
Genggong- Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong melakukan study banding ke MTs. Unggulan Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto. Kegiatan ini dilakukan kemarin Senin (25/4) yang diikuti oleh pimpinan dan Karyawan MTs. Zaha Genggong.
MTs. Unggulan Amanatul Ummah dipilih karena sama-sama lembaga pendidikan berbasis pesantren dan memiliki program unggulan, utamanya menjadikan santri berprestasi dengan tingkat hafalan yang tinggi dan mampu bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan umum.
Rombongan yang berjumlah 26 orang tiba di Pacet jam 9.30 dan langsung beramah tamah di dalem (rumah,red) pengasuh pondok pesantren (ponpes) Amanatul Ummah yang diterima langsung oleh KH. Asep Saifuddin Chalim, pengasuh ponpes. Di dalem ini pula acara seremonial dan pembahasan maksud serta tujuan dijelaskan.
Diawali oleh KH. Moh. Hasan Naufal, kepala MTs. Zaha Genggong yang mengutarakan tujuannya datang bersama rombongan ke MTs. Amanatul Ummah. “Yang pertama kami ingin silaturrahim dan kedua ingin melihat dan meniru proses pengelolaan madrasah dan pembelajaran yang baik sehingga bisa menjadi madrasah yang unggul”. Tuturnya.
Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh pengasuh ponpes Amanatul Ummah, KH. Asep Saifuddin Chalim. Kiai Asep (sapaan akrab beliau) pertama kali menyampaikan permohonan maaf kepada rombongan karena hari itu kebetulan kepala dan pimpinan MTs. Amanatul Ummah sedang ke Surabaya dengan agenda simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “kami sangat mohon maaf karena acara simulasi UNBK mendadak dan baru dimulai hari ini hingga 4 hari kedepan, jadinya saya tidak ikut ke Surabaya untuk menyambut tamu istimewa ini”. Ungkapnya.
Meski demikian, tidak menghalangi niat untuk menimba ilmu dan mendapatkan terobosan-terobosan baru untuk diterapkan di MTs. Zaha Genggong. Hal ini ditunjukkan dengan rombongan yang tetap semangat mendengarkan sambutan dan penjelasan dari kiai Asep tentang sistem pengelolaan dan beberapa prestasi dari madrasah bertaraf internasional ini.
Menurut kiai Asep, kesuksesan madrasah tergantung dari sistem dan proses yang dilakukan. Guru atau pendidika juga harus bertanggung jawab untuk menjadikan santri bisa dan tidak memberikan kesempatan untuk bermalas-malasan. Selain itu santri juga harus kompetitif, tidak boleh kalah dengan lembaga umum. “Kita lembaga pesantren sudah harus lebih unggul dalam bidang agama dan kita juga tidak boleh kalah dalam bidang umum”. Tegasnya.
Acara ini ditutup dengan pemberian cinderamata oleh MTs. Zaha Genggong dan doa yang dipimpin langsung oleh kiai Asep. Sebelum pulang rombongan diberi kesempatan berkunjung ke madrasah dan pesantren untuk melihat langsung proses pembelajaran di kelas dan di pesantren. (Fin)




Tinggalkan Balasan