Kategori: Info Pilihan

  • MTs. Zaha Gelar Workshop Persiapan International Class Program

    MTs. Zaha Gelar Workshop Persiapan International Class Program

    Sebagai bentuk persiapan dalam penerapan International Class Program (ICP), MTs Zainul Hasan Genggong menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Cambridge, pada Sabtu (26/07). Kegiatan tersebut bertempat di Aula Tabaarakallah dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi ternama dari Universitas Negeri Malang (UM), yakni Prof. Dr. H. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si., Prof. Dr. H. Arif Hidayat, M.Si. dan Bapak Muchson, S.Pd., M.Pd., Ph.D.

    Acara ini dihadiri oleh Kepala MTs Zaha Genggong beserta seluruh ustadz dan ustadzah, sebagai bentuk keseriusan madrasah dalam mempersiapkan kelas berstandar internasional. Workshop ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kesiapan guru, sistem pembelajaran, serta infrastruktur pendidikan yang mendukung model pembelajaran berbasis Cambridge.

    Dalam pemaparannya, Prof. Ahmad Taufiq dari Universitas Negeri Malang menekankan pentingnya kesiapan mental dan pedagogi guru dalam menghadapi tantangan global melalui ICP. “International Class bukan hanya soal bahasa, tetapi lebih pada cara berpikir dan pendekatan pembelajaran yang mendalam, terintegrasi, dan kontekstual,” ujar beliau.

    Kepala MTs Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. menyampaikan bahwa workshop ini menjadi pijakan penting untuk menciptakan generasi santri yang unggul secara akademis dan berdaya saing global, tanpa meninggalkan jati diri keislaman.

    Para ustad dan ustadzah aktif berdiskusi untuk menggali informasi serta berbagi pandangan tentang tantangan dan peluang dari program ICP ini.

    Dengan terlaksananya workshop ini, MTs Zainul Hasan Genggong berharap mampu menghadirkan pendidikan madrasah yang mampu menyeimbangkan antara keunggulan intelektual, penguasaan bahasa internasional, serta karakter Islami yang kuat.

  • Duo Sains Terpilih jadi Duta Madrasah 2024.

    Duo Sains Terpilih jadi Duta Madrasah 2024.

    Setelah melewati proses seleksi selama lebih kurang dua pekan, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) resmi memiliki Duta Madrasah baru tahun ajaran 2024-2025. Adalah Billy Aflah Hartono Putra yang terpilih menjadi Duta Madrasah Putra dan Tsarwah Zamzamiyah sebagai Duta Madrasah Putri.

    Billy terpilih sebagai duta madrasah putra setelah di babak grand final berhasil mengungguli empat belas finalis lain yang berlangsung Selasa (10/09) halaman kantor MTs. Zaha. Santri semester I program sains ini mengaku bangga dan senang bisa menjadi duta madrasah.

    “Alhamdulillah…senang sekali bisa terpilih menjadi Duta Madrasah. Semoga saya bisa mempromosikan MTs. Zaha baik di masyarakat maupun ke sekolah-sekolah dasar.” Ungkap santri asal Desa Karangbong tersebut.

    Sementara itu, Tsarwah Zamzamiyah yang merupakan finalis Duta Madrasah tahun lalu, juga berhasil menyingkirkan empat belas finalis di grand final yang berlangsung pada Rabu (11/09) di halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong. Santri semester III program sains ini meminta dukungan dari semua pihak agar bisa menjalankan amanah dengan baik.

    “Terima kasih kepada kepala madrasah, para ustad-ustadzah, dan teman teman atas dukungannya. Kami mohon dukungan dan doa agar saya dapat menjalankan amanah dengan baik dan dapat mempromosikan MTs. Zaha dengan lebih baik.” Ucapnya.

  • Gelar Praktik Bilal MTs. Zaha Terjunkan Santri di 14 Masjid.

    Gelar Praktik Bilal MTs. Zaha Terjunkan Santri di 14 Masjid.

    Sebagai bentuk tindak lanjut dari program Fakhriyah, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mendelegasikan empat belas santri untuk menjadi bilal pada pelaksanaan salat Jumat di empat belas masjid berbeda. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat Pahing, 23 Agustus 2024.

    Keempat belas santri tersebut di antaranya M. Nailul Barokah, M. Rizqi Maula Moh. Ifan Abdillah dan Affan Rizqul dari program agama, M. Guntur Satya dan Saiv Islam Al Mubarok dari program IT, Ahmad Kevin dan Muhammad Zidan dari program Sains, M. Afini Maulana dan M. Zulfan dari program Bahasa. Sedangkan dari program seni, diwakili oleh Alaikan Kevin, M. Fais Romadhoni, M. Bagas Arifin, dan Wahyu Aminullah.

    Mereka merupakan perwakilan dari santri semester 5 di setiap program kelas yang tersebar di delapan desa, di antaranya Desa Karangbong, Desa Ketompen, Desa Brani Wetan, Desa Satreyan, Desa Condong, Desa Pajarakan Kulon, Desa Rondokuning, Desa Kamalkuning, dan Desa Opo-opo.

    Pembina program Fakhriyah, Ustad Muhammad Hodri, S.Pd.I., M.Pd. menerangkan bahwa program ini merupakan wujud nyata pembelajaran fakhriyah di MTs. Zaha. “Dengan kegiatan ini, berharap para santri bisa mengaplikasikan apa yang sudah didapat selama ini di madrasah.” Ungkapnya.

    Tanggapan positif juga diberikan oleh salah satu takmir Masjid Arrohmatul Bayan di Desa Satreyan, Ustad Toha. Beliau menyambut baik program ini dan berharap MTs. Zaha rutin mendelegasikan para santrinya.
    “Program ini sangat bagus. Sebagai pengkaderan kepada generasi remaja kita. Saya sangat berterima kasih kepada MTs. Zaha. Kalau bisa, tidak hanya praktik bilal, namun juga praktik khotib.” Jelas beliau.

  • MTs. Zaha Beri Santunan Puluhan Anak Yatim dan Kaum Duafa

    MTs. Zaha Beri Santunan Puluhan Anak Yatim dan Kaum Duafa

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menggelar santunan bagi anak yatim pada Senin (22/7). Kegiatan ini merupakan wujud dari program Yaumus Shodaqoh yang dilaksanakan setiap Kamis oleh para santri dan asatidz-asatidzah.


    Pembagian santunan untuk puluhan anak yatim tersebut berlangsung di halaman Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong ketika pelaksanaan Apel Pelantikan Pelopor Kedisiplinan. Para anak yatim tersebut berasal dari sekitar Pondok PZH Genggong. Santunan dibagikan langsung oleh kepala madrasah, Almukarram KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. beserta Nyai Hj. Balqis Husni Sulthon.


    “Ini merupakan agenda tahunan madrasah setiap bulan Muharam. Santunan ini berasal dari para santri dan asatidz sebagai bentuk pembelajaran untuk saling berbagi kepada sesama.” Ungkap Ustad Teguh Firmansyah, M.Pd. selaku koordinator kegiatan.


    Selain anak yatim, MTs. Zaha juga mengundang kaum duafa yang ada di sekitar PZH Genggong untuk menerima santunan.

  • Lewati Persaingan Ketat, Bintang dan Vika Resmi Jadi Duta Madrasah

    Lewati Persaingan Ketat, Bintang dan Vika Resmi Jadi Duta Madrasah

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong akhirnya memiliki Duta Madrasah baru untuk tahun ajaran 2023-2024. Adalah Bintang Tegar dan Vika yang terpilih sebagai Duta Madrasah setelah menyisihkan para kompetitornya di Grand Final.

    Sebelum masuk Grand Final, mereka berdua melewati beberapa tahap seleksi, mulai dari seleksi tingkat kelas hingga tes wawasan.

    Bintang Tegar terpilih sebagai Duta Madrasah pada Grand Final Pemilihan Duta Madrasah kemarin Ahad (10/09) yang berlangsung hari di Aula Tabaarakallah MTs. Zaha. Santri semester 3 C program Sains ini berhasil menyisihkan 14 pesaingnya.

    “Terima kasih kami ucapkan kepada  para asatid dan teman-teman, khususnya Abuya (kepala madrasah) yang telah memilih saya sebagai duta.” ucapnya dengan terbata-bata.

    Sementara di putri, Grand Final digelar pada Senin (11/09) pagi di Halaman Pondok Pesantren. Vika juga menyisihkan 14 calon duta madrasah. Namun, persaingan begitu ketat sampai di tiga besar. Bahkan, kejutan terjadi saat tiga besar didominasi oleh santri semester 1. Namun dengan pengalamnnya, santri yang juga pengurus OSIM ini mampu menjawab pertanyaan dari juri dengan tegas dan mantap.

    “Alhamdulillah. Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya, Khususnya kepada Abuya dan Ning. Semoga saya bisa mengemban amanah ini dengan baik.” Katanya sambil menahan tangis haru.Gus/Ry

  • Tambah Wawasan Asatidz-Asatidzah Melalui Pelatihan Falakiyah dan Fikih Nisa’.

    Tambah Wawasan Asatidz-Asatidzah Melalui Pelatihan Falakiyah dan Fikih Nisa’.

    Dalam rangka menambah wawasan para ustadz-ustadzah pengampu Amtsilati, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) menggelar Kaderisasi Mu’allim Mu’allimah Falakiyah dan Fikih Nisa’. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada Sabtu-Ahad (09-10/09) yang bertempat di Aula Tabaarakallah.

    Sebanyak sepuluh pengampu Amtsilati yang terdiri atas lima ustadz dan lima ustadzah mengikuti kegiatan tersebut dengan narasumber Ustad Fandi Ika Maulana dan Ustad Erfan Bashori dari Koordinator Wilayah (Korwil) Amtsilati Jatim 3 (Bondowoso).

    “Kami ingin para pengampu Amtsilati menambah wawasan untuk bekal dalam membimbing santri, khususnya santri pascaamtsilati.” Ungkap Ustad Mistari sebagai koordinator kegiatan.

    Kegiatan pengkaderan Falakiyah merupakan pelatihan ilmu Falak, yakni meliputi penentuan waktu salat, pembuatan kalender masehi dan hijriyah, menentukan arah kiblat, hingga menentukan jam. Para peserta begitu enjoy mengikuti kegiatan tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan hanya dalam hitungan jam, para asatidz-asatidzah MTs. Zaha  sudah mampu mengaplikasikan pembuatan kalender, penentuan arah kiblat, dan waktu salat.

    Sementara itu, pada materi Fikih Nisa’, kegiatan didesain secara santai. Narasumber menggunakan metode tanya jawab dan diskusi secara langsung kepada para peserta. Gus/Ry

  • Jaga Sanad Keilmuan Amtsilati, MTs. Zaha Gelar Rihlah Sanadiyah

    Jaga Sanad Keilmuan Amtsilati, MTs. Zaha Gelar Rihlah Sanadiyah

    Dalam rangka mempererat silaturahmi dan sambung sanad keilmuan, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan ( MTs. Zaha ) Genggong mengadakan kunjungan ke Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, Bangsri, Jepara, Jawa Tengah pada Senin (21/08). Kunjungan bertajuk “Rihlah Sanadiyah” tersebut bertujuan sambung sanad keilmuan Amtsilati kepada mushonnif (pengarang) kitab Amtsilati, KH. Taufiqul Hakim yang selama ini digunakan untuk pembelajaran di MTs. Zaha.

    “Ini (Rihlah Sanadiyah) perdana untuk program Amtsilati. Semoga kegiatan ini penuh manfaat dan barokah, khususnya untuk kepada para santri pasca (yang telah wisuda Amtsilati) peserta Rihlah ini.” Ungkap Koordinator Amtsilati, Ustad A.Kholilullah Khutaimi, S.Pd.

    Sebanyak 65 santri putra dan 50 santri putri berangkat pada Ahad sore. Mereka didampingi oleh 25 asatid yang terdiri atas pimpinan dan pengampu Amtsilati.

    Di Darul Falah, rombongan disambut hangat oleh pengasuh. Mereka langsung beramah tamah di Aula Pesantren. “Terima Kasih sudah bisa rawuh ke sini. Berharap semoga kegiatan ini penuh dengan barokah dan manfaat serta sanad keilmuan tetap terjaga.” Dawuh beliau.

    Pengasuh yang biasa dipanggil Romo Yai tersebut juga menceritakan sedikit tentang bagaimana proses berdirinya Pesantren Darul Falah dua puluh tahun yang lalu

    Selain itu, beliau juga memberikan beberapa kitab hasil karyanya sendiri kepada para santri dan asatid pendamping sebagai kenang-kenangan dari Pesantren Darul Falah. Gus/Ry

  • Gelar Santunan, Kamad Semangati Santri dan Anak Yatim

    Gelar Santunan, Kamad Semangati Santri dan Anak Yatim

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menggelar santunan untuk anak yatim pada Sabtu, (29 /07). Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan setiap bulan Muharam sebagai bentuk kepedulian sosial kepada para anak yatim.

    Bertempat di halaman Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, kegiatan ini dihadiri oleh para santri putri, asatid-asatidzah, dan Kepala madrasah, Al Mukarram KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd.

    Sebanyak puluhan anak yatim dari daerah sekitar pondok sengaja diundang dalam kegiatan tersebut untuk menerima santunan. Santunan yang diberikan langsung oleh kepala madrasah tersebut merupakan hasil dari program Yaumus Shodaqoh, yaitu hari bersedekah yang dilakukan oleh para santri dan asatid-asatidzah setiap kamis.

    Usai memberi santunan Kepala Madrasah memberi pengarahan kepada para santri. Beliau berpesan kepada para santri agar tetap semangat dan melakukan hal-hal positif.

    “Setiap manusia pasti akan mengalami susah dan senang. Namun, lakukanlah hal-hal terbaik semampu kalian. Jangan pernah goyah, jangan gamang jika pun kalian sudah kehilangan orang tua. kalahkan kegamangan itu dengan prinsip hidup yang positif.” Dawuh beliau.