Dihadiri Alumni Berprestasi, Semangat Santri Membara….

Ada pemandangan berbeda ketika pelaksanaan upacara bendera dan pengukuhan calon pelopor kedisiplinan  santri putri bulan Oktober kemarin (15/10). Pada kegiatan rutin bulanan tersebut, MTs. Zainul Hasan 1 Genggong (MTs. Zaha) kedatangan salah satu alumnus yang baru saja lulus dan diterima sebagai siswa SMA Taruna Bhayangkara Banyuwangi, Muhammad Hidayah Bimantara.  Ia sengaja hadir ke madrasah untuk mengurusi ijazah. Namun, kepala MTs Zaha, KH.Moh. Hasan Naufal, S.HI.,M.Pd. mengajaknya ikut upacara bendera untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para santri.

Pada kesempatan itu, Bima, sapaan akrabnya diperintah untuk mendampingi kepala madrasah yang menjadi pembina upacara.

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah yang sering dipanggil Non Boy ini berpesan agar santri lebih semangat dalam belajar. “Kalian di sini bisa jadi apa saja. Dengan niat dan usaha. Kenapa saya bilang begitu? Karena di depan kalian ada salah satu bukti bahwa santri MTs. Zainul Hasan teristimewa bisa dan mampu menjadi apa saja.” Tandas Beliau disambut tepuk tangan santri.

Beliau juga menyampaikan bahwa Bima tersebut merupakan satu-satunya santri yang mampu bersaing dengan ratusan calon murid baru untuk masuk di SMA Bhayangkara. Tak hanya itu beliau juga mendoakan agar anak tersebut nantinya mampu lolos sebagai anggota POLRI dan sukses menata karirnya sampai pangkat tertinggi.

Tidak hanya mendampingi kepala madrasah, Bima yang berpakaian seragam taruna ala polisi tersebut juga diberi kesempatan untuk memberi sambutan kepada para santri putri. Tepuk tangan santri putri pecah ketika Bima mengucapkan salam. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa disiplin adalah kunci kesuksesan. “Jadikan disiplin sebagai kebutuhan, bukan sebagai kewajiban,” tuturnya

Dia juga menambahkan bahwa doa para guru sangat berperan dalam kelulusannya menembus SMA tersebut. Di akhir sambutannya, Bima berpesan kepada para santri agar selalu takdzim dan hormat kepada para guru dan juga selalu disiplin dalam segala hal.

Selesai upacara bendera, santri yang menamatkan bangku tsanawiyah selama dua tahun itu langsung beramah tangan tangan dengan para asatidz di aula madrasah. (Gus/Ry)