Gandeng Tiga Universitas Negeri untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Gandeng Tiga Universitas Negeri untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Genggong- Acara Milad dan Reuni Akbar yang digelar MTs. Zainul Hasan Genggong pada Rabu (8/6) kemarin menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Hal tersebut dapat dilihat melalui upaya pihak madrasah yang menggandeng sejumlah universitas ternama di Jawa Timur.

Ada tiga universitas negeri yang dijadikan partner untuk menjalankan program-program unggulan madrasah. Diantaranya, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang (UM), dan Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kerjasama pertama yaitu antara MTs. Zaha dengan Fakultas Bahasa dan Seni UNESA. MTs. Zaha memilih universitas di Surabaya tersebut untuk meningkatkan pendidikan dalam bidang seni. Seperti diketahui, bahwa MTs. Zaha Genggong tahun pelajaran baru (2022-2023) akan membuka program kelas baru, yaitu kelas Minat dan Bakat. Program ini dikhususkan bagi santri yang memiliki bakat dan minat untuk mengembangkan potensi diri serta penciptaan suatu produk atau karya.

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNESA, Dr. Trisakti M.Sn. berharap kerjasama ini dapat memajukan pendidikan di Indonesia. “Kami berterima kasih telah diundang di acara ini (Milad dan Reuni) dalam rangka kerjasama untuk mewujudkan pendidikan yang maju di Indonesia. Kami harap kerjasama ini tidak hanya sebatas hitam di atas putih, namun implementasi dari kerjasama ini dapat kita wujudkan secara nyata.” Jelasnya.

Sementara itu, kerjasama dengan Fakultas MIPA UM bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di program kelas sains. Ruang lingkup Kerjasama meliputi pengelolaan kelas sains, peningkatan mutu guru, pembinaan olimpiade, dan pelatihan riset dan karya tulis ilmiah bagi para santri.

Sedangkan kerjasama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berfokus pada pada pengembangan kelas bahasa asing, mulai dari pelatihan guru sampai metode mengajar. Sama seperti kelas Minat dan Bakat, program kelas Bahasa akan dijalankan mulai tahun depan. Santri di kelas ini akan berfokus pada pembelajaran bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Namun tidak meninggalkan pelajaran umum dan agama. Gus/Ry


Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: