Program Santunan Anak Yatim Kembali Dilakukan oleh MTs. Zainul Hasan Genggong

Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal ketika Memberikan Santunan Kepada Anak Yatim.
Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal ketika Memberikan Santunan Kepada Anak Yatim.

Genggong- Hasil shodaqoh santri dan asatidz kembali disalurkan oleh MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo Selasa tadi pagi (11/10). Shodaqoh yang dikumpulkan oleh para santri dan asatidz itu disalurkan kepada 30 anak yatim dan fuqara’ melalui kegiatan santunan yang khusus dilakukan oleh madrasah setempat.

Santunan kali ini merupakan santunan kali kedua yang dilakukan oleh MTs. Zaha Genggong Setelah yang pertama dilakukan pada bulan Juni lalu. Program ini menurut ustadz Ishak selaku bendahara madrasah akan terus dijalankan. “Dana yang digunakan untuk santunan ini adalah murni hasil shodaqoh dari santri dan para asatidz yang dilakukan setiap hari kamis. Kita mengambil hari ini untuk melakukan kegiatan ini karena merupakan hari istimewa, yakni bertepatan dengan tanggal 10 Muharram”. Ujarnya.

Sedangkan para penerima santunan ini merupakan anak yatim dan fuqara’ yang berasal dari desa sekitar MTs. Zaha Genggong. “Semuanya merupakan santri dari SD Zainul Hasan Genggong yang tergolong yatim dan tidak mampu”. Ujar ustadz Abd. Wafi Haris, wakamad kesiswaan yang juga bertugas mengumpulkan anak yatim pada kegiatan ini.

Acara dimulai pada jam 7.30 wib. Sebelum kegiatan santunan, acara didahului dengan pelantikan santri pelopor kedisiplinan yang lulus pada bulan September kemarin dan pengukuhan santri pelopor bulan oktober.

Usai pelantikan pelopor kedisiplinan acara santunanpun dimulai. Para penerima santunan maju kedepan menempati barisan di depan para santri MTs. Zaha. Mereka maju didampingi oleh walinya dan masing-masing dari mereka menerima barang berupa tas, kaos kaki, dan sejumlah uang. Santunan sendiri diberikan oleh kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal. Diiringi instrumen dan lagu yang dibawakan tim mars “harmoni hati” membuat acara semakin khidmat. Air matapun tampak tak terbendung mengalir deras di pipi para santri dan asatidz yang ikut terharu menyaksikannya.

Tak terkecuali, kepala madrasah ketika menyampaikan sambutan usai memberikan santunan juga tak kuasa menahan air mata. Beliau mengisahkan semasa kecilnya, tepatnya diusia 6 tahun ditinggal sang ayahanda Al-Marhum KH. Hasan Saifourridzall. “Adik-adik yang berdiri di depan ini, mengingatkan saya ketika saya masih kecil ditinggal ayah. Kalian ini termasuk anak yang tegar yang masih selalu tersenyum meski ditinggalkan oleh orang tua kalian”. Ungkap beliau ditengah-tengah sambutannya.

Beliau juga menyampaikan beberapa motivasi kepada santri MTs. Zaha dan penerima santunan untuk selalu saling menghargai satu sama lain. “Yang menerima jangan merasa lemah dan yang member jangan merasa lebih, karena adanya yang memberi dan menerima seperti ini dunia semakin indah. Siapa tahu diantara adik-adik yatim yang berdiri disini kelak ada yang menjadi bupati, gubernur, bahkan presiden RI”. Dawuh beliau yang melanjutkan sambutannya dengan doa sebaga tanda berakhirnya acara. (Fin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More posts