Diklat Jurnalistik Usai, Harus Muncul Jurnalis Muda MTs. Zaha

Terbaik: Foto Bersama Peserta Terbaik setelah Menerima Hadiah dari Kepala Madrasah.
Terbaik: Foto Bersama Peserta Terbaik setelah Menerima Hadiah dari Kepala Madrasah.

Genggong- Diklat Jurnalistik 2016 yang diselenggarakan MTs. Zainul Hasan bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Bromo resmi ditutup kemarin Kamis (1/9). Acara penutupan ini dihadiri Kepala MTs Zainul Hasan Genggong, Almukarrom Abuya KH. Moh. Hasan Naufal.

Rangkaian penutupan diklat pada jam 11.30 tersebut diawali dengan laporan ketua panitia, Ustadz Teguh Firmansyah. Dalam laporannya ketua panitia menyampaikan bahwa diklat ini berjalan dengan lancar dan sukses. “Insya Allah tahun depan akan dilaksanakan kembali acara seperti ini”. Ujar Teguh.

Hal ini juga disampaikan oleh Rudianto, Asisten redaktur Jawa Pos Radar Bromo yang juga pemateri dalam acara diklat ini. Menurutnya, tidak sedikit dari peserta yang sudah menguasai.  “Dari materi dan praktik yang dilaksanakan selama 2 hari ini, banyak hasil tulisan peserta yang sudah baik, Ungkapnya.

Dalam 2 hari ini juga panitia melakukan penilaian terhadap hasil tulisan yang dikumpulkan oleh peserta. Dalam penilaian ini panitia menentukan 5 peserta terbaik, diantaranya Jinani Firdausi As’ad (IX-G), Wahidatul Aufa (IX-H), dan Dina Afkarina (VII-I) . selanjutnya dari peserta putra ada Moh. Baihaqi dan Robith Ilman yang semuanya dari kelas IX A. Lima peserta terbaik itu mendapat hadiah dari panitia yang diberikan langsung oleh kepala madrasah.

Acara dilanjutkan dengan pengarahan kepala Madrasah. Dalam pengarahannya beliau beharap kegiatan ini tidak selesai disini, tapi ada kelanjutan dikemudian hari. “saya ingin beberapa diantara kalian menjadi tim jurnalis di madrasah ini yang nantinya bisa menulis berbagai berita kegiatan madrasah”. Ujarnya.

Selain itu beliau juga memberi beberapa pesan kepada peserta diklat. Pertama, beliau berpesan jika ada dari para santri yang menjadi jurnalis, agar menjadi jurnalis yang handal dan memajukan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Pesan yang kedua agar mengutamakan kejujuran dalam menilis berita. Karena sekarang banyak beredar di media berita yang tidak sesuai fakta atau berita yang dibuat-buat hanya karena uang. “Suatu saat jika ada diantara kalian yang menjadi jurnalis, jadilah jurnalis yang jujur dan sesuai fakta”. Tuturnya yang langsung menutup acara dengan doa. (Tgh/Fin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More posts