Serunya Guru Vs Santri dalam Lomba Memperingati HUT RI ke-73

Genggong- Banyak cara yang dilakukan untuk memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia ke 73 ini, salah satunya dengan mengadakan lomba-lomba. Seperti yang dilakukan Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Madrasah dengan jargon teristimewa ini memeriahkan peringatan kemerdekaan dengan mengadakan berbagai lomba, yakni lomba tarik tambang, lomba makan kerupuk, lomba sepeda lambat, dan lomba bakiak.

Lomba yang digelar di halaman madrasah pada Sabtu (18/8) ini tak hanya diikuti oleh santri dari masing-masing kelas, tapi juga diikuti oleh para asatidz. Untuk kategori asatidz ini dibagi menjadi 4 kategori, yakni guru perwakilan dari pimpinan, perwakilan dari karyawan dan TU. Juga perwakilan dari guru agama dan perwakilan dari guru umum. Dalam perlombaan ini, lawan tak ditentukan menurut kategori, tapi sesuai hasil pengundian. Sehingga seringkali dalam perlombaan ini guru melawan santri.

Tak seperti biasa, santri yang biasanya selalu nurut kepada guru tapi tidak untuk kali ini. Para santri dari perwakilan kelas tak mau kalah, mereka tampak semangat untuk menang meski yang menjadi lawan main adalah gurunya. “Ya inilah perlombaan. Kita adakan lomba ini sebagai hiburan untuk para santri. Konsep sederhana tapi meriah”, ujar ustadz Ali Wapa, koordinator lomba.

Lomba tarik tambang merupakan lomba yang pertama digelar. Dalam lomba ini masing-masing regu berjumlah 5 orang. Perlombaan tampak semakin seru saat regu pimpinan melawan regu guru umum, disusul regu karyawan melawan santri. Setelah melewati beberapa babak, grup pimpinan berhak masuk babak semi final. Namun dalam babak semifinal, grup pimpinan harus mengakui keunggulan kelas IXE, sehingga pada babak final kelas IX E harus bertanding dengan grup karyawan yang sudah dulu meraih tiket ke final. Setelah perjuangan keras adu otot akhirnya di babak final ini kelas IXE harus mengakui keunggulan grup karyawan yang dikomandani ustadz Yusuf.

Usai tarik tambang, lanjut dilaksanakan Lomba bakiak. Dalam lomba ini tak ada perwakilan guru yang juara. Semua juara diraih oleh perwakilan santri dari masing-masing kelas. Yakni juara 1 dari kelas IX A dan juara 2 diraih oleh kelas IX B.

Dilanjut dengan lomba sepeda lambat yang dimenangkan oleh perwakilan karyawan yang diwakili oleh ustadz Yusuf dan disusul oleh kelas VII D sebagai juara kedua. Di cabang lomba makan kerupuk diambil satu juara yakni kelas IXC.

Wakil kepala madrasah bagian Kesiswaan, Ustadz Abd. Wafi Haris mengatakan bahwa lomba ini bertujuan untuk menjaga kekompakan dari seluruh lapisan madrasah dan bentuk rasa syukur dalam menikmati kemerdekaan Indonesia. Beliau juga berharap dengan adanya kegiatan ini rasa kekeluargaan semakin terasa. “Acara ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat kemerdekaan dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa inilah MTs Zaha, madrasah yang kompak, penuh canda tawa dan rasa kekeluargaan ”, tuturnya.