Kategori: Berita Genggong

  • Santri Baru Ucap Janji Saat Penutupan OSBA

    Santri Baru Ucap Janji Saat Penutupan OSBA

    Kepala Madrasah saat Menyampaikan Pengarahan pada Penutupan OSBA 2018-2019

    GENGGONG – Serangkaian kegiatan masa Orientasi Santri Baru (OSBA) MTs. Zainul Hasan 1 Genggong tahun pelajaran 2018-2019 berakhir kemarin (12/7). Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan Apel Penutupan di halaman MTs. Zaha Putra pada pukul 07.30 WIB yang dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I.

    Sebanyak kurang lebih 400 santri baru, baik putra maupun putri sangat antusias mengikuti acara penutupan OSBA MTs. Zainul Hasan 1 Genggong tersebut. Acara penutupan OSBA diawali dengan pembacaan surat Al Fatehah yang dipandu oleh ketua OSIS Putri, Kelvina Berlian Noer Riza selaku pembawa acara. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah kegiatan OSBA mulai dari Peserta OSBA terbaik, Kelompok terbaik, dan pemenang lomba-lomba dalam kegiatan OSBA.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan janji santri yang dipandu langsung oleh Wakil Ketua OSIS Putra, Noval Jayyad Hasan. Tampak para santri baru sangat lantang dan bersemangat dalam mengucapkan janji santri. Salah satu poin dalam janji tersebut bahwa para santri baru itu bersedia untuk menaati segala tata tertib madrasah dan pesantren serta siap menerima sanksi apabila dikemudian hari terbukti melanggar peraturan. Selepas itu, acara dilanjutkan dengan pencopotan atribut OSBA oleh kepala madrasah kepada perwakilan santri baru.

    Setelah pencopotan atribut OSBA, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala MTs. Zainul Hasan 1 Genggong selaku pembina apel. Dalam sambutannya yang santai, beliau menuturkan bahwa santri baru harus punya niatan baru yang baik, yaitu niat mencari ilmu yang barokah. “ Perbarui niat kalian, niat yang baik, yaitu mencari ilmu barokah di Madrasah dan Pesantren Zainul Hasan Genggong ini.” Dawuhnya. Beliau juga berharap agar para santri baru nantinya dapat beradaptasi di MTs. Zainul Hasan 1 Genggong dengan cepat.

    Setelah acara Apel Penutupan OSBA selesai, para santri baru didampingi oleh pengurus OSIS dan beberapa asatidz melakukan ziaroh ke makam para Masyayikh Pesantren Zainul Hasan Genggong. (*)

  • Paparkan Visi Misi, Madrasah Ajak Wali Santri Baru Aktif Berkomunikasi

    Paparkan Visi Misi, Madrasah Ajak Wali Santri Baru Aktif Berkomunikasi

    Wali Santri Baru MTs. Zainul Hasan Genggong saat Silaturrahim Bersama Pimpinan dan Asatidz.

    Genggong – Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mengadakan rapat bersama wali santri baru kemarin Ahad (8/7).  Rapat yang dikemas dalam kegiatan silaturrahim bersama pimpinan dan asatidz ini berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Damanhury Romli Genggong. Silaturrahim ini juga dimanfaatkan oleh pihak madrasah untuk menyampaikan visi, misi, dan tujuan madrasah kepada wali santri baru. Acara tersebut dihadiri oleh para pimpinan, dewan asatidz serta para wali santri. Tampak juga pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Zidni Ilma yang hadir dengan kapasitas sebagai pengasuh dan juga wali santri

    Usai pembukaan, acara dilanjut pembacaan ayat-ayat suci Al Quran oleh M. Hasan Zamzami santri kelas VIII MTs. Zaha Genggong yang sempat meraih juara MTQ tahun lalu.

    Acara dilanjutkan dengan sambutan kepala MTs Zaha, KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI. Sambutan yang disampaikan via rekaman video tersebut berisikan permohonan maaf beliau kepada seluruh hadirin atas ketidakhadirannya pada acara itu. Hal itu dikarenakan posisi beliau yang masih berada di negara Yaman dalam acara dauroh. Dalam sambutannya beliau juga memperkenalkan program baru di MTs Zaha serta mengenalkan para pimpinan di madrasah yang beliau pimpin. Satu per satu para pimpinan dikenalkan kepada hadirin disertai guyonan has beliau, salah satunya bendahara madrasah dikenalkan beliau dengan menyebutkan ciri-cirinya yakni berjenggot tebal. Sontak hal tersebut mengundang gelak tawa para wali santri yang hadir.

    Acara dilanjutkan dengan laporan pendidikan oleh wakil kepala madrasah (wakamad) kurikulum Ustadz H. M. Harsoyo Mukhtar. Dalam laporannya beliau menyampaikan visi, misi, dan tujuan Madrasah. Dalam pemaparannya beliau menegaskan bahwa untuk  mewujudkan visi, misi, dan tujuan madrasah, beliau meminta para wali santri pro-aktif berkomunikasi dengan pihak madrasah, baik melalui wali kelas, guru BK, atau melalui seluruh waka. Beliau juga menghimbau para wali santri untuk selalu memotivasi dan mendukung putra dan putrinya yang telah memantapkan pilihannya kepada MTs. Zaha Genggong.

    Beliau juga menyampaikan beberapa program yang sedang dilaksanakan oleh madrasah. Salah satunya menyelenggarakan program SKS by School sehingga dapat pula menyediakan program peserta didik cerdas istimewa yang nantinya dapat lulus dalam 2 tahun. Lalu program pembangunan gedung baru yang saat ini masih berjalan. “Tahun ini merupakan tahun kedua MTs. Zaha sudah menggunakan program SKS by School, jadi mohon doanya agar selalu bisa berjalan dengan lancar dan sukses”, paparnya.

    Di akhir laporan pendidikan diberikan kesempatan kepada wali santri yang hadir untuk mengajukan pertanyaan atau usulan terhadap pimpinan MTs Zaha. Beberapa wali santri tampak antusias mengajukan pertanyaan kepada pimpinan terkait dengan program – program yang ada di MTs Zaha. Para pimpinan menjawab pertanyaan para wali santri dengan lugas dan jelas sehingga memberikan kepuasan tersendiri kepada wali santri.

    Setelah dialog usai, acara diakhiri dengan pembacaan sholawat nabi yang dipimpin oleh hadraah Munsyiduna MTs. Zaha dan ditutup dengan do’a oleh Almukaarrom KH. Moh. Hasan Zidni Ilma. (Tgh)

  • Pesilat MTs. Zaha Juara Bintang Trisula Cup VII Se Jawa dan Bali

    Pesilat MTs. Zaha Juara Bintang Trisula Cup VII Se Jawa dan Bali

    Muhammat Ainul Yaqin (kiri) dan Mario Ahmad Baidowi (kanan) Foto Bersama Usai Penyerahan Tropi BTC di UIN Malang.

    Genggong-  Awal tahun pelajaran baru Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo terasa sangat istimewa. Sebab, dua santri madrasah setempat berhasil mengukir prestasi yang begitu membanggakan. Mereka adalah Mario Ahmad Baidowi dan Muhammat Ainul Yaqin. Kedua pesilat tersebut membawa harum madrasah dalam ajang Bintang Trisula Cup (BTC) VII se Jawa-Bali di Malang yang berlangsung pada tanggal 2 sampai 5 Juli kemarin.

    BTC VII se Jawa- Bali yang dilaksanakan oleh UIN ini merupakan ajang kejuaraan yang cukup bergengsi dalam ajang perlombaan pencak silat di Indonesia. Terbukti dari banyaknya jumlah para pendaftar dari ujung barat pulau jawa sampai ujung timur Bali yang hadir untuk memperebutkan tropi yang telah disiapkan panitia. Ajang ini merupakan ajang tahunan dalam rangka menyambut HUT UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur.

    Pada kategori kelas C Pra Remaja Putra setelah melalui persaingan yang ketat, Mario Ahmad Baidowi, santri yang baru naik kelas IX ini berhasil menyisihkan para peserta dari beberapa sekolah di pulau bali pada sesi pertama dan bertanding dengan beberapa peserta dari pulau Jawa, sampai perjuangannya berhenti di final setelah dikalahkan satu peserta dari Jawa barat, akhirnya ia pun harus puas sebagai juara kedua.

    Tak berhenti disitu, santri MTs. Zaha yang lain berhasil menambah pundi-pundi medali pada kategori D Pra Remaja Putra. Peserta dengan nama Muhammad Ainul Yaqin santri kelas VIII yang juga menyabet juara kedua.

    Wajah sumringah tampak pada ustadz Taufik, pendamping pencak silat yang ikut mengantarkan ke acara lomba. “Alhamdulillah barokah para guru di Genggong. Pendekar kita biasa juara, padahal saingannya banyak dan tekniknya bagus-bagus.” jelas ustadz Taufik mantap.

    “Pesertanya banyak sekali, dengan persaingan yang ketat kita berdua bisa membawa dua juara, Alhamdulillah. Semoga tropi ini bisa menambah MTs Zaha menjadi semakin teristimewa.” Tutur Mario dengan mata berkaca-kaca.

    Hal senada disampaikan oleh Pembina Pencak Silat di MTs Zaha, ustadz Mahfudz. Ia sangat bersyukur atas perolehan juara yang kebetulan mereka adalah santri binaannya di Student’s day.

    “Tidak sia-sia santri berlatih. Perhatian kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal terhadap pembinaan minat bakat santri membuahkan hasil yang manis” Jelas Ustadz Mahfudz dengan bangga.

    Sementara itu dikonfirmasi terpisah, ustadz M. Restu, ketua program sekaligus koordinator lomba jasmani MTs. Zaha mengatakan bahwa prestasi itu adalah buah dari pembinaan santri dalam penyaluran minat dan bakat dalam Student’ Day.

    “Alhamdulillah, kita mendelegasikan dua santri diajang tersebut dan keduanya berhasil meraih juara. ini merupakan hasil pembinaan berkesinambungan di Student’s  Day, yakni sebuah program unggulan yang memberikan satu hari penuh untuk mengembangkan minat dan bakat anak untuk mencapai prestasi” paparnya. (Tgh/Pin)

  • Dua Santri MTs. Zaha Tampil Sempurna di Acara Lailatul Qiro’ah

    Dua Santri MTs. Zaha Tampil Sempurna di Acara Lailatul Qiro’ah

    M. Fatoni Dailani saat tampil diacara Lailatul Qori’ah.

    GENGGONG- Lailaul Qiro’ah Pesantren Zainul Hasan Genggong tahun ini memberikan kesan tersendiri bagi dua santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, Sebab dua santri berbakat ini berkesempatan tampil sebagai qori pada acara tahunan dalam rangka memperingati haul almarhumah Nyai Hj. Himami Hafshawaty yang berlangsung Jumat malam kemarin (25/5/2018).

    Mereka adalah M. Fatoni Dailani dan M. Hasan Zamzami. Keduanya merupakan santri yang masih duduk di bangku kelas VII MTs. Zaha Genggong, masing-masing di kelas VII B Fullday Agama dan kelas VII D Reguler. Selain itu, tampil juga bersama mereka satu qori’ dari SD Zaha, Asghar Kandias

    Dalam penampilannya, mereka secara bergantian melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan suara merdunya yang diawali oleh Asghar Kandias. Dilanjut dengan penampilan M. Hasan Zamzmi dan ditutup oleh M. Fatoni Dailani. Sontak penampilan mereka mendapat tepuk tangan begitu meriah dari para hadirin.

    Sementara itu, M. Fatoni Dailani mengaku senang bercampur takut, sebab ini merupakan kali pertama ia tampil diacara Lailatul Qiro’ah. “Alhamdulillah tampilnya lancar. Tadi baca surat Yunus pakai lagu nahawan dan rost”, kata santri yang pernah menyumbang tropi juara 2 MTQ tingkat jawa timur untuk MTs. Zaha ini.

    Hal senada juga disampaikan oleh M. Hasan Zamzami. Santri yang membacakan surat Annisa dengan menggunakan lagu bayati ini merasa kurang percaya diri saat tampil dihadapan ribuan jamaah yang diketahui sengaja datang untuk mendengarkan lantunan qori dan qoriah terbaik. “Tapi setelah tampil rasa kurang percaya diri itu hilang dengan sendirinya”, ungkapnya.

    Selain itu, Asghar Kandias saat ditanya usai tampil mengaku telah menjatuhkan pilihannya kepada MTs. Zaha sebagai sekolah lanjutannya nanti. “Insya Allah setelah lulus SD nanti saya melanjutkan di MTs. Zaha”, ungkapnya. (Pin)

  • Keluarga Besar MTs. Zaha Bagi-bagi Takjil Gratis

    Keluarga Besar MTs. Zaha Bagi-bagi Takjil Gratis

    Santri MTs. Zaha Membagikan Takjil Gratis kepada Pengguna Jalan di depan MTs. Zaha.

    GENGGONG-Acara Haul Almarhumah Al ‘Arifah Billah Nyai Hj. Himami Hafshawaty tidak disia-siakan oleh keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Haul yang jatuh pada 10 Romadlon itu dijadikan ajang membagikan takjil oleh keluarga besar MTs Zaha kepada para warga yang melintas di area MTs. Zaha, tepatnya jalan raya Condong. Kegiatan yang bertujuan untuk menyambut haul dan memuliakan bulan ramadhan ini tepat dilaksanakan pada pukul 16.30 WIB Jumat kemarin (25/05/2018).

    Kegiatan ini merupakan salah satu program Humas MTs Zaha yang dilaksanakan di bulan Romadlon. Dana kegiatan ini merupakan hasil partisipasi dari para santri dan Asatidz MTs Zaha yang terkumpul pada yaumus shodaqoh, serta hasil shodaqoh asatidz di bulan Romadlon.

    “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian para asatidz dan santri MTs Zaha kepada masyarakat. Adapun dana kegiatan ini sudah siap jauh-jauh hari sebelumnya, terkumpul dari program yaumus shodaqoh dan sebagian merupakan iuran asatidz di Romadlon penuh berkah ini” tutur Ustadz Teguh Firmansyah, Wakamad Humas MTs Zaha.

    Keluarga besar MTs Zaha sangat antusias menggagas program pembagian takjil ini. Hal ini terlihat dari tingginya semangat para asatidz dan santri yang bahu membahu mempersiapkan bahan dan membuat takjil mulai pukul 13.00 WIB. “Tak terasa capeknya kalau banyak asatidz yang membantu menyiapkan takjil ini. Semoga pembagian takjil menyambut haul Almarhumah Al ‘Arifah Billah Ny. Hj. Himami Hafshawaty ini membawa barokah pada kami” ungkap Ustadzah Ima, koordinator pembuatan takjil.

    Para Santri Beserta Asatidz saat Mempersiapkan Takjil Gratis.

    Pembagian takjil sendiri dilaksanakan tepat di depan gerbang MTs Zaha, ini dilakukan oleh beberapa asatidz dan para pengurus OSIS. Dibantu juga oleh security MTs Zaha untuk mengatur lalu lintas di jalan raya.

    Kegiatan ini begitu menarik perhatian masyarakat pengguna jalan. Banyak dari pengendara motor dan mobil sengaja memperlambat kendaraannya untuk menerima takjil gratis. Terbukti, dalam waktu kurang dari 10 menit, lebih dari 500 takjil yang disiapkan ludes tak tersisa.

    “Terima kasih banyak nggih ustadz. Jazakumullah. Sebelum ke acara haul sudah dapat barokah duluan” tuturnya sambil terkekeh”, ujar Pak Imam, salah seorang pengentara motor yang sempat menerima pembagian takjil gratis. (*)

  • Calon Santri Ikuti Seleksi PPDB Gelombang I

    Calon Santri Ikuti Seleksi PPDB Gelombang I

    Salah satu calon santri MTs. Zaha Genggong saat mengerjakan soal tes penerimaan santri baru gelombang I (6/5/2018).

    Genggong- Calon santri baru Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 (MTs. Zaha 1) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo mengikuti tes penerimaan peserta didik baru kemarin, Ahad (6/5/2018). Tes yang berlangsung di gedung MTs. Zaha putra ini merupakan tes seleksi untuk pendaftar gelombang 1.

    Sesuai data panitia, ada 64 calon santri putra dan 83 calon santri putri yang mengikuti tes ini. Jumlah ini lebih sedikit daripada jumlah pendaftar yang mencapai 73 putra dan 103 putri.  Mereka terbagi menjadi 3 ruang putra dan 4 ruang putri. Sedangkan materi tes yang diujikan adalah materi Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, PAI, tulis arab, dan baca Al-Qur’an.

    Ustadz Abd. Wafi Haris, ketua panitia PPDB mengatakan bahwa beberapa calon santri yang tidak mengikuti tes gelombang 1 setelah dikonfirmasi ternyata berhalangan untuk hadir. “Kebanyakan dari mereka izin sebab ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan, baik pribadi maupun kepentingan dari sekolah  asalnya. Namun sudah memastikan untuk ikut tes gelombang II. Kami panitia memaklumi hal itu”, ujar ustadz yang juga menjabat wakamad kesiswaan ini.

    Tes ini, lanjut ustadz Wafi, merupakan rangkaian tes yang harus diikuti oleh semua santri baru untuk menentukan program yang akan ditempuh selama belajar di MTs. Zaha. Seperti yang diketahui bahwa terdapat empat program yang diterapkan, yakni program PDCI, Fullday Agama, Fullday Umum, dan Reguler. “Jadi tes ini bukan untuk menentukan diterima atau tidaknya di MTs. Zaha, tapi untuk menentukan program yang pas untuk santri baru. Sebab, mereka yang sudah mendaftar disini sudah pasti diterima”, jelas ustadz Wafi.

    Tes Baca Al-Qur’an yang diuji oleh ustadz Syamsuddin Al-Hafidz.

    Hal tersebut juga disampaikan oleh penanggung jawab bagian seleksi, Ustadz Hazbullah Rohman. Bahwa untuk mengetahui minat santri terhadap program yang ada, panitia juga sudah memberikan pilihan program di lembar jawaban tes. Pilihan tersebut nantinya akan dipadukan dengan hasil tes. “Jika hasil tes memenuhi sesuai dengan program yang sudah dipilih maka santri tersebut akan direkomendasikan untuk masuk program itu. Namun sebaliknya, jika tidak memenuhi maka kita rekomendasikan untuk masuk program lainnya. Hal ini bertujuan supaya nanti tidak menghambat proses pembelajaran”, jelasnya.

    untuk hasil tes akan diumumkan pada hari Selasa tanggal 8 Mei (besok). Pengumuman hasil tes akan diumumkan melalui website madrasah www.mtszaha1.sch.id yang dapat dilihat mulai pukul 09.00 WIB.

    Sementara itu, MTs. Zaha Genggong masih membuka pendaftaran santri baru untuk gelombang II hingga 27 Juni mendatang, serta akan melaksanakan Tes IQ untuk semua santri baru baik gelombang  I maupun gelombang II pada tanggal 30 Juni mendatang. (Tgh/Pin)

  • MTs. Zaha Melangkah untuk Menjadi Madrasah Adiwiyata

    MTs. Zaha Melangkah untuk Menjadi Madrasah Adiwiyata

    Para Asatidz dan Asatidzah saat Mengikuti Sosialisasi Madrasah Adiwiyata di MTs. Zainul Hasan Genggong

    GENGGONG- Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kedatangan tamu tim dari PT. POMI Paiton kemarin Sabtu (3/3/2018). Turut hadir juga bersama rombongan beberapa guru dari MTs Negeri 1 Probolinggo. Mereka datang langsung dalam rangka sosialisasi sekolah adiwiyata. Tim yang bergerak dalam pelestarian lingkungan tersebut diwakili oleh ibu Siti Munawwaroh. Ia juga sebagai pembicara pada sosialisasi adiwiyata tersebut  yang disambut dengan antusias oleh para asatidz/asatidah MTs. Zaha usai mengikuti rapat rutin pada hari itu.

    Tim yang hadir  menjelaskan secara lengkap tahapan atau proses dalam mewujudkan madrasah adiwiyata. Bahkan, mereka sempat kagum atas terobosan MTs. Zaha dalam kegiatan peduli lingkungan, utamanya pengolahan sampah yang telah dilakukan. “Mengolah sampah menjadi paving itu sangat bagus sekali. Inovasi yang sudah dilakukan madrasah ini sangat luar biasa dan ramah lingkungan”, ujarnya.

    Sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari wacana MTs. Zaha untuk melangkah menjadi madrasah adiwiyata. Sejak awal semester genap disampaikan, program ini membuat warga madrasah semakin antusias. Sedikit demi sedikit program peduli lingkungan mulai dibenahi. Seperti contoh madrasah menyediakan tempat sampah di setiap kelas dengan pembagian jenisnya. Kebersihan kamar mandi madrasah juga semakin diperhatikan. Bahkan MTs Zaha sampai mendirikan bank sampah untuk menyongsong adiwiyata ini.

    Selain itu, MTs. Zaha menetapkan hari Senin sebagai Hari Antik. Hari Antik ini merupakan singkatan dari Sehari tanpa Plastik. Yakni, hari yang mewajibkan seluruh warga madrasah untuk menyedekahkan sampah ke bank sampah Teristimewa dengan niat menghilangkan kebodohan dan kekotoran hati.

    Peduli lingkungan madrasah ini tak hanya dari dan untuk asatidz maupun santri saja, tapi semua warga madrasah, termasuk satpam dan juga penjaga kantin. Sehingga tak heran jika ibu penjaga kantin tak senggan menginggatkan santri untuk membuang sampah pada tempatnya

    Dalam sosialisasi tersebut calon madrasah adiwiyata tak hanya mendapat ilmu yang hanya berupa materi saja, tapi juga mendapat kesempatan belajar menerapkan ilmu demi lingkungan.

    “Sosialisasi ini banyak sekali manfaatnya. Selain membuat kita sadar dan semakin peduli lingkungan, juga menggugah hati untuk bertindak cinta lingkungan” ungkap ustadz H. Harsoyo Mukhtar, wakamad kurikulum yang saat itu juga hadir.

    Terpisah, kepala MTs. Zaha Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal, menyampaikan dengan tegas bahwa di tahun 2018 ini, madrasah dengan jargon “teristimewa” ini siap untuk menjadi calon madrasah adiwiyata.

    “Mulai sekarang kami berbenah untuk menjadi calon madrasah adiwiyata. Kami banyak merubah tata ruang madrasah agar mendukung terwujudnya cita-cita ini,” Tutur Non Boy, sapaan beliau.

    Target yang ingin dicapai kepala MTs. Zaha Genggong dimulai dengan membuat halaman madrasah menjadi taman halaman madrasah. Taman tersebut juga difungsikan sebagai taman belajar asri yang mendukung kegiatan belajar mengajar berbasis lingkungan. (Tgh/Pin)

  • Regu Scorpion Bawa Pulang 5 Trofi LKKPP 2018

    Regu Scorpion Bawa Pulang 5 Trofi LKKPP 2018

    Regu Scorpion bersama trofi yang diraih pada LKKPP GPS MAN Paiton 2018

    GENGGONG- Man Jadda wajada. Barang siapa yang bersungguh-sungguh, dia pasti akan mendapatkan hasilnya. Hasil tidak mungkin akan mengecewakan usaha. Mungkin dua istilah ini yang tepat untuk menggambarkan kerja keras tim pramuka MTs. Zainul Hasan Genggong selama dua hari mengikuti LKKPP (Lomba Kreasi dan Kompetisi Pramuka Penggalang) yang diadakan oleh MAN 1 Probolinggo ini membuahkan hasil. Kemarin (04/3), tim pramuka MTs. Zaha dengan nama regu Scorpion berhasil membawa pulang lima trofi dari delapan cabang lomba yang dilombakan selama dua hari.

    Kegiatan yang diikuti oleh pramuka penggalang se kabupaten Probolinggo tersebut dimulai dengan upacara pembukaan terlebih dulu. Perdana regu Scorpion ini bisa menyumbangkan trofi dalam cabang lomba pioneering. Sebuah awal yang baik untuk ajang perlombaan. Pada lomba kedua, tropi perorangan lomba Stand Up comedy juara kedua bisa disumbangkan oleh M. Ilham Hamdani

    Kesuksesan regu Scorpion terus berlanjut pada lomba-lomba berikutnya. Satu tropi lagi berhasil direbut tim scorpion. M. Ilham hamdani dkk berhasil menyumbangkan tropi juara 2 untuk atraksi yel-yel. Perolehan trofi tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi ketua regu, Sofwanut Turqi. “Alhamdulillah sudah 3 trofi yang kita dapat, semoga teman-teman masih terus semangat untuk menghadapi lomba berikutnya. Bravo Scorpion, bravo MTs Zaha!” tegas Torik, sapaan akrabnya.

    Berlanjut pada lomba sore hari, regu scorpion ini lagi-lagi berhasil mempersembahkan tropi. Dua lomba yang perlu kekompakan dan kerjasama tim berhasil mereka raih, yaitu lomba Morse estafet dan Kolone Tongkat . Tim Scorpion berhasil menjadi juara kedua dan ketiga pada kedua lomba tersebut.

    Raihan lima tropi juara  tersebut belum bisa menjadikan Tim Pramuka MTs. Zaha juara umum karena kalah dalam perhitungan poin. Kendati demikian, pencapaian tim pramuka yang dibina oleh Kakak Mutawally Assyarowi ini patut diapresiasi. Ustadz Abdul Wafi Haris selaku wakil kepala bagian Kesiswaan menyampaikan apresiasi kepada segenap tim pramuka MTs Zaha. “Kami mewakili segenap warga MTs Zaha angkat topi untuk tim Scorpion, tim Pramuka MTs Zaha yang telah mengharumkan nama MTs Zaha di tingkat Kabupaten Probolinggo. Semoga di ajang-ajang lomba kepramukaan, tim ini bisa memboyong lagi tropi yang diperebutkan” tutur beliau dengan bangga.

    Terpisah, Kakak Mutawally Assyarowi menyampaikan kepada semua anggota tim Scorpion untuk selalu semangat dan selalu lapang dada dalam menerima hasil akhir dari perlombaan.   “Kita harus bersyukur dan legawa dengan hasil ini. Adik-adik harus tetap semangat dan terus berusaha menjadi yang teristimewa. Seperti pesan Bung Karno, Siapa yang ingin mendapatkan mutiara termahal, dia harus mau menyelami lautan terdalam” tutur pembina yang biasa dipanggil Kak Roy. (Tgh/Pin)