Duo Jakarta Terpilih Menjadi Duta MTs Zaha Genggong

Terpilih: Muhammad Ali Syifa’ (paling kiri) dan Fazatirraysah Azka El Ghifari (paling kanan) saat foto bersama usai ditentukan sebagai duta madrasah tahun 2019-2020.

Genggong-Promosi adalah sebuah metode untuk memajukan dan mengembangkan potensi sebuah lembaga agar masyarakat tertarik dengan lembaga tersebut. Sebuah strategi promosi yang dilakukan MTs Zaha adalah memilih duta madrasah sebagai salah satu ujung tombak untuk membidik peminat MTs Zaha. Hari ini Sabtu (14/9) sebanyak 35 peserta calon duta Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong Pajarakan Probolinggo mengikuti kegiatan Pemilihan Duta Madrasah.

Kegiatan yang dilaksanakan di GOR Damanhury Romli ini merupakan bagian dari program tahunan bidang humas MTs Zaha. Kegiatan yang diselenggarakan ini selain untuk promosi madrasah juga sebagai bentuk seleksi untuk memilih dua santri yang mencirikan MTs Zaha Genggong. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh kepala MTs. Zaha KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI, M.Pd. dan istri beliau Nyai Hj. Balqis Husni Sulthon. Tampak juga segenap pimpinan, para Asatidz dan santri putri menyaksikan pemilihan ini.

Dari 35 peserta ini dipilah 20 besar santri putri dan 15 besar santri putra hasil penyisihan sebelumnya. Di kegiatan final duta madrasah ini akan dipilih dua peserta yakni satu putra dan putri untuk mewakili mendapatkan gelar duta madrasah. Para peserta ini merupakan utusan terbaik dari beberapa kelas yang ada di MTs Zaha dari kelas VII dan VIII. Mereka juga merupakan para santri pilihan dengan wawasan luas, baik wawasan umum maupun wawasan pesantren, mempunyai keterampilan public speaking yang baik, kepercayaan diri tinggi dan tentunya berpenampilan menarik.

Selama sebulan penuh sepulang sekolah para peserta digodok oleh wakil kepala madrasah bagian humas, ustadz Teguh Firmansyah, S.Pd.M.Pd. dengan berbagai topik seperti public speaking, kepribadian, wawasan kepesantrenan dan nasionalisme. Materi-materi yang disajikan dalam bentuk teori dan praktek ini diselingi dengan humor dan berbagai permainan yang membuat anak-anak begitu semangat dan tak terlihat kelelahan dalam mengkuti ajang bergengsi di MTs Zaha ini.

Dalam sambutannya, Nun Boy, sapaan kepala madrasah mengatakan bahwa ujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan ruang atau kesempatan kepada santri MTs Zaha untuk berkreasi secara bebas mengekspresikan diri sesuai bakat dan potensinya. Juga sebagai wajah dari MTs Zaha. “Dengan sebuah arti bahwa jika ingin melihat MTs Zaha, maka lihatlah Duta Madrasah, engkau akan melihat semuanya di sana. Ada semangat, ada kekompakan, ada kecerdasan, ada akhlakul karimah, ada wawasan, ada santri serta ada welcome di situ” ungkapnya disambut gemuruh tepuk tangan para santri.

Lebih jauh lagi beliau menghimbau agar duta madrasah terpilih mempromosikan MTs Zaha ke khalayak luar dengan ciri khas santri MTs Zaha, yaitu apa adanya tetapi teristimewa. Terpilih sebagai juri dalam kegiatan tersebut diantaranya, Kepala Madrasah, istri beliau dan pembina OSIS putri, ustadz Agus Setiawan.

Satu per satu para calon duta madrasah menaiki pentas kehormatan. Acara yang dipandu langsung oleh waka Humas tersebut berlangsung 4 babak. Babak dua puluh besar, sepuluh besar, dan babak final. Setelah melalui babak final, para peserta harus menunggu hasil perekapan nilai dari dewan juri menjadi acuan untuk memilih duta madrasah 2019/2020.

Penantian mendebarkan dengan tanda tanya besar berkecamuk di hati para hadirin. Setelah dewan juri mengantongi nama pemenang duta madrasah, diberi kesempatan kepada kepala madrasah beserta istri untuk maju menyematkan selempang duta madrasah. Terpilih Muhammad Ali Syifa’ dari Jakarta Utara dan Fazatirraysah Azka El Ghifari dari Jakarta Selatan menjadi duta madrasah putra dan putri. Lengkap sudah nama-nama pemenang duta madrasah, di pundak mereka madrasah akan dikenal oleh para masyarakat dengan akhlak dan kecerdasannya.