Diuji di Hadapan Wali Santri, 169 Santri Siap Diwisuda Amtsilati

GENGGONG-Persiapan wisuda amtsilati ke IV sudah benar-benar matang. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya uji publik Amtsilati kemarin Ahad (7/4). Uji publik yang dilaksanakan di GOR Damanguri Romli PZH Genggong itu dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong (MTs Zaha) KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I.,M.Pd. dan Ketua Ikatan Pengurus Amtsilati Jawa Timur, KH. Ahmad Kamaluddin. Tampak juga hadir semua pimpinan, para Asatidz serta para santri peserta wisuda amtsilati yang berjumlah 169 santri bersama orang tuanya masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal menyampaikan pesan kepada semua wali santri yang hadir untuk tidak mempersoalkan banyaknya materi yang dikeluarkan untuk pendidikan putra putrinya. Dan juga beliau berpesan kepada wali santri untuk selalu terus mengawal pendidikan putra putrinya agar memperoleh pendidikan yang terbaik.

“Panjenengan telah banyak berkorban untuk pendidikan putra putrinya. Kalau saya hitung, panjenengan dalam akhir tahun ajaran ini akan 5 kali pergi ke Genggong. Tentunya banyak sekali materi yang dikeluarkan. Tapi panjenengan tidak usah khawatir akan pengeluaran materi untuk pendidikan putra putrinya karena barokah pasti akan menyertai niat tulus panjenengan. Yang penting panjenengan konsentrasi untuk terus mengawal putra putrinya agar mendapatkan pendidikan terbaik”. Tegas beliau.


Termasuk rangkaian uji publik, santri calon wisudawan diuji dihadapan orang tuanya untuk membuktikan bahwa santri tersebut memang layak untuk diwisuda. KH. Ahmad Kamaluddin yang mendapatkan amanah untuk menguji publik para santri memulainya dengan memberikan wejangan.

“Bapak Ibu membiayai putra putrinya ini ibarat menanam pohon. Panjenengan memilih lahan sudah sangat tepat, yaitu pesantren Zainul Hasan Genggong, lahan yang sangat subur dan produktif. Tugas panjenengan adalah menyiapkan pupuk, penyiraman dan perawatan yang lain. Kalau cara menanam dan perawatan panjenengan tepat, maka 10 tahun lagi panjenengan akan memanen dengan puas. Inilah kiasan dari putra putri panjenengan di Pesantren ini” tutur Kiai asli Kudus ini.

Setelah menyampaikan sambutan, Kiai Kamal (sapaan KH. Ahmad Kamaluddin, red) langsung menyuruh santri yang sudah berbaris untuk duduk bersama orang tuanya yang telah hadir. Beliau meminta kepada bapak ibu wali santri untuk membuka kitab kuning yang dibawa putra putrinya dan langsung mengujinya.

“Kami tidak memilah ataupun memilih santri yang akan diuji. Silahkan panjenengan buka sendiri kitabnya secara acak kemudian minta putra putrinya untuk membacanya. Kalau ada yang salah cara membacanya silahkan panjenengan betulkan sendiri” disambut tawa hadirin.

Kiai Kamal meminta wali santri yang siap diuji putra putrinya untuk maju ke pentas. Tampak banyak wali santri yang menggandeng putra putrinya maju ke pentas untuk diuji langsung oleh Kiai Kamal.

Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Kiai Kamal, mulai dari dasar bacaannya sampai pada tashrif kalimat demi kalimat. Semua santri yang maju lugas dan lancar dalam menjawab pertanyaan Kiai Kamal. Tepuk tangan hadirin pun membahana memenuhi ruangan tanda kebanggaan kepada calon peserta wisuda.

“Bapak Ibu lihat sendiri kan, saya sudah tidak perlu menanyakan dasar-dasar amtsilatinya. Mereka sudah menguasai penuh dasar amtsilatinya, saya hanya tinggal menanyakan tshrif dan yang lainnya”, pungkas Kiai Kamal.

Dalam penutupnya beliau menyampaikan bahwa para santri ini sudah memiliki kompetensi dasar yang baik dalam membaca kitab yang harus ditingkatkan di tingkat pendidikan selanjutnya.

Seperti yang diagendakan panita, Wisuda Amtsilati ini akan digelar pada tanggal 28 April mendatang.