Perjalanan hampir lima ribu kilometer yang ditempuh oleh Widhat Ainur Muttaqin ke Bangkok, Thailand tidak sia-sia. Santri MTs. Zainul Hasan Genggong asal Bondowoso tersebut berhasil mengharumkan nama Pesantren Zainul Hasan Genggong dan MTs. Zaha, termasuk Indonesia.
Ya. Widhat, sapaan akrabnya berhasil meraih Bronze Medal pada ajang Final Round Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2024 yang berlangsug di Bangkok, Thailand pada Sabtu (27/04). Widhat bersaing dengan ribuan siswa dari berbagai negara.
“Alhamdulillah, Prestasi ini berkat dukungan dan doa dari semuanya, orang tua, guru, teman-teman, dan juga kepala madrasah.” Ungkap Widhat.
Sementara itu wakil kepala madrasah bidang kurikulum, Ustad Hazbullah Rohman, S.Pd. turut mengapresiasi pencapaian Widhat.
“Sangat membanggakan. Kita kembali dapat medali internasional. Inilah hasil dari program pembinaan olimpiade kepada para santri yang selama ini kami jalankan.” Jelasnya.
Beliau berharap, prestasi ini dapat konsisten diraih oleh MTs. Zaha setiap tahun. Gus/Ry
Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menggelar Seminar Nasional bertajuk “Fikih Kewanitaan”. Kegiatan ini merupakan salah satu program kelas agama untuk menambah wawasan para santri di bidah fikih kewanitaan. Acara yang berlangsung pada Ahad (19/3) di GOR Damanhuri ini menghadirkan narasumber ternama, yaitu Ning Sheila Hasina dan ratusan peserta baik dari santri MTs. Zaha maupun umum.
“Ini merupakan program kami (kelas Agama) untuk memfasilitasi santri menambah keilmuannya di bidang fikih. Dan alhamdulillah tidak hanya santri, kami juga buka untuk umum karena antusiasnya sangat tinggi.” Ucap Ustad Mistari, S.Pd. selaku Ketua Program Agama.
Materi yang disampaikan pada seminar nasional ini yaitu Menstruasi dalam Pandangan Islam serta Permasalahannya. Acara berlangsung begitu khidmat. Tidak sedikit peserta yang antusias bertanya di sesi diskusi kepada pemateri untuk menuntaskan rasa penasaran.
Salah satu peserta dari Ashabul Bait Pesantren Zainul Hasan Genggong, Ning Yusrina Zaharani mengapresiasi acara seminar nasional tersebut. “Alhamdulillah, senang sekali MTs. Zaha bisa memfasilitasi para wanita yang ingin belajar lebih dalam tentang ilmu agama. Ungkap beliau.
Sementara itu, di Aula Tabaarakallah MTs. Zaha di waktu yang bersamaan juga diadakan seminar nasional tentang “Peran Santri dalam Membangun Nusantara” dengan pemateru Gus Ahmad Kafabihi Mahrus. Seminar Nasional ini dikhususkan untuk santri putra dan para asatidz MTs. Zaha. Gus/Ry
Hari kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momen spesial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tidak terkecuali warga MTs. Zainul Hasan Genggong. Pada hari ulang tahun ke-77 kemerdekaan RI tahun ini, warga MTs. Zaha tidak hanya mengikut upacara kemerdekaan yang diadakan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong. Namun juga menyemarakkan dengan berbagai lomba internal yang dilaksanakan pada pada Rabu (17/8).
Di halaman gedung putra, para santri putra bersama asatid dengan penuh semangat mengikuti lomba tarik tambang dan lomba lari sarung yang diadakan oleh madrasah. Mereka dengan penuh semangat mengikuti lomba.
Sedangkan di gedung putri putri, para santri putri sangat antusias mengikuti lomba balap klompen dan sarung berantai. Mereka berlomba-lomba menjadi yang terbaik namun tak jarang menyuguhkan aksi kocak.
Ustad Barokallahufik selaku koordinator kegiatan lomba mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kecintaan kita terhadap tanah air dengan menyemarakkan hari kemerdekaan. ” Selain memeriahkan hari kemerdekaan RI, melalui kegiatan ini diharapkan menumbuhkan rasa nasionalisme bagi para santri.” Ungkapnya. Gus/Ry
Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menggelar acara wisuda bagi para santri yang telah lulus program Amtsilati dan Tahfiz Al-Qur’an pada Ahad 5 Juni 2022. Pada acara wisuda Amtsilati ke-VI dan Tahfiz ke-V ini, madrasah mewisuda sebanyak 145 santri, yang terdiri atas 103 wisudawan amtsilati dan 42 wisudawan Tahfiz Al-Qur’an. Acara yang digelar di GOR Damanhuri Romli Pesantren Zainul Hasan ini dihadiri oleh kepala madrasah, asatidz-asatidzah, para wali santri, serta tamu undangan.
Sebelum prosesi wisuda, para wisudawan diarak terlebih dahulu dari halaman pesantren menuju GOR Damanhuri dengan diiringi oleh Drum Band SD. ZAHA. Usai diarak, para santri memasuki gedung dan menempati tempat duduk yang telah disediakan.
Acara dimulai pukul delapan pagi dengan diawali oleh pembukaan yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, acara dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hubbul Waton serta dilanjutkan dengan sambutan dari kepala madrasah, Almukarram KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa program Amtsilat dan Tahfiz Al-Qur’an sangat progress hingga saat ini.
Selain itu, beliau juga memuji kesabaran dan keuletan para guru dalam membimbing santri. “Mereka telah melalui proses yang panjang untuk mencapai wisuda. Namun, proses yang panjang ini tidak lepas dari para pembimbing yang sabar, ulet, dan juga tawakkal dalam menghadapi putra-putri panjenengan.” Dawuhnya.
Di sela-sela sambutan kepala madrasah, juga menampilkan pemutaran video proses yang dilalui para santri menuju wisuda.
Usai pemutaran video, acara dilanjutkan dengan acara inti, yaitu prosesi wisuda. Sebanyak 42 santri wisudawan Tahfiz diwisuda oleh Ustad Syafi’i Zain, perwakilan Jamiyyatul Qurro’ wal Huffadz Nahdlatul Ulama Kota Kraksaan didampingi kepala madrasah dengan menerima ijazah secara bergiliran. Setelah itu, dilanjutkan dengan prosesi wisuda Amtsilati. Pada sesi ini, kepala madrasah bersama Kiai Kamaluddin mewisuda 103 santri yang telah lulus program Amtsilati.
Selain mewisuda para santri, madrasah juga memberi cenderamata bagi tamu undangan dan penghargaan bagi para santri dengan nilai terbaik di program Amtsilati dan Tahfiz Al-Qur’an. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada santri tercepat yang menuntaskan program Amtsilati.
Acara ditutup dengan sholawat nabi dan doa yang dipandu oleh Jam’iyah Hadroh Munsyiduna MTs. Zaha Genggong.
Wisudawan Terbaik saat menerima penghargaan dalam acara Wisuda Amtsilati Ke-VI dan Tahfidz Al-Qur’an ke-V tahun 2022
Berbagai upaya dilakukan Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong dalam mengembangkan program Tahfiz bagi para santri. Salah satunya dengan menggandeng Jamiyyatul Qurra wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Kraksaan.
Kamis kemarin (26/5), pihak MTs. Zaha bersama ketua JQHNU Kota Kraksaan, Habib Anis Bin Hamid Al Habsyi menandatangani perjanjian kerjasama di Aula Tabaarakallah pada sela-sela pembukaan Uji Publik Amtsilati dan Tahfiz Al Qur’an.
Habib Anis mengatakan bahwa kerjasama antara MTs. Zaha Genggong dengan JQHNU merupakan jalinan silaturahmi dan menjaga sanad keguruan. “Tujuan utama dari kerjasama ini adalah menjaga sanad keguruan. Itu yang penting. Sehingga nanti para hafiz MTs. Zaha ini ilmunya bisa nyambung ke Rasulullah.” Jelas beliau.
Sementara itu, Koordinator Program Tahfiz MTs. Zaha, Ustad Syamsuddin, M.Pd mengungkapkan bahwa tahfiz Al Qur’an merupakan program unggulan yang perlu mendapat legalitas. “Dengan kerjasama ini (bersama JQHNU), program tahfiz di MTs. Zaha punya legalitas. Selain itu, para santri nantinya akan mendapat bimbingan langsung dari JQHNU tentang bagaimana standar menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar.” Imbuhnya.
Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menggelar uji publik bagi calon wisudawan Amtsilati dan Tahfidz Al Qur’an pada Kamis (26/5). Kegiatan yang berlangsung di Aula Tabaarakallah ini dihadiri oleh calon wisudawan, wali santri, kepala madrasah, pimpinan, para asatid, serta dewan penguji. Kegiatan ini merupakan tahap akhir dari rangkaian persiapan wisuda yang akan dilaksanakan bulan Juni mendatang.
Acara diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan sambutan kepala madrasah, Almukarram KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau memohon doa kepada wali santri agar para santri yang akan menjalani uji publik diberi kelancaran dan kemudahan. “Jangan lupa doakan putra-putri Bapak-Ibu sekalian agar diberi kemudahan. Dan buat para santri, Jangan tegang. Bawa rilex saja.” Dawuh beliau.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan acara inti, yaitu uji publik yang digelar di dua ruangan berbeda. Uji publik calon wisudawan amtsilati berada d Aula Tabaarakallah lantai dua. Sebanyak 103 santri calon wisudawan diuji langsung oleh Koordinator Amtsilati Jatim 3, Kiai Ahmad Kamaluddin.
Sedangkan calon wisudawan Tahfidz Al Qur’an berada di aula lantai satu. Para calon tahfidz yang berjumlah 45 santri diuji langsung oleh ketua JQHNU Kota Kraksaan, Habib Anis Bin Hamid Bin Syekh Al Habsyi. Gus/Ry
Genggong- Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menggelar kegiatan Selamatan dan Tasyakuran Akhirussanah bagi para santri semester akhir pada Ahad (27/3). Kegiatan tersebut digelar sebagai wujud syukur atas terselesainya serangkaian acara kegiatan santri semester akhir, serta memberikan kesan dan pesan terakhir kepada santri semester akhir sebelum lulus dari MTs. Zaha.
Acara yang digelar di Aula Tabaarakallah ini dihadiri oleh seluruh santri semester akhir, termasuk santri yang lulus dalam waktu dua tahun, Asatid-asatidzah, pimpinan, kepala madrasah serta tamu undangan. Mereka mengikuti serangkaian acara mulai dari pukul delapan pagi.
Acara diawali dengan pembukaan yang dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada para santri berprestasi. Mulai dari peringkat kelas, peraih nilai Uji Kompetensi Program (UKP) tertinggi, peraih poin prestasi terbanyak, hingga pemberian piagam kepada santri yang lulus dengan waktu tempuh dua tahun.
Setelah pemberian penghargaan, acara dilanjut dengan penyampaian pesan dan kesan oleh perwakilan santri semester akhir. Selain menyampaikan pesan dan kesan, perwakilan santri semester akhir juga memberikan cenderamata kepada kepala madrasah dan para Pembimbing Akademik semester akhir.
Setelah pemberian cenderamata, acara selanjutnya adalah pengarahan dari kepala madrasah, Almukarram KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau berpesan agar para santri terus semangat dalam mencari ilmu serta tetap menjaga nama baik madrasah dan pesantren. “Tetap semangat, Nak! Jangan pernah patah semangat. Utamanya dalam beribadah kepada Allah. Hargailah proses belajar kalian dengan mengucap syukur.” Dawuh beliau sambil menahan tangis haru.
Usai pengarahan dari kepala madrasah, acara dilanjut dengan pentas seni. Pada bagian ini, baik santri putra maupun putri unjuk bakat. Santri putri menampilkan Tari Glipang dan musik, sedangkan putra menampilkan sebuah drama.
Acara ditutup dengan pembacaan Sholawat Nabi dan doa yang dipimpin oleh kepala madrasah bersama tim hadrah Munsyiduna MTs. Zaha. Gus/Ry
Sebagai salah satu madrasah yang berbasis enterpreneur, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong ( MTs. Zaha) menggelar bazar hasil karya santri dan asatid MTs. Zaha. Bazar tersebut digelar untuk memeriahkan rangkaian kegiatan pesantren, mulai dari Genggong Go Green Carnival sampai acara Milad ke-41 dan Reuni ke-3 MA Zaha.
Kegiatan Bazar tersebut berlangsung selama lima hari, mulai sabtu (29/01) hingga Rabu (02/02) di halaman P5 Pesantren Zainul Hasan Genggong.
Produk yang dibazarkan beraneka ragam, mulai dari hasil kerajinan santri seperti dompet dan tampak meja sampai aneka kuliner seperti nasi bakar, sate usus, es mojito, dan tidak ketinggalan bakso Pak Coy.
“Kami buka tiga stand, yaitu stand Koperasi Bagong, stand Usaha Kecil Menengah (UKM) madrasah yang produknya dari karya santri dan teman-teman asatid-asatidzah, dan Bakso Pak Coy. Dan Alhamdulillah yang beli cukup ramai” Jelas koordinator bazar MTs. Zaha, Ustadzah Juhairiyah.
Selain itu, Kepala MA Zaha, Nun Hassan Ahsan Malik, S.Sy., M.Pd., juga sempat berkunjung ke stand MTs. Zaha usai pembukaan rangkaian acara Milad MA. “Wah, ini stand paling besar. Ada kuliner sama kerajinan. Benar-benar teristimewa ini.” Ungkap beliau.