Kategori: Berita Genggong

  • Sembilan Trofi GPS Berhasil Diraih oleh Santri MTs. Zaha

    Sembilan Trofi GPS Berhasil Diraih oleh Santri MTs. Zaha

    Para Jawara foto bersama dengan trofi yang diraih.

    Genggong- Lagi-lagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menorehkan namanya dalam ajang Gebyar Prestasi Siswa (GPS) tahun 2017. Para santri yang mengikuti kegiatan itu sukses mengulang prestasi tahunan tingkat kabupaten Probolinggo yang dilaksanakan oleh MAN Karanganyar Paiton ini. Terbukti, saat GPS ini dilaksanakan sejak 27 Maret lalu, MTs. Zaha berhasil mengumpulkan 8 trofi juara, baik dalam bidang seni, olahraga maupun akademik.

    Dalam bidang olahraga, MTs. Zaha mendominasi juara pada cabang tenis meja. Hal ini terbukti dengan diraihnya juara 1 putra dan juara 2 putri oleh peserta dari MTs. Zaha. Yakni Juara 1 putra diraih oleh Alfian Fawaid santri kelas IX, selanjutnya juara 2 putri diraih oleh Laily Devi Mariska santri kelas VII.

    Selanjutnya pada cabang pidato bahasa Arab dan pidato bahasa Madura MTs. Zaha juga sukses menorehkan namanya pada papan juara. Himmatul Choiroh Ali yang masih kelas VII ini berhasil menyabet Juara 3 cabang lomba pidato bahasa Arab, disusul Robith Ilman santri kelas IX meraih juara 3 pada cabang lomba pidato bahasa Madura.

    Tak berhenti disitu, cabang seni lain santri MTs Zaha menambah juara pada cabang lomba tartil putra. Peserta dengan nama M. Bagus Fajariyanto, santri kelas IX ini berhasil meraih juara 2. diikuti oleh teman seangkatannya M. Saifurrijal yang juga berhasil menyabet juara 3 pada cabang lomba baca kitab. Selain itu, cabang lomba qosidah Islami yang diwakilkan oleh tim qosidah MTs. Zaha putri juga berhasil meraih juara 3.

    Terakhir, prestasi yang juga tak kalah membanggakan datang dari bidang akademik, Aisyah Raihan Fadilah, santri kelas IX yang ikut bertarung pada olimpiade Bahasa Indonesia sukses menuliskan namanya di posisi teratas, ia sukses mengalahkan semua peserta hingga resmi menjadi juara 1. Disusul oleh cabang mapel IPS yang diwakili oleh Ika Akbarwati Oktavia dari kelas VIII berhasil menjadi juara 2.

    Para juara tersebut menerima trofi sesaat setelah closing ceremony kegiatan GPS yang dilaksanakan di MAN Karanganyar Pation tadi pagi (5/3).

    Rasa banggapun tampak dari wajah Ustadz Hazbullah Rohman, Kajur Umum yang ikut mendampingi santri selama mengikuti GPS di MAN Paiton tersebut. Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kegigihan dari para peserta. Ia menilai para peserta sangat semangat mengikuti lomba ini. “Syukur kepada Allah, MTs. Zaha memang teristimewa. kali ini kita panen juara lagi di GPS. Inilah hadiah kecil yang dapat kami persembahkan untuk kepala Madrasah yang saat ini sedang menunaikan ibadah Umroh. Beliau yang selalu memotivasi kami untuk menjadi yang terbaik dan tentunya menjadi yang teristimewa”, ujar ustadz pengampu mapel Matematika ini. (Tgh/Fin)

     

    Aisyah Raihan Fadilah saat menerima trofi Juara 1 Olimpiade Bahasa Indonesia
    Alfian Fawaid saat menerima trofi Juara 1 Tenis Meja Putra
    Devi Mariska saat menerima Juara 2 Tenis Meja Putri
    Himmatul Choiroh Ali dengan trofi Juara 3 Pidato Bahasa Arab
    Ika Akbarwati Oktavia, Juara 2 olimpiade IPS
    M. Bagus Fajariyanto, Juara 2 Tartil Putra
    M. Saifurrijal Juara 3 Baca Kitab
    Robith Ilman Juara 3 Pidato Bahasa Madura
    Ketua Regu Qosidah saat menerima trofi juara 3 Qosidah Islami

     

  • Gelar Doa Bersama Sambut Hari Penerimaan Peserta Didik Baru

    Gelar Doa Bersama Sambut Hari Penerimaan Peserta Didik Baru

    Hari ini (27/2) Pendaftaran Peserta Didik Baru tahun pelajaran 2017-2018 Resmi Dibuka.

    Asatidz saat menggelar doa bersama menyambut hari penerimaan peserta didik baru

    Genggong- Menjelang dibukanya pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2017-2018, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo menggelar doa bersama. Doa bersama yang dilaksanakan kemarin (26/2) merupakan salah satu rangkaian kegiatan panitia untuk menyambut PPDB ini.

    Sebelum doa bersama dimulai, panitia PPDB melaksanakan rapat untuk persiapan penerimaan peserta didik yang akan mendaftar di MTs. Zaha. Seperti yang dikatakan Ustadz Abd. Wafi Haris, ketua panitia PPDB, bahwa semuanya harus dipersiapkan sebaik mungkin. “Kita beri layanan yang sangat baik dan berkesan untuk para pendaftar. Khususnya di hari pertama pendaftaran besok (hari ini, red), kita pastikan tidak ada berkas yang kurang dan kita sudah harus siap melayani dengan senang hati”, ujarnya.

    Usai rapat, panitia langsung menggelar doa bersama yang berlangsung di kantor MTs. Zaha Genggong. Tak hanya panitia, doa bersama juga diikuti oleh asatidz MTs. Zaha Genggong.

    Ustadz Wafi dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa tujuan doa bersama ini tak lain adalah meminta kepada Allah SWT untuk kemakmuran MTs. Zaha pada umumnya dan Kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru pada khususnya. “Kita berdoa semoga PPDB ini berjalan dengan lancar, serta calon peserda didik nantinya bisa senang dan semangat belajar di MTs. Zaha serta mendapat ilmu yang barokah dan manfaat. Disamping itu, kita juga memohon agar program PDCI yang merupakan menu baru bagi calon santri MTs. Zaha bisa sukses diterapkan di sini ila yaumil qiyamah”, harapnya.

    Ustadz wafi juga menyampaikan bahwa doa bersama ini adalah doa bersama pertama pada PPDB tahun ini, rencananya panitia juga mengagendakan doa bersama kembali pada bulan April mendatang. “Kita juga ingin melaksanakan doa bersama dengan kepala madrasah, tapi untuk sekarang beliau (kepala madrasah, red) tidak bisa hadir karena sedang menunaikan ibadah umrah sehingga kami panitia akan mengagendakan kembali doa bersama seperti ini. Lebih banyak berdoa lebih baik”, tuturnya.

    Seperti yang telah diagendakan, bahwa MTs. Zaha mulai membuka pendaftaran gelombang pertama pada tanggal 27 Februari hingga 27 Mei mendatang. Pelaksanaan tes gelombang pertama ini akan dilaksanakan pada 28 Mei dan diumumkan tanggal 30 Mei. Sedangkan untuk pendaftaran gelombang kedua akan dilaksanakan mulai tanggal 28 Mei hingga 15 Juli. Pelaksanaan tes gelombang kedua akan dilaksanakan tanggal 16 Juli dan diumumkan tanggal 17 Juli. Untuk itu, calon peserta didik baru yang hendak mendaftar bisa langsung datang ke sekretariat pendaftaran MTs. Zaha Genggong. (fin)

  • Raih Juara 1 Insya’ Se Jawa Timur dalam Ajang ALCO Festival

    Raih Juara 1 Insya’ Se Jawa Timur dalam Ajang ALCO Festival

    Moh. Khoirul Rijal saat menerima hadiah Juara 1 Insya’.

    (Genggong) Santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo tak henti-hentinya berusaha untuk mengukir prestasi. Terbaru, MTs. Zaha berhasil membawa pulang piala juara 1 Insya’ dan juara harapan 1 seni albanjari pada kegiatan Albanjari and Composing Festival (ALCO) tahun 2017 tingkat jawa timur Sabtu kemarin (25/2).

    Lomba ini merupakan lomba tahunan yang diadakan oleh MA Model Hafshawaty Zainul Hasan. Ratusan peserta dari beberapa daerah di Jawa Timur datang untuk mengasah kemampuannya dan berusaha menjadi yang terbaik dalam bidang mengarang bahasa Arab dan Inggris serta seni hadrah albanjari. Mengangkat tema meningkatkan eksistensi bahasa Arab, bahasa Inggris , dan seni Islami, kegiatan ini dibuka langsung oleh kepala MA Model, Ning Hj. Hasanatud Daroini.

    Kesempatan inipun tak dilewatkan oleh santri MTs. Zaha Genggong untuk ikut serta mengasah kemampuannya. Berbekal persiapan yang cukup matang, Moh. Khoirul Rijal, santri kelas IX B MTs. Zaha berhasil menjadi pemenang dalam cabang lomba inysa’. Diapun berhak membawa pulang trofi dan uang pembinaan yang disediakan panitia. Kemenanganpun dilengkapi oleh tim hadrah Munsyiduna MTs. Zaha yang bisa membawa pulang juara harapan 1.

    Ustadz Edi Kurniawan Farid, Ketua Jurusan Umum yang saat itu mendampingi peserta menyampaikan rasa syukur atas prestasi ini. Beliau menilai santri MTs. Zaha sudah mampu merangkai tulisan dengan baik dan sesuai kriteria yang ditentukan, yakni kaedah bahasa, isi atau sistematika, dan kerapian tulisan. “Peserta kita mampu menunjukkan dan memberikan yang terbaik. Kita akan kembangkan lagi untuk peserta yang berhasil ini. Namun kita juga akan perbaiki peserta yang masih belum bisa menjadi juara, sehingga diharapkan tahun depan bisa juara”, ucap ustadz Farid.

    Hal itu juga disampaikan oleh ustadz Sandi, pembina cabang lomba hadrah. Capaian ini dinilai sudah cukup untuk tim hadrah munsyiduna karena ini merupakan lomba pertama yang diikuti oleh tim hadrah MTs. Zaha. “Belum genap setahun tim hadrah munsyiduna ini terbentuk, jadi wajar lah dengan juara yang didapat. Tapi semuanya akan kami evaluasi dan latih kembali sehingga bisa tampil lebih baik pada event lomba berikutnya”, ujarnya. (Fin)

    Tim Hadrah Munsyiduna foto bersama piala yang diraih pada ajang ALCO Festival
  • Santri MTs. Zaha Juara Setelah Kalahkan Mahasiswa

    Santri MTs. Zaha Juara Setelah Kalahkan Mahasiswa

    Dari kiri: Adelia Damayanti, Tutik Alawiyah, dan Halimatus Sakdiah dengan piala yang yang diraih.

    Genggong- Ungkapan semut menang melawan gajah mungkin bisa digunakan untuk menggambarkan perjuangan tim Amtsilati Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo ketika mengikuti  lomba cerdas cermat Amtsilati kemarin (19/2). Sebab, tim Amtsilati MTs. Zaha yang beranggotakan Halimatus Sakdiyah dan Tutik Alawiyah santri kelas VIII serta Adelia Damayanti santri kelas IX MTs. Zaha ini berhasil menyisihkan 29 tim lainnya yang mayoritas tingkat pendidikannya lebih tinggi, yakni tingkat Madrasah Aliyah hingga Perguruan Tinggi.

    Kegiatan lomba yang dikemas dalam GEMA  (Gebyar Muhibbul Arobiyah) se-Tapal Kuda (Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Jember dan Banyuwangi, red) ini dilaksanakan di Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan (INZAH) Kraksaan. Khusus lomba cerdas cermat panitia  tidak memilah kategori atau tingkat pendidikan. “Pesertanya umum, jadi semuanya sama dan tidak dibedakan menurut tingkat pendidikan, yang penting batas maksimal usia 19 tahun”, ujar Kholilullah, wakil ketua panitia Gema.

    Rupanya kebijakan panitia tersebut tak membuat keder tim dari MTs. Zaha. Terbukti pada babak penyisihan tim MTs. Zaha memimpin dengan skor tertinggi. Sebanyak 8 tim lolos babak penyisihan dan berlanjut babak final.

    Keseruan semakin tampak pada babak final. Gemuruh supporter dan semangat peserta melebur jadi satu. Dibabak final ini pula tim MTs. Zaha kembali harus berjuang melawan tim yang beranggotakan mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dari pondok Nurul Jadid Paiton, bahkan terdapat  salah satu peserta yang berstatus pengajar amtsilati.

    Hasilnya, tim MTs. Zaha berhasil menjadi pemenang dengan total nilai 1900. Disusul oleh tim PBA NJ dengan total nilai 1200 dan MAK NJ dengan nilai 1100 serta berada diurutan terakhir PP Assulthon dengan perolehan  nilai 600.

    Rasa bahagiapun terpancar dari ketiga santri MTs. Zaha tersebut. Salah satunya Adelia Damayanti. Dirinya tak hentinya bersyukur dan mengaku sangat senang telah memenangkan lomba ini. “Alhamdulillah tuntas sudah perjuangan berat kami. Terima kasih kepada Abuya (KH. Moh Hasan Naufal, red) dan para asatidz di MTs. Zaha atas doanya. Kemenangan ini tak luput dari doa para asatidz sekalian,” tutur Adelia, ketua tim Amtsilati.

    Rasa bangga juga diungkapkan oleh ustadz Abdul Wafi Haris, wakamad Kesiswaan. Beliau menilai bahwa capaian ini sudah sangat baik, sebab ini merupakan bukti keberhasilan MTs. Zaha dalam menerapkan metode Amtsilati. “Kita patut bangga atas prestasi ini, santri kita sudah membuktikan bahwa Amtsilati di MTs. Zaha betul-betul maksimal, semoga kita bisa mengembangkan lebih baik lagi, ” pungkas Ustadz Wafi. (Tgh/Fin)

    Adelia Damayanti (paling kiri) saat menerima hadiah juara 1 diacara GEMA
  • Tim Robotika MTs. Zaha Juara 1 tingkat Jawa Timur

    Tim Robotika MTs. Zaha Juara 1 tingkat Jawa Timur

    Ahmad Burhan Maliki (paling kanan) saat menerima hadiah yang diberikan oleh Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (Pens), Dr. Zainal Arif, S.T, M.T

    Genggong-Jerih payah sebuah perjuangan akhirnya terbayar. Mungkin inilah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan keberhasilan tim robotika MTs Zaha. Meski sempat gagal di ajang perlombaan tingkat nasional beberapa bulan lalu, namun kemarin (11/2) tim robotika MTs Zaha yang tergabung dalam tim OROMZA (Otomasi dan Robotika MTs Zaha) berhasil membuktikan kemampuannya di ajang Olimpiade ke 14 cabang robotika tingkat Jawa Timur.

    Olimpiade yang dilaksanakan di SMA Unggulan Hafshawaty Probolinggo ini menjadi tempat melampiaskan hasrat juara bagi dua tim robotika MTs Zaha, yakni OROMZA 1 dan OROMZA 2. Tak tanggung-tanggung, dua kategori juara langsung disabet mereka. Dua prestasi tersebut diantaranya juara 1 best finish dan juara 1 best design. Lebih membanggakan lagi, kategori best design ini hanya diraih satu-satunya oleh MTs. Zaha.

    Tim juri dari Politeknik Elektronika Negeri  Surabaya (PENS) yang didatangkan panitia memutuskan tim OROMZA 1 yang dimotori oleh Rifqi Amri Almasyhudi dan M. Rofiqul Jailani sebagai juara 1 kategori best design. Kategori ini dinilai berdasarkan kriteria desain robot paling menarik dan terunik.

    Sedangkan juara 1 best finish disabet oleh tim OROMZA 2 yang dinahkodai oleh Bahrul Ulum dan Ahmad Burhan Maliki. Robot Oromza 2 ini sempat membuat cengang tim juri dan para peserta lain dikarenakan speed yang luar biasa dalam menempuh lintasan, yakni dalam waktu 17 detik. Jauh melampaui para peserta lain yang rata-rata berada di atas 1 menit untuk mencapai finish.

    Dalam perlombaan ini dibagi dalam 2 babak. Pada babak penyisihan masing-masing tim diberi kesempatan untuk melajukan robot miliknya pada lintasan yang disediakan panitia dengan waktu 3 menit. Dari babak ini, tim juri menilai dengan beberapa poin dan diambil 8 peserta dengan perolehan nilai poin tertinggi untuk selanjutnya diadu pada babak adu cepat. Semua tim dari MTs. Zaha lolos dalam babak penyisishan ini.

    Namun asa untuk sama-sama meraih best finish kandas setelah hasil undian menentukan OROMZA 1 dan OROMZA 2 harus bertemu dalam perdelapan final. Sehingga harus merelakan tim OROMZA 1 yang tertinggal  untuk keluar lintasan.

    “Sayangnya kami harus perang saudara. Padahal kami sudah prediksi untuk bisa juara 1 dan 2 karena memang robot kami melaju dengan sangat baik di lintasan. Tapi ya  Alhamdulillah kedua tim berhasil menyisihkan 27 peserta lain dan keduanya sudah juara. hehe…”, kelakar Ustadz Nizar, pembina Student’s Day bidang robotika yang mendampingi para peserta.

    Ungkapan rasa bangga juga disampaikan oleh Waka Kesiswaan Ustadz Abd Wafi Haris. Beliau menyampaikan apresiasi kepada para peserta dan pembina yang berhasil mengharumkan MTs. Zaha melalui prestasinya. “Tidak sia-sia kita membuka bimbingan cabang robotika dalam Student’s Day (sehari penyaluran Minat dan Bakat santri, red) ini. Belum genap 1 tahun tim robotika sudah mempersembahkan dua trofi tingkat Jatim. Seribu jempol buat tim robotika MTs Zaha. Semoga prestasi ini dapat diraih terus oleh tim robotika MTs. Zaha”, tutur ustadz berkacamata ini. (Tgh/Fin)

    Kemeriahan saat pelaksanaan Lomba. Tampak Tim MTs. Zaha menunjukkan kemampuannya (kiri)
    Foto Bersama Peserta dan Pembina beserta Trofi yang diraih
  • Tahun Pelajaran Baru MTs. Zaha akan Buka Program PDCI

    Tahun Pelajaran Baru MTs. Zaha akan Buka Program PDCI

    Kepala MTs. Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I

    Genggong- Kabar gembira bagi calon peserta didik Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan  Genggong khususnya yang memiliki Intellegence Quotient (IQ) tinggi atau tingkat kecerdasan istimewa. Pasalnya, Madrasah yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong ini akan membuka Program Peserta Didik Cerdas Istimewa atau PDCI pada tahun pelajaran 2017-2018 mendatang. Melalui kurikulum Sistem Kredit Semester (SKS) yang akan diterapkan, peserta didik bisa menyelesaikan pendidikan di MTs. Zaha hanya dengan waktu 2 tahun atau empat semester.

    Hal ini disampaikan oleh kepala MTs. Zaha Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal dalam rapat pimpinan madrasah hari Selasa (31/1). Beliau menyampaikan bahwa program PDCI ini merupakan salah satu program yang sudah direncanakan sejak tahun lalu, namun baru bisa mengambil langkah lebih serius pada tahun ini. Sebab, selain termasuk program, MTs. Zaha juga mendapat lampu hijau dari ketua yayasan untuk menjalankan program ini. “Memang sudah saatnya madrasah kita memberikan layanan khusus kepada peserta didik cerdas istimewa ini, apalagi ketua yayasan menginstruksikan kepada kita”, paparnya dihadapan para pimpinan madrasah.

    Keseriusan menjalankan program ini juga dibuktikan dengan langkah cepat pihak MTs. Zaha untuk menjalin kerjasama dengan MA Model Zainul Hasan Genggong. Karena MA Model merupakan salah satu madrasah yang sudah menjalankan program PDCI. Sehingga kedua belah pihak melakukan pertemuan untuk membahas Memorandum of Understanding (MoU) terkait program PDCI.

    Pertemuan yang dilaksanakan pada Rabu (1/2) atau tepat sehari setelah rapat pimpinan tersebut dihadiri oleh ustadz Fajar Shodiq selaku Ketua PDCI MA Model didampingi oleh ustadz Agus Supriyanto. Sedangkan dari pihak MTs Zaha mengikutsertakan semua pimpinan, staff kurikulum, ketua jurusan, serta kepala TU dan bendahara. Pertemuan tersebut dilaksanakan di ruang wakil kepala MTs. Zaha.

    Dalam pertemuan itu Kepala MTs Zaha kembali menyatakan bahwa pihak MTs menyambut baik program PDCI tersebut. “Kami menerima program PDC ini dengan syukur kepada Allah dan tangan terbuka. Jika izin resmi sudah kami dapat, maka tahun ajaran baru nanti kami siap memulai. Bismillahi tawakkalna Alallah”, ujar Kyai yang akrab disapa Abuya oleh para santri ini.

    Beliau juga menambahkan bahwa dengan adanya PDCI ini tidak berarti menghapus program yang telah digagas sebelumnya meskipun nantinya menerapkan SKS by school. “Artinya menu program Full Day Agama, Full Day Umum dan Reguler di MTs Zaha tetap diberlakukan hanya saja ada tambahan PDCI itu. Nanti tim kurikulum yang mengatur”, papar abuya.

    Dalam pertemuan ini pula Ustad Fajar Shodiq, ketua program PDCI MA Model banyak memberikan gambaran tentang program PDCI ini. Intinya dengan program ini santri bisa lulus dengan masa waktu paling cepat 2 tahun. Beliau juga menuturkan bahwa pihak MA model menyambut baik program ini. “ Kami siap untuk mendampingi dan mengawal MTs Zaha untuk menjalankan program PDCI, ujarnya.

    Selanjutnya, MoU ini akan lansung ditindaklanjuti oleh kedua belah pihak dengan mengirim proposal izin penyelenggaraan program SKS by school ke Kemenag Jatim yang rencananya akan dilaksanakan pada Rabu (8/2).

    Dalam penutupnya kepala MTs. Zaha berharap semua pihak ikut mendukung program ini. Utamanya dalam hal memberikan info sebanyak-banyaknya sebagai langkah awal untuk mengenalkan produk baru kepada masyarakat. Beliau juga mengajak peserta didik yang sedang duduk di kelas VI baik SD maupun MI untuk bersiap-siap mendaftarkan diri di MTs. Zaha. “mari bergabung bersama kami di MTs. Zainul Hasan Genggong, insya Allah barokah dan manfaat”, tuturnya. (Tgh/Fin)

  • MTs. Zaha Berhasil Bawa Pulang 2 Trofi Tingkat Jawa Timur

    MTs. Zaha Berhasil Bawa Pulang 2 Trofi Tingkat Jawa Timur

    Jinani Firdausi As’ad (Kiri) dan Adelia Damayanti dengan Trofi yang diraih.

    Genggong- Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menambah daftar juaranya di awal tahun ini. Prestasi yang sangat membanggakan diukir oleh dua santri putri kelas IX, yaitu Adelia Damayanti dan Jinani Firdausi As’ad. Kedua santri tersebut berturut-turut berhasil menyabet juara Harapan 3 dan juara Harapan 1 Essay Bahasa Arab pada ajang Internasional Education Fair Nuris Got Talent.

    Kegiatan olimpiade se-Jawa Timur ini dilaksanakan kemarin Sabtu (28/1) di pondok pesantren Nurul Islam (Nuris) Sumbersari, Jember. Walaupun cakupan wilayah olimpiade ini se-Jawa Timur, namun kegiatan yang dilangsungkan di pondok asuhan Ro’is Syuriah PCNU Jember KH. Muhyidin Abdusshomad ini diikuti oleh beberapa siswa program pertukaran pelajar. Mereka berasal dari Cina, India, Arab dan Malaysia.

    Tidak mudah bagi MTs Zaha untuk meraih juara tersebut. Para peserta diberikan kesempatan untuk mengasah kemampuannya pada dua babak yaitu babak penyisihan dan final. Pada babak penyisihan, santri tersebut harus berjuang  melawan ratusan peserta tingkat SMP/MTs Se Jawa Timur. Alhamdulillah kedua santri tersebut bisa masuk final dengan delapan peserta yang lain. Perjuangan yang melelahkan di final membuahkan hasil, mereka menyabet juara harapan 1 dan 3. Prestasi juara yang lain banyak diraih oleh para peserta dari luar kota penyelenggara, diantaranya Sidoarjo, Surabaya dan Malang.

    Menurut ustadz Hazbullah Rohman, kajur Umum yang mendampingi santri mengatakan bahwa  capaian ini dinilai sudah baik, karena ini kali pertama MTs Zaha mengikuti lomba di Nuris, sedangkan para juara yang lain rata-rata sudah langganan juara di sini. “Alhamdulillah bisa membawa pulang 2 piala. Ini kali pertama kami ikut di sini, yang lain sudah langganan. Hal ini akan kami jadikan bahan evaluasi untuk berbenah lagi agar nanti bisa memborong prestasi di sini. Kita lihat tahun depan”. Tegasnya dengan nada mantap.

    Hal senada juga disampaikan oleh Adelia Damayanti, santri kelas IX H peraih juara harapan 1 pada olimpiade ini menyatakan bahwa para peserta banyak berasal dari sekolah yang bonafit. namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya mengharumkan MTs Zaha. “awalnya teman-teman ciut melihat lawannya, namun kami diyakinkan oleh ustadz Hazbullah bahwa kami bisa. MTs Zaha pasti bisa.” Ujarnya. (Tgh/Fin)

    Pemberian Trofi oleh Panitia Nuris Got Talent Kepada Juara dari MTs. Zaha
  • Rapat Bersama Pimpinan Lembaga, Ketua Yayasan Beri Apresiasi kepada MTs. Zaha

    Rapat Bersama Pimpinan Lembaga, Ketua Yayasan Beri Apresiasi kepada MTs. Zaha

    Penyampaian laporan pendidikan oleh Kepala MTs. Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal

    Genggong- Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong (YPPZH) melakukan rapat internal semua lembaga dan pengurus pondok. Kegiatan ini dilakukan kemarin Sabtu (21/1) yang diikuti oleh seluruh pimpinan lembaga dan para pengurus pondok di bawah naungan YPPZH Genggong.

    Pertemuan yang dihadiri langsung oleh ketua YPPZH KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah tersebut dilaksanakan di gedung aula STIKES Hafshawaty. Kegiatan tersebut beragendakan penyampaian laporan pendidikan oleh masing-masing lembaga pendidikan.

    Acara dibuka oleh Kepala Biro Pendidikan YPPZH Bapak Dr. Abd. Aziz, M.Ag. beliau menyampaikan kepada segenap pimpinan untuk melakukan presentasi dengan jelas singkat dan padat. “Semua kepala lembaga atau yang mewakili harus memberikan laporan disini”. Ujarnya.

    Sesi pertama diisi oleh penyampaian laporan dari semua lembaga pendidikan tinggi dan menengah atas. Sedangkan sesi kedua merupakan giliran dari semua lembaga pendidikan dasar dan menengah pertama. Pada sesi kedua ini, MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong  mendapatkan kesempatan pertama untuk menyampaikan laporan.

    Laporan Pendidikan MTs Zaha disampaikan oleh kepala madrasah, Abuya KH. Moh Hasan Naufal didampingi oleh waka Humas, Ustadz Teguh Firmansyah. Dalam kesempatan tersebut Abuya (sapaan akrab beliau) memaparkan semua hal yang berkaitan dengan keadaan MTs Zaha saat ini. Baik berupa prestasi , program, sarana prasarana, kurikulum, dan kesiswaan. Bahkan beliau juga menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi oleh MTs Zaha saat ini. Tampilan slideshow powerpoint yang atraktif serta penyampaian yang lugas, jelas dan singkat membuat presentasi MTs Zaha mendapatkan applaus yang meriah dari peserta rapat.

    Dari presentasi tersebut yang sangat menarik perhatian Ketua Yayasan adalah program MTs Zaha yang mendayagunakan para pengurus pondok pusat maupun cabang sebagai mitra kerja madrasah dalam melaksanakan pembinaan santri. MTs Zaha menggandeng beberapa asatidz untuk menjadi murobbi di pondok pusat dan para pengurus pondok cabang untuk menjadi Koordinator Daerah (Korda).

    Pondok putra pusat dipilih untuk dibentuk murobbi karena kebanyakan para santri yang bermasalah berasal dari pondok putra pusat. Seorang murobbi ini akan menjadi seorang wali pondok di setiap lantai di daerah D (pondok khusus santri MTs putra. Red). Semua murobbi akan berkoordinasi dengan semua wali kelas di bawah pengawasan waka humas.

    Acara yang diakhiri dengan pengarahan yang disampikan KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua Asatidz dan asatidzah atas pengabdiannya kepada Pesantren Zainul Hasan genggong.

    Beliau juga menyampaikan, kesuksesan sekolah atau madrasah tergantung dari sistem dan proses yang dilakukan. Guru atau pendidikan juga harus bertanggung jawab untuk menjadikan santri bisa dan tidak memberikan kesempatan untuk bermalas-malasan. Selain itu santri juga harus kompetitif, tidak boleh kalah dengan lembaga umum. “Kita lembaga pesantren sudah harus lebih unggul dalam bidang agama dan kita juga tidak boleh kalah dalam bidang umum”. Tegasnya.

    Dalam akhir pidatonya beliau berpesan untuk lebih memerhatikan keadaan santri di pesantren daripada keasyikan berpromosi ke luar daerah. “ setiap lembaga silahkan berpromosi ke luar, tapi tolong jangan sampai melupakan keadaan santri di pesantren. Anda kuat di luar tapi keropos di dalam, hal itu tiada berguna” tuturnya.

    Dalam penutupnya beliau juga memberikan apresiasi lebih kepada lembaga MTs Zaha dalam hal pembinaan santri dan inovasi-inovasi yang dilakukan “Dalam penilaian saya ada dua lembaga yang memiliki perkembangan signifikan. yakni lembaga MTs dan MA. Kedua sekolah ini banyak memiliki terobosan atau inovasi yg patut ditiru oleh lembaga lain. Ungkap beliau. (Tgh/Fin)