• Home »
  • Umum »
  • Bekali Pengurus OSIS dengan Diklat Jurnalistik-Kepemimpinan

Bekali Pengurus OSIS dengan Diklat Jurnalistik-Kepemimpinan

Guna memberi pembekalan dalam menjalankan tugas sebagai pengurus OSIS, MTs. Zaha Genggong mengadakan Diklat Pengurus OSIS Masa Khidmah 2021-2022. Kegiatan tahunan ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu sampai Ahad (25-26/9) yang bertempat di Aula MTs. Zaha untuk OSIS putra dan Aula SMA Zaha untuk OSIS Putri. Selain pengurus OSIS, diklat tersebut juga diikuti oleh Duta Madrasah.

Kegiatan tersebut berisi dua materi yang dilaksanakan secara bergantian. Yakni Kepemimpinan dan Organisasi dengan pemateri M.Hendra, M.Pd.I. dan Jurnalistik Dasar yang disampaikan Rudianto, S.H.

Pada hari pertama, OSIS Putra mendapat materi Kepemimpinan dan Organisasi. Pada sesi ini, Ustad Hendra memberikan materi kepemimpinan, mulai dari tipe-tipe pemimpin sampai bagaimana menjadi pemimpin yang baik. “Pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang mau mendengar pendapat anggotanya. Dalam hal ini, disebut pemimpin demokrasi.” Ungkap beliau.

Selain materi kepemimpinan, peserta diklat juga mendapat materi Ke-NU-an. Pada sesi ini, ustad yang juga penulis buku ini memberi pengetahuan tentang sejarah berdirinya NU, para pendiri NU, hingga organisasi yang ada di bawah NU.

Sementara di putri, para pengurus OSIS mendapat materi Jurnalistik Dasar. Ustad Rudianto yang juga Direksi Radar Bromo ini menyampaikan tentang bagaimana cara membuat berita yang mudah. “Jangan takut salah dalam menulis (membuat berita:red). Jangan pedulikan kosa kata. Yang terpenting, menulis, baca, sunting. Tulis lagi, baca lagi.” Tutur beliau.

Selain mendapat materi Jurnalistik Dasar, peserta diklat juga melakukan praktik membuat berita. Pemateri yang juga alumnus Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini mengapresiasi hasil berita yang dibuat oleh peserta. “Hasilnya sudah bagus-bagus. Cuma cara merangkai kalimatnya saja yang perlu diasah.” Jelasnya.

Pembina OSIS, Ustad Agus Setiawan berharap dengan adanya diklat ini, para santri dapat menambah wawasan dan pengetahuannya. “Semoga nantinya tidak hanya sekadar sampai di diklat saja, tapi ada tindak lanjutnya, yaitu para pengurus dapat menjalankan program OSIS dengan baik dan dapat mengembangkan bakat menulisnya.” Jelasnya. Gus/Ry