Haru tangis sedih sekaligus bangga mewarnai pisah kenang Kepala MTs. Zainul Hasan Genggong pada Senin (12/10) di lingkungan MTs. Zaha. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian beliau selama sebelas tahun memimpin madrasah, sebelum resmi melanjutkan amanah pengabdian sebagai Rektor Universitas Islam Zainul Hasan Genggong (UNZAH).

Selama memimpin MTs. Zainul Hasan Genggong, beliau dikenal sebagai sosok pemimpin yang berdedikasi tinggi, mengayomi, serta berkomitmen kuat dalam memajukan kualitas pendidikan di MTs. Zaha.
Seluruh warga madrasah, mulai dari santri hingga asatidz-asatidzah turut hadir memberikan apresiasi terakhir kepada kepala madrasah yang sudah membawa banyak inovasi terhadap MTs. Zaha.
Di bawah kepemimpinannya, MTs. Zainul Hasan Genggong telah menorehkan berbagai prestasi, baik di bidang akademik, keagamaan, maupun non-akademik, sehingga MTs. Zaha dikenal luas hingga tingkat internasional.

Dalam suasana yang penuh kehangatan, Abuya turut menyampaikan pesan dan ungkapan terima kasih kepada seluruh asatid dan asatidzah yang selama ini telah berjuang bersama. Beliau berharap silaturahmi dan semangat untuk memajukan pendidikan di bawah naungan Yayasan Pesantren Zainul Hasan Genggong akan terus terjaga dengan erat.
Abuya juga memberikan nasihat penguat agar senantiasa meluruskan niat dalam berjuang. “Mereka-mereka yang mendedikasikan dan mengkhidmahkan dirinya untuk pendidikan pesantren, kelak akan dibersamai oleh pendiri pesantren. Percayalah bahwa pengabdian ini mendapat perhatian lebih dari almarhum KH. Moh. Hasan Genggong,” tutur beliau.
Peralihan tugas Beliau sebagai Rektor Universitas Islam Zainul Hasan Genggong menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar madrasah. Amanah baru ini diharapkan semakin memperluas jangkauan keberkahan dan kontribusi beliau dalam dunia pendidikan tinggi.

Keluarga besar madrasah berkomitmen untuk terus menjaga konsistensi dan melestarikan semangat inovasi pembelajaran yang telah dibangun selama ini. Fondasi kurikulum, program pembiasaan karakter, hingga integrasi teknologi dalam pembelajaran yang telah dirintis di bawah kepemimpinan Abuya diharapkan tidak berhenti, melainkan terus bertransformasi menjadi lebih adaptif, relevan, dan berdaya saing dalam menjawab tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan