
Genggong- Lagi-lagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menambah pundi-pundi piala dalam ajang AKSIOMA tahun 2017 tingkat kabupaten Probolinggo. Pada hari kedua (Selasa, 10/1) perwakilan MTs. Zaha berhasil mendominasi pada cabang pidato bahasa Arab, hal ini terbukti dengan diraihnya juara 1 dan 2 oleh peserta dari MTs. Zaha. Yakni Juara 1 diraih oleh Himmatul Choiroh Ali yang baru duduk di bangku kelas VII MTs Zaha, selanjutnya juara 2 diraih oleh Laily Mamlu’atul Ulfiyah santri kelas VIII MTs Zaha.
Ustadz Edy Kurniawan Farid yang menjadi pendamping cabang pidato bahasa Arab tampak bahagia melihat hasil yang dicapai kedua santri tersebut. “Alhamdulillah berkat barokah dan doa para guru, pidato Bahasa arab terbang ke tingkat Provinsi. Semoga pembinaan di tingkat Kabupaten bisa terus maksimal.” Ungkapnya.
Selanjutnya pada cabang lomba tenis meja MTs. Zaha kembali menorehkan namanya. Duet antara Devi Mariska dan Imroatis Sa’diyah yang semuanya masih kelas VII ini berhasil menyabet Juara 3 cabang lomba tenis meja ganda putri. Selain itu, kerjasama Ilham Raihan M dan M. Iqbal juga berhasil meraih juara 2 cabang lomba tenis meja ganda putra.
Tak hanya disitu prestasi yang diraih, cabang lomba bulu tangkis ganda putra yang diwakilkan oleh Mushoniful Khoirot dan M. Rafli juga berhasil meraih juara 2. Tak kalah membanggakan, M. Nur Fitradinata, santri kelas VIII yang ikut bertarung pada cabang lomba bulu tangkis tunggal putra sukses menuliskan namanya di posisi teratas, ia sukses mengalahkan semua peserta hingga resmi menjadi juara 1. Secara otomatis, Adin (sapaan M. Nur Fitradinata) mewakili kabupaten Probolinggo dalam ajang AKSIOMA tingkat Provinsi Jawa Timur.
Disusul oleh cabang lomba pidato Bahasa Indonesia yang diwakili oleh Kelvina Berlian Noer Riza dari kelas 7 F berhasil menjadi juara 2 setelah bersaing lagi di partai final.
Sedangkan pada cabang futsal MTs. Zaha juga tidak kalah saing dengan kontingen yang lain, juara 2 berhasil diraih oleh tim fulsal asuhan ustadz Agus Setiawan. Raihan tersebut dicapai setelah pertandingan yang cukup ketat dan menegangkan dengan lawan di lapangan futsal Handayani Paiton. “Persaingan memang sangat ketat dan kita sempat tertinggal 1-3 di babak pertama, lalu babak kedua kita bisa menyamakan kedudukan menjai 3-3. Skor adu penaltipun tetap sama, namun setelah lotre koin posisi kita sebaga penjaga gawang dan lawan penendang bola sehingga keeper kita tak bisa menepis bola. Tapi ya Alahamdulillah kita berhasil juara 2. Semoga 2 tahun lagi kita juara 1.” Tutur ustadz Agus. (Tgh/Fin)




Tinggalkan Balasan