Sosialisasikan Visi dan Misi Madrasah kepada Wali Santri Baru

Kepala Madrasah Memberikan Sambutan Saat Sosialisasi Visi Misi dan Tujuan Madrasah

Genggong- Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mengadakan rapat bersama wali santri baru kemarin Ahad (30/7).  Rapat yang dikemas dalam kegiatan silaturrahim bersama pimpinan dan asatidz ini berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Damanhury Romli Genggong. Silaturrahim ini juga dimanfaatkan oleh pihak madrasah untuk menyampaikan visi, misi, dan tujuan madrasah kepada wali santri baru.

Usai pembukaan, acara dilanjut pembacaan ayat-ayat suci Al Quran oleh AfindraYanuarsyah santri kelas IX A MTs. Zaha Genggong yang sempat meraih Aksioma tahun lalu.

Acara dilanjutkan dengan laporan pendidikan oleh wakil kepala madrasah (wakamad) kurikulum Ustadz H. M. Harsoyo Mukhtar. Dalam laporannya beliau menyampaikan visi, misi, dan tujuan Madrasah. Dalam pemaparannya beliau menegaskan bahwa untuk  mewujudkan visi, misi, dan tujuan madrasah, beliau meminta para wali santri pro-aktif berkomunikasi dengan pihak madrasah, baik melalui wali kelas, guru BK, atau melalui seluruh waka. Beliau juga menghimbau para wali santri untuk selalu memotivasi dan mendukung putra dan putrinya yang telah memantapkan pilihannya kepada MTs. Zaha Genggong.

Beliau juga menyampaikan beberapa program yang sedang dilaksanakan oleh madrasah. Salah satunya menyelenggarakan program SKS by School  sehingga dapat pula menyediakan program peserta didik cerdas istimewa yang nantinya dapat lulus dalam 2 tahun. Lalu program pembangunan gedung baru yang saat ini masih berjalan. “Mulai tahun ini MTs. Zaha sudah menggunakan program SKS by School, jadi mohon doanya semoga bisa berjalan dengan lancar dan sukses”, paparnya.

Selain itu, Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan bahwa Genggong merupakan pesantren yang paling besar barokahnya. Sudah mafhum bersama bahwa Genggong adalah Pesantren yang besar barokahnya dan juga besar bala (kualat) nya.

Kepala Madrasah yang juga pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong ini menyampaikan pesan agar di dalam belajar di pesantren ini harus mengutamakan Pesantren, bukan mengutamakan madrasah atau sekolah. Pesantren merupakan induk dari madrasah. “Sampai kapanpun Madrasah dan Pesantren di Genggong ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu kegiatan santri di Pesantren tetap mendapatkan perhatian dari madrasah. Jika terdapat pelanggaran atau nilai kegiatan pesantren tidak mencapai nilai minimal yang ditetapkan, maka santri yang bersangkutan tidak bisa mengikuti segala bentuk ujian apapun di madrasah”. Tegasnya.

Di sela sambutan, kepala Madrasah persembahkan pemutaran video profil sebagai bentuk gambaran MTs Zaha. Acara ditutup dengan pembacaan sholawat nabi yang dipimpin oleh kepala madrasah sendiri dengan diiringi oleh jam’iyah hadrah Munsyiduna MTs. Zaha Genggong. (Tgh/Fin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More posts