Kategori: Berita Genggong

  • Santri Terima Penghargaan Saat Silaturrahim bersama Wali Santri

    Santri Terima Penghargaan Saat Silaturrahim bersama Wali Santri

    Kepala Madrasah bersama para santri berprestasi tahun 2015-2016
    Kepala Madrasah (tiga dari kiri) bersama para santri berprestasi tahun 2015-2016 yang didampingi walinya.

    Genggong-Proses belajar mengajar semester genap tahun pelajaran 2015-2016 di MTs Zainul Hasan genggong sudah berakhir. Kemarin Selasa (14/6) diberikan buku hasil belajar santri selama satu semester. Bertempat di GOR Zainurrahmah Pesantren Zainul Hasan Genggong juga digelar acara Silaturrahmi Pimpinan dan asatidz bersama Wali santri kelas VII dan VIII sekaligus pembagian buku raport kenaikan kelas. Acara yang dihadiri oleh Kepala MTs Zainul Hasan Almukarrom KH. Moh. Hasan Naufal, para asatidz dan para wali santri ini berlangsung pada jam 1 siang.

    Acara tampak khidmat ketika dibacakan lantunan ayat-ayat suci Al Quran oleh peraih juara 1 Tilawatil Quran tingkat Kabupaten Probolinggo, Bagus Fajarianto santri kelas VIII D. Santri inilah yang akan mewakili Kabupaten Probolinggo di tingkat Provinsi dalam cabang yang sama.

    Acara dilanjutkan dengan laporan pendidikan oleh waka kurikulum Ustadz H.M. Harsoyo Mukhtar, S.Ag, MM, dalam laporannya beliau meminta para wali santri untuk pro aktif berkomunikasi dengan pihak madrasah. Beliau juga menghimbau para wali santri untuk selalu memotivasi putra dan putrinya yang berprestasi agar terus mempertahankan dan meningkatkannya. Dan kepada wali santri yang putra dan putrinya belum berhasil untuk legawa dan terus memacu semangat mereka.

    Selain itu beliau juga menyampaikan beberapa program yang sedang dilaksanakan oleh madrasah, salah satunya pembangunan gedung baru yang saat ini masih berjalan. “tahun ini kita sedang membangun gedung putra setelah tahun kemarin selesai membangun gedung putri. Mohon doanya supaya lancar sesuai target. Jika bapak dan ibu ingin bershodaqoh silakan, kami tidak meminta sumbangan hanya mengajak untuk bershodaqoh”. Ungkapnya sambil mengeluarkan senyum khasnya.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada 30 anak yatim dari berbagai daerah. Santunan tersebut merupakan hasil program Yaumus Shodaqoh (Hari Bershodaqoh) para asatidz dan para santri yang menyisihkan sebagian rezekinya pada tiap kamis. Pembagian santunan tersebut sangat menyentuh hati para hadirin dan apresiasi pun mengalir dari para wali santri.

    Dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dari madrasah kepada para santri yang berhasil menduduki peringkat kelas. Dari 23 kelas diberikan penghargaan kepada peringkat I dan peringkat II di kelas masing-masing. Selain itu juga diberikan penghargaan kepada peringkat terbaik satuan kelas pada program Fullday Agama, Fullday Umum, dan Reguler juga kepada para peraih olimpiade pada tahun 2015-2016. “Khusus kepada para peraih peringkat terbaik satuan kelas kami beri beasiswa selama 1 semester”. lanjut ustadz Harsoyo.

    Dalam acara tersebut Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan bahwa proses belajar mengajar tahun pelajaran 2015-2016 sudah berakhir setelah semua santri kelas VII dan VIII menerima buku laporan santri. “Nilai yang tercantum dibuku raport merupakan alat ukur untuk mengetahui kemampuan siswa mencakup Akhlak, Pengetahuan, dan Keterampilan karena itu apapun hasil yang kalian peroleh harus dijadikan sebagai evaluasi atas kemampuan kalian, kalau ada yang kurang bagus jadi kedepan harus diperbaiki dan kalau sudah bagus harus dipertahankan dan ditingkatkan” Ungkapnya.

    Pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini menyampaikan pesan agar di dalam belajar di pesantren ini harus mengutamakan Pesantren, bukan mengutamakan sekolah. Pesantren merupakan induk dari madrasah dan sumber dari segala barokah di pesantren ini adalah Kyai Hasan Sepuh.”Oleh karena itu, penting bagi para wali santri yang mengantar atau mendaftarkan putra/putrinya di lembaga ini ataupun mau pulang dari pesantren untuk ziaroh ke maqbaroh muassis Genggong terlebih dahulu. Hal ini penting agar silsilah syuyukhiyah kita tetap bersambung dengan para wali Genggong, dengan begitu fuyudlot atau aliran barokah akan terus mengalir kepada diri kita” imbuh kepala madrasah.

    Acara pun berakhir dengan ditutup dengan doa oleh Kepala Madrasah dan dilanjutkan pengambilan raport oleh para wali santri di meja wali kelas masing-masing. (Tgh/Fin)

  • Pengarang Kitab Amtsilati Mewisuda 117 Santri MTs. Zainul Hasan Genggong

    Pengarang Kitab Amtsilati Mewisuda 117 Santri MTs. Zainul Hasan Genggong

    Wisudawan Terbaik Didampingi Orang Tua Foto Bersama Ketua Yayasan, Kepala Madrasah dan Pengarang Kitab Amtsilati.
    Wisudawan Terbaik Didampingi Orang Tua Foto Bersama Ketua Yayasan, Kepala Madrasah dan Pengarang Kitab Amtsilati.

    Genggong- Wisuda perdana program amtsilati sukses digelar oleh MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kemarin Ahad (15/5). Sebanyak 107 santri putri dan 10 santri putra diwisuda langsung oleh pengarang kitab Amtsilati, KH. Taufiqul Hakim dari Jepara Jawa Tengah. Acara yang berlangsung dihalaman MTs. Zainul Hasan itu juga dihadiri oleh wali santri wisudawan dan wisudawati, dewan asatidz, serta beberapa Ashabul Bait Pesantren Zainul Hasan Genggong. Tampak diantaranya KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, KH. Moh. Hasan Saiful Islam, KH. Hassan Ahsan Malik, Nyai Hj. Aziziah,  Nyai Hj. Endah Nihayati Saif.

    Sebelum diwisuda, santri diuji publik oleh pengarang kitab amtsilati. Pada uji publik ini membuat suasana makin meriah. Pasalnya para santri yang diuji tidak hanya bisa membaca kitab yang dipilih secara acak oleh hadirin, tapi juga mampu memberikan dasar bacaan yang sesuai dengan qoidah amtsilati. kekompakan menjawab yang dilontarkan dalam bentuk nadhom disambut dengan tepuk tangan hadirin yang begitu meriah.

    KH. Taufiqul Hakim menjelaskan bahwa dengan metode amtsilati santri bisa belajar membaca kitab kuning dengan senang. Karena pembelajarannya dengan sistem nadhom yang dibaca berulang-ulang tapi juga ada target agar santri bisa menuntaskan pelajarannya. “Diharapkan selama 6 bulan santri sudah bisa tuntas belajarnya dan sudah bisa membaca kitab yang belum ada makna dan harokatnya alias kitab gundul. Dan metode ini bisa digunakan oleh semua kalangan bahkan bagi santri yang belum pernah belajar kitab saja juga bisa”. Tegasnya.

    Disisi lain kepala MTs. Zaha Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal dalam sambutannya mengatakan bahwa Amtsilati termasuk salah satu program unggulan di madrasah ini. Beliau juga bersyukur bisa melaksanakan wisuda perdana ini yang juga dihadiri langsung oleh pengarangnya. “Alhamdulillah pada malam ini bisa terlaksana wisuda perdana dan insya Allah acara ini menjadi program setiap tahun. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada KH. Taufiqul Hakim atas kehadirannya dan semoga tahun depan bisa kembali hadir dengan lebih banyak lagi yang diwisuda. Tuturnya.

    Wisudawan dan wisudawati mendapatkan 2 ijazah yang diserahkan ketika prosesi wisuda. Pertama ijazah dari pengarang kitab Amtsilati dan kedua ijazah dari MTs. Zaha Genggong. Dalam wisuda ini juga terdapat 3 wisudawan terbaik, yaitu Jinani Firdausi As’ad sebagai wisudawan terbaik pertama, Roihana Firdausiah pada posisi kedua, dan terbaik ketiga diraih oleh Adelia Damayanti. Penghargaan diberikan langsung oleh ketua yayasan dan H. Taufiqul Hakim yang didampingi oleh kepala madrasah.

    KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah selaku ketua yayasan berpesan agar tidak meninggalkan ilmu Nahwu dan Shorrof seperti ini, karena ilmu seperti ini merupakan modal untuk bisa mempelajari segala macam ilmu. Selain itu, beliau juga berpesan agar selalu menjaga identitas kesantriannya. Beliau juga berharap agar wisudawan yang dinyatakan lulus UN bisa melanjutkan belajarnya di Pesantren Zainul Hasan Genggong karena di pesantren ini semuanya ada. “Genggong itu ibarat pasar, semua menu ilmu ada. Jadi kalian tinggal pilih sesuai keilmuan yang kalian minati”. Tuturnya.

    Diakhir sambutannya beliau memberikan hadiah spesial kepada wisudawan terbaik berupa gratis biaya pendidikan di lembaha favorit di Pesantren Zaha Genggong. “Khusus 3 wisudawan terbaik saya bebaskan SPP selama 1 Tahun jika melanjutkan di SMA Unggulan atau MA Model Genggong”. Tegasnya.

    Acara wisuda ini ditutup dengan pembacaan sholawat nabi yang dibawakan oleh santri MTs. Zaha Genggong yang tergabung dalam Jam”iyah Hadrah “Munsyiduna”. (Tgh/Fin)

    Uji Publik: KH. Taufiqul Hakim Menguji Santri di Hadapan Para Hadirin.
    Uji Publik: KH. Taufiqul Hakim Menguji Santri di Hadapan Para Hadirin.
  • 117 Santri MTs Zaha Siap Lulus Amtsilati

    117 Santri MTs Zaha Siap Lulus Amtsilati

    Pembukaan Ujian AKhir Amtsilati di Aula Madrasah
    Pembukaan Ujian AKhir Amtsilati di Aula Madrasah

    GENGGONG – MTs (Madrasah Tsanawiyah) Zainul Hasan (Zaha) Genggong 1 Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo menggelar uji Amtsilati di aula Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong, Senin-Kamis (2-5/5/2016). Ujian diikuti 117 santri madrasah tersebut. Para peserta cukup antusias mengikuti ujian yang dimulai pada pukul 11.00 itu.

    Ustadz Farid, panitia uji Amtsilati mengatakan, ujian ini dilaksanakan untuk mengukur kemampuan santri dalam memahami dan menghafal Amtsilati dari jilid I sampai V. Selain itu juga untuk mengukur kemampuan santri dalam memberikan tanda makna di kitab kuning. “Ujian ini adalah wujud tranformasi keilmuan agama Islam. Khususnya pemahaman terhadap kitab-kitab salaf,” terangnya.

    Sebagai madrasah yang mempertahankan kajian kitab kuning, MTs Zaha 1 berkomitmen selalu mengajarkan karya kitab-kitab ulama salaf untuk bekal santri. “Amtsilati ini adalah salah satu metode untuk memahami ilmu alat,” tandasnya.

    Waka Kesiswaan MTs Zaha 1, Abdul Wafi Haris menerangkan, ada 9 karakteristik keunggulan lulusan MTs Zaha 1. Salah satunya memiliki kemampuan baca kitab kuning salaf dengan metode Amtsilati. “Demi tercapainya kemampuan dimaksud, para santri mengikuti proses belajar Amtsilati dan mengikuti ujian-ujiannya, selambat-lambatnya selama 4 semester,” terang Ustadz Wafi.

    117 Santri peserta ujian akhir amtsilati
    117 Santri peserta ujian akhir amtsilati

    Sumber: www.pzhgenggong.or.id

  • Tingkatkan Mutu Pendidikan, MTs. Zainul Hasan Genggong Study Banding ke Pacet

    Tingkatkan Mutu Pendidikan, MTs. Zainul Hasan Genggong Study Banding ke Pacet

    Rombongan ketika mendengarkan sambutan dari pengasuh ponpes Amanatul Ummah
    Rombongan ketika mendengarkan sambutan dari pengasuh ponpes Amanatul Ummah

    Genggong- Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong melakukan study banding ke MTs. Unggulan Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto. Kegiatan ini dilakukan kemarin Senin (25/4) yang diikuti oleh pimpinan dan Karyawan MTs. Zaha Genggong.

    MTs. Unggulan Amanatul Ummah dipilih karena sama-sama lembaga pendidikan berbasis pesantren dan memiliki program unggulan, utamanya menjadikan santri berprestasi dengan tingkat hafalan yang tinggi dan mampu bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan umum.

    Rombongan yang berjumlah 26 orang tiba di Pacet jam 9.30 dan langsung beramah tamah di dalem (rumah,red) pengasuh pondok pesantren (ponpes)  Amanatul Ummah yang diterima langsung oleh KH. Asep Saifuddin Chalim, pengasuh ponpes. Di dalem ini pula acara seremonial dan pembahasan maksud serta tujuan dijelaskan.

    Diawali oleh KH. Moh. Hasan Naufal, kepala MTs. Zaha Genggong yang mengutarakan tujuannya datang bersama rombongan ke MTs. Amanatul Ummah. “Yang pertama kami ingin silaturrahim dan kedua ingin melihat dan meniru proses pengelolaan madrasah dan pembelajaran yang baik sehingga bisa menjadi madrasah yang unggul”. Tuturnya.

    Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh pengasuh ponpes Amanatul Ummah, KH. Asep Saifuddin Chalim. Kiai Asep (sapaan akrab beliau) pertama kali menyampaikan permohonan maaf kepada rombongan karena hari itu kebetulan kepala dan pimpinan MTs. Amanatul Ummah sedang ke Surabaya dengan agenda simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “kami sangat mohon maaf karena acara simulasi UNBK mendadak dan baru dimulai hari ini hingga 4 hari kedepan, jadinya saya tidak ikut ke Surabaya untuk menyambut tamu istimewa ini”. Ungkapnya.

    Meski demikian, tidak menghalangi niat untuk menimba ilmu dan mendapatkan terobosan-terobosan baru untuk diterapkan di MTs. Zaha Genggong. Hal ini ditunjukkan dengan rombongan yang tetap semangat mendengarkan sambutan dan penjelasan dari kiai Asep tentang sistem pengelolaan dan beberapa prestasi dari madrasah bertaraf internasional ini.

    Menurut kiai Asep, kesuksesan madrasah tergantung dari sistem dan proses yang dilakukan. Guru atau pendidika juga harus bertanggung jawab untuk menjadikan santri bisa dan tidak memberikan kesempatan untuk bermalas-malasan. Selain itu santri juga harus kompetitif, tidak boleh kalah dengan lembaga umum. “Kita lembaga pesantren sudah harus lebih unggul dalam bidang agama dan kita juga tidak boleh kalah dalam bidang umum”. Tegasnya.

    Acara ini ditutup dengan pemberian cinderamata oleh MTs. Zaha Genggong dan doa yang dipimpin langsung oleh kiai Asep. Sebelum pulang rombongan diberi kesempatan berkunjung ke madrasah dan pesantren untuk melihat langsung proses pembelajaran di kelas dan di pesantren. (Fin)

    IMG_2492

    IMG_2538

  • Penerimaan Santri Baru Dibuka dengan Doa Bersama

    Penerimaan Santri Baru Dibuka dengan Doa Bersama

    Doa Bersama dalam rangka pembukaan penerimaan santri baru tahun pelajaran 2016-2017

    Doa Bersama dalam rangka pembukaan penerimaan santri baru tahun pelajaran 2016-2017

    Hari Ini Mulai Dibuka Pendaftaran Santri Baru MTs. Zainul Hasan Genggong Tahun Pelajaran 2016-2017

    Genggong– Setiap sesuatu dimulai dengan doa, begitulah islam mengajarkan. Seperti yang dilakukan MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kemarin Selasa (19/4) menggelar doa bersama. Acara yang diikuti oleh hampir semua asatidz MTs. Zaha Genggong ini merupakan acara pembukaan penerimaan santri baru (PSB) MTs. Zaha Genggong tahun pelajaran 2016-2017.

    Acara yang berlangsung di kantor MTs. Zaha ini dimulai pada jam 6 petang atau setelah maghrib dengan berbagai rangkaian acara, diantaranya adalah pembukaan oleh ketua panitia penerimaan santri baru, Ustad Abdul Wafi Haris. Dilanjutkan dengan pembacaan tujuh surat Al-Qur’an yang ada di munjiyat Al-Barokah Genggong oleh semua asatidz yang hadir serta pembacaan sholawat nabi dan doa yang dipimpin langsung oleh kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal diiringi dengan hadroh santri MTs. Zaha Genggong.

    Ustad wafi dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan doa bersama ini memang dikhususkan untuk penerimaan santri baru. “Semoga dengan kegiatan positif penuh doa ini memberikan manfaat kepada keluarga besar MTs. Zaha Genggong pada umumnya dan santri baru pada khususnya, dan penerimaan santri baru tahun ini yang akan dibuka besok Rabu (hari ini, red) diberikan kelancaran tanpa hambatan dan sesuai dengan target kita” ujarnya.

    Ya, sesuai dengan agenda bahwa pendaftaran santri baru MTs. Zainul Hasan Genggong untuk gelombang I dimulai hari ini Rabu (20/4) hingga tanggal 2 Juni mendatang, disusul dengan tes pendaftar gelombang I pada tanggal 4 Juni. selanjutnya pendaftaran gelombang II yang juga dibuka pada tanggal 4 Juni hingga 17 Juli, serta pelaksanaan tes gelombang II akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juli.

    Kepala madrasah juga berharap acara doa bersama ini banyak memberikan dampak positif kepada santri baru yang mendaftar, baik dari segi keilmuan agar manfaat serta dari segi akhlak sehingga bisa menjadi santri yang berakhlakul karimah. “yang terpenting juga santri kita menjadi insan yang sholeh dan berakhlaq mulia” ujarnya.

    Makan bersama ala santri beralaskan daun pisang sebagai penutup acara ini. Semua asatidz yang hadir mengambil posisi melingkari makanan yang disediakan. Semakin terasa dan kuat rasa kekeluargaan menambah nikmat hidangan yang telah disediakan. Fin

    Jam'iyah Hadroh dari santri MTs. Zainul Hasan Genggong
    Jam’iyah Hadroh dari santri MTs. Zainul Hasan Genggong
    suasana makan bersama menambah rasa kekeluargaan.
    suasana makan bersama menambah rasa kekeluargaan.
  • Peletakan Batu Pertama pada Pembangunan Gedung Baru

    Peletakan Batu Pertama pada Pembangunan Gedung Baru

    Peletakan Batu Pertama oleh Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal pada Pembangunan Gedung Baru
    Peletakan Batu Pertama oleh Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal pada Pembangunan Gedung Baru Santri Putra

    Genggong- Rencana MTs. Zainul Hasan Genggong untuk membangunan gedung baru benar-benar terealisasi. Kemarin Rabu (30/3) peletakan batu pertama oleh kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal dilakukan sekaligus sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung baru ini.

    Beberapa rangkaian acara dilakukan, salah satunya adalah doa bersama yang juga dipimpin oleh kepala madrasah dikhususkan untuk pembangunan ini. Beberapa asatidz beserta pekerja bangunan juga mengikuti doa bersama ini. “Berharap pembangunan ini berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat kepada semuanya”. Ujar ustad Mohammad Ishak, bendahara madrasah.

    Gedung yang direncanakan 3 lantai ini dibangun tepat di sebelah utara kantor putra dan bersebelahan dengan monumen Nahdlatul Ulama (NU). Seperti yang dikatakan ustad Ali Wafa selaku wakil kepala madrasah bagian sarana prasarana bahwa, pembangunan gedung baru ini merupakan program madrasah yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dalam bidang sarana dan prasarana. Tahun ini, pembangunan dipusatkan pada gedung belajar untuk santri putra mengingat kebutuhan santri putra lebih mendesak.

    “Semua ini merupakan bukti keseriusan dan kesungguhan kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada santri agar santri bisa belajar dengan maksimal”. Ujar ustad yang juga pelaksana pembangunan ini.

    Ditanya soal target selesainya, ustad Ali belum bisa memberikan kepastian. Yang pasti beliau juga berharap pada tahun ajaran baru gedung ini sudah bisa ditempati. “Ya mohon doa dan dukungannya semoga tahun ajaran baru sudah bisa ditempati. Kita masih menyesuaikan dengan anggaran yang ada, ya syukur-syukur banyak yang bersedia nyumbang”. ujarnya sambil tersenyum. Fin

    Gedung Baru Santri Putra akan Dibangun pada Area Tanah Ini.
    Gedung Baru Santri Putra akan Dibangun pada Area Tanah Ini.
  • Bawa Pulang 2 Juara pada Ajang KSM Tingkat Kabupaten

    Bawa Pulang 2 Juara pada Ajang KSM Tingkat Kabupaten

    Foto para juara bersama guru pendamping sesaat setelah pemberian hadiah di MTs.N Pajarakan
    Foto para juara bersama guru pendamping sesaat setelah pemberian hadiah di MTs.N Pajarakan

    Genggong-  Semangat santri dalam mengukir prestasi semakin terbukti. Hal ini ditunjukan dengan diraihnya kembali Juara Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini dilaksanakan Kemarin Sabtu (27/3) di MTs. Negeri Pajarakan Kabupaten Probolinggo.

    KSM tingkat kabupaten ini diikuti oleh peserta perwakilan dari 4 KKM se kabupaten Probolinggo yang menjadi juara pada tingkat sebelumnya. diantaranya KKM. MTs. Nurul Jadid, KKM. MTs.N Karanganyar, KKM MTs.N Pajarakan, dan KKM MTs. Zainul Hasan Genggong. Sedangkan mata pelajaran yang dilombakan tetap sama seperti pada tingkat sebelumnya, yakni Matematik, Biologi, Fisika, Bahasa Inggris, PAI, dan IPS.

    Pada kesempatan ini perwakilan dari Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 (MTs. Zaha 1) Genggong berhasil membawa pulang 2 juara, yaitu Juara 2 mata pelajaran biologi diraih oleh Intan Balqis Humairoh dan Husnawati sebagai Juara 1 mata pelajaran PAI.

    Namun menurut Ustad Hazbullah Rohman, capaian ini dinilai masih kurang maksimal, karena dari 6 peserta yang mewakili hanya ada 2 santri saja yang keluar jadi juara. “Kami akui masih gagal untuk kembali menyapu bersih seluruh juara. Ini termasuk keteledoran kami. Tapi hal ini akan kami jadikan bahan evaluasi untuk berbenah lagi agar nanti bisa lebih banyak yang menjadi juara”. Ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh Jinani Firdausi As’ad, santri kelas VIII G yang mewakili mata pelajaran Matematika pada KSM ini menyatakan bahwa saat itu konsentrasinya sangat kurang. Santri yang langganan juara ini juga mengaku bahwa konsentrasinya sedang terpecah oleh Ujian Tengah Semester (UTS), ya memang waktu itu berbarengan dengan UTS. “Saya mohon maaf jika kali ini gagal, Insya Allah jika ada lomba lagi saya akan berusaha lebih maksimal dan menjadi juara lagi” Ujarnya.

    Sesuai dengan peraturan yang baru, bahwa mata pelajaran MIPA (Matematika, Biologi, dan Fisika) akan diadu lagi pada bulan Juni mendatang untuk penentuan juara yang akan mewakili di tingkat provinsi, sedangkan yang mata pelajaran Bahasa Inggris, PAI, dan IPS hanya cukup di tingkat kabupaten saja. (Fin)

  • Wisuda Amtsilati Perdana, KH. Taufiqul Hakim  Dipastikan Hadir

    Wisuda Amtsilati Perdana, KH. Taufiqul Hakim Dipastikan Hadir

    Asatidz MTs. Zainul Hasan Genggong ketika di Pesantren Darul Falah Amtsilati Jepara Jawa Tengah
    Asatidz MTs. Zainul Hasan Genggong ketika di Pesantren Darul Falah Amtsilati Jepara Jawa Tengah

    Genggong-Kabar gembira bakal dirasakan santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, khususnya bagi mereka yang sudah tuntas program amtsilati (metode cepat belajar kitab kuning). Sebab, KH. Taufiqul Hakim, sang pengarang dan penemu metode Amtsilati ini bersedia hadir ke MTs. Zaha Genggong untuk mewisuda santri yang sudah tuntas.
    Kepastian ini disampaikan oleh beliau ketika rombongan dari MTs. Zaha berkunjung ke kediamannya di Pesantren Darul Falah Bangsri Jepara Jawa Tengah kemarin Rabu (16/3).
    Beliau bersedia hadir pada acara wisuda perdana ini yang akan dilaksanakan pada 15 Mei mendatang meskipun jadwal beliau begitu padat. Seperti pada jadwal ini, tanggal 14 Mei beliau juga harus menghadiri acara serupa di Pontianak.
    Hal ini sempat membuat cemas rombongan dari MTs. Zaha, sehingga harus menunggu kabar dari beliau yang masih berkoordinasi dengan panitia di Pontianak. Dan hasilnya tetap keberuntungan berpihak pada MTs. Zaha. “Alhamdulillah, Ahad tanggal 15 Mei bisa hadir di MTs. Zaha Genggong”. Kata beliau melalui pesan singkatnya.
    Meski demikian acara wisuda perdana ini tetap sedikit meleset dari rencana. Yakni rencana awal yang akan dilaksanakan pagi hari tapi karena waktu yang tidak memungkinkan sehingga acara dimundurkan menjadi malam hari.
    Ustadz Abd. Wafi selaku waka kesiswaan mengatakan bahwa ini merupakan wisuda perdana yang memang seharusnya pengarang metode amtsilati tersebut bisa hadir. “Beliau bisa hadir saja sudah sangat bersyukur, sehingga meskipun memundurkan waktu acara dimalam hari tidak jadi masalah” ujarnya.
    Dia juga berharap acara wisuda ini berjalan dengan lancar dan semangat santri untuk menuntaskan amtsilati ini semakin besar. “Semoga kedepannya lebih banyak lagi santri MTs. Zaha yang tuntas program amtsilati dan berbekal ini pula bisa mengharumkan nama MTs. Zaha dengan prestasinya”. imbuhnya. (Fin)