Kategori: Berita Genggong

  • Bawa Pulang 2 Juara pada Ajang KSM Tingkat Kabupaten

    Bawa Pulang 2 Juara pada Ajang KSM Tingkat Kabupaten

    Foto para juara bersama guru pendamping sesaat setelah pemberian hadiah di MTs.N Pajarakan
    Foto para juara bersama guru pendamping sesaat setelah pemberian hadiah di MTs.N Pajarakan

    Genggong-  Semangat santri dalam mengukir prestasi semakin terbukti. Hal ini ditunjukan dengan diraihnya kembali Juara Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini dilaksanakan Kemarin Sabtu (27/3) di MTs. Negeri Pajarakan Kabupaten Probolinggo.

    KSM tingkat kabupaten ini diikuti oleh peserta perwakilan dari 4 KKM se kabupaten Probolinggo yang menjadi juara pada tingkat sebelumnya. diantaranya KKM. MTs. Nurul Jadid, KKM. MTs.N Karanganyar, KKM MTs.N Pajarakan, dan KKM MTs. Zainul Hasan Genggong. Sedangkan mata pelajaran yang dilombakan tetap sama seperti pada tingkat sebelumnya, yakni Matematik, Biologi, Fisika, Bahasa Inggris, PAI, dan IPS.

    Pada kesempatan ini perwakilan dari Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 (MTs. Zaha 1) Genggong berhasil membawa pulang 2 juara, yaitu Juara 2 mata pelajaran biologi diraih oleh Intan Balqis Humairoh dan Husnawati sebagai Juara 1 mata pelajaran PAI.

    Namun menurut Ustad Hazbullah Rohman, capaian ini dinilai masih kurang maksimal, karena dari 6 peserta yang mewakili hanya ada 2 santri saja yang keluar jadi juara. “Kami akui masih gagal untuk kembali menyapu bersih seluruh juara. Ini termasuk keteledoran kami. Tapi hal ini akan kami jadikan bahan evaluasi untuk berbenah lagi agar nanti bisa lebih banyak yang menjadi juara”. Ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh Jinani Firdausi As’ad, santri kelas VIII G yang mewakili mata pelajaran Matematika pada KSM ini menyatakan bahwa saat itu konsentrasinya sangat kurang. Santri yang langganan juara ini juga mengaku bahwa konsentrasinya sedang terpecah oleh Ujian Tengah Semester (UTS), ya memang waktu itu berbarengan dengan UTS. “Saya mohon maaf jika kali ini gagal, Insya Allah jika ada lomba lagi saya akan berusaha lebih maksimal dan menjadi juara lagi” Ujarnya.

    Sesuai dengan peraturan yang baru, bahwa mata pelajaran MIPA (Matematika, Biologi, dan Fisika) akan diadu lagi pada bulan Juni mendatang untuk penentuan juara yang akan mewakili di tingkat provinsi, sedangkan yang mata pelajaran Bahasa Inggris, PAI, dan IPS hanya cukup di tingkat kabupaten saja. (Fin)

  • Wisuda Amtsilati Perdana, KH. Taufiqul Hakim  Dipastikan Hadir

    Wisuda Amtsilati Perdana, KH. Taufiqul Hakim Dipastikan Hadir

    Asatidz MTs. Zainul Hasan Genggong ketika di Pesantren Darul Falah Amtsilati Jepara Jawa Tengah
    Asatidz MTs. Zainul Hasan Genggong ketika di Pesantren Darul Falah Amtsilati Jepara Jawa Tengah

    Genggong-Kabar gembira bakal dirasakan santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, khususnya bagi mereka yang sudah tuntas program amtsilati (metode cepat belajar kitab kuning). Sebab, KH. Taufiqul Hakim, sang pengarang dan penemu metode Amtsilati ini bersedia hadir ke MTs. Zaha Genggong untuk mewisuda santri yang sudah tuntas.
    Kepastian ini disampaikan oleh beliau ketika rombongan dari MTs. Zaha berkunjung ke kediamannya di Pesantren Darul Falah Bangsri Jepara Jawa Tengah kemarin Rabu (16/3).
    Beliau bersedia hadir pada acara wisuda perdana ini yang akan dilaksanakan pada 15 Mei mendatang meskipun jadwal beliau begitu padat. Seperti pada jadwal ini, tanggal 14 Mei beliau juga harus menghadiri acara serupa di Pontianak.
    Hal ini sempat membuat cemas rombongan dari MTs. Zaha, sehingga harus menunggu kabar dari beliau yang masih berkoordinasi dengan panitia di Pontianak. Dan hasilnya tetap keberuntungan berpihak pada MTs. Zaha. “Alhamdulillah, Ahad tanggal 15 Mei bisa hadir di MTs. Zaha Genggong”. Kata beliau melalui pesan singkatnya.
    Meski demikian acara wisuda perdana ini tetap sedikit meleset dari rencana. Yakni rencana awal yang akan dilaksanakan pagi hari tapi karena waktu yang tidak memungkinkan sehingga acara dimundurkan menjadi malam hari.
    Ustadz Abd. Wafi selaku waka kesiswaan mengatakan bahwa ini merupakan wisuda perdana yang memang seharusnya pengarang metode amtsilati tersebut bisa hadir. “Beliau bisa hadir saja sudah sangat bersyukur, sehingga meskipun memundurkan waktu acara dimalam hari tidak jadi masalah” ujarnya.
    Dia juga berharap acara wisuda ini berjalan dengan lancar dan semangat santri untuk menuntaskan amtsilati ini semakin besar. “Semoga kedepannya lebih banyak lagi santri MTs. Zaha yang tuntas program amtsilati dan berbekal ini pula bisa mengharumkan nama MTs. Zaha dengan prestasinya”. imbuhnya. (Fin)

  • Ketika Kiai Maimun Zubair Ditanya tentang Wahabi

    Ketika Kiai Maimun Zubair Ditanya tentang Wahabi

    Ketika Kiai Maimun Zubair Ditanya tentang Wahabi
    Malang, NU Online
    Ini adalah cerita selingan ketika acara Seminar Nasional dan Bahsul Masail Islam Nusantara di Aula Rektorat Universitas Negeri Malang (UM), Malang, Jawa Timur, Sabtu, (13/02) kemarin. Cerita ini dikisahkan oleh KH Azizi Abdullah dari Kediri, berdasarkan pengalamannya ketika sowan kepada KH Maimun Zubair dalam sebuah kesempatan.

     

    Kiai Azizi saat itu menanyakan hukum orang Wahabi yang dalam pengetahuannya adalah kafir karena telah mensyirik-syirikkan orang NU karena amaliahnya. Sontak Kiai Maimun marah-marah dengan cara pandang Kiai Azizi ini.

    “Hei, Mas, sampean jangan ngawur. Wahabi itu bukan kafir, Mas, tapi berdosa. Lha, orang berdosa itu: yaghfiru liman yasyaa’ wa yu’addzibu man yasyaa’. Kalau Allah mengampuni, ya masuk surga, kalau tidak diampuni ya neraka,” kata Mustasyar PBNU ini.

    “Kalau kafir kan pasti masuk neraka. Sampean ini jangan main hukum kafir begitu saja, wong sampean saja belum pasti masuk surga. Ngapain ngurusi orang lain,” tambahnya lagi.

    Kiai Maimun lalu mengimbau kepada warga NU agar tidak terlalu ikut campur dengan perkataan orang lain. Baginya, yang penting adalah menjaga akidah diri sendiri.

    Mendengar jawaban Kiai Maimun tersebut, Kiai Azizi mengaku insaf dari asal menghukumi orang.
    “Saya pun tobat,” kata Kiai Azizi disambut tawa para hadirin. (Ahmad Nur Kholis/Mahbib)

    Ketika Kiai Maimun Zubair Ditanya tentang Wahabi
    Malang, NU Online
    Ini adalah cerita selingan ketika acara Seminar Nasional dan Bahsul Masail Islam Nusantara di Aula Rektorat Universitas Negeri Malang (UM), Malang, Jawa Timur, Sabtu, (13/02) kemarin. Cerita ini dikisahkan oleh KH Azizi Abdullah dari Kediri, berdasarkan pengalamannya ketika sowan kepada KH Maimun Zubair dalam sebuah kesempatan.

     

    Kiai Azizi saat itu menanyakan hukum orang Wahabi yang dalam pengetahuannya adalah kafir karena telah mensyirik-syirikkan orang NU karena amaliahnya. Sontak Kiai Maimun marah-marah dengan cara pandang Kiai Azizi ini.

    “Hei, Mas, sampean jangan ngawur. Wahabi itu bukan kafir, Mas, tapi berdosa. Lha, orang berdosa itu: yaghfiru liman yasyaa’ wa yu’addzibu man yasyaa’. Kalau Allah mengampuni, ya masuk surga, kalau tidak diampuni ya neraka,” kata Mustasyar PBNU ini.

    “Kalau kafir kan pasti masuk neraka. Sampean ini jangan main hukum kafir begitu saja, wong sampean saja belum pasti masuk surga. Ngapain ngurusi orang lain,” tambahnya lagi.

    Kiai Maimun lalu mengimbau kepada warga NU agar tidak terlalu ikut campur dengan perkataan orang lain. Baginya, yang penting adalah menjaga akidah diri sendiri.

    Mendengar jawaban Kiai Maimun tersebut, Kiai Azizi mengaku insaf dari asal menghukumi orang.
    “Saya pun tobat,” kata Kiai Azizi disambut tawa para hadirin. (Ahmad Nur Kholis/Mahbib)

  • GERHANA MATAHARI TOTAL Ini yang Makruh saat Gerhana Tiba

    GERHANA MATAHARI TOTAL Ini yang Makruh saat Gerhana Tiba

    Menurut taksiran ahli astronomi dan ahli falak, gerhana matahari akan terjadi pada tanggal 9 Maret 2016. Di hari itu kita akan melihat fenomena alam yang tidak ditemukan biasanya pada hari lain.

    Adanya gerhana ini secara tidak langsung membantah keyakinan orang yang menuhankan matahari dan bulan. Kedua benda langit tersebut tidak selamanya bercahaya. Pada suatu saat dia akan meredup. Ini juga menunjukan bahwa matahari dan bulan adalah makhluk Tuhan. Andaikan ia berkuasa atas dirinya, tentu dia akan selalu bersinar dan bercahaya.

    Ketika menyaksikan gerhana, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk shalat, memperbanyak dzikir, dan doa. Beliau SAW bersabda, “Apabila kalian melihat gerhana, tunaikan shalat dan berdo’a sampai kondisinya normal,” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

    Berdasarkan hadits ini, ulama menghukumi shalat gerhana (khusuf dan kusuf) sebagai sunah mu’akkadah. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Habib Zen bin Semit dalam At-Taqriratus Sadidah fi Masa’ilil Mufidah:

    حكمها سنة مؤكدة ولو لمنفرد، ويكره تركها، وتسن جماعة وفي مسجد وإن ضاق

    Artinya, “Hukum shalat khusuf dan kusuf adalah sunah muakkadah meskipun dikerjakan seorang diri. Sementara meninggalkannya makruh. Mengerjakan shalat gerhana berjamaah di masjid sangat dianjurkan walaupun tempatnya sempit.”

    Lantaran shalat gerhana dianjurkan, maka meninggalkannya dimakruhkan. Dengan demikian, jika mendapati fenomena ini pada Rabu (9/3) nanti kita diharapkan untuk shalat secara berjamaah dan memperbanyak dzikir dan do’a. Jangan sampai saat terjadi gerhana, kita malah bersantai-santai sambil selfie di bawah lindungan gerhana matahari. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)