Kategori: Berita Genggong

  • Rayakan Maulid Nabi dengan MTs. Zaha Bersholawat

    Rayakan Maulid Nabi dengan MTs. Zaha Bersholawat

    Dalam rangka memperingati hari kelahiran Baginda Agung Nabi Muhammad SAW, keluarga besar MTs. Zainul Hasan Genggong menggelar kegiatan MTs. Zaha Bersholawat. Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari santri, asatidz-asatidzah, serta karyawan. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh ashabul bait Pesantren Zainul Hasan Genggong. Tampak Nun Alex, Nun Aan, dan Nun Alba, hadir bersama istri memeriahkan acara yang berlangsung pada Rabu (31/11).

    Kegiatan yang berlangsung di halaman MTs. Zaha Putra ini dibawakan oleh pembawa acara Najwa Musdalifa yang sekaligus membuka acara tepat pukul 08.00 WIB. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al- Quran yang dibawakan oleh Ashgar Kandias.

    Selesai pembacaan ayat suci Al Quran, acara dilanjut dengan pelantikan santri Pelopor Kedisiplinan Bulan Oktober 2021 dan pembagian hadiah dan piagam penghargaan untuk santri dan guru berprestasi dalam berbagai ajang perlombaan tahun 2021.

    Setelah itu, dilanjut dengan sambutan kepala madrasah yang disampaikan oleh KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau sangat gembira dengan kegiatan MTs. Zaha bersholawat ini. “Kita patut berbahagia dan bersyukur karena pada detik ini, hari ini, kita masih bisa berkumpul untuk berdzikir, bersholawat kepada Nabi besar Muhammad SAW.” Dawuh beliau.

    Selepas sambutan dari kepala madrasah, acara dilanjutkan dengan Mau’idoh Hasanah oleh Nun Hassan Ahsan Malik. Dalam ceramahnya, pengasuh yang biasa dipanggil Nun Alex berpesan agar para santri senantiasa mengetahui nashab Rasulullah SAW. “Jika bukan karena Rasulullah, tidak mungkin ada kita, tidak akan ada Isra’ Mi’raj, dan tidak akan tercipta surga dan neraka. Maka dari itu, kita sepatutnya hafalkan nashab Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.” Terang beliau.

    Selesai ceramah agama, acara dilanjutkan dengan acara inti, yaitu Sholawat Nabi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh kepala MTs. Zaha, Almukarram KH. Moh. Hasan Naufal beserta Jam’iyah Hadrah Al- Hasanain. Para santri, asatid, dan hadirin mengikuti acara sholawat nabi tersebut dengan penuh khidmat.

    Acara ditutup dengan doa yang juga dipimpin langsung oleh kepala madrasah. Selepas acara, para santri dan asatidz-asatidzah makan bersama ala santri, yaitu polo’an. Gus/Ry

  • Tasyakkuran Khotmil Qur’an, MTs Zaha Gelar Santunan Anak Yatim dan Polo’an Akbar

    Tasyakkuran Khotmil Qur’an, MTs Zaha Gelar Santunan Anak Yatim dan Polo’an Akbar

    Genggong- Sudah menjadi kegiatan rutin bagi keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs Zaha) setelah menuntaskan program menghafal dan mengkhatamkan Al-Qur’an (profatan), para santri mengadakan tasyakkuran dan selamatan. Hal tersebut dilakukan pada hari ini, Sabtu (14/9). Kegiatan yang juga bertepatan dengan 14 Muharrom ini bertempat di GOR Damanhury Romli. Hadir dalam acara tersebut Kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI.,M.Pd. beserta istri beliau, Nyai Hj. Balqis Husni Sulthon, para santri, asatidz dan asatidzah serta para anak yatim didampingi walinya.

    Tasyakkuran dan selamatan yang dikemas dengan kegiatan santunan anak yatim dan Polo’an Akbar atau makan bersama ala santri ini berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB. Acara yang dipandu dengan pembawa acara berbahasa Inggris ini menjadi kejutan tersendiri bagi santri yang hadir. Nabila, santri kelas IX J memandu acara dengan berbahasa Inggris membuat acara nampak beda. Pasalnya setiap acara di MTs Zaha selalu berbahasa Indonesia. Kegiatan tasyakkuran dan selamatan ini diawali dengan menuntaskan sisa bacaan surat mulai Ad-Dhuha sampai surat An-Nas. Pembacaan surat-surat tersebut dipimpin oleh beberapa santri putri yang diikuti oleh seluruh santri dan asatidz-asatidzah.


    Setelah khatam Al Quran, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 40 anak yatim yang sengaja diundang dari beberapa kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Santunan tersebut merupakan hasil shodaqoh yang dikumpulkan oleh para santri dan asatidz pada program Yaumus Shodaqoh yang dikumpulkan setiap hari Kamis.


    Santunan kali ini merupakan santunan kali keenam yang dilakukan oleh MTs. Zaha Genggong. Dalam sambutannya kepala madrasah menuturkan bahwa program ini akan terus dijalankan. “Dana yang digunakan untuk santunan ini adalah murni hasil shodaqoh dari santri dan para asatidz yang dilakukan setiap hari kamis. Kita mengambil hari ini untuk melakukan kegiatan ini karena merupakan bulan istimewa, yakni bertepatan bulan Muharram”. Ujarnya.


    Beliau juga menuturkan bahwa santunan tersebut juga merupakan tasyakkuran atas khataman Al Quran. ”Alhamdulillah santunan dan Polo’an ini merupakan bentuk tasyakkuran dan selamatan kita warga MTs Zaha yang telah mengkhatamkan Al Quran dalam program profatan”, ucap beliau dalam sambutannya.


    Dalam kesempatan itu beliau juga mengajak asatidz asatidzah santri dan seluruh anak yatim yang hadir supaya menjadi santri yang ahli Al Quran dan ahli sedekah.


    Salah satu anak yatim penerima santunan berterus terang bahwa dirinya merasa senang dan terkesan kebaikan MTs Zaha. Ia juga mengaku belum pernah mengikuti kegiatan santunan yang begitu meriah seperti ini sebelumnya. “Ini baru pertama saya merasakan makan bersama Kyai dan kakak-kakak santri sebanyak ini. Terima kasih dari kami untuk MTs Zaha”, ujar Fathullah, penerima santunan dari kecamatan Maron


    Sebagai acara penutup, setelah doa para santri menikmati makan bersama. Mereka berjejer rapi berhadap-hadapan membentuk barisan yang masing-masing di depannya tersaji makanan dengan beralaskan plastik. Makanan ini sengaja disiapkan oleh pihak madrasah untuk dimakan bersama. Dan sebagian santri juga membawa makanan dari pondok dan rumah. Setelah doa makan dibaca oleh Kepala Madrasah para asatidz dan santri pun dengan lahap menikmati nasi polo’an dengan nikmat.

  • Tim Asatidz dan Santri MTs. Zaha Genggong Juara Lomba Gerak Jalan

    Tim Asatidz dan Santri MTs. Zaha Genggong Juara Lomba Gerak Jalan

    Genggong- Dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia, MTs Zainul Hasan 1 (MTs. Zaha 1) Genggong kembali ikut serta dalam lomba gerak jalan yang diadakan panitia Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-74 RI tingkat kecamatan Pajarakan Probolinggo pada Rabu (21/8/2019).

    Lomba yang diikuti oleh ratusan tim yang terdiri dari masyarakat dan sekolah di wilayah kecamatan Pajarakan tersebut dimulai pada pukul 08.00 WIB. Lomba gerak jalan ini menempuh jarak sekitar 7 kilometer, start dari lapangan Selogudig dan finish di lapangan Pabrik Gula (PG) Pajarakan.

    MTs. Zaha sendiri mengirim empat pleton barisan. Dua pleton dari asatidz dan asatidzah serta dua pleton yang lain dari para santri putra. Hasilnya, tim santri MTs. Zaha dengan nomor urut 87 keluar sebagai juara III.

    Seperti yang disampaikan oleh koordinator lomba gerak jalan MTs Zaha, Ustadz Restu Singgih yang mendampingi tim MTs Zaha ketika lomba berlangsung mengatakan bahwa capaian ini merupakan hasil jerih payah dan semangat santri serta persiapan dalam mengikuti lomba tahunan ini.

    Sebab, tidak mudah bagi tim MTs Zaha untuk meraih juara tersebut. Mereka harus bersaing dengan puluhan peserta se-kecamatan Pajarakan. Dengan disiplin dan penampilan memukau para dewan juri, sehingga tropi juara tersebut dapat diraih.

    “Terbayar sudah. Tidak sia-sia latihan tim kita 2 minggu sebelum perhelatan ini. Semoga prestasi ini berlanjut terus di tahun ajaran baru ini” pungkasnya.

    Tak ingin kalah saing. Tim asatidz yang dikomandani oleh ustadz Roy berhasil membawa pulang juara I sebagai peserta kategori umum. Raihan ini merupakan kali pertama dari tim asatidz MTs Zainul Hasan Genggong dalam lomba juara gerak jalan setelah dua tahun sebelumnya sempat vakum dalam mengikuti lomba gerak jalan di tingkat kecamatan.

    Tim asatidz sendiri sebenarnya tidak ada target untuk menjadi juara. Sebab, setiap tahun regu asatidz memang selalu tampil memeriahkan hari ulang tahun Republik Indonesia serta menunjukkan kekompakan dari semua warga madrasah. Selain tim asatidz, tahun ini juga diikuti oleh tim asatidzah.“Kami tidak menyangka para asatidz bisa juara. Ini sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Sebuah persembahan dari asatidz untuk MTs Zaha teristimewa.” Ujar ustadz Roy.

  • OSBA Hari Kedua, Kenalkan Profil dan Para Pendiri Pesantren

    OSBA Hari Kedua, Kenalkan Profil dan Para Pendiri Pesantren

    Genggong- Memasuki hari kedua masa orientasi santri baru (OSBA) MTs. Zainul Hasan 1 Genggong pada Senin (22/7) para peserta dijamu dengan beberapa materi dari para narasumber yang mayoritas berasal dari pimpinan madrasah. Dalam kesempatan itu, santri baru mendapat tiga materi, antara lain profil pesantren dan pengenalan muassis genggong, sosialisasi tata tertib santri, serta pengenalan bimbingan konseling.

    Materi profil pesantren menjadi yang pertama disajikan kepada santri. Di sesi ini, Ustad Teguh Firmansyah, S.Pd., M.Pd. selaku pemateri menjelaskan tentang sejarah berdirinya pesantren, mulai dari pendiri pertama sampai pengasuh saat ini. Selain mengenalkan tentang sejarah dan para muassis pesantren, wakil kepala madrasah bagian humas ini juga menampilkan video inspiratif menyentuh hati yang sukses membuat para peserta osba meneteskan air mata. “Sebagai santri baru, hal yang pertama kalian rasakan adalah rindu. Rindu orang tua, rindu keluarga. Namun jangan sampai rindu itu mengecewakan orang tua kalian yang ingin anaknya sukses di pesantren ini.” Tuturnya.

    Selanjutnya, materi kedua tentang sosialisasi tata tertib santri disampaikan oleh wakil kepala madrasah bagian kesiswaan, Ustad Abdul Wafi Haris, S.H., M.Pd.I.. Pada sesi ini, beliau lebih banyak menjelaskan tentang buku CPS (Catatan Pribadi Santri). “Nantinya kalian akan mendapatkan buku CPS ini bukan hanya untuk mencatat pelanggaran yang kalian lakukan, namun juga mencatat prestasi apa saja yang kalian torehkan di MTs. Dengan catatan prestasi tersebut, maka poin pelanggaran yang kalian akan berkurang.” Tandasnya.

    Usai sosialisasi tata tertib santri, acara dilanjutkan dengan pengenalan Bimbingan dan Konseling (BK) yang disampaikan oleh Ustadzah Halimatus Sa’diyah, S.Pd. Pada sesi ini, para santri baru diajak untuk senam BK agar bersemangat lagi dalam menyimak pemateri.

    Selesai senam, Guru BK yang biasa dipanggil ustadzah Ima ini langsung menjelaskan tentang BK, mulai dari pengertian, sampai asas-asas guru BK. Ustadzah Ima juga menjelaskan bahwa guru BK bukan guru yang harus ditakuti. Namun sebaliknya, guru BK adalah orang tua bagi santri, tempat  curhat dan konsultasi santri. “Jika kalian punya permasalahan apa saja, silahkan datangi kami, guru BK. Curhatlah kepada kami, anggap kami orang tua kalian. Insya Allah akan kami bantu mencari jalan keluarnya.” Jelasnya.Usai penyampaian tiga materi, acara ditutup dengan pengarahan dan doa oleh ustad Sandi Zainullah. Selesai acara, para santri langsung meninggalkan GOR dengan didampingi oleh para pengurus OSIS.

  • Gelar Rapat, Madrasah Sampaikan Perubahan Jam Pelajaran dan Inovasi kepada Wali Santri

    Gelar Rapat, Madrasah Sampaikan Perubahan Jam Pelajaran dan Inovasi kepada Wali Santri

    Genggong- Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 (MTs. Zaha 1) Genggong kembali mengadakan rapat bersama wali santri kelas VII dan VIII pada Ahad (21/7/2019). Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan laporan hasil belajar santri pada semester genap. Selain itu, acara yang digelar di GOR Damanhuri Romli ini juga menjadi kesempatan bagi madrasah untuk menyampaikan informasi tentang program terbaru serta layanan SKS yang akan dijalankan tahun depan.

    Kegiatan diawali dengan pembacaan surat Al Fatihah yang dipandu oleh santri putri yang saat itu menjadi pemandu acara, Aznina Amadia,. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al–Quran oleh Sherlina Rohmatul Laili, salah satu santri berperstasi di bidang MTQ. Selepas itu, acara dilanjut dengan sambutan Kepala MTs. Zainul Hasan 1 Genggong.

    Dalam sambutannya, ada beberapa hal disampaikan oleh cucu Almarhum KH. Moh. Hasan tersebut. Diantaranya beliau mengharapkan para wali santri menerima hasil keputusan sekolah, utamanya dalam hal penentuan kenaikan kelas. “Apa pun keputusannya, mohon diterima, karena itu merupakan yang terbaik dan sudah melalui proses yang panjang. Lebih-lebih bagi putra-putri bapak/ibu yang belum bisa lanjut ke semester berikutnya.” Dawuhya.

    Selain itu, beliau juga mengimbau kepada wali santri agar tidak terlalu memanjakan putra-putrinya. “Kalau sakitnya masih ringan, tidak perlu bawa pulang cukup dibawa berobat disini, karena di sini sudah ada layanan JPKS bagi santri yang sakit,” lanjutnya.

    Selepas sambutan dari kepala madrasah, acara dilanjut dengan informasi yang disampaikan oleh Wakamad Kurikulum, Ustadz H.M. Harsoyo Mukhtar, S,Ag., M.M. Salah satu informasi penting di antaranya, perubahan program belajar di madrasah.

    Dalam kesempatan itu, ustadz Harsoyo menjelaskan bahwa program fullday dan reguler yang  diterapkan beberapa tahun terakhir sudah berganti menjadi program IT, Agama, Sains, dan umum. Sehingga waktu belajar mengajar bisa diseragamkan. Artinya, Kalau tahun kemarin PBM ada yang berakhir pukul 13.20 dan 13.10, untuk tahun pelajaran baru PBM berakhir serentak pukul 13.10. “Jadi semua santri akan pulang dengan waktu yang sama”, paparnya.

    Sebagai gantinya, lanjut ustadz Harsoyo, santri diberikan kesempatan untuk mengasah kemampuan akademiknya di sore hari. Sebab, pihak madrasah memrogramkan kelas sore ini untuk memberikan layanan bimbingan akademik lebih baik.  

    Selain perubahan program belajar, poin penting lainnya adalah adanya UKBM atau Unit Kegiatan Belajar Mandiri dalam proses kegiatan belajar mengajar santri. Beliau menuturkan bahwa UKBM merupakan komponen penting dalam menjalankan program SKS.

    Setelah penyampaian informasi oleh wakamad kurikulum, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada santri yang mendapatkan peringkat pertama dan kedua, baik pada masing-masing kelas maupun di satuan kelas. Khusus peraih peringkat satuan kelas, madrasah memberikan beasiswa bebas biaya bulanan selama satu semester.

    Usai pemberian penghargaan, acara dilanjut dengan sholawat nabi bersama tim hadrah Munsyiduna MTs. Zaha yang dipimpin oleh ustad Sandi Zainullah dan ditutup dengan doa oleh Ustadz Abd. Wafi Haris. Setelah acara berakhir, para wali santri langsung menemui para wali kelas untuk menerima laporan hasil belajar putra-putrinya.

  • Pembukaan OSBA 2019, Nun Boy: Prioritaskan Niat Mencari Barokah

    Pembukaan OSBA 2019, Nun Boy: Prioritaskan Niat Mencari Barokah

    Genggong- Kegiatan Orientasi Santri Baru (OSBA) Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 (MTs. Zaha 1) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo resmi dibuka oleh kepala madrasah pada Sabtu pagi (20/7/2019) di halaman madrasah setempat.

    Sebanyak 466 santri baru ikut serta dalam kegiatan yang bertema “Tak Kenal Maka Tak Teristimewa” ini. Selain santri baru itu, pembukaan OSBA juga dihadiri oleh pimpinan, asatid/asatidzah, dan pengurus OSIS.

    Acara yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB tersebut diawali dengan persiapan masing-masing pasukan. Dilanjutkan dengan lagu mars MTs. Zaha yang dilantunkan oleh Paduan Suara Harmoni Hati. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyematan atribut OSBA oleh kepala madrasah kepada dua perwakilan santri baru. Selepas itu, para santri baru juga dijamu oleh lagu “Selamat datang”.

    Setelah disambut dengan lagu “selamat datang”, acara dilanjut dengan sambutan dari Kepala MTs. Zainul Hasan 1 Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd.. Dalam sambutannya, beliau memberi ucapan selamat datang kepada santri baru. Selain itu, kepala madrasah yang juga salah satu Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong ini juga berpesan kepada santri baru agar memprioritaskan niat untuk mencari barokah di Madrasah yang memiliki jargon dan visi “Teristimewa” ini.

    “Prioritaskan niatmu ke sini untuk mencari barokah para Masyayikh Genggong dan menimba ilmu. Jangan sekali-kali ada niat masuk MTs. ZAHA untuk mencari teman. Karena jika kalian memprioritaskan niat ke madrasah untuk mencari teman, maka suatu saat kalian akan kecewa.” Tuturnya.

    Selepas sambutan, kepala madrasah langsung membuka acara OSBA. Momen pembukaan OSBA cukup meriah karena selain pelepasan balon ke udara, pembukaan ditandai dengan atraksi bom asap oleh OSIS Putra.Selesai acara pembukaan, para santri baru langsung menuju ke GOR Damanhuri Romli untuk menerima beberapa materi tentang profil, visi, misi, dan program unggulan madrasah.

  • Keluarga Besar MTs. Zaha Gelar Buka Bersama dan Doa untuk Bangsa

    Keluarga Besar MTs. Zaha Gelar Buka Bersama dan Doa untuk Bangsa

    Genggong- Keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan Probolinggo menggelar buka bersama kemarin Rabu (22/5/2019). Kegiatan rutin tahunan ini dihadiri oleh semua dewan guru beserta keluarga..

    Kegiatan yang berlangsung di gedung MTs. Zaha tersebut selain acara buka bersama juga digelar doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia.

    Acarapun dimulai dengan Khotmil Qur’an pada pukul 15.30. Wib. Usai khotmil Qur’an dilanjut dengan pembacaan maulid nabi dan istighotsah serta ditutup dengan doa.

    Kepala MTs. Zaha, KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan bahwa melalui kegiatan ini pihaknya mengajak seluruh keluarga besar MTs. Zaha untuk memohon kepada Allah agar senantiasa diberikan keselamatan dan kedamaian untuk bangsa Indonesia.

    Kepala madrasah yang juga pengasuh Pesantren Zainul Hasan ini menjelaskan, situasi bangsa pascapemilu seperti sekarang ini sebagai warga yang bijak harus banyak berdzikir dan berdoa agar mendapat pertolongan dari Allah.

    “Jadi kita berdoa untuk bangsa Indonesia kita tercinta ini supaya senantiasa damai dan sejahtera selamanya,” ungkap kepala madrasah yang akrab disapa Nun Boy ini.

    Selain itu, lanjut nun Boy, sebagai warga yang hidup di dunia pendidikan dan di lingkungan pesantren sudah seharusnya memberikan yang terbaik untuk bangsa melalui kegiatan doa dan istighotsah bersama. “Karena memang tugas dan kewajiban kita sebagai orang pesantren untuk ikut mendoakan bangsa Indonesia,” jelasnya.

  • Diuji di Hadapan Wali Santri, 169 Santri Siap Diwisuda Amtsilati

    Diuji di Hadapan Wali Santri, 169 Santri Siap Diwisuda Amtsilati

    GENGGONG-Persiapan wisuda amtsilati ke IV sudah benar-benar matang. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya uji publik Amtsilati kemarin Ahad (7/4). Uji publik yang dilaksanakan di GOR Damanguri Romli PZH Genggong itu dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong (MTs Zaha) KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I.,M.Pd. dan Ketua Ikatan Pengurus Amtsilati Jawa Timur, KH. Ahmad Kamaluddin. Tampak juga hadir semua pimpinan, para Asatidz serta para santri peserta wisuda amtsilati yang berjumlah 169 santri bersama orang tuanya masing-masing.

    Dalam kesempatan tersebut, kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal menyampaikan pesan kepada semua wali santri yang hadir untuk tidak mempersoalkan banyaknya materi yang dikeluarkan untuk pendidikan putra putrinya. Dan juga beliau berpesan kepada wali santri untuk selalu terus mengawal pendidikan putra putrinya agar memperoleh pendidikan yang terbaik.

    “Panjenengan telah banyak berkorban untuk pendidikan putra putrinya. Kalau saya hitung, panjenengan dalam akhir tahun ajaran ini akan 5 kali pergi ke Genggong. Tentunya banyak sekali materi yang dikeluarkan. Tapi panjenengan tidak usah khawatir akan pengeluaran materi untuk pendidikan putra putrinya karena barokah pasti akan menyertai niat tulus panjenengan. Yang penting panjenengan konsentrasi untuk terus mengawal putra putrinya agar mendapatkan pendidikan terbaik”. Tegas beliau.


    Termasuk rangkaian uji publik, santri calon wisudawan diuji dihadapan orang tuanya untuk membuktikan bahwa santri tersebut memang layak untuk diwisuda. KH. Ahmad Kamaluddin yang mendapatkan amanah untuk menguji publik para santri memulainya dengan memberikan wejangan.

    “Bapak Ibu membiayai putra putrinya ini ibarat menanam pohon. Panjenengan memilih lahan sudah sangat tepat, yaitu pesantren Zainul Hasan Genggong, lahan yang sangat subur dan produktif. Tugas panjenengan adalah menyiapkan pupuk, penyiraman dan perawatan yang lain. Kalau cara menanam dan perawatan panjenengan tepat, maka 10 tahun lagi panjenengan akan memanen dengan puas. Inilah kiasan dari putra putri panjenengan di Pesantren ini” tutur Kiai asli Kudus ini.

    Setelah menyampaikan sambutan, Kiai Kamal (sapaan KH. Ahmad Kamaluddin, red) langsung menyuruh santri yang sudah berbaris untuk duduk bersama orang tuanya yang telah hadir. Beliau meminta kepada bapak ibu wali santri untuk membuka kitab kuning yang dibawa putra putrinya dan langsung mengujinya.

    “Kami tidak memilah ataupun memilih santri yang akan diuji. Silahkan panjenengan buka sendiri kitabnya secara acak kemudian minta putra putrinya untuk membacanya. Kalau ada yang salah cara membacanya silahkan panjenengan betulkan sendiri” disambut tawa hadirin.

    Kiai Kamal meminta wali santri yang siap diuji putra putrinya untuk maju ke pentas. Tampak banyak wali santri yang menggandeng putra putrinya maju ke pentas untuk diuji langsung oleh Kiai Kamal.

    Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Kiai Kamal, mulai dari dasar bacaannya sampai pada tashrif kalimat demi kalimat. Semua santri yang maju lugas dan lancar dalam menjawab pertanyaan Kiai Kamal. Tepuk tangan hadirin pun membahana memenuhi ruangan tanda kebanggaan kepada calon peserta wisuda.

    “Bapak Ibu lihat sendiri kan, saya sudah tidak perlu menanyakan dasar-dasar amtsilatinya. Mereka sudah menguasai penuh dasar amtsilatinya, saya hanya tinggal menanyakan tshrif dan yang lainnya”, pungkas Kiai Kamal.

    Dalam penutupnya beliau menyampaikan bahwa para santri ini sudah memiliki kompetensi dasar yang baik dalam membaca kitab yang harus ditingkatkan di tingkat pendidikan selanjutnya.

    Seperti yang diagendakan panita, Wisuda Amtsilati ini akan digelar pada tanggal 28 April mendatang.