Kategori: Umum

Berita umum

  • Memperingati Hari Ibu, Hal Hebat Ini Yang Dilakukan MTs Zaha Genggong

    Wanita yang sukses bukan hanya pandai berkarya dalam karirnya. Wanita yang sukses bukan hanya sukses dalam meniti pendidikannya. Namun, wanita yang sukses adalah wanita yang juga pandai menata keluarganya serta mampu melahirkan generasi sholeh yang unggul dalam masyarakat. Hal ini dilakukan oleh seorang ibu yang mempunyai tekad dan kemauan yang kuat dalam mendidik putra putrinya menjadi seorang yang membanggakan orang tuanya.

    Seorang ibu yang mampu menjadi panutan dan teladan bagi anaknya. Seorang ibu yang bukan hanya mampu memberi contoh, namun juga mampu menjadi contoh. Tipe ibu seperti inilah yang sangat diidamkan oleh para kader penerus bangsa dan sangat dicintai oleh anak-anaknya. Seorang anak akan sangat merasa sangat kehilangan ditinggalkan oleh seorang ibu yang telah mendidik dan membesarkannya dari kecil sampai dewasa.

    Istri dari pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong Almukarrom KH. Moh. Hasan Abdel Bar, hari ini Ahad (22/12), Ny. Hj. Erna Ayu Anugrawaty telah kehilangan ibunda tercinta yang bernama Almarhumah Ibu Hj. Suprihati. Berkaitan dengan hal ini Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs Zaha) melaksanakan tahlil bersama untuk mendoakan Almarhumah. Do’a yang digelar sebelum ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) ini tidak menyurutkan kekhusyukan para Asatidz/h dan para santri untuk melantunkan ayat Al Quran dan tahlil. Dengan harapan semoga Almarhumah husnul khotimah dan ditempatkan di surga Allah SWT.

    Dikarenakan bertepatan dengan Hari Ibu yang peringatannya tepat jatuh pada 22 Desember, segenap warga MTs Zaha juga mendoakan setiap ibu di negara ini agar diberikan kesehatan dan panjang umur serta keberkahan oleh Allah SWT. “Sesuai dengan instruksi Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI.,M.Pd. kami segenap keluarga besar MTs Zaha mendoakan Ibu dari Ny.Hj. Erna Ayu dan para ibu yang telah wafat agar diberikan Rahmat Allah SWT dan ibu-ibu di Negara ini yang masih hidup agar diberikan kesehatan dan keberkahan umur oleh Allah SWT” tutur Waka Humas, Ustadz Teguh Firmansyah, M.Pd.

    Senada dengan yang disampaikan waka Humas, waka Kesiswaa Ustadz Abdul Wafi Harits mengatakan, “ Mewakili keluarga besar MTs Zaha, kami mengucapkan Selamat Hari Ibu. Mudah-mudahan dirahmati Allah. Selanjutmya, kegiatan doa bersama di Hari Ibu ini rutin kami laksanakan setiap 22 Desember. Doa ini sebenarnya takkan cukup membalas jasa Ibu kepada kita. Bahkan perjuangan Uwais Al Qorni yang fenomenal menggendong ibunya berhaji dari Yaman ke Makkah dengan jarak ribuan kilometer takkan cukup membalas satu hentakan tarikan nafas ibu ketika melahirkan kita” tegasnya dengan semangat.

    Selesai berdoa bersama, para santri diperkenankan untuk memasuki ruang ujian masing-masing untuk melaksanakan ujian Penilaian Akhir Semester dengan Computer Based Test (CBT).

  • SEMARAK MUSKERWIL PWNU JATIM, STAN BAZAR MTS ZAHA DIBANJIRI PENGUNJUNG

    SEMARAK MUSKERWIL PWNU JATIM, STAN BAZAR MTS ZAHA DIBANJIRI PENGUNJUNG

    Semarak perhelatan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jawa Timur yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton semakin ramai dipadati pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat kemarin (30/11). Hal ini didukung oleh adanya Bazar Nusantara yang diikuti oleh berbagai pondok Pesantren se Jawa Timur. Salah satu diantara ratusan pesantren yang mengikuti bazar adalah Pesantren Zainul Hasan Genggong. pada bazar ini Pesantren Zainul Hasan Genggong diwakili oleh Tim Bazar MTs Zainul Hasan Genggong (MTs Zaha).


    Tim bazar MTs Zaha yang diberi kesempatan emas ini tidak menyia-nyiakan momentum yang diberikan. berbagai hasil karya santri dipamerkan di stan yang telah disediakan panitia, diantaranya batako, bunga hias, vas bunga dari sampah, kaligrafi, air mancur dari sampah, bahkan beberapa makanan dan minuman hasil karya santri MTs Zaha melalui program Student’s day.


    Ustadz Kholil, pengunjung yang merupakan pengurus PCNU dari salah satu kabupaten di Jawa ,terlihat menyusuri stan bazar MTs Zaha untuk mencoba bakso dari sawi pakchoy. “Mantep banget bakso buatan santri Genggong nih…. pentolnya enak banget. Rasa sawinya muncul. pastinya mengurangi kolesterol. Bisa dicoba yang lain…,” ucap Ustadz Kholil sambil terkekeh. Ustadz Kholil yang datang bersama teman-temannya tak lupa membeli beberapa barang hasil karya santri seperti kaligrafi dan bunga. “aku beli buat istri di rumah, soalnya barangnya bagus dan harganya terjangkau,” kata Ustadz Kholil.


    Sementara itu, Hj. Faiqoh dan Hj. Laila warga Kabupaten Probolinggo yang mengaku datang untuk mengirim putranya mampir ke stan untuk bertanya tentang cara pembuatan batako plastik dan vas bunga dari sampah. “Tadi pulang ngirim anak, kita mampir di sini karena kepo batako plastik dan vas dari sampah. Skalian beli camilan di stan MTs Zaha ini. Kita sudah muter-muter tadi,” katanya.


    Ustadz Nanang sebagai penanggungjawab stan MTs Zaha mengatakan bahwa stan MTs Zaha menjadi stan paling ramai di ajang muskerwil dikarenakan barang-barang yang dipamerkan merupakan barang yang unik dan jarang dibuat orang. ” Alhamdulillah ramai banget, banyak pengurus NU yang hadir hanya sekedar untuk tanya-tanya. Banyak juga yang membeli. Salah satu yang bikin kami kaget adalah kehadiran pengasuh pondok Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini. Beliau banyak meminta informasi tentang barang-barang yang kami pamerkan. Beliau antusias sekali.” tutur Ustadz Nanang sambil tersenyum.


    Bazar yang digelar Muskerwil PWNU tersebut menjadi ajang pembuktian bagi para santri dari berbagai pesantren di Jawa Timur untuk menunjukkan bahwa jati diri santri juga untuk memperkuat perekonomian bangsa. seperti yang ditunjukkan oleh Pesantren Zainul Hasan Genggong yang diwakili MTs Zaha. (Tgh/Ry)

  • Penilaian Kinerja Kepala Madrasah MTs. Zainul Hasan Genggong.

    Penilaian Kinerja Kepala Madrasah MTs. Zainul Hasan Genggong.

    Sejumlah madrasah Tsanawiyah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten (Kankemenag) Probolinggo kedatangan tamu istimewa, yakni tim pengawas madrasah yang datang ke madrasah untuk melakukan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM). Seperti halnya pada Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, pada hari Kamis tanggal 28 Nopember kemarin juga menerima tamu pengawas madrasah yang diberi tugas Kankemenag. Sebagaimana jadwal yang ditentukan oleh Seksi Pendidikan Madrasah, tim pengawas yang hadir ke MTs. Zaha adalah Bapak Harianto, S.Pd. dan Ibu Hj. Siti Aminah, S.Ag.,MM.


    Kegiatan PKKM tersebut diawali dengan acara ramah tamah pimpinan madrasah dengan tim pengawas di ruang kepala Madrasah. Ramah tamah berlangsung singkat, tim pengawas segera memasuki ruang assessment PKKM di ruang SKS. Dalam PKKM tersebut, tim pengawas memeriksa semua berkas dan bukti fisik delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang sudah disiapkan madrasah. Selesai memeriksa berkas dan bukti fisik, kedua pengawas memberikan motion jempol sebagai bentuk hasil PKKM bernilai istimewa yang disambut dengan applaus pimpinan madrasah.


    Selanjutnya tim pengawas mengadakan pertemuan dengan pimpinan dan para asatidz dan asatidzah MTs. Zaha. Pada pertemuan tersebut, kepala MTs Zaha, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I, M.Pd dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih serta permohonan maaf kepada tim pengawas jika dalam penyambutan hingga proses penilaian terdapat banyak kekurangan. Dalam kesempatan itu pula beliau menyampaikan sedikit program yang telah dilakukan oleh MTs. Zaha, termasuk perkembangannya dari tahun ke tahun. “Kehadiran tim pengawas pada PKKM ini sangat berguna bagi kami, utamanya dalam rangka untuk meningkatkan pendidikan dan mengevaluasi diri. Untuk itu kami mohon bimbingannya agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para santri”, ujarnya yang diakhiri dengan hadiah pantun untuk tim pengawas yang disambut gelak tawa hadirin.


    Selanjutnya sambutan disampaikan oleh tim pengawas, Ibu Hj. Siti Aminah, S.Ag.,MM. Beliau menyampaikan bahwa akreditasi A yang dimiliki MTs Zaha sebenarnya sudah cukup menentukan dalam PKKM, namun tugas pengawas adalah memeriksa dan memberikan assesment. “nilai akreditasi MTs Zaha sangat menentukan dalam PKKM ini terkait kelengkapan berkas dan bukti fisik”, terangnya.Usai PKKM tersebut, tim pengawas langsung dihidangkan makan bersama dengan polo’an khas MTs Zaha dan dihidangkan bakso sawi pakchoy. (Tgh/Ry)

  • MTs. ZAHA BERSHOLAWAT   “Mereguk Cinta di Taman Sang Nabi”

    MTs. ZAHA BERSHOLAWAT “Mereguk Cinta di Taman Sang Nabi”

    MTs. Zaha kembali menggelar kegiatan bersholawat pada Selasa (26/11) kemarin. Acara rutin tahunan ini sekaligus bertujuan menyambut bulan kelahiran Baginda nabi besar Muhammad S.A.W. seluruh warga madrasah, mulai dari kepala madrasah, pimpinan, sampai santri putra dan putri turut hadir pada acara yang di gelar di halaman MTs. Zaha putera tersebut.

    Selain warga madrasah, beberapa Shohibul bait juga turut memeriahkan acara yang bertajuk “Mereguk Cinta di Tanah Sang Nabi” tersebut. Acara digelar pukul 08.00 dengan diawali pembukaan oleh pembawa acara dari kelas CI2A, Imron Rosyadi.


    Tidak seperti biasanya, acara MTs. ZAHA bersholawat kali ini juga disuguhi penampilan dari para santri. Baik santri putra maupun santri putri sama-sama “unjuk gigi” pada acara tersebut. Santri putra menampilkan drama tentang Bilal Bin Robah, sedangkan santri putri menampilkan puisi bertema Rindu Nabi Muhammad. Selain penampilan dari para santri, kegiatan MTs. ZAHA bersholawat juga diselingi pemberian pin pelopor kedisiplinan dan pemberian penghargaan bagi santri dan asatid berprestasi di ajang lomba Hari Santri Nasional yang digelar oleh Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong bulan lalu.


    Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa santri MTs. ZAHA adalah orang-orang teristimewa. “Kalian adalah orang-orang teristimewa. Kalian tidak pernah melihat langsung Rasulullah, namun kalian selalu mengingat dan menyanjungnya,” dawuhnya.


    Kegiatan bersholawat sendiri baru dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Dipimpin langsung oleh kepala Madrasah dan diiringi oleh tim hadroh Al Munsyiduna MTs. ZAHA, seluruh santri dan asatid sangat antusias dan penuh semangat melantunkan pujian-pujian kepada Rasulullah. Meski hari sudah siang, tidak tampak wajah lesu dan lelah dari para santri untuk terus bersholawat sembari berharap kehadiran Sang Nabi.
    Acara ditutup dengan doa oleh Gus Ahmad Askandar.(Gus.Ry)

  • Produk Sehat Pak Coy MTs. ZAHA Ludes Hari Pertama.

    Dalam rangka memberi pelayanan makanan yang sehat kepada santri, MTs. Zainul Hasan 1 Genggong me-launching warung bakso di area halaman MTs. ZAHA putra. Bukan bakso biasa yang biasa dibuat dengan daging dan tepung saja. Namun, bakso buatan Ustad Zahrul Ibad dkk ini terbuat dari sayur sawi.


    Pembukaan warung pada Senin (25/11) kemarin disambut dengan sangat antusias oleh para santri dan asatid. Di buka sekitar pukul 10.00 WIB, Ustad Zahrul dkk sudah diserbu oleh puluhan santri yang ingin mencicipi bakso yang diberi nama “Pak Coy” ini. Jelas saja. Dalam waktu satu jam, bakso ludes dibeli oleh para santri dan asatid. Bahkan, banyak asatid yang kecewa karena tidak kebagian pada hari itu
    “Alhamdulillah hari ini baksonya sudah habis. Karena hari pertama, kami buat tidak terlalu banyak soalnya takut belum laris. Eh ternyata ludes,” terang Ustad Ibad sambil merapikan tempat duduk.


    Ustad ibad menambahkan bahwa bahan bakso ini terbuat dari sayur sawi yang diambil langsung di Green House MTs. ZAHA. “pembuatannya sama seperti bakso pada umumnya. Namun untuk bahan, kami tambahi sayur sawi.” Imbuhnya. (Gus.Ry)

  • MTs. Zaha Buka Lowongan Guru dan Pustakawan 2019

    MTs. Zaha Buka Lowongan Guru dan Pustakawan 2019

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Diinformasikan kepada semuanya bahwa kami, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong  Pajarakan Probolinggo Jawa Timur di tahun 2019 ini kembali membuka pendaftaran tenaga pendidik dan kependidikan.

    Rinciannya adalah 1 orang Guru Matematika, 1 orang Guru Bahasa Inggris, dan 1 orang tenaga pustakawan. untuk itu, mari daftar dan bergabung bersama kami, MTs. Zaha Teristimewa.

    Selengkapnya bisa download pengumumannya dibawah ini..

    Terima Kasih.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  • Outing Class MTs. Zainul Hasan Membawa Ilmu Baru

    Outing Class MTs. Zainul Hasan Membawa Ilmu Baru

    Ilmu yang dipraktikkan akan menjadi kuat melekat di otak. Mungkin inilah istilah yang tepat untuk menggambarkan kegiatan santri semester akhir Msdrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs. Zaha) program Cerdas Istimewa (CI). Sudah menjadi agenda rutin setiap tahun bagi santri CI melaksanakan Outing class. Outing class kali ini pada pembelajaran mata pelajaran IPA tentang perkembangbiakan hewan di Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani zoo & Goa. Kegiatan yang dilaksanakan kemarin (2/11) ini berangkat jam 00.00 WIB dini hari didampingi oleh ketua program SKS, Pendamping Akademik dan guru IPA.


    Peserta outing class tersebut diikuti 25 santri dari CI putra dan putri.
    Sebelum ke lokasi outing class rombongan masih berziarah ke wisata religi Asmoroqondi. Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan Yasin dan tahlil serta do’a bersama sekaligus melaksanakan sholat shubuh berjamaah.
    Tujuan pertama para santri memasuki Maharani Zoo dan Goa untuk untuk mengidentifikasi dan menemukan hewan untuk menganalisis perkembangbiakannya serta menuliskan nama ilmiahnya. Para santri sangat antusias dan semangat dalam kegiatan outing class ini karena secara langsung melihat hewannya. Selain itu para santri juga mrnemukan beberapa hewan Albino, hewan yg tidak memiliki pigmen warna dalam tubuhnya sehingga tubuh hewan tersebut berwarna putih.


    Selama kegiatan observasi berbagai macam jenis-jenis hewan para santri juga diberikan Lembar Kerja (LK) Sistem Perkembangbiakan Hewan yg disediakan oleh pengampu IPA yaitu Ustadz Sholeh Nura Aditama, S.Si. LK ini sebagai media dalam pembelajaran outing class. Di lokasi ini juga para santri juga memasuki museum satwa yang didalamnya terdapat kerangka asli paus bongkok, paus biru, kerangka tiruan dari hewan mammoth, brontosaurus dan pterosaurus.


    Di Maharani zoo juga para santri mencoba terapi ikan yg juga menjadi salah satu fasilitas di yang begitu banyak manfaatnya. Para santri juga masuk Goa Maharani untuk mengamati jenis bebatuan. Usai di Maharani Zoo & Goa dilanjutkan ke WBL. Di WBL para santri menikmati berbagai macam wahana permainan Dan mereka sangat semangat dan gembira. Selain itu, mereka mengamati berbagai macam jenis serangga dan kerang-kerang yg dimuseumkan di WBL.


    Ketua SKS, ustadz Hazbullah Rohman,S.Pd. mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk perkembangan kecerdasan anak dikarenakan anak mengamati langsung materi yang disampaikan sebelumnya di madrasah.


    “Ini sangat penting bagi tumbuh kembang otak anak. Mereka sekarang Learning by doing, yang membuat mereka melihat langsung realitas materi yang disampaikan di madrasah”. Tutur ustadz yang cukup kocak ini.
    Setelah selesai menjajal wahana di WBL, para santri langsung bertolak ke pesantren. (Tgh/Ry)

  • Sempurnakan Psikologi Pengajaran, MTs Zaha Gelar Pelatihan Nasional…..

    Sempurnakan Psikologi Pengajaran, MTs Zaha Gelar Pelatihan Nasional…..

    Rangkaian memperingati Hari Santri Nasional, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs. Zaha) menggelar Pelatihan Nasional Guru sehari bersama Trainer dari Griya Parenting Indonesia, Ustadz Mohammad Thohir, M.Pd.I, dengan tema “Teaching Management”. Acara yang dilaksanakan kemarin ini (26/10) dihadiri semua guru yang ada di MTs Zaha, para pengurus pesantren serta wakil kepala bagian kesiswaan dari semua lembaga yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah MTs Zaha.

    Pelatihan di GOR Zainurrahmah ini diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran dan dilanjutkan dengan sambutan Kepala MTs Zaha, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengharapkan para peserta seminar untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh dan mencatat semua hal yang penting. “Hari ini Anda akan mendapatkan ilmu yang sangat penting dalam menghantarkan kita menjadi guru yang baik, oleh karena itu, saya mohon kepada semua peserta agar mengikuti acara ini dengan baik dan sampai berakhir” tutur beliau.

    Seminar ini dibuka langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Bapak Dr. H. Didik Heriadi, S. Ag., M.Pd. Dalam sambutannya Kasi Pendma menghimbau, agar para guru yang hadir hari ini dapat mengikuti pelatihan tersebut dengan baik. Karena tidak semua guru  bisa berkesempatan mengundang ahli psikolog yang merupakan trainer.

    “Acara hari ini merupakan acara yang sangat istimewa, karena MTs Zaha telah mensukseskan program Kemenag, yaitu Gerakan Membangun Madrasah. Jarang Madrasah yang peduli pada ilmu stake holdernya, utamanya guru. Beruntunglah jenengan yang mengikuti kegiatan seperti ini. Pada hari ini panjenengan akan belajar untuk menjadi guru selangkah lebih maju untuk menghadapi era 4.0 yang begitu cepat sekarang ” ucap Bapak Didik,.

    Kasi Pendma ini juga mengatakan bahwa nara sumbernya  merupakan pemateri pelatihan yang sudah berpengalaman, semua guru sangat tersentuh dengan materi yang beliau sampaikan. Maka dari itu manfaatkan kesempatan ini untuk memahami manajemen mengajar sebagai guru.

    “Saya berpesan kepada semua guru yang mengikuti Pelatihan ini agar dapat mengambil ilmu yang disampaikan oleh Ustadz Thohir sebanyak-banyaknya.  Setelah ini, ayo tularkan ke semua orang atau guru yang ada di lingkungan kita, mudah-mudahan dapat bermanfaat, karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” ucapnya.

    Pada kesempatan tersebut sebelum menyampaikan materi, Ustadz Mohammad Thohir mengajak para guru yang hadir untuk menerima tantangan bersama, kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan materi tentang “Manajemen Hati Guru”.

    “Perlu dipahami dalam mendidik anak tidak perlu dengan kekerasan tapi harus dengan pola kecintaan. Semua Anak pada dasarnya Cerdas karena spektrum cerdas itu luas. Maka jangan ada diskriminasi pada anak, karena Tuhan menciptakan manusia dengan kecerdasan masing-masing. Oleh karena itu temukan kecerdasan putra-putri kita,” bebernya.

    Ustadz Thohir juga mengatakan, bahwa dalam pendidikan anak-anak juga perlu di berikan waktu untuk bermain. Sebagai guru harus memahami peran yang baik, anak juga punya hak untuk didengar, karena kunci sukses menghadapi anak guru harus kreatif, tanpa kekerasan. Acara yang selesai pada pukul 15.00 WIB itu ditutup dengan doa oleh Kepala MTs Zaha. (tgh/ry)