Kategori: Berita Genggong

  • Raih Juara II Langkah Tegap Maju

    Raih Juara II Langkah Tegap Maju

    BANGGA: Santri yang Berhasil Meraih Juara Foto Bersama dengan Piala yang Diraih.
    BANGGA: Santri yang Berhasil Meraih Juara Foto Bersama dengan Piala yang Diraih.

    Genggong- Santri MTs. Zainul Hasan kembali menambah satu tropi di lemari prestasi madrasah. Tropi juara kali ini dipersembahkan oleh para santri dalam lomba gerak jalan yang diadakan oleh panitia hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia ke-71. Santri yang tergabung dalam satu peleton ini berhasil meraih juara II kategeri pelajar putra tingkat SMP/MTs.

    Lomba yang dilaksanakan pada hari Sabtu (27/8) ini diikuti oleh berbagai lembaga di wilayah kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo, termasuk MTs. Zaha Genggong yang saat itu mendelegasikan 2 peleton. “Alhamdulillah, kita juara meskipun hanya juara II” ujar ustadz Agus Setiawan selaku penanggung jawab lomba gerak jalan di MTs. Zaha.

    Start dari lapangan Selogudig kecamatan Pajarakan para peserta dari MTs. Zaha dengan urutan nomor 98 dan 114 ini berjalan dengan formasi barisan yang ditentukan panitia hingga finish di area PG Pajarakan. Keringat deras bercucuran karena menempuh jarak 7 kilometer tak mematahkan semangat untuk menunjukkan yang terbaik, hal ini terlihat dari gerakan langkah tegap yang berirama rapi.

    Semangat santri makin tampak terlihat ketika melewati area Pesantren Zainul Hasan Genggong, ya disana banyak para santri yang ikut mendukung para peserta. Diantara sekian banyak penonton dipinggir jalan,  ternyata kepala madrasah KH. Moh. Hasan Nafal juga rela dibawah terik matahari untuk memberikan dukungan khusus kepada peserta. Seketika itu juga formasi barisan khusus dipersembahkan khusus pula oleh peserta kepada kepala madrasah.

    Prestasi membanggakan ini tak luput dari usaha madrasah dalam mempersiapkan santri mengikuti kegiatan ini. Dari seleksi ketat yang dilakukan,  pihak madrasah juga mendatangkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari koramil Pajarakan. “Sebanyak 6 kali kita latihan bersama TNI”. Ujar Agus

    Kepala madrasah mengapresiasi prestasi santri, karena beberapa tahun ini MTs. Zaha vakum dalam mengikuti lomba gerak jalan di kecamatan Pajarakan, lebih-lebih menjadi juara yang memang sudah sangat lama belum berpihak pada MTs. Zaha. Dengan juara yang diraih pada tahun ini, beliau menginginkan yang lebih baik ditahun mendatang. “Tahun depan Kkita harus jurara pertama”. Tutur beliau ketika ditemui di ruangannya. (Tgh/Fin)

  • Gelar Sarasehan Amtsilati untuk Memotivasi Santri

    Gelar Sarasehan Amtsilati untuk Memotivasi Santri

    SEMANGAT: Para Santri Aktif Mengikuti Kegiatan Sarasehan Amtsilati
    SEMANGAT: Para Santri Aktif Mengikuti Kegiatan Sarasehan Amtsilati

    Genggong- Kesuksesan bisa diraih oleh siapa saja, termasuk anda semua yang duduk disini. Begitulah salah satu kata yang disampaikan oleh salah satu narasumber pada kegiatan sarasehan Amtsilati yang dilaksanakan oleh MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kemarin Senin (5/9). Kegiatan yang berlangsung di Gor Damanhury Romli PZH Genggong ini diikuti oleh semua santri MTs. Zaha Genggong.

    Kegiatan yang merupakan program dari ketua jurusan agama ini dibagi menjadi 2 sesi, yang pertama sesi khusus santri putra yang dimulai pada jam 08.00 WIB, dilanjutkan sesi kedua yang dikhususkan untuk santri putri dimulai pada jam 11.00 WIB. Ikut hadir beberapa pengurus Amtsilati pada kegiatan ini, diantaranya pengurus amtsilati wilayah Jawa Timur KH. Ahmad Kamaluddin, Pengurus Pusat Ikatan Alumni PP. Darul Falah Amtsilati Jepara, Ustadz Sabiq dan pengurus amtsilati daerah Probolinggo ustadz Syaifuddin. Disamping hadir, para pengurus amtsilati inilah yang juga memberi motivasi kepada para santri.

    Dengan tema semangat belajar amtsilati, menjadi santri prestasi kegiatan ini dibuka oleh wakil kepala madrasah bagian kesiswaan, ustadz Abdul Wafi Haris. Dalam pembukaannya beliau menyampaiakan kepada para santri untuk senantiasa mengikuti kegiatan ini dengan tertib. “kegiatan positif ini sangat penting untuk kalian, jadi ikuti dengan tertib dan serius”. Ujarnya.

    Sebelum materi disampaikan, para santri dihidangkan penampilan uji publik santri dari pesantren Manbaul Falah Bondowoso. Usai penampilan ini, Ustadz Sabiq asal kota Malang ini memberikan motivasi kiat-kiat belajar amtsilati dengan cepat. Materi yang disampaikan rupanya cukup memotivasi santri untuk dapat menuntaskan amtsilati dengan cepat, terutama para santri yang masih duduk di kelas VII. Dilanjutkan dengan materi program belajar untuk pascawisuda oleh KH. Ahmad Kamaluddin dari Bondowoso.

    Disisi lain ustadz Farid selaku ketua jurusan agama mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini sebagai salah satu cara untuk memotivasi santri dalam belajar, khususnya menumbuhkan semangat belajar santri dalam bidang amtsilati. Menurutnya, dengan menuntaskan amtsilati ini santri dapat dikatakan berprestasi dalam belajar khususnya ilmu-ilmu alat (nahwu dan shorof, red). “Sesuai dengan komitmen madrasah bahwa amtsilati ini salah satu program unggulan, jadi semua santri harus tuntas”. Ungkapnya.

    Selain itu, lanjut ustadz Farid, kegiatan ini juga sebagai langkah agar santri bisa tuntas amtsilati ini dengan cepat agar bisa mengikuti wisuda amtsilati ke-II. “Program madrasah, wisuda amtsilati akan dilaksanakan sebanyak 2 kali setahun, sehingga wisuda kedua ini insya Allah akan dilaksanakan pada bulan Mulid mendatang”. Jelas guru berkacamata ini. (Fin)

    SANTRI PUTRA: Peserta Putra Tertib Mengikuti Seminar Motivasi.
    SANTRI PUTRA: Peserta Putra Tertib Mengikuti Seminar Motivasi.
  • Diklat Jurnalistik Usai, Harus Muncul Jurnalis Muda MTs. Zaha

    Diklat Jurnalistik Usai, Harus Muncul Jurnalis Muda MTs. Zaha

    Terbaik: Foto Bersama Peserta Terbaik setelah Menerima Hadiah dari Kepala Madrasah.
    Terbaik: Foto Bersama Peserta Terbaik setelah Menerima Hadiah dari Kepala Madrasah.

    Genggong- Diklat Jurnalistik 2016 yang diselenggarakan MTs. Zainul Hasan bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Bromo resmi ditutup kemarin Kamis (1/9). Acara penutupan ini dihadiri Kepala MTs Zainul Hasan Genggong, Almukarrom Abuya KH. Moh. Hasan Naufal.

    Rangkaian penutupan diklat pada jam 11.30 tersebut diawali dengan laporan ketua panitia, Ustadz Teguh Firmansyah. Dalam laporannya ketua panitia menyampaikan bahwa diklat ini berjalan dengan lancar dan sukses. “Insya Allah tahun depan akan dilaksanakan kembali acara seperti ini”. Ujar Teguh.

    Hal ini juga disampaikan oleh Rudianto, Asisten redaktur Jawa Pos Radar Bromo yang juga pemateri dalam acara diklat ini. Menurutnya, tidak sedikit dari peserta yang sudah menguasai.  “Dari materi dan praktik yang dilaksanakan selama 2 hari ini, banyak hasil tulisan peserta yang sudah baik, Ungkapnya.

    Dalam 2 hari ini juga panitia melakukan penilaian terhadap hasil tulisan yang dikumpulkan oleh peserta. Dalam penilaian ini panitia menentukan 5 peserta terbaik, diantaranya Jinani Firdausi As’ad (IX-G), Wahidatul Aufa (IX-H), dan Dina Afkarina (VII-I) . selanjutnya dari peserta putra ada Moh. Baihaqi dan Robith Ilman yang semuanya dari kelas IX A. Lima peserta terbaik itu mendapat hadiah dari panitia yang diberikan langsung oleh kepala madrasah.

    Acara dilanjutkan dengan pengarahan kepala Madrasah. Dalam pengarahannya beliau beharap kegiatan ini tidak selesai disini, tapi ada kelanjutan dikemudian hari. “saya ingin beberapa diantara kalian menjadi tim jurnalis di madrasah ini yang nantinya bisa menulis berbagai berita kegiatan madrasah”. Ujarnya.

    Selain itu beliau juga memberi beberapa pesan kepada peserta diklat. Pertama, beliau berpesan jika ada dari para santri yang menjadi jurnalis, agar menjadi jurnalis yang handal dan memajukan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Pesan yang kedua agar mengutamakan kejujuran dalam menilis berita. Karena sekarang banyak beredar di media berita yang tidak sesuai fakta atau berita yang dibuat-buat hanya karena uang. “Suatu saat jika ada diantara kalian yang menjadi jurnalis, jadilah jurnalis yang jujur dan sesuai fakta”. Tuturnya yang langsung menutup acara dengan doa. (Tgh/Fin)

  • Ajak Santri Gemar Menulis, MTs. Zaha Gelar Diklat Jurnalistik

    Ajak Santri Gemar Menulis, MTs. Zaha Gelar Diklat Jurnalistik

    PROAKTIF: Narasumber dari Jawa Pos Radar Bromo ketika memberikan materi kepada para peserta diklat.
    PROAKTIF: Narasumber dari Jawa Pos Radar Bromo ketika memberikan materi kepada para peserta diklat.

    Genggong-Beragam pertanyaan seputar jurnalistik yang terkadang masih menjadi “teka-teki” dikalangan santri MTs. Zainul Hasan kini sudah mulai terpecahkan. Rabu (31/8) kemarin telah dikupas tuntas pada kegiatan pendidikan dan pelatihan Jurnalistik. Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong Pajarakan Probolinggo dengan Jawa Pos Radar Bromo ini berlangsung di GOR Damanhuri Romly.
    Tepat jam 8 pagi acara dimulai. Diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh M. Haikal Irsyam yang saat itu juga duduk sebagai peserta diklat. Dan dilanjutkan sambutan ustad Abd. Wafi Haris, waka kesiswaan yang mewakili kepala madrasah untuk membuka acara diklat.
    Diklat perdana yang dilakukan MTs. Zaha ini diikuti oleh 132 Santri MTs. Zaha yang memenuhi kreteria dan lolos seleksi. “Peserta diklat jurnalistik ini adalah 132 santri pilihan, karena mereka yang mewakili 1009 santri di MTs. Zaha. Peserta dipilih dari hasil karya tulis yang dikumpulkan, dan merekalah yang terbaik”. Papar Teguh Firmansyah, Humas sekaligus ketua panitia diklat.
    Meskipun waktunya singkat, tapi  para peserta begitu antusias dan mengaku sudah mendapat banyak ilmu tentang jurnalistik. Tak heran karena narasumber merupakan tim wartawan terlatih dari Radar Bromo.
    Selepas diberikan materi, para peserta juga diajak langsung untuk mempraktekkan cara wawancara dan menulis berita yang mendekati baik, benar, dan terutama bisa lolos seleksi pimpinan redaksi. Dalam sesi ini merekapun tetap dalam pantauan dan bimbingan para narasumber, sehingga para peserta berlomba untuk bisa menunjukkan yang terbaik. Dan hasilnya cukup memuaskan.
    Rudianto, narasumber diklat ini ketika menilai hasil tulisan peserta mengatakan bahwa tulisan mereka sudah cukup baik meskipun harus lebih ditingkatkan lagi, terutama untuk berita-berita hard news atau
    straight news. “Tak sedikit dari tulisan mereka yang bagus”. Ungkapnya.
    Lanjut Rudi (sapaannya), disamping memberikan materi juga memberikan motivasi kepada peserta, tentunya motivasi agar bisa menulis. “Jangan sampai hanya menjadi sebuah peristiwa yang datang dan pergi tanpa diambil manfaatnya. Selepas kegiatan ini anda harus bisa menjadi jurnalis handal di masa depannya.” ujarnya
    Di akhir acara panitia mengumumkan bahwa 5 peserta yang aktif dan mengumpulkan hasil tulisan terbaik akan mendapatkan hadiah. Hadiah ini akan diberikan pada hari Kamis besok oleh kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal yang sekaligus akan menutup acara diklat ini. Sedangkan untuk peserta lainnya, tentu saja mereka pulang dibekali
    sertifikat dan ilmu tentang jurnalistik.
    (Tgh/Fin)

  • Gelar Muhasabah Diri untuk Perbaiki Budi Pekerti

    Gelar Muhasabah Diri untuk Perbaiki Budi Pekerti

    Santri Putri MTs. Zainul Hasan bersama Kepala Madrasah Ketika Acara Muhasabah Diri
    Santri Putri MTs. Zainul Hasan bersama Kepala Madrasah Ketika Acara Muhasabah Diri
    Ketika seseorang melakukan muhasabah, maka akan tampak jelas di hadapannya atas dosa-dosa yang dilakukan. Bagaimana mungkin seorang anak cucu Adam dapat melihat dosa dan aibnya tanpa melakukan muhasabah?

    Pertanyaan di atas mungkin banyak menghampiri benak seorang muslim, ada di antara mereka yang memilih untuk menyibukkan diri dengan urusan dunianya tanpa memikirkan apa yang akan menjadi bekalnya di akhirat. Ada pula yang beribadah sebagaimana apa yang Allah perintahkan, namun ibadahnya hanyalah sebagai rutinitas. Mereka salat lima waktu setiap harinya, akan tetapi semua itu tidak berdampak pada akhlak dan pribadinya, maksiat pun terkadang masih sering dilakukan. Motivasi untuk memperbaiki amalan-amalan yang ada tak kunjung hadir, penyebabnya satu karena melupakan muhasabah diri sehingga orang-orang seperti ini sudah merasa cukup dengan amalan yang telah dilakukan.

    Untuk memperbaiki diri, pada hari Rabu kemarin (3/8) MTs Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong melaksanakan kegiatan Muhasabah Diri yang diikuti oleh seluruh santri hingga asatidz MTs. Zaha.

    Program rutin setiap awal semester yang digagas oleh waka humas ini berlangsung di 2 tempat, yakni di aula putra yang berlangsung pada pukul 7.15 dan di aula putri dilaksanakan pada pukul 9.00.

    Kepala MTs. Zaha Genggong, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal yang memimpin langsung acara ini berpesan untuk selalu menyukuri dua karunia besar dari Allah SWT, yaitu hadirnya orang tua yang melahirkan kita dan para guru sebagai pembimbing kita.

    “mumpung kita masih hidup, segeralah meminta maaf kepada Orang tua dan guru-guru kita. Selagi jasad belum terbaring di alam kubur, segeralah berbakti kepada mereka”. ujar beliau.

    Dengan pembawaan yang tenang dan lugas, beliau menjelaskan keadaan seseorang yang sendiri di alam kubur, tanpa seorangpun yang menemani kecuali amal belaka, berapa banyak dosa yang telah dilakukan, hingga seberapa sering membuat orang tua bahagia. Beberapa penjelasan beliau rupanya membuat para santri hingga asatidz tak mampu membendung air mata.

    Dengan posisi menundukkan kepala mereka mengucurkan air mata seolah menunjukkan penyesalan mendalam atas kesempatan yang disia-siakan. Suasana tangis makin bergemuruh ketika doa dalam bahasa Indonesia mulai dilantunkan oleh kepala madrasah.

    Salah satu santri kelas VII mengatakan bahwa dirinya merasa banyak dosa, baik kepada orang tua, guru dan teman. “Saya ingat kepada orang tua, banyak biaya yang beliau  keluarkan untuk saya sedangkan saya belum bisa berbuat sesuatu untuknya, tapi saat ini berusaha semangat belajar demi mereka”. Akunya. (Tgh/Fin)

    Muhasabah Diri santri Putra MTs. Zainul Hasan Genggong bersama Kepala Madrasah
    Muhasabah Diri santri Putra MTs. Zainul Hasan Genggong bersama Kepala Madrasah
  • Sambut Hangat Wali Santri Baru MTs. Zainul Hasan Genggong

    Sambut Hangat Wali Santri Baru MTs. Zainul Hasan Genggong

    Pembacaan Sholawat Nabi yang Dipimpin oleh Kepala Madrasah di Akhir Acara Silaturrahim
    Pembacaan Sholawat Nabi yang Dipimpin oleh Kepala Madrasah di Akhir Acara Silaturrahim

    Genggong-Sudah menjadi tradisi MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, yakni melaksanakan silaturrahim bersama wali santri baru diawal tahun pelajaran. Tahun ini, acara silaturrahim pimpinan dan asatidz bersama wali santri baru dilaksanakan oleh MTs. Zaha Genggong kemarin Minggu (31/7).  Silaturrahim yang berlangsung di halaman MTs. Zaha Genggong diikuti oleh sekitar 396 wali santri baru itu juga dimanfaatkan untuk menyampaikan visi, misi dan tujuan madrasah.

    Acara tampak khidmat ketika dibacakan lantunan ayat-ayat suci Al Quran oleh M. Bagus Fajariyanto dari kelas IX D, santri MTs. Zaha Genggong yang meraih juara 1 Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) cabang Tilawatil Quran tingkat Kabupaten Probolinggo pada tahun 2016.

    Acara dilanjutkan dengan laporan pendidikan oleh staf kurikulum Ustadz M. Fadli Hasan. Dalam laporannya beliau menyampaikan visi, misi dan tujuan Madrasah. Dalam mewujudkan visi, misi, dan tujuan madrasah, beliau meminta para wali santri untuk pro-aktif berkomunikasi dengan pihak madrasah, baik melalui wali kelas, guru BK, atau melalui waka kesiswaan. Beliau juga menghimbau para wali santri baru untuk selalu memotivasi putra dan putrinya agar memantapkan langkahnya dengan memilih MTs. Zaha Genggong sebagai pilihan hatinya.

    Selain itu, beliau juga menyampaikan beberapa program yang sedang dilaksanakan oleh madrasah. Salah satunya pembangunan gedung baru yang saat ini masih berjalan. “Tahun ini kami sedang membangun ruang kelas baru untuk santri putra yang bertempat di balakang atay sebelah utara gedung ini”. Paparnya.

    Ditengah acara juga dilakukan demonstrasi atau penampilan baca kitab metode amtsilaty oleh santri MTs. .Zaha Genggong. Metode cepat membaca kitab ini merupakan salah satu program unggulan di MTs. Zaha. Kontan saja seusai penampilan mendapat tepuk tangan meriah dari para hadirin melihat begitu lincahnya para santri menjawab pertanyaan seputar kitab kuning lengkap dengan dasar bacaannya.

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan bahwa Genggong merupakan pesantren yang paling besar barokahnya. Sesuai dawuh sang ayah Almarhum KH. Hasan Saifourridzall bahwa Genggong adalah Pesantren yang besar barokahnya dan juga besar bala (kualat) nya.

    Kepala Madrasah yang juga pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong ini menyampaikan pesan agar didalam belajar di pesantren ini harus mengutamakan Pesantren, bukan mengutamakan sekolah. Pesantren merupakan induk dari madrasah. “Sampai kapanpun Madrasah dan Pesantren di Genggong ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan”. Tegasnya.

    Acara berakhir dengan pembacaan sholawat nabi oleh jam’iyah hadroh Munsyiduna MTs. Zaha Genggong kolaborasi dengan Jamiyah Madihin Al Hasanain dan  ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah. (Tgh/Fin)

    Para Hadirin Wali Santri Baru di Acara Silaturrahim bersama Asatidz MTs. Zaha.
    Para Hadirin Wali Santri Baru di Acara Silaturrahim bersama Asatidz MTs. Zaha.
  • Pembukaan Masa PLM, Kepala Madrasah Himbau untuk Perbaiki Niat.

    Pembukaan Masa PLM, Kepala Madrasah Himbau untuk Perbaiki Niat.

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal saat memberikan pengarahan pada pembukaan Masa Pengenalan Madrasah.
    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal saat memberikan pengarahan pada pembukaan Masa Pengenalan Madrasah (PLM) MTs. Zainul Hasan Genggong.

    Genggong– Pada tahun ini kemendikbud mengganti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Pelaksanaan MOS yang terkesan kurang mendidik dan terjadi perpeloncoan pada siswa baru ini menjadi dasar penggantian nama kegiatan tersebut. Sehingga semua sekolah di seluruh Indonesia harus mengganti kegiatan MOS dengan PLS. Seperti halnya MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong juga melaksanakan PLS ini. Sebanyak 360 peserta mengikuti kegiatan ini yang dibuka langsung oleh kepala madrasah kemarin Sabtu (23/7).

    Namun, ada sedikit yang berbeda dengan MTs. Zaha, karena menggunakan nama kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Madrasah dan Pesantren. Seperti yang dikatakan ustadz Wafi selaku waka kesiswaan bahwa madrasah ini berada dibawah pesantren sehingga perlu juga di kenalkan kepada santri (siswa) baru. Setidaknya para santri baru yang belun pernah menyentuh pesantren bisa lebih tahu apa dan bagaimana pesantren itu. “Nanti ada sesi khusus untuk wawasan kepesantrenan”. Terangnya.

    Kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal dalam pengarahannya mengingatkan agar santri memperbaiki niatnya. Karena niat menentukan bagaimana perjalanan kebelakangnya dan semuanya tergantung dari niat masing-masing. Menurutnya, jika salah niat maka akan fatal nantinya, begitu sebaliknya. “Masuk ke pesantren dan madrasah ini harus niat mencari ridha Allah” pesannya.

    Beliau juga berpesan agar tetap semangat meskipun berada dalam lingkungan baru, teman baru, bahkan suasana baru hingga jauh dari orang tua. Karena ini merupakan perjuangan untuk masa depan  dan salah satu cara untuk membanggakan orang tua. “Sekolah dan menjadi santri di pesantren ini sudah menjadi kebanggaan orang tua kalian. Karena kalian jauh dari orang tua, jadi bapak dan ibu guru adalah orang tua kalian selama menuntut ilmu disini”. Tuturnya.

    Kegiatan PLM ini akan berlangsung hingga hari Sabtu depan, karena banyaknya materi yang akan diberikan kepada santri baru. Salah satunya diklat menghafal cepat Asmaul Husna yang membutuhkan waktu selama 2 hari. (Fin)

  • Hasil Shodaqoh Santri Terkumpul, MTs. Zainul Hasan Genggong Berikan Santunan Kepada Anak Yatim

    Hasil Shodaqoh Santri Terkumpul, MTs. Zainul Hasan Genggong Berikan Santunan Kepada Anak Yatim

    Foto bersama Kepala Madrasah dan Anak Yatim Penerima Santunan Hasil Shodaqoh Santri MTs. Zaha.
    Foto bersama Kepala Madrasah dan Anak Yatim Penerima Santunan Hasil Shodaqoh Santri MTs. Zainul Hasan Genggong.

    Genggong-Momentum Ramadan tak disia-siakan oleh MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Bulan yang penuh berkah ini menjadi kesempatan untuk berbagi. Seperti dalam acara rapat bersama wali santri kemarin Selasa (14/6), MTs. Zaha Genggong juga berbagi dengan anak yatim dan fakir miskin.

    Dalam acara yang dikemas dalam pertemuan bersama wali santri kelas VII dan VIII, MTs. Zaha membagikan sejumlah barang berupa tas sekolah, buku, alat tulis dan sejumlah uang. Sebanyak 30 anak yatim dan fuqara yang berasal dari sekitar madrasah mendapatkan barang yang sama.

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal menjelaskan bahwa program santunan anak yatim ini merupakan hasil dari program yaumus shodaqoh,  yakni hari dimana santri dan asatidz bershodaqoh bersama. “Setiap hari Kamis kita jadikan hari bershodaqoh. Jadi semua santri beserta asatidz bershodaqoh dihari itu yang dikoordinir oleh ketua kelas dan OSIS. Berapapun jumlahnya tidak masalah, yang penting kita bisa melatih anak untuk saling berbagi”. Ungkapnya.

    Lanjut beliau mengatakan bahwa Selama 6 bulan terakhir, atau periode Januari hingga Juni sudah banyak dana yang terkumpul. “Alhamdulillah, baru beberapa bulan program ini digagas sudah banyak dana yang terkumpul. Sisa dana ini akan diberikan kembali pada anak yatim di bulan Muharram nanti. Insya Allah pahalanya juga sampai pada bapak dan ibu semuanya, karena uang yang terkumpul dari santri bersumber dari bapak dan ibu”. Imbuhnya.

    Tangis haru hadirin pecah ketika penerima santunan yang mayoritas anak yatim itu maju satu-satu dan menerima santunan yang diberikan oleh kepala madrasah. Salah satu hadirin mengatakan bahwa dia ikut terharu dengan kegiatan ini. “saya kasihan kepada anak itu (anak yatim), masih kecil sudah ditinggal orang tuanya. Ini merupakan program mulia dari madrasah yang perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan”. Ujarnya disela-sela pemberian santunan.

    Ustadz Ishak selaku bendahara madrasah dan pemegang uang hasil shodaqoh santri mengatakan bahwa hasil dana yang terkumpul selama 6 bulan ini sebesar Rp. 12.217.500 dan digunakan pada acara santunan ini sebesar Rp. 5.782.500. Sedangkan sisanya sebesar Rp. 6.435.000. Sisa ini akan digunakan kembali pada acara santunan selanjutnya. “Sisa keuangan ini tetap kita gunakan khusus untuk santunan kepada anak yatim ditambah dengan sejumlah uang yang akan dikumpulkan di bulan-bulan berikutnya”. Ungkapnya. (fin)