Kategori: Berita Genggong

  • Bangga Meski Batal Juara

    Bangga Meski Batal Juara

    Peserta dari MTs. Zaha (Berkopyah) pada Waktu Kompetisi di Mall Of Indonesia.
    Peserta dari MTs. Zaha (Berkopyah) pada Waktu Kompetisi di Mall Of Indonesia.

    Genggong- Asa MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong untuk membawa pulang juara pada ajang kompetisi robotik madrasah 2016 gagal. Dalam kompetisi tingkat nasional yang diadakan pada Ahad-Senin (30-31/10) itu terdapat kendala yang dialami peserta dari MTs. Zaha. Salah satunya komponen roda yang disediakan panitia tidak berfungsi, bahkan pada beberapa komponen yang lain.

    Hal ini disampaikan ustadz Junaidi yang mendampingi peserta menggantikan ustadz Nizar. Menurutnya, kegagalan MTs. Zaha bukan dari santri kita yang tidak maksimal, melainkan dari beberapa komponen yang disediakan panitia. Diduga komponennya sudah aus namun masih tetap digunakan . Hal ini terbukti ketika robot dikendalikan tidak berjalan maksimal. “Memang untuk bahan disediakan panitia dan boleh membawa sendiri, sehingga kami memilih tidak membawa. Tapi kalau santri kita sudah bagus bahkan mengoperasikan dengan benar, tapi mungkin belum beruntung”. Kata ustadz Juned, sapaannya.

    Namun, meski gagal ustad Juned menyampaikan bahwa peserta kita mendapat pujian dari panitia karena menjadi satu-satunya peserta yang berasal dari pesantren, bahkan satu-satunya peserta yang tidak meninggalkan identitas santri, yakni berkopyah. Sehingga berhasil menunjukkan bahwa santri pesantren juga bisa menguasai bidang robotik. “Ya selama kompetisi yang diadakan kemenag ini hanya MTs. Zaha yang berkopyah. Bisa dibilang inilah kemenangan kita”. Kata ustad Juned. Kegagalan ini tak menjadi masalah dihadapan kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal. Beliau memaklumi kesuksesan yang tertunda ini. “Menjadi peserta di ajang nasional sudah menjadi kebanggaan buat kita. Biarkan ini menjadi pengalaman yang berharga buat santri kita”. Dawuhnya.

    Namun, beliau juga berpesan untuk tetap selalu berusaha dan memperbaiki kekurangan. Terlebih dalam event lomba yang sudah pernah diikuti agar tidak jatuh pada lubang yang sama. “Biarlah untuk menjadi juara kita tunda tahun depan”. Ujarnya sambil tersenyum. (fin)

    photo_2016-11-05_08-05-59

  • MTs. Zaha akan Bertarung di Ajang Kompetisi Robotik Tingkat Nasional

    MTs. Zaha akan Bertarung di Ajang Kompetisi Robotik Tingkat Nasional

    Bahrul Ulum dan M. Rifqi A ketika diberitahu bahwa MTs. Zaha Terpilih Sebagai Peserta Kompetisi Robotik
    Bahrul Ulum dan M. Rifqi A ketika diberitahu bahwa MTs. Zaha Terpilih Sebagai Peserta Kompetisi Robotik

    Genggong-Setelah diumumkannya peserta yang berhak mengikuti Festival dan Kompetisi Robotik kemarin (25/10), nama MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong tercantum dalam lampiran pengumuman tersebut. Artinya MTs. Zaha berhak menjadi peserta dalam ajang Kompetisi Robotik Madrasah tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

    Kompetisi yang akan dilaksanakan di Mall Of Indonesia Kelapa Gading Jakarta pada tanggal 30-31 Oktober itu diikuti sebanyak 15 madrasah se-Indonesia. Hal ini dikarenakan panitia membatasi jumlah peserta, sehingga panitiapun melakukan seleksi. “Setelah dilihat di website resmi kemenag, jumlah pendaftar sangat banyak. Tapi Alhamdulillah MTs. Zaha lolos sebagai peserta”. Ujar ustadz Alfin Fikri HM, kepala tata usaha yang juga mengurusi pendaftaran kegiatan ini.

    Sebelum mendaftarkan diri, ustadz Muhammad Nizar, S. Kom selaku pembina bidang robotik menunjuk 2 peserta dari santri MTs. Zaha. Yakni Bahrul Ulum santri kelas IX D dan Rifqi Amri Al Masyhudi santri kelas VIII A. Mereka merupakan peserta student day (ekstrakurikuler) bidang robotik. “Setelah melengkapi semua berkas yang diminta oleh panitia, kami langsung mendaftar online karena memang pendaftarannya melalui online”. Imbuh ustadz Alfin.

    Sementara itu, Ustadz Nizar mengatakan bahwa ini merupakan kompetisi bidang robotik yang pertama kali diikuti oleh santri MTs. Zaha. Tak tanggung, dilomba yang pertama ini langsung tingkat nasional. “Ini tantangan buat kami, meski bagaimanapun kami harus siap, Bismillah kami berangkat”. Tegasnya.

    Ustadz Nizar juga mengaharap do’a dan dukungan, utamanya dari para asatidz dan asatidzah serta keluarga besar MTs. Zaha. Karena kompetisi ini akan membawa nama MTs. Zaha di kancah nasional. “Doa dan dukungan sangat kami harapkan, semoga nanti membawa harum madrasah kita, kita sukses dan juara”. Harapnya.

    Peserta dari MTs. Zaha dijadwalkan terbang ke Jakarta pada Sabtu (29/10) atau sehari sebelum pelaksanaan lomba. Mereka juga akan didampingi oleh Ustadz Nizar hingga pulang kembali ke halaman MTs. Zaha. (Tgh/Fin)

  • MTs. Zaha Raih Juara Kedua Mading 3D Se Pesantren Genggong

    MTs. Zaha Raih Juara Kedua Mading 3D Se Pesantren Genggong

    Mading Hasil Karya Santri MTs. Zaha ketika Prosesi Penilaian oleh Dewan Juri
    Mading Hasil Karya Santri MTs. Zaha ketika Prosesi Penilaian oleh Dewan Juri

    Genggong– Usaha santri MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong dalam mengikuti lomba mading 3D tak sia-sia. Santri yang tergabung dalam pengurus OSIS putri MTs. Zaha ini berhasil meraih juara kedua dalam lomba yang diadakan oleh Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Genggong kemarin Jum’at (21/10).

    Sebanyak 14 Peserta  dari semua lembaga pendidikan dibawah Yayasan Hafshawaty dan PZH Genggong,  MTs. Zaha berhasil menempati juara kedua setelah SMA Unggulan ditetapkan sebagai juara pertama dan SMA Reguler menempati posisi juara ketiga. Hasil membanggakan ini merupakan hasil dari usaha dan persiapan para santri. “OSIS sudah mempersiapkan diri sejak seminggu sebelum lomba. Mereka dibimbing langsung oleh ustadz Nanang, Pembina student day bidang kerajinan tangan”. Ujar Ustadz Agus, Pembina OSIS yang juga mendampingi OSIS dalam lomba tersebut.

    Pada lomba yang digelar menyambut Hari Santri Nasional (HSN) ini, MTs. Zaha menjadi satu-satunya lembaga yang mendelegasikan 2 peserta. Ya, masing-masing lembaga lain hanya mengirimkan 1 perwakilan saja. “Alhamdulillah satu diantara perwakilan kami menjadi juara, tapi tidak tahu grup mana yang juara karena panitia tidak memberitahu”. Ujar ustadz Agus.

    Pembacaan hasil pemenang dan pembagian hadiah dilaksanakan kemarin Sabtu (22/10) seusai apel memperingati HSN di lapangan P5 PZH Genggong. Tropi diberikan oleh pembina apel, KH. Moh. Hasan Naufal, sedangkan sertifikat diberikan oleh KH. Moh. Hasan Maulana. Hadiah sendiri diterima oleh masing-masing waka kesiswaan dari masing-masing lembaga yang juara. Untuk MTs. Zaha sendiri, diterima oleh ustadz Abd. Wafi Haris. (Tgh/Fin)

    Hadiah Diterima oleh Wakamad Kesiswaan, Ustadz Abd. Wafi Haris.
    Hadiah Diterima oleh Wakamad Kesiswaan, Ustadz Abd. Wafi Haris.
  • Santri MTs. Zaha Ikuti Apel Hari Santri Nasional

    Santri MTs. Zaha Ikuti Apel Hari Santri Nasional

    Suasana Apel Memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016
    Suasana Apel Memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016

    Genggong-Ribuan santri, guru, dan shohibul bait Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, mengikuti pelaksanaan apel Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2016. Tak terkecuali santri dan para asatidz MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Mereka berjajar rapi dengan mengenakan pakaian ala santri, yakni bersarung dan  baju putih lengkap dengan kopyah putih ciri khas santri Genggong.

    KH. Moh. Hasan Naufal atau Nun Boy, Pengasuh pesantren yang sekaligus Kepala MTs. Zaha itu mendapatkan bagian menjadi Pembina apel pada Apel HSN yang dilaksanakan di halaman P5 Pesantren Zainul Hasan Genggong. Tidak ada pengibaran bendera merah putih dalam apel ini, karena usai apel para santri harus kembali ke sekolah untuk mengikuti pelajaran. Meski demikian, para peserta tetap semangat dan tertib dalam mengikuti apel.

    Acara dilanjutkan dengan pembacaan amanat PBNU yang dibacakan oleh Pembina apel. Dalam amanat tersebut berisi pernyataan bahwa komunitas pesantren telah mengukir sejarah emas. Dimana pemerintah mengakui secara resmi peran komunitas santri, para ulama, dan kiai dalam membela dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

    Dalam amanat tersebut juga menyatakan bahwa jihad dengan mengangkat senjata melawan penjajah, jihad dalam artian mujahadah untuk meningkatkan intelektualitas, tanpa mengenyampingkan spiritualitas, mempunyai ahklakul karimah, bertekad membangun negeri dengan tetap mempunyai karakter dan identitas santri. Sebagai santri harus tetap mempunyai jiwa jihad. Jihad untuk mengentas kemiskinan agar rakyat kita hidup dalam kesejahteraan.

    Apel lebih khidmat ketika KH.Moh. Hasan Maulana menutup apel dengan pembacaan doa. Apel berakhir setelah dibacakan pengumuman juara lomba mading 3D yang dilaksanakan oleh IPPNU komisariat PZH Genggong yang dalam hal ini MTs. Zaha juga meraih juara II.

    Nun Boy ketika ditemui seusai apel menyampaikan ucapan selamat kepada para santri dan masyarakat yang sedang merayakan hari santri nasional ini. “Selamat Hari Santri Nasional”. Ucapnya semangat sambil mengepal tangan.

    Usai Apel para santri kembali ke sekolah untuk mengikuti kegiatan sekolah seperti biasanya. mereka ke sekolah tetap mengenakan pakaian seperti pada saat apel.

    Sementara itu, Apel juga dilaksanakan di halaman pondok putri PZH Genggong yang diikuti semua santri putri dan asatidzah juga di halaman pondok putri Hafshawaty PZH Genggong. Sebagai Pembina apel pada kedua tempat itu yakni, KH. Hassan Ahsan Malik dan ustadz Dr. Abd. Aziz. (Tgh/Fin)

  • Program Santunan Anak Yatim Kembali Dilakukan oleh MTs. Zainul Hasan Genggong

    Program Santunan Anak Yatim Kembali Dilakukan oleh MTs. Zainul Hasan Genggong

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal ketika Memberikan Santunan Kepada Anak Yatim.
    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal ketika Memberikan Santunan Kepada Anak Yatim.

    Genggong- Hasil shodaqoh santri dan asatidz kembali disalurkan oleh MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo Selasa tadi pagi (11/10). Shodaqoh yang dikumpulkan oleh para santri dan asatidz itu disalurkan kepada 30 anak yatim dan fuqara’ melalui kegiatan santunan yang khusus dilakukan oleh madrasah setempat.

    Santunan kali ini merupakan santunan kali kedua yang dilakukan oleh MTs. Zaha Genggong Setelah yang pertama dilakukan pada bulan Juni lalu. Program ini menurut ustadz Ishak selaku bendahara madrasah akan terus dijalankan. “Dana yang digunakan untuk santunan ini adalah murni hasil shodaqoh dari santri dan para asatidz yang dilakukan setiap hari kamis. Kita mengambil hari ini untuk melakukan kegiatan ini karena merupakan hari istimewa, yakni bertepatan dengan tanggal 10 Muharram”. Ujarnya.

    Sedangkan para penerima santunan ini merupakan anak yatim dan fuqara’ yang berasal dari desa sekitar MTs. Zaha Genggong. “Semuanya merupakan santri dari SD Zainul Hasan Genggong yang tergolong yatim dan tidak mampu”. Ujar ustadz Abd. Wafi Haris, wakamad kesiswaan yang juga bertugas mengumpulkan anak yatim pada kegiatan ini.

    Acara dimulai pada jam 7.30 wib. Sebelum kegiatan santunan, acara didahului dengan pelantikan santri pelopor kedisiplinan yang lulus pada bulan September kemarin dan pengukuhan santri pelopor bulan oktober.

    Usai pelantikan pelopor kedisiplinan acara santunanpun dimulai. Para penerima santunan maju kedepan menempati barisan di depan para santri MTs. Zaha. Mereka maju didampingi oleh walinya dan masing-masing dari mereka menerima barang berupa tas, kaos kaki, dan sejumlah uang. Santunan sendiri diberikan oleh kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal. Diiringi instrumen dan lagu yang dibawakan tim mars “harmoni hati” membuat acara semakin khidmat. Air matapun tampak tak terbendung mengalir deras di pipi para santri dan asatidz yang ikut terharu menyaksikannya.

    Tak terkecuali, kepala madrasah ketika menyampaikan sambutan usai memberikan santunan juga tak kuasa menahan air mata. Beliau mengisahkan semasa kecilnya, tepatnya diusia 6 tahun ditinggal sang ayahanda Al-Marhum KH. Hasan Saifourridzall. “Adik-adik yang berdiri di depan ini, mengingatkan saya ketika saya masih kecil ditinggal ayah. Kalian ini termasuk anak yang tegar yang masih selalu tersenyum meski ditinggalkan oleh orang tua kalian”. Ungkap beliau ditengah-tengah sambutannya.

    Beliau juga menyampaikan beberapa motivasi kepada santri MTs. Zaha dan penerima santunan untuk selalu saling menghargai satu sama lain. “Yang menerima jangan merasa lemah dan yang member jangan merasa lebih, karena adanya yang memberi dan menerima seperti ini dunia semakin indah. Siapa tahu diantara adik-adik yatim yang berdiri disini kelak ada yang menjadi bupati, gubernur, bahkan presiden RI”. Dawuh beliau yang melanjutkan sambutannya dengan doa sebaga tanda berakhirnya acara. (Fin)

  • Giliran Pengurus OSIS Putri Masa Khidmat 2016/2017 Dilantik oleh Kepala Madrasah

    Giliran Pengurus OSIS Putri Masa Khidmat 2016/2017 Dilantik oleh Kepala Madrasah

    Pengurus OSIS Masa Khidmat 2016-2017 Resmi Dilantik oleh Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal
    Pengurus OSIS Putri Masa Khidmat 2016-2017 Resmi Dilantik oleh Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal

    Genggong-Usai prosesi serah terima jabatan OSIS putra Senin lalu (19/9), kini serah terima jabatan (sertijab) juga dilakukan pada Pengurus OSIS Putri MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Pelimpahan tugas, fungsi, dan tanggung jawab dari kepengurusan masa khidmat tahun 2015/2016 kepada kepengurusan yang baru (masa khidmat tahun 2016/2017) dilaksanakan kemarin Rabu (21/9) di halaman pesantren Zainul Hasan Genggong.

    Acara yang dihadiri oleh seluruh stake holder madrasah ini berlangsung khidmat. Para santri hingga asatidz berbaris rapi, tak kalah rapi juga para pengurus OSIS baik yang lama dan baru menempati barisan di depan para santri. Serah terima jabatan ini juga merupakan rangkaian kegiatan pemilihan Ketua dan wakil ketua OSIS yang dilaksanakan pada bulan sebelumnya (22/9).

    Acara yang berlangsung pukul 07.30 WIB ini diawali dengan lantunan mars MTs. Zaha yang dibawakan oleh tim mars madrasah “harmoni hati”. Barisan pengurus OSIS baru kompak melangkah kedepan untuk menempati tempat yang telah disediakan, disusul oleh barisan pengurus OSIS lama untuk melaksanakan prosesi sertijab. Lagu “syukur” mengiringi prosesi ini sehingga acara tampak sangat syahdu dan khidmat.

    Dilanjutkan dengan pembacaan SK kepala madrasah tentang susunan pengurus OSIS masa khidmat 2016/2017 dan ikrar janji pengurus OSIS yang dipimpin oleh Kepala madrasah. Prosesi ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan. Tepuk tangan santri menggema seusai penandatanganan berita acara tersebut. Rasa bangga terpancar dari wajah peserta yang hadir. Dan dengan demikian, Pengurus OSIS MTs. Zainul Hasan Genggong Periode 2016/2017 secara sah telah dilantik.

    Dalam sesi sambutan-sambutan, Jinani Firdausi As’ad mendapat kesempatan pertama untuk menyampaikan pidato sambutannya mewakili pengurus OSIS 2015/2016. Dilanjut oleh ketua OSIS terpilih, Ayu Sulistiowaty. Dan pengarahan kepala madrasah sebagai acara pamungkas pada kegiatan ini.

    Dalam  pengarahannya , Kepala MTs. Zaha Gengggong, KH. Moh. Hasan Naufal menyampaikan rasa bangga kepada semua santri khususnya pengurus OSIS. Selain itu kepala madrasah juga mengucapkan terima kasih atas kepengurusan periode sebelumnya  dengan berbagai prestasi yang disumbangkan kepada  sekolah . Selanjutnya kepada Kepengurusan baru diharapkan  dapat melanjutkan prestasi yang sudah diraih, tentunya dengan prestasi yang lebih baik.

    “Terima kasih atas pengabdian kalian semua, hanya Allah yang bisa membalasnya. Semoga barokah para muassis pesantren ini menyertai kalian semua” tuturnya.

    Abuya (panggilan kepada kepala madrasah) menginstruksikan kepada pengurus OSIS baru untuk selalu mengedepankan akidah Ahlussunnah wal Jamaah dalam penyusunan programnya, serta program yang disusun harus berbeda dengan pengurus yang lama.

    “Program OSIS baru harus atraktif dan inovatif”. Dawuh Abuya ketika menutup pidatonya. (Tgh/Fin)

  • Kepala MTs. Zaha Lantik Pengurus OSIS Putra Periode 2016/2017

    Kepala MTs. Zaha Lantik Pengurus OSIS Putra Periode 2016/2017

    epala Madrasah ketika mengambil janji pengurus OSIS Baru Periode 2016/2017
    Kepala Madrasah ketika Mengambil Janji Pengurus OSIS Baru Periode 2016/2017

    Genggong-Sesuai dengan agenda madrasah, kemarin Senin (19/09) dilaksanakan Pelantikan Pengurus OSIS putra MTs Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong oleh kepala madrasah Abuya KH. Moh. Hasan Naufal. Pelantikan yang dilangsungkan di halaman madrasah putra ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, diantaranya dewan pimpinan, asatidz, karyawan, dan seluruh santri putra MTs Zaha Genggong. Pengurus OSIS yang baru ini terbentuk dari  hasil pemilihan  yang diselenggarakan pada Senin (22/8) yang lalu.

    Acara pelantikan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Kepala Madrasah tentang susunan pengurus OSIS MTs. Zaha Genggong tahun pelajaran 2016/2017 oleh Waka Humas. Dilanjut dengan kirab pengurus OSIS periode 2015/2016 diiringi bendera merah putih, bendera pesantren Zainul Hasan dan bendera MTs Zainul Hasan Genggong. Dilanjutkan dengam kirab pengurus OSIS baru periode 2016/2017. Terlihat Pengurus OSIS baru yang akan segera dilantik sangat serius mengikuti tahap-tahap Pelantikan. Tiga bendera kehormatan itu diberikan oleh para pengurus OSIS lama kepada para pengurus OSIS baru sebagai tanda adanya serah terima jabatan. Lalu disusul dengan ikrar janji pengurus OSIS baru yang dipimpin oleh Kepala madrasah.

    Kemudian, usai ikrar janji, Ketua OSIS, baik yang lama maupun yang baru menandatangani berita acara serah terima jabatan sebagai bukti tertulis bahwa tugas, fungsi, dan tanggung jawab OSIS telah dilimpahkan kepada pengurus yang baru. Dalam hal ini, kepala madrasah juga Ikut menandatangani, didampingi wakamad Kesiswaan dan pembina OSIS sebagai saksi.

    Setelah pengurus OSIS baru selesai dilantik, Ketua OSIS periode 2015/2016, Egga Zaki Mubarok diberi kesempatan untuk memberikan kata sambutan. dilanjutkan sambutan dari Ketua OSIS terpilih periode 2016/2017, Ahmad Albar Salim Roamdon.

    Acara dilanjutkan dengan sambutan kepala madrasah. Dalam sambutannya beliau mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus OSIS yang baru sekaligus mengucapkan banyak terima kasih kepada pengurus OSIS yang lama atas dedikasi dan kinerja yang baik pada periode 2015/2016 kemarin. Pesan kepada seluruh pengurus OSIS yang lama untuk menjadikan pengalaman berorganisasi selama ini dapat digunakan dan dikembangkan di masa datang, karena fakta menunjukkan para pemimpin negara maupun dunia banyak belajar memimpin dan berorganisasi sejak mereka di sekolah. “Maka jadikan pengalaman setahun yang lalu mengelola organisasi siswa di sekolah sebagai pelajaran untuk jadi calon pemimpin masa depan”. Tuturnya.

    Juga Kepada pengurus OSIS yang baru beliau berharap agar kepengurusan OSIS 2016/2017 yang baru dilantik ini dapat meneruskan perjuangan organisasi siswa ini sekaligus memberikan perubahan ke tingkat yang lebih baik lagi. Beliau juga berpesan agar pengurus yang baru dapat menginspirasi seluruh peserta didik yang lain untuk terus berprestasi. Dan selama bekerja melaksanakan program-programnya, para pengurus dapat menjadi contoh kepada peserta didik lainnya untuk tetap belajar dan berprestasi secara akademik maupun non akademik walaupun sibuk mengelola organisasi. “Jangan lupa untuk berkoordinasi dengan Pembina OSIS agar setiap program kerja nantinya dapat berjalan sesuai harapan”. Pesannya.

    Sebelum menutup sambutannya beliau kembali mengingatkan satu kata pesan kepada santri. “kalian adalah juara mulai dari rahim ibu kalian. Mental kalian adalah juara satu. Mental juara ini harus kalian miliki sampai kapanpun”. Tegas beliau.

    Kegiatan Pelantikan Pengurus OSIS ini merupakan  bentuk kaderisasi dalam pembelajaran  kepemimpinan dan keorganisasian serta telah menjadi budaya sekolah. Melalui kegiatan ini akan terbentuk karakter santri menjadi seorang calon pemimpin masa depan yang tangguh, berdedikasi dan pantang menyerah. Sebagai penutup rangkaian acara ini, pengurus OSIS periode 2016/2017 mendapat ucapan selamat oleh seluruh asatidz dan karyawan MTs. Zainul Hasan Genggong. (Tgh/Fin)

  • Isi Liburan dengan Pelatihan Kifayah

    Isi Liburan dengan Pelatihan Kifayah

    Para santri ketika melakukan praktek langsung tata cara mengurus jenazah.
    Para santri ketika melakukan praktek langsung tata cara mengurus jenazah.

    Genggong-Urusan menuntut ilmu merupakan hal utama, bahkan liburan pun tak disia-siakan oleh santri MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong untuk tetap mendapatkan berbagai pengetahuan. Seperti yang dilakukan  Kamis pagi tadi (15/9), MTs. Zaha Genggong menggelar kegiatan pendidikan dan pelatihan kifayah.

    Dalam momen libur hari raya idul adha dan hari tasyrik ini para santri dibekali tata cara mengurus jenazah. “Karena mengurus jenazah sangat penting maka pelatihan ini pun dinilai sangat penting agar para santri MTs. Zaha siap tampil di masyarakat”. Ujar ustadz Abd. Wafi Haris, waka kesiswaan.

    Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berlangsung di 2 tempat, yakni di gedung putra yang pesertanya adalah santri putra dan di aula putri yang diikuti oleh semua santri putri dan tentu dengan narasumber yang berbeda pula. Di putra, ustadz Wafi kebagian membuka acara pelatihan ini, tak banyak yang beliau sampaikan hanya berpesan kepada para santri tentang pentingnya mengurus jenazah ini. “Kalian harus bisa, karena suatu saat bisa jadi kalian yang akan mengurus jenazah jika dirumah ada yang meninggal”. Ujarnya.

    Dilanjut dengan pelatihan yang dibimbing oleh ustadz Sucipto. “Siapa yang akan jadi jenazah”. Tanya ustadz sucip kepada para santri.

    Mendengar pertanyaan itu para santri serentak menunduk sambil tersenyum seolah tak ada yang mau menjadi jenazah, sesekali mereka menyuruh teman didekatnya untuk berperan sebagai jenazah.

    “Ini hanya latihan, jadi harus ada diantara kalian yang menjadi jenazahnya. Toh nanti kalian semua pasti juga akan diurus seperti ini karena semuanya akan merasakan kematian. Yang bersedia saya doakan semoga panjang umur”. Ujar ustadz sucip yang dari penjelasannya membuat Moch. Nasrullah Hizmi dari kelas VII C bersedia menjadi jenazah.

    Seketika itu pula ustadz sucip menjelaskan panjang lebar tata cara mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menyolati, hingga mengubur.

    Tak jauh beda dengan kegiatan yang berlangsung di putri, ustadz Teguh Firmansyah selaku waka humas berkesempatan membuka acara. Dalam sambutannya beliau menghimbau para santri untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan tidak melewatkan setiap materi yang dipaparkan. Beliau berpesan untuk tidak menghindar ketika mengurusi jenazah. “Jangan lari, jangan sembunyi dan jangan berada di belakang ketika mengurusi jenazah karena anda adalah santri. Santri harus menjadi teladan bagi masyarakat.” ujarnya serius.

    Usai pembukaan materipun disampaikan secara lengkap pula oleh ustadzah Zulaiha. Sedikit berbeda dengan di putra, jenazah di putri ini menggunakan boneka sebagai penggantinya. Meski demikian, antusiasme santri sangat tinggi, hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para santri. Seperti pertanyaan yang dilontarkan oleh Izzatun Nauly, santri kelas IX yang bertanya tentang doa-doa dalam mengurusi jenazah. Pertanyaan dijawab dengan sangat gamblang oleh ustadzah Zulaiha.

    Selanjutnya ada pertanyaan dari Jinani Firdausi As’ad, “Maaf ustadzah, apa saja kegunaan bahan-bahan yang tadi Anda sampaikan tadi”. Ustadzah Zulaiha pun langsung menjawab dengan jawaban yang sangat jelas. Tampak santri yang lain menganggukkan kepala menyimak penjelasan nara sumber.

    Kegiatan kifayah yang berlangsung selama 1 jam lebih itu ditutup dengan doa oleh narasumber. Usai pelatihan para santri tidak beranjak dari tempat  karena mereka juga disiapkan hiburan berupa nonton bareng (nobar) film-film bertema perjuangan islam dan perjuangan kemerdekaan. (Tgh/Fin)