Kategori: Umum

Berita umum

  • Mengenal Lebih Dekat Sosok Ketua OSIS Terpilih Masa Khidmat 2021-2022

    Mengenal Lebih Dekat Sosok Ketua OSIS Terpilih Masa Khidmat 2021-2022

    Pemilihan Umum Ketua OSIS MTs. Zainul Hasan Genggong telah usai. Baik putra maupun putri, sudah mendapatkan sosok ketua yang akan memimpin roda organisasi santri ini untuk satu tahun kedepan walau pun belum dilantik.
    Lalu, siapakah sosok pemimpin yang mendapat amanah dari santri dan asatid ini???


    OSIS Putra akan dikomandoi oleh Ismail. Ismail merupakan santri semester 3A program Agama. Ia lahir di Surabaya, 12 Desember 2007 silam dari pasangan Ahsanul Haq dan Fida Elis Zunaida. Santri yang juga memiliki saudara kembar ini memiliki hobi berenang dan bercita-cita menjadi dosen.


    Tidak seperti santri pada umumnya, santri pondok pusat ini cenderung pendiam. Namun siapa sangka ketika debat kandidat, Ismail mampu menyampaikan visi dan misi dengan lugas dan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan lancar tanpa terbata-bata.
    Ketika ditanya perasaannya terpilih menjadi ketua OSIS Putra, ia mengungkapkan kegembiraannya dengan sikap malu. “ Ya, pastinya senang, Ustad. Karena saya memang ingin menjadi pengurus OSIS. Dan Alhamdulillah, saya ternyata terpilih menjadi ketua.” Jelas santri asal Kota Pahlawan tersebut.

    Selain itu, ia juga mengutarakan harapannya setelah terpilih menjadi Ketua OSIS. “Harapan saya yang pasti ingin membawa OSIS di MTs. ZAHA ini lebih maju lagi, lebih kreatif, dan tentunya santri-santrinya berakhlak mulia.” Ungkapnya.


    Sementara itu, OSIS Putri akan dipimpin oleh Tiara Ocha Ramadhina. Ia lahir di Blitar pada 5 Oktober 2006. Ocha, panggilan akrabnya merupakan pengurus OSIS/IPPNU masa khidmat 2020-2021 dan menjabat sebagai anggota Pembinaan Pendidikan dan Budi Pekerti. Santri yang mondok di Pondok Damanhuri Romli ini sangat gemar dengan olah raga, utamanya Bulutangkis dan bercita-cita menjadi pengusaha.


    Pengalamannya menjadi pengurus OSIS Putri tahun lalu membuat ia PeDe. Itulah sebabnya ketika debat kandidat kemarin, Ocha begitu tenang dalam menjawab pertanyaan baik dari moderator maupun dari audiensi.
    Sama seperti Ismail, Ocha sangat senang bisa terpilih menjadi Ketua OSIS Putri. “Alhamdulillah, senang dan bangga. Senang karena terpilih menjadi ketua OSIS, bangga karena usaha saya berhasil dan mendapat kepercayaan dari teman-teman santri serta para asatidz.” Ungkap santri yang saat ini duduk di semester 3 O.


    Namun, santri asal Sidoarjo ini tidak ingin larut dalam kegembiraan. Bahkan sebelum dilantik, ia akan menyusun program yang akan ia jalankan nanti bersama para anggotanya. ”Pertama, saya akan menyusun program bersama pengurus OSIS terpilih agar program-program OSIS yang kemarin belum terlaksana dapat dilaksanakan tahun ini.” Terang santri dari pasangan Choirul Huda dan Sri Dwi Astuti tersebut.Gus/Ry

  • Debat Kandidat Pemilihan OSIS, Calon Ketua Paparkan Visi Hingga Program Unggulan

    Debat Kandidat Pemilihan OSIS, Calon Ketua Paparkan Visi Hingga Program Unggulan

    Ada banyak rangkaian kegiatan yang digelar dalam rangka pemilihan Ketua OSIS (IPNU/IPPNU) MTs. Zainul Hasan Genggong. Salah satunya adalah debat kandidat. Sabtu kemarin (04/9), OSIS (IPNU/IPPNU) MTs. Zainul Hasan Genggong mengadakan acara debat kandidat bagi para calon Ketua OSIS (IPNU/IPPNU) masa khidmat 2021-2022.

    Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengukur kemampuan para calon dalam hal kecakapan menyampaikan pendapat. Selain itu, debat kandidat bertujuan agar warga madrasah, terutama santri dapat menilai para calon Ketua OSIS (IPNU/IPPNU) yang akan dipilih.

    “Kita ingin para santri mengenal para calon yang akan dipilih. Mana yang menurut mereka berkompeten dalam memimpin OSIS ke depannya.” Jelas Ustad Ufik selaku Pembina OSIS Putra.

    Kegiatan debat ini dilaksanakan di dua tempat berbeda, yakni putra di Aula Putra lantai dua, dan putri di Aula SMA ZAHA lantai tiga.

    Debat berlangsung empat sesi. Pada sesi pertama, para calon memaparkan visi dan misi. Mereka dengan lantang menyampaikan visi dan misinya. Keempat calon OSIS Putra memiliki visi yang berbeda, namun garis besarnya sama, yaitu ingin memajukan OSIS/IPNU MTs. ZAHA dengan melaksanakan berbagai program.

    “Saya ingin OSIS/IPNU menjadi wadah bagi para santri dalam menyampaikan aspirasi, inspirasi, dan informasi.” Tegas salah satu calon ketua OSIS/IPPNU nomor urut tiga, Ahmad Iqbal Hakan.

    Setelah pemaparan visi dan misi, sesi selanjutnya adalah pertanyaan dari moderator. Pertanyaan seputar MTs. ZAHA dan OSIS/IPNU dapat dijawab dengan lancar oleh keempat calon.

    Sesi ketiga, lebih seru lagi. Masing-masing calon saling bertanya tentang program yang akan dilaksanakan jika menjadi ketua OSIS/IPNU. Mereka saling memberi tanggapan terhadap jawaban calon lain.

    Kemudian, sesi terakhir merupakan pertanyaan dari audiensi, yaitu santri dan asatid. Banyak para santri yang ingin bertanya kepada para calon. Namun, moderator hanya memberi tiga kesempatan.

    Sementara itu, di putri, jalannya debat tidak jauh berbeda dengan di putra. Namun, para calon sempat bingung ketika ditanya oleh salah satu ustad tentang memilih tetap menjadi ketua OSIS/IPPNU atau menjadi Duta Madrasah jika nanti terpilih.

    “ Ya kalau bisa jadi ketua OSIS/IPPNU dan jadi Duta, Ustad. Hehe. Tapi kalau saya harus memilih, saya sebenarnya ingin menjadi Duta Madrasah karena itu keinginan saya dari semester satu.” Ungkap Tiara Ocha, kandidat nomor urut tiga.

  • Ismail dan Tiara Ocha Raih Suara Terbanyak di Pemilihan Ketua OSIS/IPNU & IPPNU 2021-2022

    Ismail dan Tiara Ocha Raih Suara Terbanyak di Pemilihan Ketua OSIS/IPNU & IPPNU 2021-2022

    Genggong-MTs. Zainul Hasan Genggong melalui Pengurus OSIS (IPNU/IPPNU) kembali menggelar pemilihan Ketua OSIS (IPNU/IPPNU) MTs. Zainul Hasan Genggong masa khidmat 2021-2021 pada sabtu (4/9). Kegiatan tahunan ini berlangsung di dua tempat, yaitu santri putra di gedung putra sedangkan santri putri di gedung putri.

    Ada empat kandidat calon Ketua OSIS Putra (IPNU), yaitu Rahmat Junior Pratama, M. Haris Rizqullah, Ahmad Iqbal Hakan, dan Ismail. Sementara di putri juga memiliki empat kandidat. Mereka adalah Auliatur Rohmaniyah, Fasya Adina, Tiara Ocha Ramadhina, dan Rofika Ifana Putri.

    Berbeda dari tahun sebelumnya, pemilihan OSIS kali ini hanya memilih calon ketua saja, bukan pasangan calon. “Kali ini kami buat hanya calon ketua agar beda dari tahun-tahun sebelumnya. Dimana, mereka, para kandidat ini sudah melalui beberapa tahapan sebelum ditentukan menjadi calon ketua OSIS (IPNU/IPPNU).” Jelas Ustad Agus selaku Pembina OSIS.

    Sebelum mencoblos, para kandidat mengikuti debat kandidat di masing-masing tempat yang disaksikan oleh seluruh santri dan asatidz. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemungutan suara yang dilaksanakan di masing-masing kelas dan langsung dilaksanakan penghitungan suara oleh pengurus OSIS (IPNU/IPPNU). Sementara itu, asatidz mencoblos di depan kantor yang telah disediakan bilik suara.

    Usai penghitungan suara, hasil pemungutan suara langsung diumumkan kepada seluruh warga madrasah. Hasilnya, di putra, Ismail terpilih menjadi ketua OSIS/IPNU setelah berhasil mengumpulkan 226 suara. Disusul Rahmat Junior Pratama dengan 83 suara, Ahmad Iqbal Hakan 71 suara, dan M. Haris Rizqullah 70 suara.

    “Puji syukur Alhamdulillah saya ucapkan karena saya bisa terpilih menjadi Ketua OSIS. Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memercayai saya. Mohon dukungannya agar saya bisa melaksanakan program-program OSIS ke depannya.” Tutur Ismail.

    Sementara di putri, calon nomor urut tiga, Tiara Ocha Ramadhina berhak menjadi Ketua OSIS/IPPNU setelah meraih 271 suara. Ia unggul dari Rofika Ifana Putri yang mendapat 201 suara, Auliatur Rohmah 96 suara, serta Fasya Adina 17 suara.

    “Senang sekali rasanya terpilih jadi ketua OSIS. Terima kasih kepada semuanya atas dukungannya. Semoga saya amanah dalam menjalankan tugas ini dan dapat membawa OSIS lebih maju lagi” Ucap santri semester tiga tersebut. Gus/Ry

  • Rayakan Muharam, MTs. Zaha Santuni Puluhan Anak Yatim

    Rayakan Muharam, MTs. Zaha Santuni Puluhan Anak Yatim

    GENGGONG- Dalam rangka memperingati bulan mulia Muharam, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali mengadakan kegiatan santunan bagi anak yatim. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (19/8).

    Sebanyak puluhan anak yatim beserta walinya sengaja diundang oleh madrasah untuk menerima santunan. Santunan yang diberikan tersebut merupakan hasil dari salah satu program MTs. Zaha yang istikamah dilaksanakan setiap hari Kamis oleh santri dan asatidz, yaitu Yaumus Shodaqoh.

    Acara yang berlangsung di Aula MTs. Zaha ini, dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, Almukarrom KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. beserta para asatid dan seluruh santri putra dengan menerapkan protokol kesehatan.

    Dalam sambutannya, beliau memaparkan keutamaan Bulan Muharam sebagai bulan pertama dalam kalender Tahun Hijriah. Seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, di bulan Muharam salah satu ibadah yang bernilai pahala besar adalah membelai anak-anak yatim yang diartikan sebagai menyantuni anak yatim..

    “Banyak amalan yang dapat dilakukan di bulan istimewa ini. Salah satunya menyantuni anak yatim. Sebagaimana dalam hadits, bahwa orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga, berdekatan dengan Rasulullah SAW seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah.” Tutur beliau.

    Selain itu, beliau juga mengapresiasi program Yaumus Shodaqoh yang istikamah dilakukan para santri dan asatidz. “Inilah hasilnya. Shodaqoh kalian tidak sia-sia. Ini menjadi saksi nanti di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.” Dawuh beliau. Gus/Ry

  • Adakan Kunjungan ke MTs. Zaha, Tim Dari UNAIR Apresiasi Green House dan Bank Sampah

    Adakan Kunjungan ke MTs. Zaha, Tim Dari UNAIR Apresiasi Green House dan Bank Sampah

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kedatangan tamu istimewa. Rabu pagi (16/6), beberapa dosen dari Universitas Airlangga (UNAIR) berkunjung ke MTs. Zaha guna melihat program Green House. Mereka didampingi oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M.

    Ditemui langsung oleh pimpinan MTs. Zaha, tim yang terdiri atas beberapa guru besar UNAIR tersebut antusias dengan program Green House dan Bank Sampah MTs. Zaha. Mereka menanyakan pemanfaatan Green House dan Bank Sampah tersebut.

    Ustadz Nanang selaku Kepala Green House menjelaskan kepada para guru besar tersebut bahwa Green House memiliki beberapa manfaat, diantaranya sebagai media pembelajaran santri pada mapel IPA, mengurangi polusi udara, dan hasil tanamannya organik bebas bahan kimia.

    “Di sini ada produk yang kami beri nama Sawi Pakcoy, Pak. Kami manfaatkan sebagai bahan pembuatan pentol bakso.
    Dijual di madrasah dan pesantren utk mengurangi ketergantungan santri pada mi instan dan menambah pendapatan sekolah” jelasnya.

    Tim UNAIR juga mengapresiasi pembuatan batako plastik hasil pengolahan Bank Sampah. “Sudah setingkat tsanawiyah sudah kayak ini. Guru di sini hebat-hebat. Selain bisa ngajar, juga bisa mengelola sampah.” Ungkapnya.

    “Kyai Mutawakkil, meskipun harga batakonya lebih mahal dari batako semen, para guru di sini harus percaya diri karena batakonya dibuat santrinya Kyai Mutawakkil. Nah, nanti batakonya diberi nama batako
    “Barokah”. Disambut gelak tawa yang hadir.
    Sebelum pulang, salah satu profesor berpesan agar MTs Zaha menanam tanaman yang sangat baik dalam menyerap polusi diantaranya bambu.

  • Lolos Seleksi Olimpiade Tingkat Nasional, Dua Santri MTs. Zaha Menuju Hong Kong

    Lolos Seleksi Olimpiade Tingkat Nasional, Dua Santri MTs. Zaha Menuju Hong Kong

    Aur ditanam, betung tumbuh. Itulah peribahasa yang pas bagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. ZAHA) Genggong. Bagaimana tidak? Setelah beberapa pekan lalu dua santri MTs. Zaha meraih medali di ajang olimpiade internasional, setali tiga uang, madrasah tsanawiyah dengan visi “Teristimewa” ini kembali sukses meraih prestasi di ajang Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO).

    Hal tersebut terkonfirmasi pada Jumat (11/6) sore setelah dua santri atas nama Dwi Putri Arifin dan Ahiqni Abdi Manazil Gibran yang masing-masing meraih bronze medal dan merit medal.

    Prestasi tersebut diperoleh setelah mereka mengikuti Heat Round regional Indonesia pada 2 Mei 2021 via online tingkat SMP se-derajad. Selanjutnya dua santri prestasi tersebut akan mengikuti babak final HKIMO pada November tahun ini di Hong Kong.

    Keberhasilan menembus olimpiade internasional merupakan yang ketiga kalinya bagi MTs. Zaha tahun ini. Sebelumnya, beberapa santri MTs. Zaha juga berhasil meraih medali pada dua ajang olimpiade internasional dan berhak mengikuti babak final di Philipina.

    “Alhamdulillah! Tahun ini kita bisa tembus tiga olimpiade internasional. Namun yang di luar ASEAN (Hong Kong) ini pertama kali.” Ucap Koordinator Olimpiade, Ustad Hazbullah Rohman, S.Pd. Gus/Ry

  • Dua Santri MTs. Zaha Raih Medali Olimpiade Nasional

    Santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menorehkan prestasi di ajang olimpiade. Jumat kemarin, (4/6), dua santri MTs. Zaha berhasil meraih medali di ajang Philippine International Math and Science Olympics (PIMSO). Kedua santri tersebut adalah Ahiqni Abdi Manazil Gibran meraih Merit Medal dan Naila Karismafatin Nabila meraih Achiever Medal.

    Hasil tersebut diperoleh setelah kedua santri tersebut mengikuti seleksi tingkat nasional pada 27 April 2021 secara online. Mereka bersaing dengan ribuan siswa tingkat SMP sederajat se-Indonesia.

    Berkat prestasi gemilang tersebut, kedua santri yang masih duduk di bangku semester dua ini berhak mengikuti putaran final PIMSO pada bulan April 2022 di Boracay, Filipina.

    “Syukur Alhamdulillah. Dua santri kita dapat medali. Insya Allah jika tidak ada halangan mereka akan ikut putaran final tahun depan di Filipina,” Ucap Ustad Hazbullah Rohman selaku Koordinator Olimpiade.

    Keikutsertaan di ajang olimpiade internasional tersebut merupakan kedua kalinya bagi MTs. Zaha Genggong pada tahun ini. Beberapa bulan lalu, madrasah tsanawiyah pimpinan KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I. ,M.Pd. tersebut juga berhak mengikuti ajang olimpiade internasional yang juga akan digelar di Filipina pada November tahun ini. Gus/Ry

  • PERSIAPAN WISUDA, MTs. ZAHA GELAR UJI PUBLIK AMTSILATI DAN TAHFIDZ AL QURAN

    PERSIAPAN WISUDA, MTs. ZAHA GELAR UJI PUBLIK AMTSILATI DAN TAHFIDZ AL QURAN

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menggelar acara uji publik bagi calon wisudawan/wisudawati Amtsilati dan Tahfidz Al Quran. Acara tersebut berlangsung di GOR Damanhuri Romly pada Rabu pagi (26/05) dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.
    Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka ujian terakhir menjelang Wisuda Amtsilati ke-5 dan Tahfidz Al Quran ke-4. Sebanyak 266 calon wisudawan/wisudawati Amtsilati dan Tahfidz diuji di hadapan para asatidz dan wali santri.

    Acara dimulai dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh santri semester 4, M. Asghar Kandiaz. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan kepala madrasah yang diwakili oleh wakil kepala madrasah bagian kurikulum, Ustad H. M. Harsoyo Mukhtar, S.Ag., M.M.. Dalam sambutannya, beliau berharap agar para calon wisudawan/wisudawati terus mengembangkan ilmunya. “Amtsilati dan tahfidz merupakan program unggulan kita. Kami berharap kalian tidak hanya berhenti sampai di sini. Tapi juga berlanjut ke pasca amtsilati dan program tahfidz di jenjang berikut. Insya Allah kalian semua menjadi anak yang baik,” tegasnya.

    Acara dilanjut dengan uji tahfidz Al Quran. Sebanyak tiga puluh santri diuji di depan pentas oleh ustad Sandi, M.Pd. Surat-surat dan juz yang dibaca terdiri atas juz 30 dan juz 1 sampai 8. Peserta membaca menggunakan metode murottal dengan lancar.

    Setelah uji tahfidz, acara dilanjut dengan uji amtsilati. 236 calon wisudawan/wisudawati diuji langsung oleh Koordinator Amtsilati Jawa Timur III, Kiai Ahmad Kamaluddin, pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Falah, Bondowoso. Mereka diuji dengan didampingi oleh orang tuanya masing-masing. Tujuannya adalah agar orang tua mengetahui secara langsung proses dan hasil yang dicapai oleh putra-putrinya dalam belajar amtsilati.

    “Biar bapak-ibu tahu kualitas anaknya sejauh mana hasil belajar amtsilati selama ini. Bukan hanya tahu mereka diwisuda saja. Tapi benar-benar bisa.” Tutur Kiai asal Kudus tersebut.

    Syukur alhamdulillah, seluruh peserta dapat membaca kitab kuning dan mengartikannya dengan lancar.

    Selanjutnya, para calon wisudawan/wisudawati Amtsilati dan Tahfidz Al Quran tersebut akan mengikuti prosesi wisuda pada 3 Juli 2021. Gus/Ry