Kategori: Berita Genggong

  • Berbanggalah Menjadi Bagian dari Keluarga Besar MTs. Zainul Hasan Genggong

    Berbanggalah Menjadi Bagian dari Keluarga Besar MTs. Zainul Hasan Genggong

    Penyematan identitas peserta Matsama oleh wakamad kurikulum, ustadz H.M. Harsoyo Mukhtar, S.Ag., M.M

    Genggong- Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan santri baru Madrasah Tsanawiyah  Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong diawali dengan pelaksanaan pengenalan madrasah kepada santri baru. Tahun ini kegitan tersebut diatur oleh kementerian Agama dengan nama kegiatan MATSAMA atau Masa Ta’aruf  Santri Madrasah. Bertempat di halaman MTs. Zaha Putra, kegiatan Matsama  ini dimulai dengan pembukaan pada Selasa, 18 Juli 2017 pukul 07.30 WIB. Seluruh santri baru yang berjumlah lebih kurang 400 mengikuti kegiatan pembukaan ini yang didampingi oleh pengurus OSIS Putra dan Putri.

    Pembukaan Matsama diawali dengan pembacaan surat Al Fatihah yang dipandu oleh salah seorang pengurus OSIS Putri, Adinda Febriani Saputri, yang saat itu juga ditugasi menjadi pemandu acara. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyematan atribut Matsama oleh Wakamad Kurikulum, Ustadz H.M. Harsoyo Mukhtar, S. Ag., M.M. kepada perwakilan santri baru sebagai tanda peserta siap mengikuti semua rangkaian kegiatan Matsama.

    Pada kegiatan tersebut, Ustadz H.M. Harsoyo Mukhtar, juga mewakili Kepala Madrasah yang berhalangan hadir untuk memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan Matsama. Dalam sambutannya, wakil kepala bagian kurikulum MTs. Zaha asal Karangpranti tersebut menuturkan bahwa santri baru sudah menjadi bagian dari keluarga besar MTs. Zainul Hasan Genggong. “Berbanggalah kalian masuk ke MTs. Zaha Genggong tercinta ini. Berbanggalah kalian menjadi santri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini. Karena mulai sekarang, kalian sudah menjadi bagian dari MTs. Zainul Hasan Genggong, terlebih lagi, kalian adalah bagian dari Pesantren Zainul Hasan Genggong”, tegasnya.

    Usai pembukaan, santri baru langsung mengikuti penyampaian materi pertama tentang Visi, Misi, Tujuan serta Program MTs. Zaha yang juga disampaikan oleh ustadz H.M Harsoyo Mukhtar. penyampaian materi ini berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Damanhury Romli PZH Genggong.

    Sesuai jadwal yang ada, santri baru akan menjalani serangkaian kegiatan Matsama yang akan berlangsung selama delapan hari. Selain ta’aruf dengan teman-teman baru, kakak kelas dan pengurus OSIS serta para asatid, kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan lingkungan madrasah dan pesantren kepada santri baru. (Gus/Fin)

  • Tentukan Pilihan Program, Santri Baru Ikuti Tes IQ

    Tentukan Pilihan Program, Santri Baru Ikuti Tes IQ

    Serius: Santri Baru MTs. Zaha Genggong Saat Mengikuti Tes IQ.

    Genggong- Seluruh santri baru Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mengikuti tes Intelligence Quotient (IQ) kemarin Senin (16/7). Tes ini merupakan rangkaian yang harus diikuti oleh semua santri baru untuk mengukur IQ yang dimiliki. Sebab, nantinya bagi siswa yang memiliki IQ diatas 130 akan direkomendasikan untuk mengikuti program Peserta Didik Cerdas Istimewa atau PDCI.

    Dalam pelaksanaan tes IQ yang pertama kali ini MTs. Zaha bekerjasama dengan Universitas Sunan Ampel Surabaya (UINSA). “Kita pilih UINSA atas rekomendasi kanwil kemenag provinsi. Semoga hasilnya maksimal, utamanya santri yang sudah memilih program PDCI,”, ujar ustadz Hazbullah Rohman, ketua program PDCI MTs. Zaha.

    Sebab, lanjut ustadz Hazbul, untuk mengetahui minat santri yang ingin masuk ke program PDCI ini sudah diberikan pilihan program untuk dipilih saat mengisi formulir pendaftaran, yakni pada pilihan program PDCI, fullday agama,  fullday umum, ataupun reguler. Namum pilihan tersebut hanya sementara, bisa jadi santri yang memilih program PDCI tidak bisa masuk program PDCI jika IQ tidak mencapai 130. Begitu juga santri yang memilih non PDCI jika hasil tesnya mencapai IQ 130 bisa direkomendasikan untuk mengikuti program PDCI. “Kepastiannya menunggu hasil tes IQ ini. Setidaknya santri yang telah memilih program PDCI ini bisa mencapai IQ 130”, harapnya.

    Oleh karena itu, Santri yang mengikuti tes IQ ini terbagi menjadi 10 ruang, yakni 4 ruang untuk santri putra dan 6 ruang untuk santri putri. Seluruhnya bertempat di gedung MTs. Zaha Putra. Sedangkan santri yang memilih program PDCI disediakan ruang 1 untuk santri putra dan ruang 5 untuk santri putri.

    Terkait dengan hasil tes IQ ini, pihak UINSA ketika dikonfirmasi kembali melalui telpon mengatakan bahwa nilai akan selesai pada hari Senin mendatang. “kami usahakan tanggal 24 Juli hasilnya dikirim ke MTs. Zaha”, tegasnya.

    Sementara itu, pada hari Selasa atau sehari setelah hasil tes diterima, panitia Penerimaan Peserta Didik Baru dan pengelola program PDCI akan mengundang wali santri yang putra dan putrinya memiliki IQ minimal 130 agar hadir ke madrasah untuk wawancara. “Kami akan menghubungi wali santri yang IQ putra atau putrinya mencapai 130 sekaligus akan kami undang untuk wawancara”, ujar ustadz Hazbul. (Fin)

  • Kepala Biro Pendidikan: MTs. Zaha Genggong adalah Gudangnya Prestasi

    Kepala Biro Pendidikan: MTs. Zaha Genggong adalah Gudangnya Prestasi

    Kepala Biro Pendidikan, Dr. Abd. Aziz Wahab (Pegang Mic) Saat Memberikan Sambutan

    Genggong- Tahun ini genap sepuluh tahun Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong dengan status terakreditasi A. Oleh sebab itu, hari Jum’at hingga Sabtu kemarin atau tanggal 14-15 Juli 2017 MTs. Zaha Genggong kembali melakukan pembaruan akreditasi yang biasa dilakukan setiap 5 tahun sekali. Tim Asesor (Penilai) dari Badan Akreditasi Provinsi Jawa Timur untuk Sekolah/Madrasah, yakni bapak Drs. Sadjid, M..Sc dan bapak Saiful Asyari S.Ag., M.Pd.I hadir ke MTs. Zaha untuk meninjau langsung fisik yang dimiliki madrasah yang berdiri sejak tahun 1852 ini.

    Saat acara pembukaan, kepala biro pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong, Ustadz Dr. Abd. Aziz diberi kesempatan untuk menyampaikan kata sambutan mewakili Yayasan Pendidikan PZH Genggong. Dalam sambutannya, doktor yang pernah menjabat kepala MTs. Zaha ini mengisahkan perjalanan MTs. Zaha dari awal. Sebab, dulu MTs. Zaha ini tidak memiliki gedung sendiri. “Gedungnya dipakai bersama dengan lembaga SMP, jadi masuknya bergantian”, kisahnya.

    Namun, seiring dengan perkembangannya, ustadz Aziz menilai MTs. Zaha mengalami perkembangan yang sangat cepat, baik dari segi infrastruktur maupun kualitas pendidikannya. Beliau menyebutkan status atau akreditasi yang dimiliki oleh MTs. Zaha Genggong dari tahun ke tahun, mulai dari MTs. Zaha Genggong berstatus Tercatat pada Kantor Wilayah Departemen Agama (Sekarang Kementerian Agama) pada tahun 1980, lalu memperoleh status Terdaftar pada tahun 1993, setelah itu memperoleh statys Diakui pada tahun 1994. Dan status yang lebih tinggi kembali diperoleh pada tahun 1996 yakni status Disamakan. lalu sejak tahun 2007 MTs. Zaha telah terakreditasi A. “Jadi gedung madrasah sekarang tidak perlu numpang lagi, bahkan sekarang dengan fasilitas yang begitu lengkap disediakan oleh madrasah ini”, paparnya.

    Selain itu, kepala biro pendidikan menilai bahwa dalam segi prestasi MTs. Zaha sudah tidak diragukan lagi. Telah banyak prestasi-prestasi dari santri MTs. Zaha yang telah direkap oleh biro pendidikan. Termasuk lulusan-lulusan yang berkualitas menurutnya lahir dari madrasah ini. “MTs. Zaha ini gudangnya prestasi. Sehingga madrasah ini memang madrasah yang teristimewa”, jelas ustadz Aziz. (Fin)

  • Visitasi Akreditasi, Tim Asesor BAP Madrasah Jawa Timur Puji MTs. Zaha Genggong

    Visitasi Akreditasi, Tim Asesor BAP Madrasah Jawa Timur Puji MTs. Zaha Genggong

    Genggong- Sejumlah Sekolah dan Madrasah Negeri maupun Swasta kedatangan tamu istimewa, yakni tim asesor yang datang ke sekolah dan madrasah untuk melakukan penilaian akreditasi. Seperti halnya Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, pada hari Jum’at dan Sabtu tanggal 14-15 Juli kemarin juga menerima tamu yang datang setiap lima tahun sekali tersebut. Sebagaimana jadwal yang ditentukan oleh Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M)  Jawa Timur, tim asesor yang hadir ke MTs. Zaha merupakan tim 45 yang diwakili oleh Bapak Drs. Sadjid, M.Sc dan Bapak Saiful Asyari S.Ag., M.Pd.I.

    Sebelum terjun lapangan, kegiatan visitasi tersebut diawali dengan acara seremonial yang berlangsung di ruang gedung baru MTs. Zaha yang juga dihadiri oleh para asatidz dan asatidzah MTs. Zaha, dilanjut dengan sambutan yang disampaikan oleh kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal.

    D

    Proses Penilaian Akreditasi dengan melihat berkas yang dimiliki madrasah

    alam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih serta permohonan maaf kepada tim asesor jika dalam penyambutan hingga proses penilaian terdapat banyak kekurangan. Dalam kesempatan itu pula beliau menyampaikan sedikit program yang telah dilakukan oleh MTs. Zaha, termasuk perkembangannya dari tahun ke tahun. Disela-sela sambutannya beliau menayangkan video profil MTs. Zaha melalui layar dan televisi yang telah disediakan.
    “Kehadiran tim asesor ini sangat berguna bagi kami semua, utamanya dalam rangka untuk meningkatkan pendidikan dan mengevaluasi diri. Untuk itu kami mohon bimbingannya agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para santri”, ujarnya yang diakhiri dengan hadiah pantun untuk tim asesor.

    Hal tersebut juga disampaikan oleh kepala biro Pendidikan, Bapak Dr. Abd. Aziz. Dalam penilaiannya, beliau menyampaikan bahwa MTs. Zaha merupakan gudangnya prestasi. Sebab banyak prestasi-prestasi yang berhasil diraih oleh MTs. Zaha. Selain itu, identitas lulusan yang memiliki keunggulan tersendiri membuat MTs. Zaha selalu mengalami peningkatan. Termasuk dalam hal akreditasi yang semula MTs. Zaha dari status diakui lalu menjadi status disamakan hingga saat ini terakreditasi A.  “Semoga nilai tersebut tetap bisa dipertahankan sehingga benar-benar menjadi madrasah teristimewa dengan legalitasnya”, ujar doctor yang pernah menjabat kepala MTs. Zaha ini.

    Peninjauan lokasi dan sarana prasarana oleh asesor

    Selanjutnya sambutan disampaikan oleh tim asesor, bapak Sadjid. Beliau mengajak agar tim dari MTs. Zaha tidak terlalu tegang namun selalu siap untuk menunjukkan berkas yang diminta sesuai instrumen akreditasi. Tim dari MTs. Zaha sempat dibuat senang saat disampaikan bahwa beliau sudah bisa menilai cukup dengan melihat tayangan video profil. Namun kegembiraan tersebut hilang seketika saat beliau melanjutkan pembicaraannya. “Bisa menilai tapi berkas tetap harus diperiksa”, terangnya.

    Sementara itu, bapak Saiful menyampaikan terima kasih kepada MTs. Zaha atas penyambutannya. “kami berdua datang sebagai tamu, jadi tamu manut sama tuan rumah. Namun kami mohon apa yang dibutuhkan nanti  terkait dengan perintah pada instrument akreditasi  agar dipenuhi”, ujarnya.

    Usai seremonial tersebut, tim 8 standar MTs. Zaha menuju ruang sebelah tempat berkas atau bukti fisik untuk ditunjukkan kepada asesor. Penilaian berkas dan bukti fisik hingga survey lokasi dan sarana prasarana berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.

    Diakhir visitasi atau pada saat penutupan, tim asesor banyak memberikan masukan untuk bahan perbaikan dibeberapa hal. “Namun secara keseluruhan, MTs. Zaha Genggong  sangat bagus, memang is the best”, ujar bapak Saiful. (pin)

  • Ajak Wali Santri Aktif Menanyakan Putra-Putrinya

    Ajak Wali Santri Aktif Menanyakan Putra-Putrinya

    Genggong- Segenap pimpinan dan asatidz Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mengadakan silaturrahim bersama wali santri kelas VII dan VIII kemarin Ahad (9/7/2017). Silaturrahim dalam rangka pembagian hasil belajar santri ini berlangsung di GOR Damanhuriy Romli Genggong.

    Dalam kesempatan ini pihak madrasah menyampaikan beberapa hal kepada wali santri yang hadir tekait program dan inovasi pengembangan pendidikan yang dilakukan oleh MTs. Zaha Genggong. Pertemuan ini diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Afindra Yanuarsyah, santri MTs. Zaha peraih juara pada Aksioma tingkat kabupaten Probolinggo tahun lalu.

    Dilanjutkan dengan penyampaian informasi dinas oleh wakil kepala madrasah bagian kurikulum, ustadz HM. Harsoyo Mukhtar. Pada sesi itu beliau menyampaikan jumlah keadaan santri dan para santri berprestasi setahun terakhir serta program yang telah dilakukkan. Diantaranya program yaumus shodaqoh atau hari bersedekah yang dilakukan setiap hari kamis mampu memberikan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin dengan biaya puluhan juta rupiah. “dana itu dihasilkan dari putra-putri bapak-ibu yang dikumpulkan setiap hari kamis”, paparnya.

    Selain itu beliau juga mengajak wali santri untuk selalu memantau perkembangan para santri atau putra-putrinya sendiri. Sebab, peran serta orang tua dinilai penting untuk mendukung perkembangan dan pengawasan santri santri. “Meski setiap bulan pihak madarasah telah melaporkan keadaan putra dan putrinya melalui wali kelas, namun laporan itu masih dibilang kurang detail karena dalam bentuk format yang sama. Untuk itu jika ingin lebih tahu perkembangan lebih detailnya silahkan bertanya kepada kami, bisa melalui wali kelas, guru BK, maupun wakamad kesiswaan”, jelasnya.

    Sebab, lanjut ustadz Harsoyo, jika menanyakan secara langsung wali santri bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas. Terkadang juga info yang disampaikan oleh pihak madrasah tidak sampai kepada wali santri dikarenakan nomor kontak yang sering ganti.

    Pemberian hadiah kepada santri prestasi

    Selain itu, kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal dalam sambutannya juga mengingatkan kepada wali santri untuk selalu mendukung program dan inovasi yang dilakukan oleh MTs. Zaha Genggong. Sebab menurutnya inovasi yang dilakukan tidak lain untuk memajukan pendidikan yang ada agar tidak jalan ditempat. “Semuanya demi kemajuan dan kualitas putra-putri panjenengan semua”, tegas beliau.

    Dalam kegiatan ini juga diberikan hadiah kepada para santri peraih peringkat terbaik di kelas dan para santri peraih juara lomba tingkat kabupaten dan provinsi selama setahun terakhir. Dilanjut dengan pembacaan sholawat nabi dan doa yang dipimpin oleh kepala madrasah. (Fin)

  • Program PDCI Disambut Baik oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur

    Program PDCI Disambut Baik oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur

    Drs. H. Syamsuri, M.Pd,Kasi Kurikulum dan Evaluasi Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur saat memberikan sambutan

    Genggong- Program Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo dalam memberlakukan Sistem Kredit Semester (SKS) by School mendapat respon baik dari kantor wilayah kementerian agama (kanwil kemenag) provinsi Jawa Timur. Terbukti, pada hari Selasa kemarin (23/5) tim dari kanwil kemenag provinsi hadir ke MTs. Zaha Genggong untuk melakukan visitasi.

    Tim dari kanwil yang dipimpin oleh kepala seksi kurikulum dan evaluasi (kasi kurev), Drs. H. Syamsuri, M.Pd, didampingi sekretaris Syahril Effendi, SE., MSA dan Berlian Syafaat itu meninjau kesiapan MTs. Zaha Genggong dalam melaksanakan program SKS by School atau penyediaan layanan khusus peserta didik yang memiliki kecerdasan istimewa.

    Kedatangan tim tersebut disambut langsung oleh kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal, didampingi kepala biro pendidikan PZH Genggong, Dr. Abd. Aziz, M.Ag beserta seluruh asatidz dan asatidzah serta para santri putra. Rombongan langsung menuju ruang pertemuan yang telah disiapkan sebelumnya, yakni di gedung baru MTs. Zaha. Disini pula acara pembukaan dilaksanakan yang dibuka oleh waka humas, ustad Teguh Firmansyah.

    Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh kepala MTs. Zaha yang mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran tim dari kanwil. Beliau juga menyampaikan bahwa program yang digagas oleh MTs. Zaha saat ini termasuk salah satu kebutuhan di tubuh MTs. Zaha. “Peserta didik kami dari tahun ke tahun banyak yang memiliki tingkat kecerdasan diatas rata-rata namun belum terfasilitasi. Memang sudah saatnya kami memberikan fasilitas khusus bagi mereka yang ber-IQ tinggi berupa program PDCI ini, karena memang mereka berhak mendapatkan layanan seperti ini,” ujarnya tegas.

    Ditengah-tengah memberikan sambutan, kepala MTs. Zaha juga mempersembahkan profil madrasah. Dalam pemutaran video profil yang berdurasi 14 menit itu MTs. Zaha mendapat aplaus meriah dari tim visitasi.

    Acara dilanjut dengan sambutan yang disampaikan oleh kepala Pendidikan PZH Genggong, Ustadz Dr. Abd. Aziz Wahab. M.Ag. Dalam sambutannya beliau berharap MTs. Zainul Hasan Genggong nantinya menjadi madrasah percontohan di kabupaten Probolinggo. Sebab, menurutnya MTs. Zaha merupakan madrasah yang memiliki banyak inovasi dalam mengembangkan pendidikan. Untuk itu ia juga meminta kepada pihak kanwil untuk memberikan bimbingan dan kesempatan kepada MTs. Zaha untuk membuka program SKS by School yang merupakan inovasi terbaru dari MTs. Zaha.

     “Kehadiran panjenengan bertiga ke lembaga ini diharapkan dapat memberikan doa dan motivasi serta dukungan kepada kami. Sangat besar harapan kami kepada panjenengan untuk membimbing kami dalam membuka program kami ini” tutur beliau.

    Sambutan terakhir disampaikan oleh Kasi Kurev, bapak Drs. H.M.Syamsuri, M.Pd. beliau menuturkan bahwa madrasah merupakan lembaga pendidikan paling ideal di Indonesia. Karena menurutnya madrasah mampu memadukan antara intelektual dan moralitas. “Madrasah merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Kualitas pendidikan di madrasah harus maju, tidak boleh kalah dengan lembaga pendidikan milik nasrani. Untuk itu, kami menyambut baik izin kreatif yang dilakukan MTs. Zainul Hasan Genggong”, ujarnya.

    Usai acara seremonial, tim visitasi meninjau dan melihat langsung kesiapan dari MTs. Zaha Genggong dalam melaksanakan program SKS by school, Baik dari segi sarana maupun semua dokumen yang ada. Dari tahapan ini, nantinya izin akan didapatkan oleh MTs. Zaha. “Dari ini kanwil akan merekom MTs. Zainul Hasan Genggong untuk melaksanakan program SKS. Nanti izin resminya menunggu SK dari Dirjen, insya Allah tidak lama lagi SK-nya akan turun”. Terang bapak Syamsuri. (Tgh/Fin)

  • Terima Trofi KSM dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo

    Terima Trofi KSM dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo

    Adinda Febriani Saputri Saat Menerima Trofi KSM dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo

    Genggong- Pemenang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat kabupaten Probolinggo tahun 2017 menerima hadiah pada hari Rabu kemarin (17/5). Hadiah yang berupa trofi dan piagam itu diberikan langsung oleh kepala kantor kementerian agama kabupaten Probolinggo, H. Santoso di halaman kantor kemenag setempat.

    Bersamaan dengan apel yang dilakukan oleh kemenag kabupaten Probolinggo, para pemenang KSM dari tingkat MI hingga tingkat MA itu diundang untuk menerima hadiah, mereka berbaris rapi dihadapan para pejabat kemenag kabupaten Probolinggo yang mengikuti apel tersebut. Tiga santri Madrasah Tsanawiyah  Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan menjadi bagian dari apel tersebut. Yakni Adinda Febriani Saputri yang meraih Juara I mata pelajaran Matematika dan PAI, Tutik Alawiyah peraih Juara I mata pelajaran bahasa Arab dan PAI, serta peraih juara II mapel IPS dan PAI, Ika Akbarwati Oktavia. Mereka semua peraih juara KSM tingkat kabupaten Probolinggo yang digelar pada 22 April lalu.

    Drs. H. Taufik, kepala seksi pendidikan madrasah yang saat itu bertugas sebagai pembina apel menyampaikan beberapa prestasi yang telah diraih oleh kemenag kabupaten Probolinggo. Ia juga memberikan apresiasi dan menaruh harapan besar kepada pemenang yang akan mengikuti KSM tingkat provinsi Jawa Timur. “Selamat kepada para pemenang, semoga yang mewakili di tingkat provinsi nantinya bisa membawa harum nama kabupaten Probolinggo”, ujarnya.

    Diakhir apel para pemenang dipanggil untuk maju di barisan paling depan. Protokoler memanggil satu persatu para juara dari tingkat MI, MTs, dan MA. Trofi diberikan langsung oleh kepala kantor kemenag yang didampingi oleh Kasi Pendma, Kasi Pontren, Kasi Haji dan Umroh serta kepala seksi yang hadir.

    Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan panitia, KSM tingkat provinsi Jawa Timur akan dilaksanakan di Surabaya pada hari Rabu 24 Mei mendatang. Ust. Hazbullah Rohman, kajur umum MTs. Zaha berharap para peserta dari MTs. Zaha bisa menjadi yang terbaik. “Kami sudah berusaha maksimal dengan memberikan bimbingan khusus kepada anak didik kami yang akan berangkat ke tingkat provinsi, mohon doanya semoga nantinya pulang dengan membawa juara”, harapnya (fin)

    Foto bersama Para Juara KSM dari MTs. Zaha Genggong bersama Kepala Kantor Kemenag Kab. Probolinggo
  • Santuni Anak Yatim dan Fuqara di Acara Tasyakkuran Kelas IX

    Santuni Anak Yatim dan Fuqara di Acara Tasyakkuran Kelas IX

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal Saat Memberikan Santunan Kepada Anak Yatim dan Fuqara

    Genggong- Acara MTs. Zaha Bersholawat dengan tajuk Kebersamaan Hakiki dalam Lantunan Surgawi yang diadakan oleh Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong kemarin Sabtu (1/5) tak hanya diisi dengan acara sholawatan. Dalam kesempatan tasyakkuran kelas IX dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan itu, MTs. Zaha kembali mengadakan bakti sosial. Hal itu diwujudkan dalam bentuk pemberian santunan kepada para anak yatim dan fuqara. Santunan yang merupakan hasil shodaqoh santri dan asatidz disalurkan kepada 30 anak yatim dan fuqara’ di GOR Damanhuri Romly, tempat digelarnya MTs. Zaha Bersholawat.

    Santunan kali ini merupakan santunan kali ketiga yang dilakukan oleh MTs. Zaha Genggong Setelah yang pertama dilakukan pada saat rapat kenaikan kelas dan tanggal 10 Muharrom yang lalu. Program ini menurut ustadz Ishak, selaku bendahara madrasah akan terus dijalankan. “Dana yang digunakan untuk santunan ini adalah murni hasil shodaqoh dari santri dan para asatidz pada program Yaumus Shodaqoh (Hari Bershodaqoh) yang dilakukan setiap hari Kamis. Kita melaksanakan santunan hari ini ini karena ada 2 alasan , yang pertama untuk menyambut bulan Ramadhan dan yang kedua Tasyakkuran untuk kelas IX yang akan lulus”. Ujarnya.

    Sedangkan para penerima santunan ini merupakan anak yatim dan fuqara yang berasal dari desa sekitar MTs. Zaha Genggong. “Semuanya merupakan siswa dari SD dan MI dari daerah sekitar Genggong yang tergolong yatim dan tidak mampu”. Ujar ustadz Teguh Firmansyah, wakamad Humas yang bertugas mengundang anak yatim pada kegiatan ini.

    Acara dimulai pada jam 9.30 wib. Sebelum kegiatan santunan, acara didahului dengan penampilan para santri kelas IX yang berupa puisi serta penyampaian pesan dan kesan.

    Usai penampilan para santri acara santunanpun dimulai. Para penerima santunan maju kedepan menempati barisan di depan para santri MTs. Zaha. Mereka maju didampingi oleh walinya dan masing-masing dari mereka menerima barang berupa tas, alat tulis, dan sejumlah dana pendidikan. Santunan sendiri diberikan oleh kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal. Diiringi instrument lagu yang berjudul Bunda membuat acara semakin khidmat. Air matapun tampak tak terbendung mengalir deras di pipi para santri dan asatidz yang ikut terharu menyaksikannya.

    Acara dilanjutkan dengan sambutan kepala MTs Zainul Hasan Genggong. Kepala madrasah beliau menyampaikan bahwa santunan ini bukan merupakan santunan dari yang terkuat kepada yang terlemah tetapi merupakan pemacu semangat bagi para yatim dan yatimah. Beliau juga menambahkan bahwa Rasulullah dengan keyatimannya beliau bisa menaklukkan dunia. “Santunan ini merupakan pemacu spirit kalian untuk terus menatap kehidupan dengan optimis, seperti optimisnya Rasulullah, seorang yatim yang bisa menaklukkan dunia”. Ungkap beliau ditengah-tengah sambutannya.

    Beliau juga menyampaikan beberapa motivasi kepada santri MTs. Zaha dan penerima santunan untuk selalu saling menghargai satu sama lain. “Yang menerima jangan merasa lemah dan yang memberi jangan merasa lebih, karena adanya yang memberi dan menerima seperti ini dunia semakin indah,” ujar beliau (Tgh/Fin)