
Genggong- Wisuda perdana program amtsilati sukses digelar oleh MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kemarin Ahad (15/5). Sebanyak 107 santri putri dan 10 santri putra diwisuda langsung oleh pengarang kitab Amtsilati, KH. Taufiqul Hakim dari Jepara Jawa Tengah. Acara yang berlangsung dihalaman MTs. Zainul Hasan itu juga dihadiri oleh wali santri wisudawan dan wisudawati, dewan asatidz, serta beberapa Ashabul Bait Pesantren Zainul Hasan Genggong. Tampak diantaranya KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, KH. Moh. Hasan Saiful Islam, KH. Hassan Ahsan Malik, Nyai Hj. Aziziah, Nyai Hj. Endah Nihayati Saif.
Sebelum diwisuda, santri diuji publik oleh pengarang kitab amtsilati. Pada uji publik ini membuat suasana makin meriah. Pasalnya para santri yang diuji tidak hanya bisa membaca kitab yang dipilih secara acak oleh hadirin, tapi juga mampu memberikan dasar bacaan yang sesuai dengan qoidah amtsilati. kekompakan menjawab yang dilontarkan dalam bentuk nadhom disambut dengan tepuk tangan hadirin yang begitu meriah.
KH. Taufiqul Hakim menjelaskan bahwa dengan metode amtsilati santri bisa belajar membaca kitab kuning dengan senang. Karena pembelajarannya dengan sistem nadhom yang dibaca berulang-ulang tapi juga ada target agar santri bisa menuntaskan pelajarannya. “Diharapkan selama 6 bulan santri sudah bisa tuntas belajarnya dan sudah bisa membaca kitab yang belum ada makna dan harokatnya alias kitab gundul. Dan metode ini bisa digunakan oleh semua kalangan bahkan bagi santri yang belum pernah belajar kitab saja juga bisa”. Tegasnya.
Disisi lain kepala MTs. Zaha Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal dalam sambutannya mengatakan bahwa Amtsilati termasuk salah satu program unggulan di madrasah ini. Beliau juga bersyukur bisa melaksanakan wisuda perdana ini yang juga dihadiri langsung oleh pengarangnya. “Alhamdulillah pada malam ini bisa terlaksana wisuda perdana dan insya Allah acara ini menjadi program setiap tahun. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada KH. Taufiqul Hakim atas kehadirannya dan semoga tahun depan bisa kembali hadir dengan lebih banyak lagi yang diwisuda. Tuturnya.
Wisudawan dan wisudawati mendapatkan 2 ijazah yang diserahkan ketika prosesi wisuda. Pertama ijazah dari pengarang kitab Amtsilati dan kedua ijazah dari MTs. Zaha Genggong. Dalam wisuda ini juga terdapat 3 wisudawan terbaik, yaitu Jinani Firdausi As’ad sebagai wisudawan terbaik pertama, Roihana Firdausiah pada posisi kedua, dan terbaik ketiga diraih oleh Adelia Damayanti. Penghargaan diberikan langsung oleh ketua yayasan dan H. Taufiqul Hakim yang didampingi oleh kepala madrasah.
KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah selaku ketua yayasan berpesan agar tidak meninggalkan ilmu Nahwu dan Shorrof seperti ini, karena ilmu seperti ini merupakan modal untuk bisa mempelajari segala macam ilmu. Selain itu, beliau juga berpesan agar selalu menjaga identitas kesantriannya. Beliau juga berharap agar wisudawan yang dinyatakan lulus UN bisa melanjutkan belajarnya di Pesantren Zainul Hasan Genggong karena di pesantren ini semuanya ada. “Genggong itu ibarat pasar, semua menu ilmu ada. Jadi kalian tinggal pilih sesuai keilmuan yang kalian minati”. Tuturnya.
Diakhir sambutannya beliau memberikan hadiah spesial kepada wisudawan terbaik berupa gratis biaya pendidikan di lembaha favorit di Pesantren Zaha Genggong. “Khusus 3 wisudawan terbaik saya bebaskan SPP selama 1 Tahun jika melanjutkan di SMA Unggulan atau MA Model Genggong”. Tegasnya.
Acara wisuda ini ditutup dengan pembacaan sholawat nabi yang dibawakan oleh santri MTs. Zaha Genggong yang tergabung dalam Jam”iyah Hadrah “Munsyiduna”. (Tgh/Fin)



Tinggalkan Balasan