Tasyakkuran Khotmil Qur’an, MTs Zaha Gelar Santunan Anak Yatim dan Polo’an Akbar

Genggong- Sudah menjadi kegiatan rutin bagi keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs Zaha) setelah menuntaskan program menghafal dan mengkhatamkan Al-Qur’an (profatan), para santri mengadakan tasyakkuran dan selamatan. Hal tersebut dilakukan pada hari ini, Sabtu (14/9). Kegiatan yang juga bertepatan dengan 14 Muharrom ini bertempat di GOR Damanhury Romli. Hadir dalam acara tersebut Kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI.,M.Pd. beserta istri beliau, Nyai Hj. Balqis Husni Sulthon, para santri, asatidz dan asatidzah serta para anak yatim didampingi walinya.

Tasyakkuran dan selamatan yang dikemas dengan kegiatan santunan anak yatim dan Polo’an Akbar atau makan bersama ala santri ini berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB. Acara yang dipandu dengan pembawa acara berbahasa Inggris ini menjadi kejutan tersendiri bagi santri yang hadir. Nabila, santri kelas IX J memandu acara dengan berbahasa Inggris membuat acara nampak beda. Pasalnya setiap acara di MTs Zaha selalu berbahasa Indonesia. Kegiatan tasyakkuran dan selamatan ini diawali dengan menuntaskan sisa bacaan surat mulai Ad-Dhuha sampai surat An-Nas. Pembacaan surat-surat tersebut dipimpin oleh beberapa santri putri yang diikuti oleh seluruh santri dan asatidz-asatidzah.


Setelah khatam Al Quran, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 40 anak yatim yang sengaja diundang dari beberapa kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Santunan tersebut merupakan hasil shodaqoh yang dikumpulkan oleh para santri dan asatidz pada program Yaumus Shodaqoh yang dikumpulkan setiap hari Kamis.


Santunan kali ini merupakan santunan kali keenam yang dilakukan oleh MTs. Zaha Genggong. Dalam sambutannya kepala madrasah menuturkan bahwa program ini akan terus dijalankan. “Dana yang digunakan untuk santunan ini adalah murni hasil shodaqoh dari santri dan para asatidz yang dilakukan setiap hari kamis. Kita mengambil hari ini untuk melakukan kegiatan ini karena merupakan bulan istimewa, yakni bertepatan bulan Muharram”. Ujarnya.


Beliau juga menuturkan bahwa santunan tersebut juga merupakan tasyakkuran atas khataman Al Quran. ”Alhamdulillah santunan dan Polo’an ini merupakan bentuk tasyakkuran dan selamatan kita warga MTs Zaha yang telah mengkhatamkan Al Quran dalam program profatan”, ucap beliau dalam sambutannya.


Dalam kesempatan itu beliau juga mengajak asatidz asatidzah santri dan seluruh anak yatim yang hadir supaya menjadi santri yang ahli Al Quran dan ahli sedekah.


Salah satu anak yatim penerima santunan berterus terang bahwa dirinya merasa senang dan terkesan kebaikan MTs Zaha. Ia juga mengaku belum pernah mengikuti kegiatan santunan yang begitu meriah seperti ini sebelumnya. “Ini baru pertama saya merasakan makan bersama Kyai dan kakak-kakak santri sebanyak ini. Terima kasih dari kami untuk MTs Zaha”, ujar Fathullah, penerima santunan dari kecamatan Maron


Sebagai acara penutup, setelah doa para santri menikmati makan bersama. Mereka berjejer rapi berhadap-hadapan membentuk barisan yang masing-masing di depannya tersaji makanan dengan beralaskan plastik. Makanan ini sengaja disiapkan oleh pihak madrasah untuk dimakan bersama. Dan sebagian santri juga membawa makanan dari pondok dan rumah. Setelah doa makan dibaca oleh Kepala Madrasah para asatidz dan santri pun dengan lahap menikmati nasi polo’an dengan nikmat.