• Home »
  • Umum »
  • OSIS MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Menuju yang Lebih Teristimewa …

OSIS MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Menuju yang Lebih Teristimewa …

Hari Terakhir Diklat, OSIS Berlatih Baris-Berbaris.

Setelah mendapatkan materi Latihan Dasar Kepemimpinan dan Jurnalistik, OSIS (IPNU/IPPNU) MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Masa Khidmat 2019-2020 kembali mendapatkan bekal dalam menjalankan roda organisasi. Kali ini, materi yang didapat oleh pengurus osis, ketua kelas, dan duta madrasah adalah pelatihan baris-berbaris. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (29/9) ini berlangsung di dua tempat terpisah. Santri putra lapangan Desa Temenggungan Kecamatan Pajarakan, sedangkan santri putri mendapatkan di area Pondok Baitus Sholihin, Desa Temenggungan Kecamatan Pajarakan. Hal ini merupakan rangkaian acara diklat yang berlangsung selama tiga hari.

Di putra, acara dimulai dengan pengarahan oleh pemateri, Kak Ibrahim Sholeh dan Kak Mukhlas. “Mohon ikuti kegiatan ini dengan baik. Agar nanti kalian bisa menyerap ilmu dan dapat mempraktikkannya di madrasaha,” Tutur Kak Ibrahim yang juga salah satu Pembina Pramuka di MTs. Zainul Hasan 1 Genggong.

Selanjutnya para peserta diklat berjalan menuju ke lapangan Desa Temenggungan. Di sana, mereka diajari cara melakukan aba-aba dalam baris-berbaris dengan benar. Selain itu, para peserta diklat yang berjumlah empat puluh delapan santri ini juga praktik baris-berbaris. Mulai dari cara hadap kanan, balik kanan, sampai langkah tegap maju. Meski cuaca saat itu lumayan terik, para santri menjalani diklat dengan penuh semangat. Walau pun ada beberapa santri yang kondisi fisiknya kurang baik.

Sementara di putri, kegiatan dipandu langsung oleh Ustad Muhammad Mutawally Assyarowi. Hampir sama dengan putra, peserta diklat di putri yang berjumlah lima puluh dua santriwati ini juga mendapat pelatihan baris-berbaris yang baik dan benar. Namun bedanya, Para peserta diklat putri cukup kaget karena pemateri memberi pengarahan dengan sangat tegas. Sehingga, yang awalnya peserta menjalani pelatihan dengan bergurau dan cengengesan, seketika menjadi tegang dan tegas.

“Walau pun kalian cewek, bukan berarti kalian harus lemah. Cewek juga harus disiplin, baik dalam perkataan, maupun perbuatan.” Kata pemateri  yang biasa dipanggil Kak Roy.

Setelah berlatih baris-berbaris, peserta diklat putri kembali ke halaman pesantren untuk praktik upacara bendera. Di sana, mereka dilatih bagaimana cara hormat kepada bendera yang benar sampai cara menjadi pemimpin dalam upacara bendera.

( Gus/Ry)