Kategori: Berita Genggong

  • Juara II MTQ pada Ajang MIC MAN 2 Jember

    Juara II MTQ pada Ajang MIC MAN 2 Jember

    M. Fatoni Dailani, Santri MTs. Zainul Hasan Genggong yang Meraih Juara II MTQ pada ajang MIC MAN 2 Jember

    Santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali mengikuti berbagai lomba. Kali ini, mereka bersaing pada ajang Muharram Islamic Competition (MIC) di MAN 2 Jember selama tiga hari, 14-16 Oktober 2017. Lomba-lomba yang diadakan se-Jawa Timur itu antara lain kaligrafi, pidato bahasa arab, MTQ, olimpiade matematika, dan lomba pramuka penggalang.

    Dimulai dengan lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), MTs. Zaha mendelegasikan tiga santri. Pada lomba yang diikuti oleh lebih dari seratus peserta ini, salah satu perwakilan MTs. Zaha, M. Fatoni Daelani berhasil menjadi juara ke dua. Hal ini merupakan suatu kebanggaan mengingat santri asal lumajang tersebut saat ini masih kelas VII. Sedangkan delegasi lainnya, Faga yang juga masih duduk di kelas VII harus puas dengan juara harapan, yang kali ini tidak disediakan tropi oleh panitia.

    Kemudian, pada lomba pidato bahasa arab, MTs. ZAHA mengirimkan dua wakil, yakni Himmatul Coiroh Ali dan Layly Mamlu’uatul. Himmatul Coiroh sebenarnya membuka asa MTs. Zaha ketika masuk ke babak semi final. Namun, perjuangannya harus terhenti dan hanya menempati juara harapan, yang juga tidak disediakan tropi.

    Untuk lomba kaligrafi yang diwakili oleh Dila, masih belum beruntung. Hal ini tidak lepas dari teknis yang diubah oleh panitia, yang semula biasanya tempat menggambar dituangkan pada kertas manila penuh, ketika perlombaan menggunakan setengah kertas manila. “ya mungkin juga belum rezeki kita”, ujar ustadz hazbullah, Pembina lomba MTs. Zaha.

    Pada hari ke dua, Adinda Febriani Saputri dan Saifiatil Kamila berjuang di lomba olimpiade matematika. Sayangnya, mereka masih harus lebih giat lagi belajar. Mereka berdua gagal menyabet juara. Mereka masih kalah bersaing dengan SMP negeri. Meski begitu, mereka berdua berhasil memposisikan namanya teratas untuk lembaga MTs.

    Ustad Hazbullah Rohman juga mengatakan, ini menjadi pelajaran bagi kami agar lebih mempersiapkan diri lagi. “kebetulan kami tidak ikut TM, dan sedikit banyak kurang tahu teknis dari masing-masing lomba. Ini jadi pelajaran tersendiri bagi kami. Insya Allah kita akan selalu benahi” tegasnya.  (Gus/Fin)

  • Selisih 6 Suara, Pasangan Aufarul-Noval Pimpin OSIS Putra Tahun 2017-2018

    Selisih 6 Suara, Pasangan Aufarul-Noval Pimpin OSIS Putra Tahun 2017-2018

    MERIAH : Proses penghitungan suara dalam pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS putra tahun 2017-2018

    Genggong-Setelah sehari sebelumnya OSIS Putri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mengadakan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS baru, kemarin (27/8/2017), giliran OSIS Putra yang melaksanakan pesta demokrasi di MTs. Zaha teristimewa. Prosesi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS putra MTs. Zaha tersebut berlangsung di depan kantor putra MTs. Zaha. Kali ini, pasangan calon yang bersaing memperebutkan posisi ketua dan wakil ketua OSIS tahun 2017-2018  adalah pasangan Ahsanu’ Amala-Brilian Bachtiar Santoso dengan nomor urut pertama, M. Hazin Ubaidillah-M. Guntur dengan nomor urut dua, dan Aufarul Maulidi Taufiqillah-Noval Jayyad Hasan.

    Hampir sama dengan OSIS Putri, prosesi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS masa bhakti 2017-2018 tersebut dimulai sekitar pukul 10.30, atau setelah kegiatan Student Day selesai. Diawali dengan pemungutan suara oleh para santri di masing-masing kelas yang didampingi para asatid dan pengurus OSIS. Setelah itu, acara berlanjut ke depan kantor MTs. Zaha guna melaksanakan penghitungan suara. Di depan kantor ini juga dilaksanakan pemungutan suara oleh para asatidz. Mereka memilih di bilik yang sudah disediakan oleh pengurus OSIS Putra.

    “Monggo para asatid yang masih belum mencoblos agar segera menggunakan haknya. Karena sebentar lagi akan dilakukan penghitungan suara.” Ujar Ust. Ali Wapa selaku Pembina OSIS Putra MTs. ZAHA.

    Memasuki sesi penghitungan, para santri semakin bersemangat. Sorak-sorak dan tepuk tangan tak hentinya mereka luapkan ketika surat suara pertama yang dibacakan memihak pada pasangan nomor urut satu.

    Berbeda dengan di putri , perolehan suara masing-masing pasangan calon begitu ketat, terutama pasangan nomor urut satu dan nomor urut tiga. Kedua pasangan calon tersebut bersaing ketat dalam perolehan suara sampai menjelang akhir penghitungan.

    Sampai akhirnya, pasangan nomor urut tiga, Aufarul-Noval berhak memperoleh suara tertinggi dengan  meraih 123 suara, unggul tipis dari pasangan nomor urut satu Ahsanu’ Amala, yakni hanya selisih 6 suara. Sedangkan pasangan Hazin-Guntur memperoleh 54 suara. Diluar dugaan, angka suara tidak sah cukup tinggi, yakni mencapai 110 suara.

    “Ya Alhamdulillah bisa menjadi ketua OSIS MTs. Zaha. Minta doanya semoga saya dan teman-teman amanah.” Ucap Aufarul, santri yang juga putra dari salah satu guru MTs. Zaha, Ustad Drs. Mislahuddin.

    Selanjutnya, ketua OSIS terpilih beserta pengurus harian dan Pembina OSIS akan menjadi tim formatur akan memilih beberapa santri yang telah mencalonkan diri menjadi anggota OSIS untuk membentuk struktur kepengurusan OSIS MTs. Zaha periode 2017-2018. Rencananya, para pengurus terpilih baik putra dan putri akan dilantik pada tanggal 26-27 September mendatang. (Gus/Pin)

  • Pasangan Kelvina-Aulia Unggul dalam Pemilihan Pengurus OSIS 2017-2018

    Pasangan Kelvina-Aulia Unggul dalam Pemilihan Pengurus OSIS 2017-2018

    Asatidz-Asatidzah juga Ikut Memberikan Hak Suaranya dalam Pemilihan Pengurus OSIS 2017-2018

    GENGGONG- Guna memberikan pelajaran berpoilitik dan sikap demokratis kepada santri, MTs. Zainul Hasan (Zaha) Genggong melalui Pengurus OSIS mengadakan kegiatan pemilihan Ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS Putri MTs. Zaha masa bakti 2017-2018. Kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun sebagai tanda pergantian pengurus OSIS ini dilaksanakan pada Sabtu (26/8/2017) di Aula Putri MTs. Zaha. Ratusan santri dan asatidz turut andil dalam pesta demokrasi tersebut.

    Kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS MTs. Zaha diawali dengan pemungutan suara pada pukul 10.30 WIB yang dilangsungkan di kelas-kelas. Didampingi oleh pengurus OSIS dan asatid, para santri sangat antusias memilih satu di antara tiga calon pasangan yang sudah ditetapkan melalui tahap seleksi sebelumnya. Ketiga pasang calon tersebut yakni Kelvina Berlian Noer Riza-Aulia Rose Utami dengan nomor urut satu, Priska Zachra Fitriapsari-Wahidatun Kamila nomor urut dua, dan Hilma I’anatikal Husna-Ika Susilowati pasangan nomor urut tiga.

    Setelah pemilihan di kelas-kelas selesai, para santri dan asatidz berbondong-bondong menuju ke ruang aula untuk mengikuti prosesi penghitungan suara. Namun, sebelum penghitungan suara dimulai, acara diawali dengan sambutan Wakamad Kesiswaan, Ustad Abdul Wafi Haris, S.H., M.Pd. I. dan dilanjutkan pemilihan Ketua dan wakil ketua OSIS oleh para asatidz dan pengurus OSIS.

    Dalam sambutannya, waka yang akrab disapa Ustad Wafi itu menyampaikan bahwa ketiga pasang calon tersebut sudah pasti menjadi pengurus OSIS harian MTs. Zainul Hasan Genggong. “Ketiga pasang calon ini sudah melalui tahap seleksi yang dilaksanakan oleh Pembina OSIS dan tim. Secara otomatis, keenam santri ini nantinya akan menjadi pengurus harian. Terbanyak pertama akan menjadi ketua dan wakil, terbanyak kedua menjadi Sekretaris dan wakil sekretaris, serta bendahara dan wakil bendahara akan dijabat oleh pasangan terbanyak ke tiga”, paparnya.

    Selain itu, lanjut Ustad Wafi, beliau juga berterima kasih kepada pengurus OSIS yang sudah melaksanakan proses pemilihan ini dengan sangat baik. Mulai dari kampanye pasangan calon yang diselenggarakan tiga hari sebelum pemilihan, sampai proses penghitungan suara yang berlangsung kemarin.

    Suasana penghitungan suara menjadi lebih meriah karena sorak-sorak dari para santri pendukung ketiga pasang calon. Mereka menanti siapa sosok yang akan memimpin OSIS Putri MTs. Zaha selanjutnya. Alhasil, pasangan calon nomor urut satu, Kelvina-Aulia terpilih sebagai ketua dan wakil ketua OSIS MTs. Zaha periode 2017-2018. Mereka unggul jauh dari para pesaingnya dengan meraih 452 suara. Sedangkan pasangan Priska-Mila dan Hilma-Ika masing-masing mendapatkan 93 dan 34 suara.

    “Alhamdulillah, nggak nyangka bisa jadi ketua OSIS MTs. Zaha. Seneng banget. Tapi agak khawatir juga karena saya punya amanah besar dari MTs. Zaha. Mohon doanya saja semoga kami bisa membawa MTs. Zaha Terisrimewa ini lebih maju.” ujar Kelvina. (Gus/Fin)

  • Meriahkan HUT RI Ke-72, Kepala Madrasah Ikuti Lomba Tarik Tambang

    Meriahkan HUT RI Ke-72, Kepala Madrasah Ikuti Lomba Tarik Tambang

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal (Bersepatu) saat Mengikuti Lomba Tarik Tambang HUT RI ke 72

    Genggong- Banyak cara yang dilakukan untuk memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia, salah satunya dengan mengadakan lomba-lomba. Seperti yang dilakukan Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong.  Usai melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih pada hari Kamis (17/8/2017), MTs. Zaha mengadakan berbagai lomba, yakni lomba tarik tambang, lomba bakiak, dan lomba balap karung.

    Lomba yang digelar di halaman madrasah setempat ini tak hanya diikuti oleh santri dari masing-masing kelas, tapi juga diikuti oleh para asatidz. Untuk kategori asatidz ini dibagi menjadi 4 kategori, yakni guru perwakilan dari pimpinan, perwakilan dari karyawan dan TU, perwakilan dari guru agama, dan perwakilan dari guru umum. Lomba pun semakin meriah, sebab kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal turun langsung ke lokasi perlombaan. Beliau bukan untuk menonton, tapi sebagai peserta dengan kategori pimpinan.

    Dalam perlombaan ini, lawan tak ditentukan menurut kategori, tapi sesuai hasil pengundian. Sehingga seringkali dalam perlombaan ini guru melawan santri. Tak seperti biasa, santri yang biasanya selalu nurut kepada guru tapi tidak untuk kali ini. Para santri dari perwakilan kelas tak mau kalah, mereka tampak semangat untuk menang meski yang menjadi lawan main adalah gurunya. “Ya inilah perlombaan. Kita adakan lomba ini sebagai hiburan untuk para santri. Konsep sederhana tapi meriah”, ujar ustadz Agus Setiawan, koordinator lomba.

    Lomba tarik tambang merupakan lomba yang pertama. Dalam lomba ini masing-masing regu berjumlah 5 orang. Perlombaan semakin seru saat laga regu guru melawan regu santri, disusul regu pimpinan melawan santri. Di regu pimpinan inilah kepala madrasah turun tangan melawan beberapa regu yang lain. Usai babak semi final regu pimpinan berhak masuk babak final setelah mengalahkan regu karyawan.  Hingga akhirnya di babak final ini regu pimpinan harus menerima kekalahan setelah berhadapan dengan kelas 9A                .

    Usai tarik tambang, lanjut dilaksanakan Lomba bakiak. Dalam lomba ini tak ada perwakilan guru yang juara. Semua juara diraih oleh perwakilan santri dari masing-masing keleas. Yakni juara 2 dari kelas 9D dan juara 1 diraih oleh kelas9B. Dilanjut dengan lomba balap karung yang dimenangkan oleh perwakilan pimpinan yang diwakili oleh ustadz Adit dan disusul oleh kelas 9A sebagai juara kedua.

    Kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan bahwa lomba ini bertujuan untuk menjaga kekompakan dari seluruh lapisan madrasah. Beliau juga berharap dengan adanya kegiatan ini rasa kekeluargaan semakin terasa. “ Sebab kita memang menilai bahwa kita ini satu keluarga, yakni keluarga MTs. Zaha. Interaksi dengan para santri bukan hanya seperti interaksi guru dan murid, tapi juga kita harus bisa membangun hubungan seperti orang tua dan anak supaya tidak hanya ilmu yang disalurkan, tapi juga akhlak dapat kita tanamkan dengan kokoh, sehingga kita harus jaga itu. Salah satunya dengan kegiatan ini. Lomba ini yang pertama kali dilakukan, insya Allah tahun depan akan diadakan kembali dengan yang lebih meriah dari ini”, tuturnya. (pin)

  • Asatidz MTs. Zaha Ikut Meriahkan Lomba Gerak Jalan

    Asatidz MTs. Zaha Ikut Meriahkan Lomba Gerak Jalan

    Asatidz MTs. Zaha saat Mengikuti Gerak Jalan HUT RI ke 72

    GENGGONG- Kegiatan gerak jalan se kecamatan Pajarakan kembali digelar. Senin (14/8/2017) sejumlah pelajar dari berbagai lembaga di kecamatan Pajarakan ikut serta meramaikan kegiatan tahunan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia itu. Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong termasuk salah satu dari peserta kegiatan tersebut.

    Sebanyak 3 peleton santri MTs. Zaha  itu masing-masing mengenakan seragam yang biasa digunakan setiap harinya. Diantaranya berseragam pramuka dengan atribut lengkap, seragam khas warna biru, dan seragam putih dongker lengkap dengan rompi pelopor kedisiplinan. Mereka tampak semangat menempuh rute dari Ketompen hingga PG Pajarakan sejauh 6 kilometer lebih itu.

    Selain mendelegasikan 3 peleton santri,  madrasah yang dipimpin oleh KH. Moh. Hasan Naufal ini juga mengirimkan 1 peleton kategori peserta kehormatan. Yakni peleton yang terdiri dari asatidz atau guru madrasah setempat yang dikomandani oleh ustadz Mutawalli Asyarowy, Pembina pramuka yang biasa dipanggil Kak Roy ini. Disini mulai tampak perbedaan dari beberapa peserta kategori pelajar, baik dari segi usia maupun penampilan. Tak sedikit peserta dari peleton ini yang berkumis dan berjenggot.

    Meski begitu, semangat untuk menempuh garis finish tetap berkobar. Berbekal latihan ditengah-tengah kesibukan mengajar para asatidz kompak berbaris. Bahkan beberapa variasi baris-berbaris seringkali ditampilkan. “Latihan hanya dua kali. Sehari se

    belum pelaksanaan dan pagi sebelum pelaksanaan ini”, ujar ustadz Agus Setiawan, Pembina OSIS yang juga mengkoordinir para asatidz.

    Disisi lain, Kak Roy mengatakan bahwa tujuan mengikuti kegiatan gerak jalan ini tak lain untuk mengenalkan kepada masyarakan bahwa asatidz MTs. Zaha selalu kompak. Selain itu juga untuk ikut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia. “kita tak mengejar juara, tapi yang penting kita bisa menunjukkan kekompakan kita. Ya syukur kalau nantinya bisa juara juga”, ujarnya. (Pin)

  • Programkan Green Bike untuk Pererat Silaturrahim

    Programkan Green Bike untuk Pererat Silaturrahim

    Asatidz MTs. Zainul Hasan Genggong Foto Bersama Sebelum Berangkat Kampanyekan Green Bike

    Genggong- Bersepeda kini menjadi salah satu olahraga yang digemari masyarakat. Saat ini bersepeda tidak hanya sekedar untuk olahraga saja tapi juga menjadi sarana bersosialisasi dan menjalin silaturrahmi. Seperti yang dilakukan  para asatidz Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong hari Ahad (30/7). Mereka bersepeda bersama yang dipimpin langsung oleh kepala madrasah, Abuya KH. Moh. Hasan  Naufal, S.H.I.

    Kegiatan yang dilaksanakan oleh MTs Zaha ini bertujuan untuk memperarat silaturrahmi antara semua stake holder di MTs Zainul Hasan Genggong dan juga bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa solidaritas asatidz di MTs Zaha selalu terjaga erat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan pendidikan umat.Selain itu, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk merealisasikan program bersepeda yang beberapa waktu lalu menjadi pembahasan di intern pimpinan madrasah.

    Start dari halaman madrasah, rombongan mulai mengayuh pedalnya menuju arah selatan. Lalu menuju daerah Temenggunan dan Selogudig. Dilanjut melewati Patemon dan Jatiurip dengan finish kembali di halaman madrasah. kurang lebih jarak 18 kolometer ditempuh oleh rombongan.

    Tampak para asatidz ada yang menggunakan sepeda tua (ontel), sepeda gunung, bahkan sepeda mini. Sebab memang tak ada kreteria sepeda khusus yang ditentukan dalam kegiatan ini. “Kita beri nama kegiatan ini dengan sebutan Green Bike. Semua jenis sepeda bisa, asal bukan sepeda motor”, ujar kepala madrasah.

    Kegiatan bersepeda ini, lanjut kepala madrasah, merupakan intruksi ketua yayasan pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong untuk diterapkan di lembaga yang berada dibawah naungan yayasan dengan tujuan untuk mengurangi polusi dan membiasakan dengan hidup sehat. “jadi nantinya asatidz yang jarak rumahnya dengan madrasah kurang dari 3 kilometer untuk berangkat ke madrasah harus bersepeda. Madrasah Tsanawiyah yang mengawali, semoga nanti lembaga lain bisa menyusul”, jelasnya

    Sementara itu, wakamad Humas, ustadz Teguh Firmansyah yang juga koordinator kegiatan menyebutkan bahwa sebelum dikampanyekan, para asatidz yang jaraknya dekat dengan madrasah sudah mulai menggunakan sepeda untuk berangkat ke madrasah sejak beberapa hari lalu. “Sejak ada kabar guru yang rumahnya dekat harus bersepda, asatidz MTs. Zaha sudah mulai banyak yang bersepeda ke madrasah. Dan Alhamdulillah kegiatan kampanye ini berjalan dengan lancar”, ujarnya. (Tgh/Fin)

  • Kenalkan Sejarah Pesantren dengan Ziarah

    Kenalkan Sejarah Pesantren dengan Ziarah

    Santri Baru Putri saat Ziarah di Maqbaroh

    Genggong-Kegiatan Masa Ta’aruf Santri Madrasah (Matsama) Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong di hari terakhir diisi dengan kegiatan ziarah ke makam para masyayikh Pesantren Zainul Hasan Genggong. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (27/7) ini Selain mengenalkan para pendiri Pesantren Zainul Hasan Genggong, kegiatan ini juga bertujuan  agar santri baru mengetahui sejarah dan kisah-kisah para pendiri pesantren.

    Kegiatan religi ini dipandu oleh beberapa ustadz dari madrasah setempat, di antaranya Ustadz Sandi Zainullah dan Ustadz Ali Wapa untuk rombongan santri putra. Sedangkan santri putri dipandu oleh Ustadz Teguh Firmansyah, Ustad Agus Setiawan, dan Ustad Junaidi Sukian. Santri putra dan santri putri melakukan ziaroh secara bergantian.

    Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diawali oleh santri putra yang berangkat dari kantor MTs. Zaha Putra menuju maqbaroh yang berada di kompleks pesantren. Sedangkan santri putri menunggu di Aula Putri MTs. Zaha. Maqbaroh yang terletak di samping Masjid Jami’ Al-Barokah Pesantren Zainul Hasan Genggong ini terdapat makam pengasuh kedua Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Almarhum Al-‘Arifbillah KH. Moh. Hasan atau yang dikenal dengan sebutan Kiai Sepuh, makam pengasuh ketiga, KH.  Hasan Saifourridzal, dan Nyai Hj. Himami Hafsawati serta beberapa para keturunan Kyai Sepuh. Para santri tampak antusias mendengar salah satu kisah Kiai sepuh yang diceritakan oleh Ustadz Sandi Zainullah.”ketika Sang Ibu Khodijah Mengandung Kyai Hasan, beliau suatu malam bermimpi memakan rembulan. Menurut yang menafsirkan mimpiya bahwa anak yang dikandungnya akan menjadi orang besar. Benar saja, beliau adalah Kiai sepuh yang telah kita ketahui bersama.” Terangnya. Kegiatan dilanjutkan dengan tahlil bersama.

    Setelah itu, rombongan santri baru didampingi pemandu berjalan ke arah barat menuju maqbaroh yang tak jauh dari tempat pertama meski lokasinya berada di luar kompleks pesantren. Di maqbaroh ini, terdapat beberapa makam para masyayikh Genggong, antara lain Kiai Ahmad Nahrawi, Kiai Asnawi, Kiai Nawawi, Kiai Tuhfah, KH. Ali Munib As’ad dan putranya (Gus Ainun Naim) serta beberapa makam keturunan KH. Moh. Hasan Genggong. Salah satu pemandu ziaroh, Ustad Teguh Firmansyah sempat bercerita sedikit tentang kisah salah satu Kiai, “Beliau (Kiai Tuhfa) ketika masih belia, umur dua belas tahun, sudah pandai sekali mengarang kitab.” Paparnya yang dilanjut dengan tahlil bersama.

    Selepas dari mabaroh ini, rombongan berjalan ke arah barat menyusuri sawah-sawah guna melanjutkan perjalanan ziarah. Makam yang terletak di tengah-tengah sawah ini merupakan makam pendiri pertama Pondok Genggong, Kiai Zainal Abidin. Sesampainya di maqbaroh, para santri memilih beristirahat sejenak sebelum melakukan tahlil.

    Selesai berziaroh, para santri baru kembali ke madrasah dengan melewati jalan KH. Hasan Saifourridzal. Meskipun harus berjalan lebih dari satu kilo meter, tidak ada kesan lelah dari para santri. Sebaliknya, mereka merasa senang bisa mengunjungi makam para Masyayikh Genggong sambil jalan-jalan. “nggak capek, sih. Malah seneng bisa tahu tempat-tempat makam para Kiai Genggong dan tahun sejarahnya. Asyik juga bisa jalan-jalan.” Ucap Adenrael Arkansyah, salah satu santri baru program Fullday Agama. (Gus/Fin)

  • Serunya Diklat Menghafal Cepat Asmaul Husna

    Serunya Diklat Menghafal Cepat Asmaul Husna

    Santri Semangat Mengikuti Diklat Asmaul Husna saat Matsama Tahun Pelajaran 2017-2018

    Genggong-Salah satu keunggulan santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong adalah dapat menghapal Asma’ul Husna. Itulah salah satu alasan mengapa para santri baru MTs. Zainul Hasan Genggong selalu dibekali dengan kegiatan Diklat Menghapal Cepat Asmaul Husna. Seperti tahun sebelumnya, kegiatan ini termasuk salah satu rangkaian kegiatan Matsama (Masa Ta’aruf Santri Madrasah). Kegiatan yang dipandu oleh Ustad Ali Wafa Baiquni, S.H.I. dan Ustad Abdul Manaf tersebut berlangsung selama dua hari, yakni 22-23 Juli 2017 bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Damanhury Romli PZH Genggong.

    Dalam kegiatan tersebut, para santri diajarkan bagaimana tata cara menghapal Asmaul Husna dengan metode-metode matrikulasi. Dengan harapan, santri baru dapat menghapal 99 nama Allah itu  tidak hanya secara urut, namun juga secara acak lengkap dengan artinya.

    Kegiatan yang diikuti oleh seluruh santri baru, baik putra maupun putri tersebut berlangsung lancar. Para santri baru tampak antusias mengikuti berbagai arahan dan bimbingan dari pemateri. Penyampaian tata cara hapalan pun disampaikan secara santai tapi serius sehingga para santri tidak bosan menyimak arahan-arahan dari nara sumber.

    “seru banget. Cara menjelaskannya juga enak sehingga cepat nyantol. Dan bisa nyanyi-nyanyi juga, jadinya kita nggak bosan” Ucap Ifadila Rahmadani, salah satu santri baru Program PDCI yang berasal dari Jember.

    Di akhir kegiatan, Ustad Abdul Manaf, salah satu pemateri berpesan agar para santri baru selalu mengamalkan Asmaul Husna di mana pun. “ saya berharap, Asmaul Husna ini tidak hanya dihapalkan di sini, namun juga diamalkan di mana saja, baik itu di sekolah, pondok, atau pun rumah. Karena banyak sekali manfaat yang akan kita dapat.” Tuturnya.

    Selain mendapat bekal melalui kegiatan Diklat Asmaul Husna di acara Matsama, para santri yang ingin memantapkan hapalannya dapat mengikuti kegiatan Students Day Menghapal Cepat Asmaul Husna yang diadakan sepekan sekali. (Gus/Fin)