Sejarah Madrasah

Kantor MTs. Zainul Hasan 1Genggong

Kantor MTs. Zainul Hasan 1Genggong

Setelah Indonesia merdeka (1945) Departemen Agama (Depag, sekarang Kementerian Agama) berdiri, tepatnya pada 3 Januari 1946. Pembinaan madrasah menjadi tanggung jawab departemen ini. Dalam perkembangan selanjutnya sesuai dengan tuntutan zaman dan masyarakat, Depag menyeragamkan nama, jenis, dan tingkatan madrasah yang beragam tersebut, sebagaimana sekarang. Madrasah ini terbagi menjadi dua kelompok. Pertama, madrasah yang menyelenggarakan pelajaran agama 30 % sebagai mata pelajaran dasar dan pelajaran umum 70 %. Statusnya ada yang negeri dan dikelola Depeg, dan ada pula swasta dan dikelola masyarakat, salah satunya adalah, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong yang didirikan  pada tanggal 24 april 1952 oleh Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong KH. Hasan Saifourridzall sekaligus merangkap sebagai ketua yayasan dan diperkuat dengan pendirian Yayasan (28 juni 1965) sebagai badan hukum penyelenggara pendidikan. Lembaga ini pada tahun berdirinya bernama Sekolah Islam Menegah (SIM) selama kurang lebih tiga tahun. Setelah itu Sekolah Islam Menegah diubah menjadi Su’udul Ikhwanil Mustarsidin dengan jenjang dan pengertian yang sama sampai tahun 1956. Kemudian pada tahun 1957 diubah menjadi Madrasah Menegah Pertama (MMP) setelah itu masih menuntut adanya perubahan nama lagi menjadi Muallimin yang masa belajarnya 4-6 tahun, berlangsung mulai 1959. Sebagai penetapan jenjang dan nama madrasah sesuai dengan petunjuk pengasuh pesantren Zainul Hasan Genggong KH. Hasan Saifourridzall. Pada tahun 1960 ditetapkan jenjang nama madrasah yaitu Madarasah Tsanawiyah Zainul Hasan. Masa belajar 6 tahun di madrasah muallimin dibagi dua jenis pendidikan 3 tahun di Madrasah Tsanawiyah dan 3 tahun di Madrasah Aliyah Zainul Hasan yang berpedoman pada peraturan dan petunjuk.

Sejak pertumbuhan dan perkembangannya bahwa Madrasah tsanawiyah Zainul Hasan Genggong pada awalnya menggunakan segala sarana dan prasarana serta penataan administrasi sedemikian rupa, namun kegiatan proses belajar mengajar tetap berjalan dan stabil, sehingga pada penataan ini dibuktikan tercatat pada Kantor Wilayah Departemen Agama Kanwil Depag) Jawa Timur, nomor: 1.m/3/35/b/1978 (8 juni 1978), dan memperoleh status tercatat dari Kanwil Depag Jawa Timur nomor: 1.m/3/358/b/1980 (21 mei 1980), kemudian setelah diadakan penataan dan pembinaan lebih lanjut baru memperoleh status terdaftar nomor: wm.06.03/pp/032/2020/1993 (7 mei 1993) dan memperoleh status diakui nomor: wm. 06.30/pp/032/52/skp/1994 (20 april 1994), pada tangggal 30 november 1996 dan tanggal 14 desember 1996 dilaksanakan penilaian madrasah untuk memperoleh jenjang status akreditasi yang lebih tinggi yaitu Disamakan. Dan pada akhirnya madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan mendapatkan nilai unggul dan status Terakreditasi A Nomor A/Kw.13.4/MTs/601/2007 (12 februari 2007) dan hingga kini Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan masih tetap mempertahankan predikat Akreditas A yang dibuktikan dengan SK Akreditasi Nomor Dp. 022295 tertanggal 19 November 2012.