan santri dalam penyaluran minat dan bakat dalam Student’ Day.

    “Alhamdulillah, ini merupakan hasil pembinaan berkesinambungan di Student’s  Day, yakni sebuah program unggulan yang memberikan satu hari penuh untuk mengembangkan minat dan bakat anak untuk mencapai prestasi” paparnya.

  • MTs. Zaha Gelar Tasyakkuran Akhirus Sanah Tahun 2018

    MTs. Zaha Gelar Tasyakkuran Akhirus Sanah Tahun 2018

    PERPISAHAN: Santri Kelas IX saat Mengikuti Kegiatan Akhirussanah Tahun Pelajaran 2017-2018

    GENGGONG– Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs Zaha) Genggong menggelar selamatan dan tasyakkuran akhirussanah tahun pelajaran 2017-2018 kemarin Rabu (23/5/2018).

    Acara yang digelar di GOR Damanhuri Romli tersebut dihadiri langsung oleh Kepala MTs Zaha, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal dan Ibu Nyai Hj. Balqis Husni Sulthan. Tampak juga shohibul bait Ning Zara. Serta segenap pimpinan, asatidz dan semua santri kelas IX putra maupun putri yang berjumlah 292 santri.

    Acara selamatan dan tasyakkuran akhirussanah ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh santri kelas VII, M. Fathoni Dailani. Selanjutnya adalah penyampaian pesan kesan perwakilan santri kelas IX yang disampaikan oleh Adinda Febriani Saputri.

    Dalam pidatonya Adinda banyak mengucapkan permohonan maaf sebagai santri ketika menuntut ilmu di MTs Zaha. “ Kami memohon jutaan maaf kepada Abuya dan para Asatidz manakala selama kami berada di MTs Zaha teristimewa ini banyak menyakiti hati Abuya dan para Asatidz”, ucapnya mewakili ratusan santri kelas akhir.

    Di akhir penutup pidatonya, Adinda mengucapkan banyak terima kasih atas jasa para Asatidz yang telah memberikan banyak ilmu sebagai bekal hidup di jenjang yang lebih tinggi.

    Acara semakin semarak ketika hadir tiga santri putra maju untuk menampilkan Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ). Ketiga santri yang dibalut busana khas Padang ini tampil memukau para hadirin, termasuk kepala Madrasah dan para pimpinan. Tampak decak kagum dan tepuk tangan serta gelak tawa dari hadirin melihat kekompakan dan kekocakan penampilan MSQ tersebut.

    Penyampaian pesan kesan perwakilan asatidz disampaikan oleh wakil kepala bagian kesiswaan, ustadz Abdul Wafi Harits, MPd.I. dalam pidatonya beliau menyampaikan kepada para santri untuk mensyukuri nikmat kelulusan dengan baik jika ditakdir lulus oleh Allah SWT. Beliau juga berpesan kepada para santri agar melanjutkan pendidikannya di lembaga naungan pesantren Zainul Hasan Genggong.

    “Lembaga pendidikan menengah atas di pesantren Zainul Hasan ini sangat lengkap. Kalau bisa tidak usah keluar Genggong, kecuali mendapatkan izin dari para pengasuh. Kalau masih ada dan bisa di Genggong mengapa harus keluar?” ungkap ustadz dengan khas kacamata ini.

    Sebuah drama berjudul “maafkan aku guru” persembahan santri putri melengkapi kemeriahan acara tersebut. Penampilan drama yang diperankan oleh beberapa santri putri dan ustadz Zubair ini berjalan apik. Aplus meriah terjadi ketika ustadz Zubair berakting memarahi santri yang berakting tidur dan acuh tak acuh. Hadirin terlihat bungkam ketika ustadz Zubair menutup drama dengan sebuah pesan moral agar selalu menjaga akhlak kepada asatidz.

    Di akhir acara kepala madrasah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para santri yang akan meninggalkan MTs. Zaha karena tidak bisa melayani para santri dengan baik dan maksimal. Beliau juga berpesan kepada para santri agar mengingat beliau dan para asatidz dalam doa-doa yang dipanjatkan.

    “Abuya mohon maaf nak, jika selama Abuya mendidik kalian memiliki banyak kekeliruan, menyakiti kalian, melukai perasaan kalian. Jika kalian tidak terima perlakuan Abuya, sekarang juga kalian bisa balas Abuya. Abuya tidak akan membalas” tutur beliau diikuti isak tangis santri.

    Di akhir tausiahnya kepala madrasah menilai bahwa para santri kelas IX tahun ini lebih membanggakan dan memberi kesan yang teristimewa di hati beliau.

    Acara yang berakhir bersamaan adzan maghrib itu ditutup dengan pembacaan sholawat dan doa yang dipimpin kepala madrasah serta diakhiri dengan buka bersama dengan hidangan yang disiapkan madrasah. (*)

  • Hasil Tes Gelombang I PPDB 2018-2019

    Hasil Tes Gelombang I PPDB 2018-2019

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Berikut kami sampaikan hasil tes Penerimaan Peserta Didik Baru / PPDB MTs. Zainul Hasan 1 Genggong tahun pelajaran 2018-2019.

    Kami ucapkan Selamat dan Sukses kepada peserta didik yang telah dinyatakan DITERIMA sebagai peserta didik (Santri) MTs. Zaha 1 Genggong. Ahlan wasahlan, selamat bergabung bersama kami di MTs. Zaha Teristimewa.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    Hasil Tes PPDB Gel. 1 dapat didownload dibawah ini:

  • Borong Juara dalam Ajang M-Facture 2018

    Borong Juara dalam Ajang M-Facture 2018

    Kompak: Para juara lomba ajang M-Facture 2018 Foto Bersama Pembina Usai Penyerahan Piala di MA Model

    Genggong- Santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo tak pernah berhenti menorehkan prestasi. Kali ini madrasah yang berjargon Teristimewa ini  meraih 5 juara pada ajang M-Facture 2018 yang diselenggarakan oleh MA Model Hafshawaty. Dalam perhelatan tahunan yang diselenggarakan Kamis (22/2/2018) kemarin, ada lima cabang yang dilombakan, yakni English Composition, Fashion Daur Ulang, Mading 3D, Insya’ Arobiyah, dan foto on the spot.

    Hasilnya, dari cabang lomba fashion daur ulang, mading 3D, dan photo on the spot perwakilan dari MTs. Zaha berhasil meraih juara 1. Ditambah cabang lomba English Composition yang  berhasil meraih juara 1 dan 2, yakni Halimatus Sa’diyah dan Putri Nadia Nur Fadila. “Kami gagal di cabang lomba Insya’ Arobiyah”. Ujar ustadz Hazbullah Rohman, koordinator olimpiade MTs. Zaha.

    Ustadz Agus Setiawan, Pembina Mading 3D mengatakan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kerja keras tim mading MTs. Zaha. Tim yang diketuai oleh Adinda Febriani Saputri itu telah mempersiapkan sejak seminggu sebelum lomba digelar. “Mereka memang kompak menyelesaikan tugasnya masing-masing, sehingga hasilnya bisa memuaskan”, jelas ustadz yang juga Pembina OSIS putri ini.

    Disamping itu, lanjut ustadz Agus, tim mading MTs. Zaha memang optimis untuk menang. Sebab, menurutnya para santri sudah bisa dibilang berpengalaman dalam mengikuti lomba mading. “Mereka juga pernah meraih juara kedua dalam lomba mading antar lembaga di Genggong, bahkan saat itu lawannya juga banyak dari lembaga tingkat SMA dan MA. Makanya lomba kali ini kita target juara satu karena lawannya setingkat dengan kita dan Alhamdulillah berhasil, “katanya.

    Sementara itu, Reva Surya Ngasri mengaku senang dan tak menyangka kalau hasil bidikan kameranya ditetapkan sebagai yang terbaik. Ia juga sempat minder dan pesimis saat melihat peserta lainnya. “Tapi Alhamdulillah diberi juara pertama”, ujar santri kelas 8H ini.

    Ia juga berharap bisa mengembangkan bakatnya itu di MTs. Zaha. Santri yang mengaku baru pertama mengikuti lomba photo on the spot ini juga siap ikut serta jika ada event lomba fotografi lagi. “Ingin mencoba kalau ada lomba lagi, syukur-syukur nanti juga dibuka cabang student day fotografi untuk tambahan ilmu. sebab teman-teman juga banyak yang suka foto dan memiliki kamera”, katanya penuh harap. (pin)