MTs. Zaha Gelar Tasyakkuran Akhirus Sanah Tahun 2018

PERPISAHAN: Santri Kelas IX saat Mengikuti Kegiatan Akhirussanah Tahun Pelajaran 2017-2018

GENGGONG– Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs Zaha) Genggong menggelar selamatan dan tasyakkuran akhirussanah tahun pelajaran 2017-2018 kemarin Rabu (23/5/2018).

Acara yang digelar di GOR Damanhuri Romli tersebut dihadiri langsung oleh Kepala MTs Zaha, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal dan Ibu Nyai Hj. Balqis Husni Sulthan. Tampak juga shohibul bait Ning Zara. Serta segenap pimpinan, asatidz dan semua santri kelas IX putra maupun putri yang berjumlah 292 santri.

Acara selamatan dan tasyakkuran akhirussanah ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh santri kelas VII, M. Fathoni Dailani. Selanjutnya adalah penyampaian pesan kesan perwakilan santri kelas IX yang disampaikan oleh Adinda Febriani Saputri.

Dalam pidatonya Adinda banyak mengucapkan permohonan maaf sebagai santri ketika menuntut ilmu di MTs Zaha. “ Kami memohon jutaan maaf kepada Abuya dan para Asatidz manakala selama kami berada di MTs Zaha teristimewa ini banyak menyakiti hati Abuya dan para Asatidz”, ucapnya mewakili ratusan santri kelas akhir.

Di akhir penutup pidatonya, Adinda mengucapkan banyak terima kasih atas jasa para Asatidz yang telah memberikan banyak ilmu sebagai bekal hidup di jenjang yang lebih tinggi.

Acara semakin semarak ketika hadir tiga santri putra maju untuk menampilkan Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ). Ketiga santri yang dibalut busana khas Padang ini tampil memukau para hadirin, termasuk kepala Madrasah dan para pimpinan. Tampak decak kagum dan tepuk tangan serta gelak tawa dari hadirin melihat kekompakan dan kekocakan penampilan MSQ tersebut.

Penyampaian pesan kesan perwakilan asatidz disampaikan oleh wakil kepala bagian kesiswaan, ustadz Abdul Wafi Harits, MPd.I. dalam pidatonya beliau menyampaikan kepada para santri untuk mensyukuri nikmat kelulusan dengan baik jika ditakdir lulus oleh Allah SWT. Beliau juga berpesan kepada para santri agar melanjutkan pendidikannya di lembaga naungan pesantren Zainul Hasan Genggong.

“Lembaga pendidikan menengah atas di pesantren Zainul Hasan ini sangat lengkap. Kalau bisa tidak usah keluar Genggong, kecuali mendapatkan izin dari para pengasuh. Kalau masih ada dan bisa di Genggong mengapa harus keluar?” ungkap ustadz dengan khas kacamata ini.

Sebuah drama berjudul “maafkan aku guru” persembahan santri putri melengkapi kemeriahan acara tersebut. Penampilan drama yang diperankan oleh beberapa santri putri dan ustadz Zubair ini berjalan apik. Aplus meriah terjadi ketika ustadz Zubair berakting memarahi santri yang berakting tidur dan acuh tak acuh. Hadirin terlihat bungkam ketika ustadz Zubair menutup drama dengan sebuah pesan moral agar selalu menjaga akhlak kepada asatidz.

Di akhir acara kepala madrasah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para santri yang akan meninggalkan MTs. Zaha karena tidak bisa melayani para santri dengan baik dan maksimal. Beliau juga berpesan kepada para santri agar mengingat beliau dan para asatidz dalam doa-doa yang dipanjatkan.

“Abuya mohon maaf nak, jika selama Abuya mendidik kalian memiliki banyak kekeliruan, menyakiti kalian, melukai perasaan kalian. Jika kalian tidak terima perlakuan Abuya, sekarang juga kalian bisa balas Abuya. Abuya tidak akan membalas” tutur beliau diikuti isak tangis santri.

Di akhir tausiahnya kepala madrasah menilai bahwa para santri kelas IX tahun ini lebih membanggakan dan memberi kesan yang teristimewa di hati beliau.

Acara yang berakhir bersamaan adzan maghrib itu ditutup dengan pembacaan sholawat dan doa yang dipimpin kepala madrasah serta diakhiri dengan buka bersama dengan hidangan yang disiapkan madrasah. (*)