Kategori: Umum

Berita umum

  • MTs. Zaha Wisuda 264 Santri Tahfidz dan Amtsilati

    MTs. Zaha Wisuda 264 Santri Tahfidz dan Amtsilati

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menggelar wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-VI dan Amtsilati ke-VII bagi para santri yang tuntas program Tahfidz dan Almtsilati pada Ahad (12/2). Sebanyak 264 santri menjalani wisuda yang digelar di GOR Damanhuri Romli PZH Genggong. Mereka terdiri atas 79 wisudawan Tahfidz Al-Qur’an dan 185 wisudawan Amtsilati.

    Acara ini dihadiri oleh Para Ashabul Bait Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, Ketua JQHNU Kota Kraksaan, Habib Anis Al Habsyi, Kepala Biro Pendidikan PZH Genggong, Dr. Abdul Aziz Wahab, M.Ag., Kepala Biro Kepesantrenan PZH Genggong, Gus Dr. M. Haris Damanhuri, M.Kes., wali santri, dan Kepala sekolah /madrasah di bawah Yayasan Pendidikan PZH Genggong.

    Selain itu, turut hadir pula para pejabat di wilayah Kementerian Agama Jawa Timur dan Kabupaten Probolinggo, di antaranya Kasi Pendidikan Kesetaraan dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Jawa Timur, Dr. H. Nur Ibadi, M.Ag, Kepala Kemenag Probolinggo, Dr. Ahmad Sruji Bahtiar, M.Pd., Kasi Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Didik Heriyadi, S.Ag., M.Pd., serta Pengawas Madrasah, Ibu Hj. Siti Aminah, M.Pd.

    Sebelum acara dimulai, para santri dikirab dari halaman pesantren hingga tempat acara dengan diiringi drum band dan pasukan baris-berbaris santri putra MTs. Zaha Genggong. Acara baru dimulai pukul 07.30 dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya dan Hubbul Wathon.

    Setelah itu, acara dilanjut dengan sambutan dari Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau meminta doa dari para hadirin untuk para wisudawan. “Kami mohon doanya, terutama kepada Bapak-Ibu wali santri. semoga para wisudawan-wisudawati yang akan dikukuhkan hari ini ke depannya lebih semangat dalam menegakkan agama Allah melalui Al-Qur’an dan Amtsilati.” Dawuh beliau.

    Sambutan juga diberikan oleh Bapak Dr. Nur Ibadi, M.Ag. Beliau memberi selamat dan mendoakan para wisudawan-wisudawati menjadi generasi yang maslahah dan barokah dunia hingga akhirat.

    Sebelum prosesi wisuda, para santri wisudawan melaksanakan uji publik. Uji publik Tahfidz dipandu oleh Ustad Qosimur Ridho Al-Hafidz. Para santri dipilih secara acak dan mendapatkan soal acak, lalu menjawabnya di hadapan para hadirin, termasuk wali santri. sorak tepuk tangan meriah terdengar kala santri berhasil meneruskan ayat yang dibacakan oleh penguji.

    Sementara itu, uji publik Amtsilati dipandu langsung oleh Koordinator Amtsilati Jawa Timur 3, Ustad Kamaluddin. Para santri dengan lancar mampu menjawab pertanyaan dari penguji. Bahkan, ada santri yang mampu menerjemahkan kitab dengan bahasa inggris.

    Selanjutnya, para wisudawan melaksanakan prosesi wisuda. Ijazah Tahfidz Al-Qur’an diberikan langsung oleh Habib Anis Al Habsyi didampingi Kepala Madrasah. Sedangkan Ijazah Amtsilati diserahkan oleh Ustad Kamaluddin juga didampingi Kepala Madrasah.

    Usai prosesi, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan bagi santri wisudawan berprestasi, di antaranya wisudawan terbaik dan wisudawan tercepat. Selain itu, MTs. Zaha juga memberikan cendera mata kepada tamu undangan yang hadir sebagai bentuk apresiasi.

    Usai pemberian cendera mata, acara dilanjut pengarahan oleh Biro Pendidikan PZH Genggong, Dr. Abdul Aziz Wahab, M.Ag. Beliau begitu bangga dengan wisudawan-wisudawati Tahfidz dan Amtsilati.

    Acara diakhiri dengan pembacaan sholawat nabi yang dipandu langsung oleh Tim Hadroh Munsyiduna MTs. Zaha serta doa oleh KH. Moh. Hasan Zidni Ilma dan Habib Anis Al Habsyi. Gus/Ry

  • Gelar Speak Up, Santri Program Bahasa Unjuk Kemampuan Berbahasa Inggris

    Gelar Speak Up, Santri Program Bahasa Unjuk Kemampuan Berbahasa Inggris

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menggelar kegiatan Speak Up bagi santri Program Bahasa. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (24/8) pagi di Aula Tabaarakallah.

    Kegiatan Speak Up ini merupakan ajang tes publik pembelajaran Bahasa Inggris yang sudah ditempuh oleh santri Kelas Bahasa selama satu bulan baik di madrasah maupun di pondok. Sebanyak 15 santri putra dan 17 santri menyuguhkan berbagai penampilan menggunakan bahasa Inggris, mulai dari drama, puisi, hingga berpidato. Mereka disaksikan oleh pimpinan, para asatid, para tutor, dan santri perwakilan setiap kelas.

    Mr. Pance Subrata, selaku tutor menyampaikan bahwa ajang Speak Up ini bukan akhir dari pembelajaran bahasa inggris yang selama ini dijalani santri. “This is not the end of learning. But the beginning of the language class program. Jadi, ini adalah awal dari program kelas bahasa.” ungkap tutor asal Kampung Inggris Pare Offline (KIPO) tersebut.”

    Selanjutnya, para santri program kelas bahasa ini akan dibimbing khusus terus menerus oleh guru pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris dan pengurus pondok yang sudah ditraining selama sebulan.Gus/Ry

  • Sisihkan Ratusan Peserta, Viori Raih Juara 1 KSM

    Sisihkan Ratusan Peserta, Viori Raih Juara 1 KSM

    Prestasi membanggakan kembali diraih oleh santri MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Kemarin (18/8), salah satu santri teristimewa, Viori Magnata Arungati berhasil meraih juara 1 pada ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat kabupaten mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu Terintegrasi.

    Kompetisi yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) ini digelar secara virtual (online) pada Ahad, 14 Agustus 2022. Viori mengungguli 205 peserta dari SMP/MTs. se Kabupaten Probolinggo.

    Dengan hasil ini, Viori berhak mewakili Kabupaten Probolinggo pada ajang KSM tingkat provinsi yang akan diadakan bulan September mendatang.

    Ustad Saifurrahman, M.Pd. selaku koordinator pelaksana pada MTs. Zaha mengungkapkan kegembiraannya atas hasil tersebut. Menurutnya, prestasi tersebut tidak lepas dari pembinaan yang intens dilakukan oleh pihak madrasah.

    “Alhamdulillah, hasil yang memuaskan buat Viori dan MTs. Zaha. Selamat. Prestasi ini tidak lepas dari bimbingan yang intens. Semoga Viori bisa terus melaju dan dapat mewakili Jawa Timur di tingkat nasional nantinya.” Ungkapnya. Gus

  • Gandeng Tiga Universitas Negeri untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

    Gandeng Tiga Universitas Negeri untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

    Genggong- Acara Milad dan Reuni Akbar yang digelar MTs. Zainul Hasan Genggong pada Rabu (8/6) kemarin menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Hal tersebut dapat dilihat melalui upaya pihak madrasah yang menggandeng sejumlah universitas ternama di Jawa Timur.

    Ada tiga universitas negeri yang dijadikan partner untuk menjalankan program-program unggulan madrasah. Diantaranya, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang (UM), dan Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

    Kerjasama pertama yaitu antara MTs. Zaha dengan Fakultas Bahasa dan Seni UNESA. MTs. Zaha memilih universitas di Surabaya tersebut untuk meningkatkan pendidikan dalam bidang seni. Seperti diketahui, bahwa MTs. Zaha Genggong tahun pelajaran baru (2022-2023) akan membuka program kelas baru, yaitu kelas Minat dan Bakat. Program ini dikhususkan bagi santri yang memiliki bakat dan minat untuk mengembangkan potensi diri serta penciptaan suatu produk atau karya.

    Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNESA, Dr. Trisakti M.Sn. berharap kerjasama ini dapat memajukan pendidikan di Indonesia. “Kami berterima kasih telah diundang di acara ini (Milad dan Reuni) dalam rangka kerjasama untuk mewujudkan pendidikan yang maju di Indonesia. Kami harap kerjasama ini tidak hanya sebatas hitam di atas putih, namun implementasi dari kerjasama ini dapat kita wujudkan secara nyata.” Jelasnya.

    Sementara itu, kerjasama dengan Fakultas MIPA UM bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di program kelas sains. Ruang lingkup Kerjasama meliputi pengelolaan kelas sains, peningkatan mutu guru, pembinaan olimpiade, dan pelatihan riset dan karya tulis ilmiah bagi para santri.

    Sedangkan kerjasama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berfokus pada pada pengembangan kelas bahasa asing, mulai dari pelatihan guru sampai metode mengajar. Sama seperti kelas Minat dan Bakat, program kelas Bahasa akan dijalankan mulai tahun depan. Santri di kelas ini akan berfokus pada pembelajaran bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Namun tidak meninggalkan pelajaran umum dan agama. Gus/Ry

  • Gelar Milad dan Reuni Akbar, MTs. Gandeng Tiga Universitas Negeri

    Gelar Milad dan Reuni Akbar, MTs. Gandeng Tiga Universitas Negeri

    Dalam rangka memperingati hari jadi madrasah ke-70, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menggelar acara Milad ke-70 dan Reuni Akbar perdana pada Rabu (8/6) kemarin. Acara yang digelar di halaman madrasah ini dihadiri oleh ribuan alumni, seluruh asatid-asatidzah, Ashabul Bait, dan Biro Pendidikan PZH Genggong.

    Selain itu, MTs. Zaha juga mengundang beberapa tamu penting, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Dekan Fakultas MIPA Universitas Malang (UM), Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA), serta Direktur Pusat Pengembangan Bahasa Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang.

    Dimulai pukul 08.00 pagi, acara Milad diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hubbul Waton.

    Selepas itu, kepala madrasah, Almukarram KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. memberi sambutan kepada hadirin. Dalam sambutannya, beliau berterima kasih kepada para alumni dan tamu yang bersedia hadir di acara tersebut.

    Selain itu, kepala madrasah yang akrab disapa Nun Boy tersebut juga menyampaikan bahwa pendidikan merupakan cikal bakal dari besarnya sebuah bangsa. “Untuk itu, kami memiliki tantangan tersendiri dalam mencetak para santri yang punya pandangan ke depan dengan memadukan kurikulum nasional dan kurikulum pesantren. Dan kami di sini (MTs. Zaha), murni atas dasar totalitas di dunia pendidikan.” Dawuh beliau.

    Selepas sambutan kepala madrasah, acara dilanjut dengan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan tiga universitas terkemuka di Indonesia, yaitu Universitas Malang, Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang, dan Universitas Negeri Surabaya. Kerjasama tersebut merupakan upaya MTs. Zaha dalam mewujudkan visi MTs. Zaha, yaitu Teristimewa dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi para santri.

    Usai penandatanganan kerjasama, tamu undangan dari tiga univerditas tersebut diberi kesempatan untuk memberi sambutan. Tidak terkecuali kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Dr. Husnul Maram, M.H.I. Dalam sambutannya, beliau memuji MTs. Zaha yang walaupun berada di bawah pesantren yang tidak lepas dari nilai-nilai salafiyah, namun tidak ketinggalan kemajuan teknologi. “Ternyata di MTs. Zaha ini semuanya serba digital. Gurunya, ustadnya semuanya melek teknologi.” Jelas pria asal Gresik tersebut.

    Setelah sambutan dari para tamu undangan, acara dilanjutkan dengan pemberian cenderamata kepada para tamu undangan. Selain memberi cendera mata, MTs. Zaha juga memberikan penghargaan kepada mantan kepala madrasah. Penghargaan juga diberikan kepada para guru senior yang sudah mengabdi di MTs. Zaha selama lebih dari tiga puluh tahun.

    Usai pemberian penghargaan, acara dilanjut dengan pemotongan tumpeng oleh kepala madrasah dan dilanjutkan penampilan tari dari santri putri serta pengangkatan ketua reuni.

    Selesai acara, para alumni melepas rindu dengan para guru MTs. Zaha dan ashabul bait PZH Genggong dengan sungkem secara bergantian. Gus/Ry

  • Berbagai Penampilan Santri Meriahkan Tasyakuran Akhirussanah

    Berbagai Penampilan Santri Meriahkan Tasyakuran Akhirussanah

    Kegiatan santri semester akhir MTs. Zainul Hasan Genggong tahun pelajaran 2021-2022 resmi ditutup dengan acara Tasyakuran dan Akhirussanah kemarin Ahad (27/03). Pada acara tersebut, para santri diberi kesempatan unjuk kebolehan dengan menyuguhkan penampilan sesuai bakat yang dimiliki dalam sesi pentas seni.

    Sejumlah santri baik putra maupun putri menyuguhkan beberapa penampilan yang atraktif, memukau, sekaligus kocak. Mereka ingin memberi kesan mendalam kepada madrasah, utamanya kepada kepala madrasah Almukarram KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.i., M.Pd. sebelum keluar dari MTs. Zaha.

    Santri putri menjadi penampil pertama. Mereka memberikan dua penampilan, yaitu Tari Glipang dan musik akustik. Diana Khotibi dkk. membawakan tari khas asli Probolinggo ini dengan begitu enerjik. Gerakan-gerakan mereka mendapat tepuk tangan yang meriah dari para santri dan asatid, termasuk kepala madrasah.

    Begitu juga dengan musik akustik yang dibawakan oleh Annisa Dian Firdausi dkk. Grup band yang beranggotakan enam santri putri ini memberikan penampilan yang tak kalah memukau dengan membawakan lagu “Ada Untukmu” dari Tyok Satrio.

    Sementara itu, santri putra juga memberikan penampilan yang tidak kalah memukau. Mereka menampilkan sebuah drama yang diangkat dari kisah Kiai Barsesoh. Ahmad Ario Danil dkk. memainkan drama dengan penuh penghayatan. Adegan-adegannya pun beragam. Ada yang menegangkan, ada pula yang kocak. Seperti ketika adegan perkumpulan jin, tokoh tuyul yang diperankan oleh Taufiki Rahman ini mengundang tawa para santri dan asatid karena penampilannya yang begitu lucu dan menggemaskan.

    Usai drama, santri putra menutup penampilan dengan bernyanyi bersama dengan diiringi gitar. Pada bagian ini, terlihat kepala madrasah tidak kuasa menahan tangis ketika mendengar lirik menyentuh dari santri putra.

    Penampilan-penampilan santri tersebut juga mendapat apresiasi dari tamu undangan. Pak Didik, perwakilan dari SMK Hafsawati memberikan selamat kepada anak-anak. “Bagus acaranya. Penampilan-penampilannyanya kreatif banget. Nggak mudah kayaknya nyiapin ini semua. Sukses terus buat MTs. Zaha Teristimewa.” Ungkap beliau. Alf/Ry

  • MTs. Zaha Tutup Kegiatan Santri Semester Akhir dengan Tasyakuran Akhirussanah

    MTs. Zaha Tutup Kegiatan Santri Semester Akhir dengan Tasyakuran Akhirussanah

    Genggong- Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menggelar kegiatan Selamatan dan Tasyakuran Akhirussanah bagi para santri semester akhir pada Ahad (27/3). Kegiatan tersebut digelar sebagai wujud syukur atas terselesainya serangkaian acara kegiatan santri semester akhir, serta memberikan kesan dan pesan terakhir kepada santri semester akhir sebelum lulus dari MTs. Zaha.

    Acara yang digelar di Aula Tabaarakallah ini dihadiri oleh seluruh santri semester akhir, termasuk santri yang lulus dalam waktu dua tahun, Asatid-asatidzah, pimpinan, kepala madrasah serta tamu undangan. Mereka mengikuti serangkaian acara mulai dari pukul delapan pagi.

    Acara diawali dengan pembukaan yang dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada para santri berprestasi. Mulai dari peringkat kelas, peraih nilai Uji Kompetensi Program (UKP) tertinggi, peraih poin prestasi terbanyak, hingga pemberian piagam kepada santri yang lulus dengan waktu tempuh dua tahun.

    Setelah pemberian penghargaan, acara dilanjut dengan penyampaian pesan dan kesan oleh perwakilan santri semester akhir. Selain menyampaikan pesan dan kesan, perwakilan santri semester akhir juga memberikan cenderamata kepada kepala madrasah dan para Pembimbing Akademik semester akhir.

    Setelah pemberian cenderamata, acara selanjutnya adalah pengarahan dari kepala madrasah, Almukarram KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau berpesan agar para santri terus semangat dalam mencari ilmu serta tetap menjaga nama baik madrasah dan pesantren. “Tetap semangat, Nak! Jangan pernah patah semangat. Utamanya dalam beribadah kepada Allah. Hargailah proses belajar kalian dengan mengucap syukur.” Dawuh beliau sambil menahan tangis haru.

    Usai pengarahan dari kepala madrasah, acara dilanjut dengan pentas seni. Pada bagian ini, baik santri putra maupun putri unjuk bakat. Santri putri menampilkan Tari Glipang dan musik, sedangkan putra menampilkan sebuah drama.

    Acara ditutup dengan pembacaan Sholawat Nabi dan doa yang dipimpin oleh kepala madrasah bersama tim hadrah Munsyiduna MTs. Zaha. Gus/Ry

  • Menuju Madrasah Riset, MTs. Zaha Gelar Workshop Kompetensi Guru

    Menuju Madrasah Riset, MTs. Zaha Gelar Workshop Kompetensi Guru

    Genggong- Dalam rangka meningkatkan mutu dan kompetensi guru di bidang riset, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menggelar workshop Penguatan Kompetensi Riset dan Penulisan Karya Ilmiah bagi Guru. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (22/3) di Aula Tabaarakallah MTs. Zaha ini diikut oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan MTs. Zaha dengan menghadirkan dua narasumber yang kompeten dari Universitas Negeri Malang, yaitu Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si. dan Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D.

    Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam bidang riset sehingga bisa menghasilkan suatu karya ilmiah. Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai bekal untuk menjadikan MTs. Zaha sebagai madrasah yang berbasis riset.

    Acara dimulai pukul delapan pagi dan dibuka oleh kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau berharap agar para guru dapat mengembangkan kemampuannya dengan berkarya. “Melalui kegiatan ini, saya harap para ustad-ustadzah dapat menyerap ilmu dan menerapkannya di madrasah serta dapat menghasilkan karya-karya ilmiah.” Dawuh beliau.

    Setelah itu, acara dilanjut dengan sesi pertama tentang Strategi Riset dan Publikasi Berbasis Penelitian Tindakan Kelas Menuju Sekolah Berbasis Riset. Pada sesi ini, materi disampaikan oleh Bapak Hendra Susanto. Secara detail beliau menyampaikan mulai dari pengertian riset, bagaimana cara melakukan riset di sekolah, sampai cara sederhana melakukan tindakan penelitian kelas yang merupakan bagian dari riset.

    Sementara itu, pada sesi kedua yang berlangsung mulai pukul satu siang, workshop diisi oleh Bapak Ahmad Taufik, kepala pusat publikasi akademik UM dengan materi Strategi Penyusunan Karya Ilmiah untuk Menunjang Sekolah Berbasis Riset. Pada sesi tersebut, narasumber yang juga Guru Besar UM ini memaparkan tata cara penyusunan karya ilmiah, mulai dari cara membuat latar belakang sampai cara agar karya ilmiah yang disusun nanti terhindar dari plagiasi. Selain itu, pada sesi ini para guru juga menunjukkan karya ilmiah yang dimiliki kepada narasumber.

    Menurut Bapak Taufik, para guru MTs. Zaha sudah punya potensi untuk membuat karya ilmiah. “Saya yakin guru-guru di sini sudah bisa membuat karya ilmiah. Beberapa sudah bisa menemukan permasalahan, tinggal penyusunannya saja yang perlu lebih sistematis. Jelasnya. Gus/Ry