Rangkai Gaun Berbahan Sampah Plastik, MTs. Zaha Juara Satu Fashion Daur Ulang

Anggung: Gaun Daur Ulang dari Bahan Plastik Hasil Karya Santri MTs. Zainul Hasan Genggong

Genggong- Rupanya sampah memang membawa berkah bagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Sebab, setelah berhasil menciptakan paving block dari daur ulang sampah plastik, kini bank sampah teristimewa (BST) MTs. Zaha kembali memanfaatkan sampah untuk pembuatan gaun cantik. Gaun ini dibuat untuk diikutkan lomba fashion show daur ulang pada ajang M-Facture 2018 yang diselenggarakan oleh MA Model Hafshawaty, Kamis (22/2/2018).

Hasilnya sangat fantastik. Gaun yang didominasi warna putih dengan kombinasi sayap itu nampak sangat indah saat dikenakan oleh Neli Himami Hafsaway, santri kelas 9F. Tak heran, hasil karya santri MTs. Zaha ini terpilih sebagai yang terbaik pada ajang tersebut.

Ustadzah Jumriyatul Hasanah, Pembina dalam proses pembuatan gaun ini mengatakan, bahwa bahan dasar pembuatan gaun ini adalah plastik bekas yang diperoleh dari bank sampah MTs. Zaha. “Sejak awal ada info lomba ini, kami sudah koordinasi kepada pengelola bank sampah untuk memilah sampah plastik jenis tas kresek yang masih utuh untuk dijadikan bahan dasar. Plastik yang sudah terkumpul itu kita bersihkan dahulu dengan cara mencuci hingga bersih lalu dikeringkan”, jelasnya.

Sementara itu, Laili Mamluatul Ulfiyah yang kemarin mewakili MTs. Zaha menjelaskan bahwa dirinya  butuh waktu seminggu untuk menyelesaikan pembuatan gaun tersebut dengan dibantu beberapa temannya.

Ia juga menjelaskan proses atau tahapan dalam pembuatannya. “Awalnya kita buat pola dulu dari plastik bening, kemudian kita tempel tas kresek bekas tersebut menggunakan lem tembak hingga terbentuk mengikuti pola yang sudah kita buat. Ada sekitar 400 tas kresek untuk membuat baju ini.”, jelas santri kelas 9F ini.

Sementara itu, untuk bagian sayap ia menyebutkan bahan dasarnya juga dari tas kresek serupa dan kardus bekas. Kardus bekas itu olehnya ditegakkan dengan menggunakan kawat sepanjang 2 meter. Sementara plastiknya tetap dilekatkan menggunakan lem tembak. Butuh 6 kardus dan 240 tas kresek untuk pembuatan bagian sayap ini.

Santri kelas fullday agama Ini juga menyebutkan bahwa biaya pembuatan gaun ini terbilang sangat murah. Ia mengaku hanya butuh biaya Rp. 72.000 untuk menyelesaikan satu gaun tersebut. “Ya kita beli bahan seperti kawat, lem tembak, dan plastik bening yang tidak ada di bank sampah. Gaun ini memiliki berat sekitar 10 kilogram”, jelasnya. (pin)