Kategori: Berita Genggong

  • Kiai Mutawakkil Resmikan Sentra Usaha Madrasah Milik MTs. Zaha

    Kiai Mutawakkil Resmikan Sentra Usaha Madrasah Milik MTs. Zaha

    KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah saat Menandatangani Prasasti Peresmian Gedung Sentra Usaha Madrasah (SUM) MTs. ZahaGenggong- Ketua Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M meresmikan Sentra Usaha Madrasah (SUM) milik MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Gedung yang berada tepat dipinggir jalan atau sebelah selatan monument NU Genggong ini diresmikan kemarin Kamis (31/1/2019).

    Peresmian tersebut dilakukan saat ketua yayasan bersama pengurus yayasan melakukan kunjungan ke MTs. Zaha untuk menggelar rapat evaluasi pendidikan. Selain gedung SUM tersebut, juga diresmikan Green House dan taman belajar santri yang telah rampung dibangun pada bulan Januari 2019.

    Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd menuturkan bahwa gedung ini merupakan salah satu pengembangan sarana prasarana madrasah yang dibangun untuk mendukung perkembangan layanan pendidikan di MTs. Zaha.

    Sentra Usaha Madrasah dibangun selain untuk melengkapi sarana prasarana, juga sebagai badan usaha madrasah. Sebab di gedung SUM ini tersedia koperasi dan kantin sehat. “Jadi dengan adanya sentra usaha ini kita juga ingin mengajarkan kepada para santri tentang entrepreneur. Sebab, tidak hanya makanan dan kebutuhan pokok yang dijual, tapi juga hasil karya santri kita pasarkan disini. Hasil karya yang dibuat santri melalui bimbingan student’s day kita hargai disini. Makanya gedungnya kita letakkan tepat dipinggir jalan supaya juga bisa diakses untuk masyarakat umum juga,” ungkap Nun Boy, sapaan akrab beliau.

    Diberi nama Sentra Usaha Madrasah, lanjut nun boy, karena disini tidak hanya ada koperasi dan kantin saja. Kedepan berencana juga akan dibuka percetakan dan usaha-usaha lainnya yang bermanfaat untuk pengembangan madrasah.

    Selain itu, taman belajar dan green house yang juga berada di lokasi gedung putra, dibangun untuk santri supaya para santri bisa belajar dengan nyaman. “Tidak selalu di dalam kelas, tapi mereka juga bisa belajar di taman. Selain itu bisa belajar dan mengenal langsung tumbuh-tumbuhan di green house yang sudah ada. Kita ciptakan nuansa hijau di lingkungan madrasah supaya semuanya bisa merasa nyaman dan kerasan di madrasah,” ungkapnya.

    Rupanya pengembangan sarana ini mendapat apresiasi dari pihak yayasan yang diungkapkan oleh kepala Biro Pendidikan, Dr. Abd. Aziz Wahab. Menurutnya MTs. Zaha tidak main-main dalam mengembangkan pendidikan. “Gedung ini merupakan salah satu bukti nyata perkembangan yang dialami oleh MTs. Zaha”, ungkap Dr. Aziz.

  • Rapat Evaluasi Pendidikan, Ketua Yayasan Puji Perkembangan Pesat MTs. Zaha

    Rapat Evaluasi Pendidikan, Ketua Yayasan Puji Perkembangan Pesat MTs. Zaha

    Genggong- Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong (YPPZH) melakukan rapat evaluasi pada masing-masing lembaga yang dikelolanya. Salah satunya Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs Zaha) yang mendapatkan kesempatan kunjungan evaluasi dari YPPZH. Kegiatan evaluasi yang dipimpin langsung oleh ketua yayasan ini dilakukan kemarin Kamis (31/1) yang diikuti oleh seluruh pimpinan, dewan asatidz, dan para karyawan keluarga besar MTs Zaha.

    Kehadiran ketua YPPZH, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH., M.M. merupakan momen istimewa bagi MTs Zaha. Terbukti dari antusiasme keluarga besar MTs dalam menyambut kehadiran beliau yang terlihat mulai dari luar gerbang MTs Zaha. Para santri calon pelopor kedisiplinan berbaris rapi di kiri kanan jalan raya diikuti para asatidz anggota tim PETASAN (Penegak Tata Tertib Santri) yang berjejer di samping gerbang madrasah. Di halaman madrasah juga berbaris rapi beberapa barisan, diantaranya para asatidz dan asatidzah, santri putra, grup hadroh Munsyiduna, mars putri dan duta madrasah yang mendampingi Kepala MTs Zaha, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd..

    Kehadiran ketua yayasan dengan mengendarai mobil golf pribadinya langsung disambut lagu Thola’al Badru yang dinyanyikan oleh grup hadroh Munsyiduna. Kepala MTs Zaha bersama duta madrasah, para pimpinan dan dewan asatidz langsung menyambut beliau dan bersalaman dengan sang guru besar.

    Rapat evaluasi yang dibuka oleh kepala Biro Pendidikan tersebut beragendakan penyampaian laporan program dan inovasi serta kendala oleh MTs Zaha. Kepala Biro Pendidikan memohon kepada segenap kepala madrasah untuk melakukan presentasi dengan jelas singkat dan padat.

    Laporan MTs Zaha disampaikan oleh Kepala MTs Zaha Abuya KH. Moh Hasan Naufal, S.HI., M.Pd.  Dalam kesempatan tersebut kepala madrasah yang juga adik dari Kiai Mutawakkil memaparkan semua hal yang berkaitan dengan keadaan MTs Zaha saat ini. Baik berupa prestasi , program, sarana prasarana, kurikulum, dan kesiswaan. Bahkan beliau juga menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi oleh MTs Zaha saat ini.

    Pengarahan ketua yayasan menjadi acara pamungkas rapat evaluasi . Beliau menekankan kepada para asatidz untuk bersyukur dan berbahagia karena Allah telah menakdirkan para asatidz bisa menjadi keluarga besar MTs Zainul Hasan Genggong dikarenakan lembaga ini merupakan lembaga yang didirikan langsung oleh KH. Hasan Saifourridzall.

    “Jarang ada sekolah seperti ini (MTs Zaha,red), maka berbahagialah anda yang mengabdi di sini, karena silsilah sanad keilmuannya jelas kepada wali Kutub, yaitu mbah wali Kyai Hasan Sepuh. Tata niat anda dan perbaiki kinerja anda”. Tutur beliau.

    Sejauh ini, lanjut kiai Mutawakkil, MTs. Zaha dalam perjalanannya dinilai mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik dari prestasi maupun pengembangan sarana. “saya akui memang sangat banyak prestasi dan inovasi yang dilakukan oleh lembaga MTs. Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan para guru yang telah ikhlas melayani putra-putri ummat”. Lanjut beliau.

    Beliau juga menyampaikan bahwa para asatidz harus mengedepankan kepentingan madrasah atau pesantren dikarenakan pesantren ini merupakan tempat yang banyak barokahnya.

    “tidak usah repot memikirkan kepentingan dunia, karena insya Allah akan mengatur anda ke arah yang baik selama anda membantu madrasahnya Kyai Sepuh” tegas beliau

    Sebelum doa, ketua yayasan memberikan penghargaan kepada beberapa guru prestasi yang berhasil mengantarkan santri MTs. Zaha meraih prestasi tingkat Jawa Timur. Dan kunjungan beliau diakhiri dengan beramahtamah di kantor madrasah dengan menikmati nasi polo’an khas MTs Zaha. bersama para asatidz.

  • Pertama Kali Ikut, Raih Juara Umum Lomba Tradisional di Pasuruan

    Pertama Kali Ikut, Raih Juara Umum Lomba Tradisional di Pasuruan

    Jiwa pantang menyerah santri Madrasah Tsanawiay Zainul Hasan (MTs. Zaha)  Genggong dalam mengukir prestasi tak pernah pudar.  Hal ini ditunjukkan dengan diraihnya juara umum pada ajang Festival Dolanan Yok! 2019 pada Ahad (27/01/2018) di Pondok Pesantren Modern Bayt Al Hikmah Kota Pasuruan.

    Festival Dolanan Yok! 2019 ini diikuti oleh peserta usia sekolah, mulai SD, SMP dan Santri tahun perwakilan beberapa sekolah dan pesantren se-Jawa Timur. Pada kesempatan ini perwakilan dari Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 (MTs. Zaha 1) Genggong berhasil membawa pulang 4 tropi juara, yaitu Juara 1 fotografi diraih oleh Reva Surya Ngasri Kinalita, Dicky Mirqotul Ulum dan Syarif Hidayatullah sebagai Juara 1 carving buah. Selanjutnya juara 2 lomba engrang diraih oleh Moh. Rangga dan Ahmad Muzaki serta juara 3 lomba layangan indah diraih oleh tim yang dikomandoi oleh Bayu Raditya bersama anggotanya Haekal Galael dan Moh. Reza

    Acara pengumuman hadiah yang dimulai jam 12.00 WIB ini diawali oleh sambutan yang disampaikan oleh wakil Ketua Yayasan Bayt Al Hikmah, Widad Bariroh. Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa pihaknya sengaja menggelar Festival Dolanan Yok! 2019 ini sebagai upaya untuk melestarikan permainan tradisional agar tidak punah di tengah banjir gagdet dan permainan digital.

    “Ini sudah yang ketiga kalinya digelar, dan akan terus kami pertahankan untuk selalu digelar di setiap tahunnya. Harapannya melalui kegiatan ini kami ingin mengajak para siswa dan anak-anak muda sekarang agar mengurangi ketergantungan pada gadget dan permainan on line” ungkapnya.

    Dalam acara penutupan yang berlangsung pada Ahad siang itu dihadiri langsung oleh Plt Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail Marzuki, dan Bupati Pasuruan, Gus Irsyad Yusuf.

    Ustad Restu Singgih, pembina dari MTs Zaha menyatakan bahwa pihaknya awalnya berniat hanya untuk memeriahkan, namun saking semangatnya para santri dapat juara. “Alhamdulillah, tidak menyangka jadi juara umum. Para santri senang banget, acaranyapun  fun sekali. Namanya permainan, tak jarang santri kita yang jatuh bangun mencoba bangkit mengejar peserta lain dengan engrangnya”. Ujarnya sambil terkekeh.

    Hal senada juga disampaikan oleh Reva Surya Ngasri Kinalita, santri kelas IX yang meraih juara 1 cabang lomba fotografi ini menyatakan bahwa para peserta banyak berasal dari sekolah yang bonafit hingga kalangan umum dengan kamera yang lebih bagus. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya mengharumkan MTs Zaha. “Memang banyak yang kameranya lebih bagus dan membuat saya sedikit kurang percaya diri. Tapi berbekal beberapa teknik yang diajari oleh pembimbing, Alhamdulillah bisa juara,” Ujarnya.

  • Kembali Torehkan Prestasi di Bidang Pencak Silat

    Kembali Torehkan Prestasi di Bidang Pencak Silat

    JUARA: Mario Ahmad Baidowi (kiri) dan Muhammat Ainul Yakin (kanan) saat Foto dengan Medali yang Diraihnya.

    Genggong-Sebanyak 638 pendekar silat dari berbagai daerah di Jawa dan Bali beradu kebolehan dalam kejuaraan pencak silat Al Khoziny Cup 1 di Sidoarjo. Even bergengsi se Jawa-Bali tersebut dihelat selama 4 hari, yakni mulai tanggal 20-23 Desember 2018 di gedung Sport SMK 10 November Sidoarjo.

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong yang mengirimkan 3 santrinya sukses menorehkan namanya di papan nama prestasi. Dua orang santri MTs Zaha atas nama Mario Ahmad Baidlowi dan Muhammad Ainul Yaqin membawa nama harum MTs Zaha. Kedua santri yang masih duduk di kelas IX itu sukses mendulang medali pada kategori kelas Pra Remaja Putra berturut-turut juara 1 dan 3.

    Al Khoziny Cup 1 se Jawa- Bali yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Al Khoziny ini merupakan ajang kejuaraan yang cukup bergengsi dalam ajang perlombaan pencak silat di Indonesia. Terbukti dari banyaknya jumlah para pendaftar dari ujung barat pulau jawa sampai ujung timur Bali yang hadir untuk memperebutkan tropi yang telah disiapkan panitia.

    Pada kategori kelas Pra Remaja Putra,setelah melalui persaingan yang ketat, Mario Ahmad Baidlowi berhasil menyisihkan para peserta dari beberapa sekolah di pulau bali pada sesi pertama dan bertanding dengan beberapa peserta dari pulau Jawa, sampai perjuangannya terus masuk final dan berhak juara satu setelah mengalahkan peserta dari sebuah pesantren di Jawa Timur.  Wajah sumringah tampak pada ustadz Taufik, pendamping pencak silat yang ikut mengantarkan ke acara lomba.

    “Alhamdulillah barokah para guru di Genggong. Tidak disangka bisa juara, padahal saingannya banyak dan tekniknya bagus-bagus tapi akhirnya ditetapkan sebagai juara” jelas ustadz Taufik, pendamping dari MTs. Zaha.

    Tak berhenti disitu, santri MTs. Zaha yang lain menambah pundi-pundi medali pada kategori Pra Remaja Putra. Adalah Muhammad Ainul Yaqin sukses menyabet juara ketiga.

    “Pesertanya banyak sekali, dengan persaingan yang ketat kita berdua bisa membawa dua juara, Alhamdulillah. Semoga tropi ini bisa menambah MTs Zaha menjadi semakin teristimewa.” Tutur Mario dengan mata berkaca-kaca.

    Hal senada disampaikan oleh Pembina Pencak Silat di MTs Zaha, ustadz Mahfudz. Ia sangat bersyukur atas perolehan juara yang kebetulan mereka adalah santri binaannya di Student’s day.

    “Tidak sia-sia santri berlatih. Program student day sebagai wadah untuk pembinaan minat bakat santri membuahkan hasil yang manis” Jelas Ustadz Mahfudz dengan bangga.

    Hal senada juga disampaikan oleh ustadz M. Restu, kapro sekaligus koordinator lomba jasmani MTs. Zaha juga mengatakan bahwa prestasi itu adalah buah dari pembinaan santri dalam penyaluran minat dan bakat dalam Student’ Day.

    “Alhamdulillah, ini merupakan hasil pembinaan berkesinambungan di Student’s  Day, yakni sebuah program unggulan yang memberikan satu hari penuh untuk mengembangkan minat dan bakat anak untuk mencapai prestasi” paparnya.

  • Programkan Duta Madrasah, MTs. Zaha Pilih Dua Santri Terbaik

    Programkan Duta Madrasah, MTs. Zaha Pilih Dua Santri Terbaik

    TERPILIH: Kepala Madrasah bersama M. Hilman Rizkillah Sya’bi, Duta Madrasah Putra tahun 2018

    Genggong-Sebanyak 22 peserta calon duta Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan  (MTs. Zaha) Genggong Pajarakan Probolinggo mengikuti kegiatan Pemilihan Duta Madrasah pada Sabtu (6/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan terbaru yang digagas oleh Humas MTs Zaha. Kegiatan ini  dihadiri langsung oleh kepala MTs. Zaha KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI dan istri beliau Ny.Hj. Balqis Husni Sulthon. Tampak juga segenap pimpinan, para Asatidz serta para santri.

    Ustadz Teguh Firmansyah, Waka Humas mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggaran dengan tujuan untuk memilih duta madrasah yang berasal dari santri. “Nantinya, duta terpilih akan menjadi bagian terpenting di madrasah, sebab dia bisa kita gunakan sebagai duta yang dapat menjadi contoh dalam segala aspek serta dapat mewakili untuk mempromosikan madrasah,” jelasnya.

    Dalam pemilihan duta madrasah yang pertama kali dilakukan ini, ada sebanyak 22 peserta calon duta. Dari jumlah itu, akan dipilih dua peserta yakni satu putra dan putri. Para peserta ini merupakan utusan terbaik dari beberapa kelas yang ada di MTs Zaha mulai dari kelas VII dan VIII. Mereka juga merupakan para santri pilihan dengan wawasan luas, mempunyai keterampilan public speaking yang baik, kepercayaan diri tinggi dan tentunya berpenampilan menarik.

    Selama seminggu penuh sepulang sekolah para peserta diberikan bekal persiapan oleh wakil kepala madrasah bagian humas, ustadz Teguh Firmansyah dengan berbagai topik seperti public speaking, kepribadian, wawasan kepesantrenan dan nasionalisme. Materi-materi yang disajikan dalam bentuk teori dan praktek ini diselingi dengan humor dan berbagai permainan  yang membuat para santri begitu semangat dan tak terlihat kelelahan dalam mengkuti ajang bergengsi ala MTs Zaha ini.

    Munawwaroh, Duta Madrasah Putri Tahun 2018 saat foto bersama kepala madrasah.

    Dalam sambutannya, Abuya, sapaan kepala madrasah mengatakan  tujuan dilaksanakan kegiatan ini ini adalah untuk memberikan ruang atau kesempatan kepada santri MTs Zaha untuk berkreasi secara bebas mengekspresikan diri sesuai bakat dan potensinya. Juga sebagai wajah dari MTs Zaha, artinya bahwa jika ingin melihat MTs Zaha, maka lihatlah Duta Madrasah. “Engkau akan melihat semuanya di sana. Ada semangat, ada kekompakan, ada cerdas, ada akhlakul karimah, ada wawasan, ada santri serta ada Nasionalisme di situ,” ungkapnya disambut gemuruh tepuk tangan para santri.

    Pemilihan duta ini melibatkan juri dari pihak madrasah. Terpilih sebagai juri dalam kegiatan ini diantaranya, Kepala Madrasah, istri dari kepala madrasah, dan pembina OSIS putri, ustadz Agus Setiawan.

    Satu per satu para calon duta madrasah menaiki pentas kehormatan. Acara yang dipandu oleh waka Humas, Ustadz Teguh Firmansyah tersebut berlangsung 4 babak. Yakni, babak penyisihan, babak sepuluh besar, lima besar, dan babak final.

    persaingan begitu ketat dan proses pemilihan berjalan begitu seru, hingga akhirnya pada babak final tersisa 3 santri. Mereka adalah Silmi Injela Hasan, Nabila, dan Muwawwaroh. Pada babak final ini, mereka memilih satu pertanyaan di dalam amplop yang harus diberikan kepada dewan juri untuk dibacakan. Satu per satu dari santri tersebut menjawab pertanyaan juri dengan jelas, tenang dan lugas.

    Penantian mendebarkan dengan tanda tanya besar berkecamuk di hati para hadirin. Setelah dewan juri mengantongi nama pemenang duta madrasah, diberi kesempatan kepada kepala madrasah beserta istri untuk maju menyematkan selempang duta madrasah. Tampak keduanya bermain-main seperti hendak menyematkan selempang pada ketiga calon, sehingga membuat suasana semakin seru dan menegangkan.

    Hingga akhirnya, Sesuai hasil rekap penilaian dewan juri memutuskan Duta Madrasah putrid untuk tahun 2018-2019 dinobatkan kepada Munawwaroh kelas VII F. Sedangkan duta madrasah putra yang acara pemilihannya terpisah dengan putri, dari 14 santri terpilih Hilman Rizkillah Sya’bi dari kelas CI 1A sebagai duta madrasah.

  • Kasi Pendma Kabupaten Probolinggo Hadiri Polo’an Akbar MTs. Zaha

    Kasi Pendma Kabupaten Probolinggo Hadiri Polo’an Akbar MTs. Zaha

    Genggong- Puncak kegiatan Profatan (Program Menghafal dan Mengkhatamkan Al-Qur’an) yang digagas oleh Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong tak hanya dilakukan dengan tasyakuran. Tapi juga diwarnai kembali dengan kegiatan Polo’an Akbar. Kegiatan ini sebagai acara pemungkas usai pembacaan doa khotmil Qur’an kemarin (6/10/2018). Tampak dalam kegiatan tersebut Kepala MTs. Zaha, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I juga segenap wakil kepala madrasah dan asatidz-asatidzah serta para santri. Selain itu, hadir pula tamu kehormatan, yakni Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Didik Heriadi, S.Ag, M.Pd., juga para anak yatim se kabupaten Probolinggo penerima santunan.

    Kegiatan tersebut diawali dengan membaca Al Quran juz terakhir secara bersama-sama. Semua santri tampak khidmat dan khusyuk mengikuti lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan dengan dipandu oleh beberapa santri.

    Setelah khatam Al Quran, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada para anak yatim yang sengaja diundang dari beberapa kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Santunan tersebut merupakan hasil shodaqoh yang dikumpulkan oleh para santri dan asatidz pada program Yaumus Shodaqoh yang dikumpulkan setiap hari Kamis.

    Santunan kali ini merupakan santunan kali kelima yang dilakukan oleh MTs. Zaha Genggong. Program ini menurut Abuya, sapaan kepala madrasah akan terus dijalankan. “Dana yang digunakan untuk santunan ini adalah murni hasil shodaqoh dari santri dan para asatidz yang dilakukan setiap hari kamis. Kita mengambil hari ini untuk melakukan kegiatan ini karena merupakan bulan istimewa, yakni bertepatan bulan Muharram”. Ujarnya.

    Beliau juga menuturkan bahwa santunan tersebut juga merupakan tasyakkuran atas khataman Al Quran.”Alhamdulillah santunan dan Polo’an ini merupakan bentuk tasyakkuran dan selamatan kita warga MTs Zaha yang telah mengkhatamkan Al Quran 2000 kali dalam setahun”, ucap beliau dalam sambutannya.

    Sedangkan Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Probolinggo Bapak Dr. H. Didik Heriadi, S.Ag, M.Pd yang juga memberikan santunan dari saku pribadinya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada MTs Zaha atas program-program dan pendidikan akhlakul karimah serta peduli sesama.

    “Saya sangat salut kepada MTs Zainul Hasan Genggong yang telah memberikan pendidikan karakter mulia kepada para santri. Indonesia tidak butuh orang pintar, tetapi Indonesia butuh orang benar seperti kalian. Belum ada madrasah se Indonesia, bahkan sedunia yang melakukan kegiatan polo’an seperti ini. Hanya ada di MTs Zaha” ujarnya disambut tepuk tangan para santri.

    Di akhir acara, para santri berjejer rapi berhadap-hadapan membentuk barisan yang masing-masing di depannya tersaji makanan dengan beralaskan plastik dan daun pisang. Makanan ini sengaja disiapkan oleh pihak madrasah untuk dimakan bersama. Sebagian juga santri membawa makanan dari rumah.

    Salah satu wali dari anak yatim penerima santunan berterus terang bahwa dirinya merasa terkesan dengan kegiatan ini. Ia juga mengaku belum pernah melakukan dan mengikuti kegiatan seperti ini sebelumnya. “Ini baru pertama saya merasakan makan bersama yang sangat berkesan seperti ini. Makan bersama para santri, guru dan semuanya di satu tempat, pokoknya seru sekali”, ujar Asmawati.

  • Kepala Madrasah Berikan Hak Suara di TPS Putra

    Kepala Madrasah Berikan Hak Suara di TPS Putra

    Kepala Madrasah saat Menggunakan Hak Suara dalam Pemilihan Ketua-Wakil Ketua OSIS 2018-2019

    Genggong– Di hari yang sama, Senin (27/8) OSIS Putra Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong juga mengadakan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS baru. Prosesi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS putra MTs. Zaha tersebut berlangsung di depan ruang kelas putra MTs. Zaha.

    Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal ikut mendatangi TPS dan memberikan hak suaranya untuk memilih salah satu pasangan calon. Beliau hadir didampingi sejumlah asatidz yang juga memberikan hak suara.

    Dalam pemilihan kali ini, pasangan calon yang bersaing memperebutkan posisi ketua dan wakil ketua OSIS tahun 2018-2019  adalah pasangan Mudrik Abdil Bar-Moh. Dwi Nanda Al Farades dengan nomor urut satu, Muhammad Ilyas Ramadhan-Tuhfah Maulana Sholeh dengan nomor urut dua, dan David Anggun Felani-Syarif Hidayatullah dengan nomor urut ketiga..

    Hampir sama dengan OSIS Putri, prosesi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS masa bhakti 2018-2019 tersebut dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Diawali dengan pemungutan suara oleh para santri di masing-masing kelas yang didampingi para asatid dan pengurus OSIS. Setelah itu, acara berlanjut ke depan kelas guna melaksanakan penghitungan suara. Di depan kantor ini juga dilaksanakan pemungutan suara oleh para asatidz. Mereka memilih di bilik yang sudah disediakan oleh pengurus OSIS Putra.

    “Monggo para asatid yang masih belum mencoblos agar segera menggunakan haknya. Karena sebentar lagi akan dilakukan penghitungan suara.” Ujar Ust. Ali Wapa selaku Pembina OSIS Putra MTs. Zaha melalui pengeras suara.

    Memasuki sesi penghitungan, para santri semakin bersemangat. Sorak-sorak dan tepuk tangan tak hentinya mereka luapkan ketika surat suara pertama yang dibacakan memihak pada pasangan nomor urut dua. Tampak kepala Madrasah dan semua asatidz ikut menyoraki pasangan yang didukungnya

    Berbeda dengan di putri, perolehan suara masing-masing pasangan calon begitu ketat, terutama pasangan nomor urut satu dan nomor urut dua. Kedua pasangan calon tersebut bersaing ketat dalam perolehan suara sampai menjelang akhir penghitungan, namun tidak bisa mengejar perolehan suara nomor urut tiga

    Sampai akhirnya, pasangan nomor urut tiga, David-Syarif berhak memperoleh suara tertinggi dengan  meraih 153 suara, unggul jau dari pasangan nomor urut satu Mudrik-Nanda yang memperoleh 106 suara. Sedangkan pasangan nomor urut dua Ilyas-Tuhfah selisih 1 suara dengan pasangan nomor urut 1, yaitu memperoleh 105 suara. Jumlah suara tidak sah cukup kecil, yaitu 17 suara

    “Ya Alhamdulillah bisa menjadi ketua OSIS MTs. Zaha. Minta doanya semoga saya dan teman-teman amanah.” Ucap David Anggun Felani, Ketua OSIS terpilih masa bakti 2018-2019.

    Selanjutnya, ketua OSIS terpilih beserta pengurus harian dan Pembina OSIS akan menjadi tim formatur akan memilih beberapa santri yang telah mencalonkan diri menjadi anggota OSIS untuk membentuk struktur kepengurusan OSIS MTs. Zaha periode 2018-2019. Rencananya, para pengurus terpilih baik putra dan putri akan dilantik pada minggu pertama bulan September.

  • Menang Telak, Deby-Zulfa Pimpin OSIS Putri periode 2018-2019

    Menang Telak, Deby-Zulfa Pimpin OSIS Putri periode 2018-2019

    Proses Penghitungan Suara Pemilihan Ketua-Wakil Ketua OSIS Putri 2018-2019

    Genggong- Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong melakukan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS masa bakti 2018-2019. Kegiatan ini berlangsung kemarin Senin (27/08/2018). Ratusan santri dan asatidz turut andil dalam pesta demokrasi ala santri tersebut.

    Kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS MTs. Zaha diawali dengan pemungutan suara pada pukul 10.30 WIB yang dilangsungkan di masing-masing kelas. Didampingi oleh pengurus OSIS dan asatidz, para santri tampak sangat antusias memilih satu diantara tiga calon pasangan yang sudah ditetapkan melalui tahap seleksi sebelumnya.

    Ketiga pasang calon tersebut  yakni Deby Sakinatul Jannah-Rif’atu Zulfa Asy’arina dengan nomor urut satu, Ayu Lifiaturrahmah-Adzimah Balqis nomor urut dua, dan Risqiana Munawwaroh-Laily Musdalifatul Jannah pasangan nomor urut tiga.

    Setelah pemungutan suara yang berlangsung di masing-masing kelas selesai, para santri dan asatidz langsung menuju ke aula madrasah untuk mengikuti prosesi penghitungan suara. Namun, sebelum penghitungan suara dimulai, acara diawali dengan sambutan Pembina OSIS putri, Ustad Agus Setiawan, S.S. lalu dilanjutkan pemungutan suara dari para asatidz dan pengurus OSIS.

    Dalam sambutannya, Pembina OSIS yang akrab disapa Ustad Agus itu menyampaikan bahwa ketiga pasangan calon tersebut sudah pasti menjadi pengurus OSIS harian MTs. Zainul Hasan Genggong. “Ketiga pasang calon ini sudah melalui tahap seleksi yang dilaksanakan oleh Pembina OSIS dan tim. Secara otomatis, keenam santri ini nantinya akan menjadi pengurus harian. Terbanyak pertama akan menjadi ketua dan wakil, terbanyak kedua menjadi Sekretaris dan wakil sekretaris, serta bendahara dan wakil bendahara akan dijabat oleh pasangan terbanyak ke tiga”, paparnya.

    Selain itu, lanjut Ustad Agus, beliau juga berterima kasih kepada pengurus OSIS yang sudah melaksanakan proses pemilihan ini dengan sangat baik. Mulai dari kampanye pasangan calon yang diselenggarakan tiga hari sebelum pemilihan, sampai proses penghitungan suara yang berlangsung kemarin.

    Suasana penghitungan suara menjadi lebih meriah karena sorak-sorak dari para santri pendukung ketiga pasang calon. Mereka menanti siapa sosok yang akan memimpin OSIS Putri MTs. Zaha selanjutnya.

    Setelah sekitar satu setengah jam proses penghitungan suara, pasangan calon nomor urut satu, Deby-Rif’atu Zulfa terpilih sebagai ketua dan wakil ketua OSIS MTs. Zaha periode 2018-2019. Mereka unggul jauh dari para pesaingnya dengan meraih 379 suara. Sedangkan pasangan Ayu-Adzimah dan Risqiana-Laily masing-masing mendapatkan 53 dan 33 suara. Sementara suara tidak sah sebanyak 35 suara.