Di tengah musibah pandemi yang melanda negeri ini, tidak menyurutkan langkah MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Teristimewa (SD Zaha) untuk bersilaturahmi sekaligus berbagi kepada yatim piatu. Kemarin, (29/8) kepala madrasah bersama wakamad humas, komite madrasah, dan duta madrasah membagikan santunan kepada puluhan anak yatim dari beberapa kecamatan di Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan yang istiqomah dilakukan tiap tahun ini dipusatkan di SD Zainul Hasan (SD Zaha) Genggong dan MI Tanwirul Mubtadiin Kecamatan Banyuanyar.
Kegiatan santunan dalam menyambut 10 Muharram ini berlangsung mulai pukul 10.00 WIB di SD Zaha Genggong. Setelah itu, tim langsung menuju ke MI Tanwirul Mubtadiin Banyuanyar.
Pada kegiatan santunan tersebut, kepala madrasah turut mendoakan penerima santunan.”Semoga sedikit rezeki dari warga MTs. ZaHa ini membawa kemanfaatan bagi kalian. Dan mudah-mudahan apapun cita-cita kalian dapat tercapai, ” dawuh beliau.
Santunan yang diberikan kepada anak yatim tersebut merupakan hasil shodaqoh dari para santri dan asatidz pada program Yamus Shodaqoh setiap Kamis.
Azriel El Miski santri MTs Zaha membentangkan bendera MTs Zaha Teristimewa setelah mengibarkan bendera Merah Putih
Menyambut Peringatan Puncak HUT RI ke 75, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Probolinggo melakukan pengibaran bendera merah putih raksasa, di tebing Kali Pedati, Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.
Bendera Merah Putih raksasa itu dikibarkan di tebing bebatuan luas yang memiliki ketinggian sekitar 75 meter. Untuk pengibaran bendera merah putih di tebing yang melakukannya para atlit Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Probolinggo.
Yang menarik, salah satu atlit yang bertugas untuk mengibarkan bendera adalah santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs. Zaha). Azriel El Miski. Santri yang memiliki kemampuan panjat tebing ini pada dirinya mengalir darah atlit dari ayahnya, Jackey Wicaksono, pengurus FTPI Kabupaten Probolinggo.
Guru pendamping dari MTs Zaha, Ustadz Roy mengatakan, pengibaran bendera merah putih di tebing Kali Pedati yang memiliki ketinggian 75 meter dipilih, sesuai dengan Hari Kemerdekaan ke 75 Republik Indonesia.
Menurutnya, pengibaran Bendera Merah Putih di tebing Kali Pedati ini bisa dikatakan kedua kalinya dilakukan oleh Pemkab Probolinggo. Apalagi, tebing Kali Pedati sendiri, merupakan tebing yang indah dan masih belum terjamah masyakarat umum.
“Karena Tebing Kali Pedati memiliki kontur yang indah dan cukup terjal, tentu sangat eksotis jika digunakan sebagai tempat pengibaran bendera. Ini momen berkesan untuk peringatan hari kemerdekaan Indonesia,” kata Ustadz Roy.
Proses pengibaran bendera Merah Putih di tebing eksotis Kali Pedati
Diwawancarai secara terpisah, wakil Kepala MTs Zaha, Ustadz Teguh Firmansyah, M.Pd., mengatakan bahwa ini merupakan suatu apresiasi yang sangat tinggi bagi MTs Zaha karena salah satu santrinya bisa mengharumkan nama madrasah dan Kabupaten Probolinggo.
“Endless Probolinggo, wisata Kabupaten Probolinggo yang tiada habisnya. Thebest chance for us. Sebuah kebanggaan bagi keluarga besar MTs Zaha Genggong Teristimewa mendapatkan tugas mulia dari pemerintah. Ini kali kedua santri MTs Zaha mengibarkan bendera raksasa di tebing Kali Pedati. Kami akan terus mendukung setiap langkah kabupaten Probolinggo di even-even selanjutnya” tuturnya mantap. (tgh/ags)
Dalam rangka menyambut tahun pelajaran 2020-2021, MTs. Zainul Hasan 1 Genggong mengadakan kegiatan kerja bakti di lingkungan madrasah. Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu pagi (4/7) tersebut dilakukan di dua tempat terpisah, yaitu di halaman kantor putra dan kantor putri.
Seluruh asatid dan asatidah turut serta membersihkan halaman madrasah, mulai dari membersihkan rumput yang ada di paving, sampai membersihkan area dalam kantor madrasah. Sementara di kantor putri, asatidzah membersihkan area dalam kantor sampai lantai.
Ustad Teguh Firmansyah, M.Pd., selaku koordinator kegiatan menuturkan bahwa kegiatan ini juga ingin menjaga kekompakan para asatid-asatidah MTs. Zaha.
“Selain ingin memelihara kebersihan madrasah, kami ingin menjaga kekompakan keluarga MTs. Zaha yang beberapa bulan ini sudah jarang berkumpul karena pandemi.” Tuturnya.
Selesai kerja bakti, asatid-asatidzah dijamu dengan es puter karya santri MTs. Zaha dan makan bersama atau polo’an.(Gus/Ry)
Di tengah musibah pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini, masih banyak orang-orang baik yang mengatasnamakan individu maupun instansi berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan. Tidak terkecuali Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong (MTs. Zaha). Pada Selasa , (21/4) ribuan masker dan sembako dibagikan oleh MTs. Zaha kepada masyarakat Probolinggo yang meliputi delapan kecamatan. Delapan kecamatan ini meliputi Kecamatan Pajarakan, Kraksaan, Paiton, Kotaanyar, Maron, Gading, Gending, dan Banyuanyar. Sasarannya adalah pedagang kecil, PKL, buruh harian, fakir miskin, dan masyarakat terdampak Covid-19.
Sebanyak 24 asatidz tersebar di delapan titik. Tidak ketinggalan kepala MTs. Zaha, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Beliau terjun langsung untuk membagikan masker dan sembako gratis kepada masyarakat.
Koordinator pembagian masker dan sembako, Ustad Teguh Firmansyah, M.Pd. mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. “Yang jelas, kita ingin menyadarkan masyarakat agar berperilaku hidup bersih dengan menggunakan masker sehingga dapat mengurangi persebaran bahkan memutus penularan Covid-19. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menyambut bulan suci Romadhon dengan sedikit berbagi kebahagiaan kepada masyarakat kecil yang secara langsung terdampak Covid-19 dari segi perekonomian.” Jelasnya.
Sumber dana kegiatan ini, imbuh Ustad Teguh, berasal dari program pembiasaan sedekah yang bernama Yaumus Shodaqoh yang dilaksanakan oleh para santri dan asatid setiap Kamis. “Dana kegiatan ini murni hasil sedekah asatidz dan santri pada kegiatan Yaumus Shodaqoh. Dengan dana sosial ini kami bisa berbagi dengan masyarakat dalam menyambut bulan Romadhon dan santunan anak yatim di bulan Muharrom” tegasnya. (Gus/Ry)
Guna memacu semangat santri dalam belajar Amtsilati, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong (MTs Zaha) menggelar seminar bertajuk “Seminar Motivasi Amtsilati”. Acara yang digelar Rabu pagi (18/3) ini bertempat di GOR Damanhuri Romly. Ratusan santri turut serta dalam kegiatan yang terbagi dua sesi ini. Sesi pertama untuk santri putra. Sedangkan sesi dua yang dimulai pukul 10.00 WIB diikuti oleh seluruh santri putri.
Selain para santri, turut hadir para asatid dan asatidzah beserta pimpinan. Tidak ketinggalan, kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. juga turut hadir untuk memberi sambutan. Dalam sambutannya, kepala madrasah yang akrab disapa Non Boy ini berpesan agar santri mengikuti dengan seksama. “Saya harap, semua santri mengikuti acara ini sampai selesai agar kalian termotivasi.” Dawuhnya.
Acara Seminar Motivasi Amtsilati ini dipimpin langsung oleh Koordinator Amtsilati Wilayah Jawa Timur, KH. Ahmad Kamaluddin. Dalam acara tersebut, kiai yang berdomisili di Kabupaten Bondowoso tersebut mengajak para santri untuk terus memacu semangat belajarnya agar bisa wisuda dengan cepat. “Terkadang motivasi itu lebih penting daripada ilmu. Dalam belajar, kalian harus punya motivasi agar lebih semangat, lebih giat. Saya yakin, santri MTs. Zaha teristimewa ini bisa lebih cepat belajar amtsilatinya karena mempunyai tenaga pendidik yang berkualitas.” Jelasnya.
Selain memberikan wejangan-wejangan, kiai yang akrab disapa Kiai Kamal juga membawa beberapa santrinya yang unjuk kebolehan dalam membaca kitab kuning. Tidak hanya memaknai dengan bahasa indonesia, santri-santri tersebut juga sangat andal memaknai kitab ke dalam bahasa inggris. Tidak mau kalah dengan santri Kiai Kamal, santri MTs. Zaha pun juga unjuk kebolehan dalam memaknai kitab ke dalam bahasa inggris. Adalah Non Hasan dan Ali Syifa yang dengan lancar memaknai kitab dengan bahasa inggris.
Koordinator Amtsilati MTs. Zaha, Ustad Ali Syahbana berharap, dengan workshop ini, para santri bisa lebih cepat menuntaskan hafalannya. “Harapannya adalah agar santri bisa lebih cepat belajarnya sehingga nantinya peserta wisuda di bulan Juli nanti semakin banyak.” Tuturnya. (Gus.Ry)
Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong (MTs.Zaha) ikut andil dalam menyukseskan muktamar NU yang ke 34 di Lampung. Hal itu diwujudkan dengan turut serta menyumbang dana bertajuk “Koin Muktamar” untuk acara yang akan digelar pada bulan Oktober 2020.
Acara penggalangan dana tersebut digelar Kamis pagi (6/2). Sebanyak Ribuan santri dan asatid MTs. Zaha hadir, tidak ketinggalan kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. .Selain warga madrasah, penggalangan dana juga dihadiri langsung oleh wakil ketua cabang PCNU Kraksaan, KH. Drs. Abdul Hamid.
Sebelum penggalangan dana dimulai, wakil ketua PCNU Kraksaan memberi kepada para santri. Beliau berharap para santri ikut menyukseskan acara muktamar ke-34 melalui koin muktamar. “Melalui koin muktamar ini, kami berharap seluruh warga NU, khususnya para santri MTs. Zaha teristimewa ini ikut menyukseskan acara kubro ini.” Jelasnya.
Selain itu, Kepala MTs. ZAHA juga berpesan kepada santri agar terus berkontribusi pada kegiatan-kegiatan NU. ” Jangan lihat jumlahnya. Berapa pun yang kalian sumbangkan, niatkan dalam hati karena Allah. Semoga kita mendapat ridlo Allah, syafaat Rasulullah, dan barokah para Masyayikh NU.” Jelasnya. (Gus/Ry)
Proses yang baik akan menciptakan hasil yang baik pula. Ungkapan itu pantas disematkan kepada para santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs. Zaha) Kemarin (25/1), MTs. Zaha kembali menambah pundi-pundi juara pada ajang Festival Dolanan Yuk 4 yang digelar Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah Kota Pasuruan. Lomba yang berlangsung di halaman pesantren tersebut diikuti oleh siswa SMP/MTs. Se Jawa timur.
Setelah melalui persaingan lomba yang sangat sengit. Hasilnya, Sebanyak empat piala berhasil disabet oleh para santri madrasah dengan jargon Teristimewa tersebut. Masing-masing piala antara lain juara 1 dan 3 lomba Fotografi On The Spot masing-mading diraih oleh Nila Zuhriotul dan Azriel El Miski, juara 3 lomba Vlog diraih oleh Agisna Hidayati, dan juara 3 Mural (manual drawing) oleh Tim Putri.
Ustad Restu, selaku koordinator lomba mengapresiasi hasil yang diraih para santri putra dan putri. “Alhamdulillah hari ini kita masih diberi rezeki juara walaupun persiapannya agak mepet.” Ujarnya. Sayangnya,meski mendapatkan empat piala, MTs. Zaha belum mampu mempertahankan juara umum yang diperoleh tahun lalu karena kalah perolehan poin dari lembaga peserta lain.
“Tidak apa-apa (tidak meraih juara umum). Kita evaluasi hasil hari ini untuk tahun depan.” Imbuh Pembina OSIS Putra tersebut. (Gus/Ry)
Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan santri dan menambah pengetahuan kepramukaan, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs. Zaha) menggelar kegiatan perkemahan yang bertajuk “Perraka (Perkemahan Rabu malam Kamis) di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Zaha 2, Desa tambelang Kecamatan Krucil. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (8-9/1) ini diikuti seluruh santri semester satu. Sebanyak 190 santri harus menjalani serangkaian kegiatan yang sudah menjadi program wajib bagi santri semester satu.
Pada hari pertama, santri mendapatkan materi pelatihan baris berbaris dan pembentukan karakter santri. Pada materi ini, kegiatan dipimpin langsung oleh tiga anggota Koramil Kecamatan Krucil. Pada bagian ini, emosi dan fisik santri cukup terkuras. Pasalnya, karena selain baris berbaris, santri juga mendapat pelatihan fisik dan hukuman bagi yang salah dan kurang fokus. Tidak hanya hukuman fisik, pemateri dan pembina pramuka juga memberi hukuman bagi santri yang memiliki model rambut tidak rapi. Mereka yang rambutnya tidak rapi langsung dirapikan oleh pemateri dan pembina.
“Rambut kalian yang tidak karuan itu, membuat image nakal bagi dirimu sendiri. Harusnya sebagai santri, kalian jaga penampilan agar tidak dicap jelek oleh masyarakat. Paham!” tegas salah satu pemateri. Pada malam hari, kegiatan dilanjut dengan kegiatan Pramuka Bersholawat. Kegiatan bersholawat dipandu langsung oleh tim Hadroh Al Munsyiduna MTs. Zaha. Dipimpin oleh Ustad Hodri, kegiatan bersholawat berlangsung khidmat dan mendapat respon yang antusias, baik dari peserta Perraka maupun warga setempat.
Selesai kegiatan Pramuka Bersholawat, para peserta mengikuti renungan malam sambil menyalakan api unggun. Di hari kedua, kegiatan dimulai sejak dini hari. Setelah selesai sholat Shubuh, para peserta langsung mendapatkan materi penjelajahan. Pada kegiatan ini, peserta lagi-lagi harus menguras banyak tenaga. Mereka harus berjalan dari buper menuju salah satu bukit di Desa Bermi untuk menemukan bendera merah putih biru. Pada proses penjelajahan ini, peserta digembleng agar tidak manja, tidak penakut, dan punya karakter pekerja keras. Para peserta direndam di kolam, merangkak, dan meniti bukit. Meski kedinginan, para peserta berhasil mencapai bukit. Salah satu peserta yang pertama kali mencapai puncak bukit langsung merobek warna biru yang tersemat di bendera. Semua peserta menangis haru dan mencium bendera Merah Putih.
“ini hanya sebagian kecil contoh perjuangan. Kalian yang bermalas-malasan, harusnya tahu diri. Para pejuang harus berkorban darah untuk merebut kemerdekaan. Mulai hari ini, setelah ini, buang jauh-jauh sikap manja kalian,” Jelas Kak Ibrahim selaku pembina Pramuka. Setelah mendapat pengarahan dari pembina, para peserta kembali ke bumi perkemahan. Tepat pukul sepuluh, kegiatan perkemahan berakhir dan para peserta pulang menuju ke Pesantren Zainul Hasan Genggong. (Gus.Ry)