• Home »
  • Umum »
  • Debat Kandidat Pemilihan OSIS, Calon Ketua Paparkan Visi Hingga Program Unggulan

Debat Kandidat Pemilihan OSIS, Calon Ketua Paparkan Visi Hingga Program Unggulan

Ada banyak rangkaian kegiatan yang digelar dalam rangka pemilihan Ketua OSIS (IPNU/IPPNU) MTs. Zainul Hasan Genggong. Salah satunya adalah debat kandidat. Sabtu kemarin (04/9), OSIS (IPNU/IPPNU) MTs. Zainul Hasan Genggong mengadakan acara debat kandidat bagi para calon Ketua OSIS (IPNU/IPPNU) masa khidmat 2021-2022.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengukur kemampuan para calon dalam hal kecakapan menyampaikan pendapat. Selain itu, debat kandidat bertujuan agar warga madrasah, terutama santri dapat menilai para calon Ketua OSIS (IPNU/IPPNU) yang akan dipilih.

“Kita ingin para santri mengenal para calon yang akan dipilih. Mana yang menurut mereka berkompeten dalam memimpin OSIS ke depannya.” Jelas Ustad Ufik selaku Pembina OSIS Putra.

Kegiatan debat ini dilaksanakan di dua tempat berbeda, yakni putra di Aula Putra lantai dua, dan putri di Aula SMA ZAHA lantai tiga.

Debat berlangsung empat sesi. Pada sesi pertama, para calon memaparkan visi dan misi. Mereka dengan lantang menyampaikan visi dan misinya. Keempat calon OSIS Putra memiliki visi yang berbeda, namun garis besarnya sama, yaitu ingin memajukan OSIS/IPNU MTs. ZAHA dengan melaksanakan berbagai program.

“Saya ingin OSIS/IPNU menjadi wadah bagi para santri dalam menyampaikan aspirasi, inspirasi, dan informasi.” Tegas salah satu calon ketua OSIS/IPPNU nomor urut tiga, Ahmad Iqbal Hakan.

Setelah pemaparan visi dan misi, sesi selanjutnya adalah pertanyaan dari moderator. Pertanyaan seputar MTs. ZAHA dan OSIS/IPNU dapat dijawab dengan lancar oleh keempat calon.

Sesi ketiga, lebih seru lagi. Masing-masing calon saling bertanya tentang program yang akan dilaksanakan jika menjadi ketua OSIS/IPNU. Mereka saling memberi tanggapan terhadap jawaban calon lain.

Kemudian, sesi terakhir merupakan pertanyaan dari audiensi, yaitu santri dan asatid. Banyak para santri yang ingin bertanya kepada para calon. Namun, moderator hanya memberi tiga kesempatan.

Sementara itu, di putri, jalannya debat tidak jauh berbeda dengan di putra. Namun, para calon sempat bingung ketika ditanya oleh salah satu ustad tentang memilih tetap menjadi ketua OSIS/IPPNU atau menjadi Duta Madrasah jika nanti terpilih.

“ Ya kalau bisa jadi ketua OSIS/IPPNU dan jadi Duta, Ustad. Hehe. Tapi kalau saya harus memilih, saya sebenarnya ingin menjadi Duta Madrasah karena itu keinginan saya dari semester satu.” Ungkap Tiara Ocha, kandidat nomor urut tiga.