Kategori: Umum

Berita umum

  • Petugas Apel Hari Santri Nasional Kebanggaan MTs Zainul Hasan.

    Petugas Apel Hari Santri Nasional Kebanggaan MTs Zainul Hasan.

    Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong (MTs Zaha). Betapa tidak, selain ikut dalam serangkaian acara lomba dan apel, santri putri MTs. ZAHA mendapat kepercayaan sebagai petugas apel HSN yang digelar di halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong.


    Sebanyak sepuluh santri MTs. Zaha bertugas menjalankan pelaksanaan apel yang pesertanya terdiri atas seluruh santri putri dan asatidzah dari berbagai lembaga. Sepuluh santri tersebut adalah Alifia Nur Fadilah sebagai pemimpin apel, Adhima Balqis sebagai protokol, Laili Muzdalifatul Jannah pembawa naskah resolusi jihad, Syalum Malika sebagai pembawa naskah ikrar santri, serta Aznina Amadia, Barizatul Jannah, Danilia Ali, Fitria Hidayati, Ayu Lifiatur, dan Debi Sakinatul menjadi pemimpin pleton.


    “Awalnya sih deg-degan. Tapi pas acara sudah berjalan, Alhamdulillah bisa bertugas dengan baik. Walaupun ada anggota yang tidak kuat.” Jelas Fia yang mendapat tugas sebagai pemimpin. Fia juga menambahkan bahwa dirinya bersama teman-temannya bangga menjadi petugas apel di hari yang bersejarah.


    Selain mendapat kepercayaan menjadi petugas apel, tim paduan suara Harmoni Hati MTs. Zaha juga diberi amanah untuk mengisi acara. Sebanyak empat lagu, yaitu Indonesia Raya, Hubbul Wathon, Hari Santri, dan Ayo mondok dibawakan oleh tim paduan suara yang dibina oleh Ustad Sandi. Penampilan mereka juga mendapat apresiasi dari para peserta.


    Pada apel tersebut, pembina apel dipercayakan kepada Nun Hassan Ahsan Malik. Dalam amanatnya, beliau berpesan bahwa seorang santri, utamanya santri Genggong, harus mengamalkan satlogi santri. “Yang pasti kalian harus Sopan santun, Ajeg, Nasehat, Taqwallah, kemudian, Ridhollah, dan Ikhlas Lillahi Ta’ala. Di akhir sambutannya, beliau melontarkan yel-yel dengan penuh semangat yang disambut antusias oleh para peserta apel. (Gus/Ry)

  • WARGA MTs. ZAINUL HASAN GELAR SEJUTA SHOLAWAT UNTUK BANGSA…

    WARGA MTs. ZAINUL HASAN GELAR SEJUTA SHOLAWAT UNTUK BANGSA…

    Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional, warga Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong menggelar kegiatan membaca satu juta sholawat pada Senin (21/10). Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari setelah Profatan ini dibagi menjadi dua titik, yaitu santri putra dan para ustad di gedung putra dan santri putri beserta ustadzah di gedung putri.

    Kegiatan ini digelar untuk mendoakan bangsa dan negara Indonesia agar diberi keberkahan dan kemaslahatan dalam perjalanannya.

    “Sejuta sholawat ini kami persembahkan untuk negeri. Dengan harapan semoga Allah memberi keberkahan dan kemaslahatan kepada negeri dengan sejuta keberagaman ini,” jelas ustad H.Ishak yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.

    Dimulai pukul 07.30 WIB, para santri dan asatid membaca sholawat bersama-sama dengan dipandu oleh Ustad. Sandi. Para santri duduk berjejer di depan kelas dan teras kantor.
    Sementara di putri, pembacaan sholawat dipandu oleh ustad Teguh Firmansyah. Para santri putri membaca di masing-masing kelas didampingi oleh para ustad-ustadzah yang mengajar di kelas tersebut.
    Usai pembacaan sejuta sholawat, kegiatan belajar mengajar kembali normal. (Gus/Ry)

  • Sehari, MTs. Zainul Hasan  Raih 3 Juara pada Ajang HSN 2019

    Sehari, MTs. Zainul Hasan Raih 3 Juara pada Ajang HSN 2019

    Rangkaian acara lomba dalam rangka Hari Santri Nasional YPPZH terus digelar. Kemarin, MTs. Zainul Hasan 1 Genggong (MTs. Zaha) tidak mau ketinggalan dalam menyemarakkan hari santri. Madrasah penyelenggara program SKS ini ikut serta dalam lomba paduan suara santri putri yang digelar Kamis (17/10) pagi. Bertempat di Aula Barozain SMA ZAHA, MTs. Zaha harus bersaing dengan 13 tim paduan suara dari lembaga di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan dan Hafsawati, termasuk kampus STIH, dan STIKES. Hasilnya, tim yang dilatih oleh ustad Sandi Zainullah, ustadzah Jumriatul Hasanah, dan ustad Sulaiman Bakir ini mampu keluar sebagai juara 2.


    Seperti penuturan ustadzah Jumriatul Hasanah, “Alhamdulillah kita bisa juara 2. Meski saingannya berat karena tidak hanya tingkat SMP, tapi juga tingkat SMA dan mahasiswa.” Jelas ustadzah yang biasa dipanggil ustadzah Jem.
    Seperti penuturan ustadzah Jumriatul Hasanah,
    “Alhamdulillah kita bisa juara 2. Meski saingannya berat karena tidak hanya tingkat SMP, tapi juga tingkat SMA dan mahasiswa.” Jelas ustadzah yang biasa dipanggil ustadzah Jem.

    Pada lomba tersebut, juara 1 diraih oleh SMA Zaha dan juara 3 diraih oleh SD zaha. Di lomba lain,tim futsal santri dan asatid MTs. ZAHA berlaga di final. Pada partai pertama, tim santri MTs. ZAHA berhadapan dengan tim futsal Wushto. Pada laga tersebut, santri MTs. Zaha tidak berhasil meladeni permainan Wustho yang pemainnya rata2 adalah santri MA dan mahasiswa. Tim futsal santri menyerah 2-1.


    Nasib yang sama diperoleh oleh futsal asatidz. Melawan SD Zaha yang pemainnya berfisik kekar, asatid MTs. ZAHA terpaksa menyerah 1-2.
    Meski sama-sama kalah di final, Wakamad Kesiswaan, Ustad Abdul Wafi Haris tidak kecewa. ” Ya tidak apa-apa walau juara 2. Ini sudah bagus. Apalagi di tingkat santri, materi pemainnya memang tidak imbang.” Tuturnya.


    Sejauh ini, MTs. Zaha berhasil meraih 4 juara, di antaranya juara 1 catur tingkat SMP, juara 2 paduan suara, juara 2 futsal tingkat SMP, dan juara 2 futsal tingkat asatid. (Gus/Ry)

  • Lalui Tiga Laga Serius, Asatidz MTs.ZAHA Menatap Final.

    Lalui Tiga Laga Serius, Asatidz MTs.ZAHA Menatap Final.

    Setelah tim futsal santri MTs Zainul Hasan 1 Genggong (MTs Zaha) memastikan menembus final pada Selasa (15/10), kini giliran tim futsal asatid yang memastikan diri melaju ke babak final.
    Pada rangkaian lomba futsal dalam rangka Hari Santri Nasional yang digelar Rabu (16/10), tim yang dikomandoi oleh ustadz Harvi berhasil menembus final setelah melalui tiga pertandingan melelahkan.

    Pada babak 16 besar yang digelar pagi, tim asatid MTs Zaha berhasil mengalahkan tim asatid SMP Unggulan Zaha dengan skor telak 4-0. Gol dicetak masing-masing oleh ustadz Masruri, ustadz Harvi, ustadz Ali, dan ustadz Roy.

    Di babak 8 besar yang digelar sore hari tim asatid MTs. Zaha kembali bertanding berhadapan dengan SMK Zaha. Meski berkali-kali menyerang, tim asatid hanya bisa unggul tipis 1-0 melalui ustad Harvi dua menit jelang bubar. Namun itu sudah cukup membawa MTs. Zaha ke semi final.
    Pada laga semi final yang digelar 10 menit setelah bertanding melawan SMK, tim MTs Zaha berhadapan dengan tim kampus INZAH. Menghadapi tim yang diisi oleh beberapa dosen dan karyawan ini, pertandingan berjalan seru dan menguras energi. Meski harus bermain dua kali, para asatid MTs Zaha tak terlihat capai. Itu terbukti ketika laga berjalan 3 menit, MTs. Zaha sudah unggul 1-0 lewat gol bunuh diri pemain INZAH. Ustadz Harvi, lagi-lagi menjadi pembeda dengan menambah keunggulan MTs Zaha menjadi 2-0. Sayang, MTs Zaha gagal clean sheet karena tim INZAH berhasil membobol gawang MTs Zaha yang dijaga ustad Muchlis. Babak pertama berakhir 2-1.

    Pada babak kedua semifinal, laga berjalan seru dan keras. Meski begitu, tim MTs Zaha untuk ketiga kalinya berhasil membobol gawang INZAH lewat ustadz Masruri. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, tim INZAH hanya bisa membalas satu gol lagi sehingga tim asatidz MTs. Zaha berhasil menembus final dengan skor 3-2.
    Seluruh pemain menyambut gembira kemenangan ini. Kapten tim, ustad Harvi, mengatakan bahwa capaian ini dipersembahkan untuk kepala madrasah. “Alhamdulillah, kami bisa menembus final. Targetnya memang tembus final. Para pemain berharap Non Boy (kepala MTs. Zaha, red) bisa bermain di final nanti.” Tuturnya.

    Di final, MTs Zaha masih akan menunggu lawan antara MA Model, MA Zaha Mumtaz, atau SD Zaha. Ketiganya akan bertanding pada Kamis pagi (17/10). Laga final akan digelar pada Kamis sore. (Gus/Ry)

  • Dihadiri Alumni Berprestasi, Semangat Santri Membara….

    Dihadiri Alumni Berprestasi, Semangat Santri Membara….

    Ada pemandangan berbeda ketika pelaksanaan upacara bendera dan pengukuhan calon pelopor kedisiplinan  santri putri bulan Oktober kemarin (15/10). Pada kegiatan rutin bulanan tersebut, MTs. Zainul Hasan 1 Genggong (MTs. Zaha) kedatangan salah satu alumnus yang baru saja lulus dan diterima sebagai siswa SMA Taruna Bhayangkara Banyuwangi, Muhammad Hidayah Bimantara.  Ia sengaja hadir ke madrasah untuk mengurusi ijazah. Namun, kepala MTs Zaha, KH.Moh. Hasan Naufal, S.HI.,M.Pd. mengajaknya ikut upacara bendera untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para santri.

    Pada kesempatan itu, Bima, sapaan akrabnya diperintah untuk mendampingi kepala madrasah yang menjadi pembina upacara.

    Dalam sambutannya, Kepala Madrasah yang sering dipanggil Non Boy ini berpesan agar santri lebih semangat dalam belajar. “Kalian di sini bisa jadi apa saja. Dengan niat dan usaha. Kenapa saya bilang begitu? Karena di depan kalian ada salah satu bukti bahwa santri MTs. Zainul Hasan teristimewa bisa dan mampu menjadi apa saja.” Tandas Beliau disambut tepuk tangan santri.

    Beliau juga menyampaikan bahwa Bima tersebut merupakan satu-satunya santri yang mampu bersaing dengan ratusan calon murid baru untuk masuk di SMA Bhayangkara. Tak hanya itu beliau juga mendoakan agar anak tersebut nantinya mampu lolos sebagai anggota POLRI dan sukses menata karirnya sampai pangkat tertinggi.

    Tidak hanya mendampingi kepala madrasah, Bima yang berpakaian seragam taruna ala polisi tersebut juga diberi kesempatan untuk memberi sambutan kepada para santri putri. Tepuk tangan santri putri pecah ketika Bima mengucapkan salam. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa disiplin adalah kunci kesuksesan. “Jadikan disiplin sebagai kebutuhan, bukan sebagai kewajiban,” tuturnya

    Dia juga menambahkan bahwa doa para guru sangat berperan dalam kelulusannya menembus SMA tersebut. Di akhir sambutannya, Bima berpesan kepada para santri agar selalu takdzim dan hormat kepada para guru dan juga selalu disiplin dalam segala hal.

    Selesai upacara bendera, santri yang menamatkan bangku tsanawiyah selama dua tahun itu langsung beramah tangan tangan dengan para asatidz di aula madrasah. (Gus/Ry)

  • Program SKS MTs. ZAHA Divisitasi Dirjen Pusat, Kepala Madrasah Optimis.

    Program SKS MTs. ZAHA Divisitasi Dirjen Pusat, Kepala Madrasah Optimis.

    MTs. Zaha kembali menunjukkan keseriusan dan kesiapannya dalam menjalankan program SKS. Kemarin (10/10), lembaga pimpinan KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. ini divisitasi  oleh Dirjen Kemenag Pusat . Selain MTs. Zaha, ada sejumlah madrasah yang juga ikut divisitasi guna diuji kesiapannya menjalankan program SKS. Kegiatan yang berlangsung di MTs.N 2 Probolinggo ini bertujuan untuk mendapatkan SK dari Dirjen Pusat terkait penyelenggaraan program SKS. 

    Tim SKS MTs. Zaha yang diketuai oleh Ustad Hazbullah Rohman, S.Pd. bersama Wakil Kepala Bagian kurikulum dan Kepala Madrasah didapuk mewakili lembaga untuk menjawab dan memberikan keterangan terhadap tim asesor. Mereka membawa instrument-instrumen yang dibutuhkan dalam proses verifikasi.

    Sejumlah instrumen langsung dicek oleh tim verifikasi dari kemenag pusat yang diwakili oleh Bapak Syafril, Bapak Dr. Suwandi, dan Bapak Arisandi. Di antaranya instrumen dari kemenag, portofolio, ARD, dan tidak ketinggalan UKBM yang menjadi ciri khas madrasah juga  turut dicek.

    Kepala Madrasah, KH. Moh Hasan Naufal, sangat optimis terhadap hasil visitasi yang dilakukan dirjen kemenag. Beliau mengatakan bahwa verifikasi dan pengecekan berjalan lancar.

    “Alhamdulillah, dari MTs. Zaha Tidak ada kendala dan tidak ada yang salah. Hanya ARD (Aplikasi Rapor Digital) saja yang belum sempurna. Tidak hanya kita. Hampir semua lembaga penyelenggara SKS belum memiliki ARD yang baku.” Dawuhnya. (Gus/Ry)

  • Persiapan Menjalankan Program, OSIS MTs. Zaha Adakan Studi Banding

    Persiapan Menjalankan Program, OSIS MTs. Zaha Adakan Studi Banding

    OSIS Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong (MTs. Zaha) tidak henti-hentinya menimba ilmu untuk menjalankan masa kepengurusan satu tahun ke depan. Setelah beberapa hari lalu para pengurus OSIS mendapatkan ilmu jurnalistik, latihan dasar kepemimpinan, dan baris berbaris, kini OSIS MTs. Zaha mengadakan studi banding ke Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 (MTsN 3) Pamekasan, Madura. Kegiatan tersebut bertujuan untuk studi banding saling berbagi ilmu antara MTs. Zaha dengan MTsN 3 Pamekasan.

    Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat kemarin (4/10) ini diikuti oleh 23 pengurus OSIS baik putra maupun putri dan didampingi oleh pembina OSIS dan Waka kesiswaan Mereka merupakan pengurus harian dan koordinator seksi masing-masing bagian.

    Acara diawali dengan seremonial penyambutan oleh MTsN 3 Pamekasan yang juga menjalankan program SKS seperti halnya MTs. Zaha. Setelah acara seremonial, pengurus osis MTsN 3 Pamekasan mengajak pengurus OSIS MTs. Zaha untuk melihat-lihat keadaan madrasah. Mulai dari kelas, , Mading, aula kegiatan sampai ruang OSIS.

    Setelah berkeliling madrasah, pengurus OSIS dari dua madrasah berkumpul di ruang OSIS guna sharing tentang program dari masing-masing pengurus OSIS dari kedua madrasah. Tampak para santri terlibat diskusi yang santai dan bersahabat. Tidak ketinggalan juga para pembina OSIS dari dua madrasah tersebut.
    Menurut pembina OSIS Mts.N 3 Pamekasan, Bapak Samsul Bahri, S.Pd., menyusun program OSIS jangan bamyak-banyak dan muluk-muluk. Sebagai contoh, ia menjelaskan program PHBI bulan Muharram yang dikemas dengan acara bakti sosial dengan membersihkan musholla sekitar madrasah dan membagikan alat kebersihan.” Buat program yang sederhana, tetapi dapat dilaksanakan dengan baik. Yang penting OSIS bisa bertanggung jawab, disiplin, dan jadi contoh bagi siswa lain,” ujarnya.

    Usai diskusi dan sharing program, para pengurus OSIS kedua madrasah bersama para pembina dan Waka kesiswaan beramah tamah dan berfoto bersama. ( Gus/Ry)

  • OSIS MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Menuju yang Lebih Teristimewa …

    OSIS MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Menuju yang Lebih Teristimewa …

    Hari Terakhir Diklat, OSIS Berlatih Baris-Berbaris.

    Setelah mendapatkan materi Latihan Dasar Kepemimpinan dan Jurnalistik, OSIS (IPNU/IPPNU) MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Masa Khidmat 2019-2020 kembali mendapatkan bekal dalam menjalankan roda organisasi. Kali ini, materi yang didapat oleh pengurus osis, ketua kelas, dan duta madrasah adalah pelatihan baris-berbaris. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (29/9) ini berlangsung di dua tempat terpisah. Santri putra lapangan Desa Temenggungan Kecamatan Pajarakan, sedangkan santri putri mendapatkan di area Pondok Baitus Sholihin, Desa Temenggungan Kecamatan Pajarakan. Hal ini merupakan rangkaian acara diklat yang berlangsung selama tiga hari.

    Di putra, acara dimulai dengan pengarahan oleh pemateri, Kak Ibrahim Sholeh dan Kak Mukhlas. “Mohon ikuti kegiatan ini dengan baik. Agar nanti kalian bisa menyerap ilmu dan dapat mempraktikkannya di madrasaha,” Tutur Kak Ibrahim yang juga salah satu Pembina Pramuka di MTs. Zainul Hasan 1 Genggong.

    Selanjutnya para peserta diklat berjalan menuju ke lapangan Desa Temenggungan. Di sana, mereka diajari cara melakukan aba-aba dalam baris-berbaris dengan benar. Selain itu, para peserta diklat yang berjumlah empat puluh delapan santri ini juga praktik baris-berbaris. Mulai dari cara hadap kanan, balik kanan, sampai langkah tegap maju. Meski cuaca saat itu lumayan terik, para santri menjalani diklat dengan penuh semangat. Walau pun ada beberapa santri yang kondisi fisiknya kurang baik.

    Sementara di putri, kegiatan dipandu langsung oleh Ustad Muhammad Mutawally Assyarowi. Hampir sama dengan putra, peserta diklat di putri yang berjumlah lima puluh dua santriwati ini juga mendapat pelatihan baris-berbaris yang baik dan benar. Namun bedanya, Para peserta diklat putri cukup kaget karena pemateri memberi pengarahan dengan sangat tegas. Sehingga, yang awalnya peserta menjalani pelatihan dengan bergurau dan cengengesan, seketika menjadi tegang dan tegas.

    “Walau pun kalian cewek, bukan berarti kalian harus lemah. Cewek juga harus disiplin, baik dalam perkataan, maupun perbuatan.” Kata pemateri  yang biasa dipanggil Kak Roy.

    Setelah berlatih baris-berbaris, peserta diklat putri kembali ke halaman pesantren untuk praktik upacara bendera. Di sana, mereka dilatih bagaimana cara hormat kepada bendera yang benar sampai cara menjadi pemimpin dalam upacara bendera.

    ( Gus/Ry)