• Programkan Duta Madrasah, MTs. Zaha Pilih Dua Santri Terbaik

    Programkan Duta Madrasah, MTs. Zaha Pilih Dua Santri Terbaik

    TERPILIH: Kepala Madrasah bersama M. Hilman Rizkillah Sya’bi, Duta Madrasah Putra tahun 2018

    Genggong-Sebanyak 22 peserta calon duta Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan  (MTs. Zaha) Genggong Pajarakan Probolinggo mengikuti kegiatan Pemilihan Duta Madrasah pada Sabtu (6/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan terbaru yang digagas oleh Humas MTs Zaha. Kegiatan ini  dihadiri langsung oleh kepala MTs. Zaha KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI dan istri beliau Ny.Hj. Balqis Husni Sulthon. Tampak juga segenap pimpinan, para Asatidz serta para santri.

    Ustadz Teguh Firmansyah, Waka Humas mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggaran dengan tujuan untuk memilih duta madrasah yang berasal dari santri. “Nantinya, duta terpilih akan menjadi bagian terpenting di madrasah, sebab dia bisa kita gunakan sebagai duta yang dapat menjadi contoh dalam segala aspek serta dapat mewakili untuk mempromosikan madrasah,” jelasnya.

    Dalam pemilihan duta madrasah yang pertama kali dilakukan ini, ada sebanyak 22 peserta calon duta. Dari jumlah itu, akan dipilih dua peserta yakni satu putra dan putri. Para peserta ini merupakan utusan terbaik dari beberapa kelas yang ada di MTs Zaha mulai dari kelas VII dan VIII. Mereka juga merupakan para santri pilihan dengan wawasan luas, mempunyai keterampilan public speaking yang baik, kepercayaan diri tinggi dan tentunya berpenampilan menarik.

    Selama seminggu penuh sepulang sekolah para peserta diberikan bekal persiapan oleh wakil kepala madrasah bagian humas, ustadz Teguh Firmansyah dengan berbagai topik seperti public speaking, kepribadian, wawasan kepesantrenan dan nasionalisme. Materi-materi yang disajikan dalam bentuk teori dan praktek ini diselingi dengan humor dan berbagai permainan  yang membuat para santri begitu semangat dan tak terlihat kelelahan dalam mengkuti ajang bergengsi ala MTs Zaha ini.

    Munawwaroh, Duta Madrasah Putri Tahun 2018 saat foto bersama kepala madrasah.

    Dalam sambutannya, Abuya, sapaan kepala madrasah mengatakan  tujuan dilaksanakan kegiatan ini ini adalah untuk memberikan ruang atau kesempatan kepada santri MTs Zaha untuk berkreasi secara bebas mengekspresikan diri sesuai bakat dan potensinya. Juga sebagai wajah dari MTs Zaha, artinya bahwa jika ingin melihat MTs Zaha, maka lihatlah Duta Madrasah. “Engkau akan melihat semuanya di sana. Ada semangat, ada kekompakan, ada cerdas, ada akhlakul karimah, ada wawasan, ada santri serta ada Nasionalisme di situ,” ungkapnya disambut gemuruh tepuk tangan para santri.

    Pemilihan duta ini melibatkan juri dari pihak madrasah. Terpilih sebagai juri dalam kegiatan ini diantaranya, Kepala Madrasah, istri dari kepala madrasah, dan pembina OSIS putri, ustadz Agus Setiawan.

    Satu per satu para calon duta madrasah menaiki pentas kehormatan. Acara yang dipandu oleh waka Humas, Ustadz Teguh Firmansyah tersebut berlangsung 4 babak. Yakni, babak penyisihan, babak sepuluh besar, lima besar, dan babak final.

    persaingan begitu ketat dan proses pemilihan berjalan begitu seru, hingga akhirnya pada babak final tersisa 3 santri. Mereka adalah Silmi Injela Hasan, Nabila, dan Muwawwaroh. Pada babak final ini, mereka memilih satu pertanyaan di dalam amplop yang harus diberikan kepada dewan juri untuk dibacakan. Satu per satu dari santri tersebut menjawab pertanyaan juri dengan jelas, tenang dan lugas.

    Penantian mendebarkan dengan tanda tanya besar berkecamuk di hati para hadirin. Setelah dewan juri mengantongi nama pemenang duta madrasah, diberi kesempatan kepada kepala madrasah beserta istri untuk maju menyematkan selempang duta madrasah. Tampak keduanya bermain-main seperti hendak menyematkan selempang pada ketiga calon, sehingga membuat suasana semakin seru dan menegangkan.

    Hingga akhirnya, Sesuai hasil rekap penilaian dewan juri memutuskan Duta Madrasah putrid untuk tahun 2018-2019 dinobatkan kepada Munawwaroh kelas VII F. Sedangkan duta madrasah putra yang acara pemilihannya terpisah dengan putri, dari 14 santri terpilih Hilman Rizkillah Sya’bi dari kelas CI 1A sebagai duta madrasah.

  • Kasi Pendma Kabupaten Probolinggo Hadiri Polo’an Akbar MTs. Zaha

    Kasi Pendma Kabupaten Probolinggo Hadiri Polo’an Akbar MTs. Zaha

    Genggong- Puncak kegiatan Profatan (Program Menghafal dan Mengkhatamkan Al-Qur’an) yang digagas oleh Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong tak hanya dilakukan dengan tasyakuran. Tapi juga diwarnai kembali dengan kegiatan Polo’an Akbar. Kegiatan ini sebagai acara pemungkas usai pembacaan doa khotmil Qur’an kemarin (6/10/2018). Tampak dalam kegiatan tersebut Kepala MTs. Zaha, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I juga segenap wakil kepala madrasah dan asatidz-asatidzah serta para santri. Selain itu, hadir pula tamu kehormatan, yakni Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Didik Heriadi, S.Ag, M.Pd., juga para anak yatim se kabupaten Probolinggo penerima santunan.

    Kegiatan tersebut diawali dengan membaca Al Quran juz terakhir secara bersama-sama. Semua santri tampak khidmat dan khusyuk mengikuti lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan dengan dipandu oleh beberapa santri.

    Setelah khatam Al Quran, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada para anak yatim yang sengaja diundang dari beberapa kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Santunan tersebut merupakan hasil shodaqoh yang dikumpulkan oleh para santri dan asatidz pada program Yaumus Shodaqoh yang dikumpulkan setiap hari Kamis.

    Santunan kali ini merupakan santunan kali kelima yang dilakukan oleh MTs. Zaha Genggong. Program ini menurut Abuya, sapaan kepala madrasah akan terus dijalankan. “Dana yang digunakan untuk santunan ini adalah murni hasil shodaqoh dari santri dan para asatidz yang dilakukan setiap hari kamis. Kita mengambil hari ini untuk melakukan kegiatan ini karena merupakan bulan istimewa, yakni bertepatan bulan Muharram”. Ujarnya.

    Beliau juga menuturkan bahwa santunan tersebut juga merupakan tasyakkuran atas khataman Al Quran.”Alhamdulillah santunan dan Polo’an ini merupakan bentuk tasyakkuran dan selamatan kita warga MTs Zaha yang telah mengkhatamkan Al Quran 2000 kali dalam setahun”, ucap beliau dalam sambutannya.

    Sedangkan Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Probolinggo Bapak Dr. H. Didik Heriadi, S.Ag, M.Pd yang juga memberikan santunan dari saku pribadinya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada MTs Zaha atas program-program dan pendidikan akhlakul karimah serta peduli sesama.

    “Saya sangat salut kepada MTs Zainul Hasan Genggong yang telah memberikan pendidikan karakter mulia kepada para santri. Indonesia tidak butuh orang pintar, tetapi Indonesia butuh orang benar seperti kalian. Belum ada madrasah se Indonesia, bahkan sedunia yang melakukan kegiatan polo’an seperti ini. Hanya ada di MTs Zaha” ujarnya disambut tepuk tangan para santri.

    Di akhir acara, para santri berjejer rapi berhadap-hadapan membentuk barisan yang masing-masing di depannya tersaji makanan dengan beralaskan plastik dan daun pisang. Makanan ini sengaja disiapkan oleh pihak madrasah untuk dimakan bersama. Sebagian juga santri membawa makanan dari rumah.

    Salah satu wali dari anak yatim penerima santunan berterus terang bahwa dirinya merasa terkesan dengan kegiatan ini. Ia juga mengaku belum pernah melakukan dan mengikuti kegiatan seperti ini sebelumnya. “Ini baru pertama saya merasakan makan bersama yang sangat berkesan seperti ini. Makan bersama para santri, guru dan semuanya di satu tempat, pokoknya seru sekali”, ujar Asmawati.

  • Kepala Madrasah Berikan Hak Suara di TPS Putra

    Kepala Madrasah Berikan Hak Suara di TPS Putra

    Kepala Madrasah saat Menggunakan Hak Suara dalam Pemilihan Ketua-Wakil Ketua OSIS 2018-2019

    Genggong– Di hari yang sama, Senin (27/8) OSIS Putra Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong juga mengadakan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS baru. Prosesi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS putra MTs. Zaha tersebut berlangsung di depan ruang kelas putra MTs. Zaha.

    Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal ikut mendatangi TPS dan memberikan hak suaranya untuk memilih salah satu pasangan calon. Beliau hadir didampingi sejumlah asatidz yang juga memberikan hak suara.

    Dalam pemilihan kali ini, pasangan calon yang bersaing memperebutkan posisi ketua dan wakil ketua OSIS tahun 2018-2019  adalah pasangan Mudrik Abdil Bar-Moh. Dwi Nanda Al Farades dengan nomor urut satu, Muhammad Ilyas Ramadhan-Tuhfah Maulana Sholeh dengan nomor urut dua, dan David Anggun Felani-Syarif Hidayatullah dengan nomor urut ketiga..

    Hampir sama dengan OSIS Putri, prosesi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS masa bhakti 2018-2019 tersebut dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Diawali dengan pemungutan suara oleh para santri di masing-masing kelas yang didampingi para asatid dan pengurus OSIS. Setelah itu, acara berlanjut ke depan kelas guna melaksanakan penghitungan suara. Di depan kantor ini juga dilaksanakan pemungutan suara oleh para asatidz. Mereka memilih di bilik yang sudah disediakan oleh pengurus OSIS Putra.

    “Monggo para asatid yang masih belum mencoblos agar segera menggunakan haknya. Karena sebentar lagi akan dilakukan penghitungan suara.” Ujar Ust. Ali Wapa selaku Pembina OSIS Putra MTs. Zaha melalui pengeras suara.

    Memasuki sesi penghitungan, para santri semakin bersemangat. Sorak-sorak dan tepuk tangan tak hentinya mereka luapkan ketika surat suara pertama yang dibacakan memihak pada pasangan nomor urut dua. Tampak kepala Madrasah dan semua asatidz ikut menyoraki pasangan yang didukungnya

    Berbeda dengan di putri, perolehan suara masing-masing pasangan calon begitu ketat, terutama pasangan nomor urut satu dan nomor urut dua. Kedua pasangan calon tersebut bersaing ketat dalam perolehan suara sampai menjelang akhir penghitungan, namun tidak bisa mengejar perolehan suara nomor urut tiga

    Sampai akhirnya, pasangan nomor urut tiga, David-Syarif berhak memperoleh suara tertinggi dengan  meraih 153 suara, unggul jau dari pasangan nomor urut satu Mudrik-Nanda yang memperoleh 106 suara. Sedangkan pasangan nomor urut dua Ilyas-Tuhfah selisih 1 suara dengan pasangan nomor urut 1, yaitu memperoleh 105 suara. Jumlah suara tidak sah cukup kecil, yaitu 17 suara

    “Ya Alhamdulillah bisa menjadi ketua OSIS MTs. Zaha. Minta doanya semoga saya dan teman-teman amanah.” Ucap David Anggun Felani, Ketua OSIS terpilih masa bakti 2018-2019.

    Selanjutnya, ketua OSIS terpilih beserta pengurus harian dan Pembina OSIS akan menjadi tim formatur akan memilih beberapa santri yang telah mencalonkan diri menjadi anggota OSIS untuk membentuk struktur kepengurusan OSIS MTs. Zaha periode 2018-2019. Rencananya, para pengurus terpilih baik putra dan putri akan dilantik pada minggu pertama bulan September.

  • Menang Telak, Deby-Zulfa Pimpin OSIS Putri periode 2018-2019

    Menang Telak, Deby-Zulfa Pimpin OSIS Putri periode 2018-2019

    Proses Penghitungan Suara Pemilihan Ketua-Wakil Ketua OSIS Putri 2018-2019

    Genggong- Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong melakukan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS masa bakti 2018-2019. Kegiatan ini berlangsung kemarin Senin (27/08/2018). Ratusan santri dan asatidz turut andil dalam pesta demokrasi ala santri tersebut.

    Kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS MTs. Zaha diawali dengan pemungutan suara pada pukul 10.30 WIB yang dilangsungkan di masing-masing kelas. Didampingi oleh pengurus OSIS dan asatidz, para santri tampak sangat antusias memilih satu diantara tiga calon pasangan yang sudah ditetapkan melalui tahap seleksi sebelumnya.

    Ketiga pasang calon tersebut  yakni Deby Sakinatul Jannah-Rif’atu Zulfa Asy’arina dengan nomor urut satu, Ayu Lifiaturrahmah-Adzimah Balqis nomor urut dua, dan Risqiana Munawwaroh-Laily Musdalifatul Jannah pasangan nomor urut tiga.

    Setelah pemungutan suara yang berlangsung di masing-masing kelas selesai, para santri dan asatidz langsung menuju ke aula madrasah untuk mengikuti prosesi penghitungan suara. Namun, sebelum penghitungan suara dimulai, acara diawali dengan sambutan Pembina OSIS putri, Ustad Agus Setiawan, S.S. lalu dilanjutkan pemungutan suara dari para asatidz dan pengurus OSIS.

    Dalam sambutannya, Pembina OSIS yang akrab disapa Ustad Agus itu menyampaikan bahwa ketiga pasangan calon tersebut sudah pasti menjadi pengurus OSIS harian MTs. Zainul Hasan Genggong. “Ketiga pasang calon ini sudah melalui tahap seleksi yang dilaksanakan oleh Pembina OSIS dan tim. Secara otomatis, keenam santri ini nantinya akan menjadi pengurus harian. Terbanyak pertama akan menjadi ketua dan wakil, terbanyak kedua menjadi Sekretaris dan wakil sekretaris, serta bendahara dan wakil bendahara akan dijabat oleh pasangan terbanyak ke tiga”, paparnya.

    Selain itu, lanjut Ustad Agus, beliau juga berterima kasih kepada pengurus OSIS yang sudah melaksanakan proses pemilihan ini dengan sangat baik. Mulai dari kampanye pasangan calon yang diselenggarakan tiga hari sebelum pemilihan, sampai proses penghitungan suara yang berlangsung kemarin.

    Suasana penghitungan suara menjadi lebih meriah karena sorak-sorak dari para santri pendukung ketiga pasang calon. Mereka menanti siapa sosok yang akan memimpin OSIS Putri MTs. Zaha selanjutnya.

    Setelah sekitar satu setengah jam proses penghitungan suara, pasangan calon nomor urut satu, Deby-Rif’atu Zulfa terpilih sebagai ketua dan wakil ketua OSIS MTs. Zaha periode 2018-2019. Mereka unggul jauh dari para pesaingnya dengan meraih 379 suara. Sedangkan pasangan Ayu-Adzimah dan Risqiana-Laily masing-masing mendapatkan 53 dan 33 suara. Sementara suara tidak sah sebanyak 35 suara.

  • Serunya Guru Vs Santri dalam Lomba Memperingati HUT RI ke-73

    Serunya Guru Vs Santri dalam Lomba Memperingati HUT RI ke-73

    Genggong- Banyak cara yang dilakukan untuk memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia ke 73 ini, salah satunya dengan mengadakan lomba-lomba. Seperti yang dilakukan Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Madrasah dengan jargon teristimewa ini memeriahkan peringatan kemerdekaan dengan mengadakan berbagai lomba, yakni lomba tarik tambang, lomba makan kerupuk, lomba sepeda lambat, dan lomba bakiak.

    Lomba yang digelar di halaman madrasah pada Sabtu (18/8) ini tak hanya diikuti oleh santri dari masing-masing kelas, tapi juga diikuti oleh para asatidz. Untuk kategori asatidz ini dibagi menjadi 4 kategori, yakni guru perwakilan dari pimpinan, perwakilan dari karyawan dan TU. Juga perwakilan dari guru agama dan perwakilan dari guru umum. Dalam perlombaan ini, lawan tak ditentukan menurut kategori, tapi sesuai hasil pengundian. Sehingga seringkali dalam perlombaan ini guru melawan santri.

    Tak seperti biasa, santri yang biasanya selalu nurut kepada guru tapi tidak untuk kali ini. Para santri dari perwakilan kelas tak mau kalah, mereka tampak semangat untuk menang meski yang menjadi lawan main adalah gurunya. “Ya inilah perlombaan. Kita adakan lomba ini sebagai hiburan untuk para santri. Konsep sederhana tapi meriah”, ujar ustadz Ali Wapa, koordinator lomba.

    Lomba tarik tambang merupakan lomba yang pertama digelar. Dalam lomba ini masing-masing regu berjumlah 5 orang. Perlombaan tampak semakin seru saat regu pimpinan melawan regu guru umum, disusul regu karyawan melawan santri. Setelah melewati beberapa babak, grup pimpinan berhak masuk babak semi final. Namun dalam babak semifinal, grup pimpinan harus mengakui keunggulan kelas IXE, sehingga pada babak final kelas IX E harus bertanding dengan grup karyawan yang sudah dulu meraih tiket ke final. Setelah perjuangan keras adu otot akhirnya di babak final ini kelas IXE harus mengakui keunggulan grup karyawan yang dikomandani ustadz Yusuf.

    Usai tarik tambang, lanjut dilaksanakan Lomba bakiak. Dalam lomba ini tak ada perwakilan guru yang juara. Semua juara diraih oleh perwakilan santri dari masing-masing kelas. Yakni juara 1 dari kelas IX A dan juara 2 diraih oleh kelas IX B.

    Dilanjut dengan lomba sepeda lambat yang dimenangkan oleh perwakilan karyawan yang diwakili oleh ustadz Yusuf dan disusul oleh kelas VII D sebagai juara kedua. Di cabang lomba makan kerupuk diambil satu juara yakni kelas IXC.

    Wakil kepala madrasah bagian Kesiswaan, Ustadz Abd. Wafi Haris mengatakan bahwa lomba ini bertujuan untuk menjaga kekompakan dari seluruh lapisan madrasah dan bentuk rasa syukur dalam menikmati kemerdekaan Indonesia. Beliau juga berharap dengan adanya kegiatan ini rasa kekeluargaan semakin terasa. “Acara ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat kemerdekaan dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa inilah MTs Zaha, madrasah yang kompak, penuh canda tawa dan rasa kekeluargaan ”, tuturnya.

  • Santri Baru Ucap Janji Saat Penutupan OSBA

    Santri Baru Ucap Janji Saat Penutupan OSBA

    Kepala Madrasah saat Menyampaikan Pengarahan pada Penutupan OSBA 2018-2019

    GENGGONG – Serangkaian kegiatan masa Orientasi Santri Baru (OSBA) MTs. Zainul Hasan 1 Genggong tahun pelajaran 2018-2019 berakhir kemarin (12/7). Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan Apel Penutupan di halaman MTs. Zaha Putra pada pukul 07.30 WIB yang dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I.

    Sebanyak kurang lebih 400 santri baru, baik putra maupun putri sangat antusias mengikuti acara penutupan OSBA MTs. Zainul Hasan 1 Genggong tersebut. Acara penutupan OSBA diawali dengan pembacaan surat Al Fatehah yang dipandu oleh ketua OSIS Putri, Kelvina Berlian Noer Riza selaku pembawa acara. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah kegiatan OSBA mulai dari Peserta OSBA terbaik, Kelompok terbaik, dan pemenang lomba-lomba dalam kegiatan OSBA.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan janji santri yang dipandu langsung oleh Wakil Ketua OSIS Putra, Noval Jayyad Hasan. Tampak para santri baru sangat lantang dan bersemangat dalam mengucapkan janji santri. Salah satu poin dalam janji tersebut bahwa para santri baru itu bersedia untuk menaati segala tata tertib madrasah dan pesantren serta siap menerima sanksi apabila dikemudian hari terbukti melanggar peraturan. Selepas itu, acara dilanjutkan dengan pencopotan atribut OSBA oleh kepala madrasah kepada perwakilan santri baru.

    Setelah pencopotan atribut OSBA, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala MTs. Zainul Hasan 1 Genggong selaku pembina apel. Dalam sambutannya yang santai, beliau menuturkan bahwa santri baru harus punya niatan baru yang baik, yaitu niat mencari ilmu yang barokah. “ Perbarui niat kalian, niat yang baik, yaitu mencari ilmu barokah di Madrasah dan Pesantren Zainul Hasan Genggong ini.” Dawuhnya. Beliau juga berharap agar para santri baru nantinya dapat beradaptasi di MTs. Zainul Hasan 1 Genggong dengan cepat.

    Setelah acara Apel Penutupan OSBA selesai, para santri baru didampingi oleh pengurus OSIS dan beberapa asatidz melakukan ziaroh ke makam para Masyayikh Pesantren Zainul Hasan Genggong. (*)

  • Paparkan Visi Misi, Madrasah Ajak Wali Santri Baru Aktif Berkomunikasi

    Paparkan Visi Misi, Madrasah Ajak Wali Santri Baru Aktif Berkomunikasi

    Wali Santri Baru MTs. Zainul Hasan Genggong saat Silaturrahim Bersama Pimpinan dan Asatidz.

    Genggong – Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mengadakan rapat bersama wali santri baru kemarin Ahad (8/7).  Rapat yang dikemas dalam kegiatan silaturrahim bersama pimpinan dan asatidz ini berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Damanhury Romli Genggong. Silaturrahim ini juga dimanfaatkan oleh pihak madrasah untuk menyampaikan visi, misi, dan tujuan madrasah kepada wali santri baru. Acara tersebut dihadiri oleh para pimpinan, dewan asatidz serta para wali santri. Tampak juga pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Zidni Ilma yang hadir dengan kapasitas sebagai pengasuh dan juga wali santri

    Usai pembukaan, acara dilanjut pembacaan ayat-ayat suci Al Quran oleh M. Hasan Zamzami santri kelas VIII MTs. Zaha Genggong yang sempat meraih juara MTQ tahun lalu.

    Acara dilanjutkan dengan sambutan kepala MTs Zaha, KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI. Sambutan yang disampaikan via rekaman video tersebut berisikan permohonan maaf beliau kepada seluruh hadirin atas ketidakhadirannya pada acara itu. Hal itu dikarenakan posisi beliau yang masih berada di negara Yaman dalam acara dauroh. Dalam sambutannya beliau juga memperkenalkan program baru di MTs Zaha serta mengenalkan para pimpinan di madrasah yang beliau pimpin. Satu per satu para pimpinan dikenalkan kepada hadirin disertai guyonan has beliau, salah satunya bendahara madrasah dikenalkan beliau dengan menyebutkan ciri-cirinya yakni berjenggot tebal. Sontak hal tersebut mengundang gelak tawa para wali santri yang hadir.

    Acara dilanjutkan dengan laporan pendidikan oleh wakil kepala madrasah (wakamad) kurikulum Ustadz H. M. Harsoyo Mukhtar. Dalam laporannya beliau menyampaikan visi, misi, dan tujuan Madrasah. Dalam pemaparannya beliau menegaskan bahwa untuk  mewujudkan visi, misi, dan tujuan madrasah, beliau meminta para wali santri pro-aktif berkomunikasi dengan pihak madrasah, baik melalui wali kelas, guru BK, atau melalui seluruh waka. Beliau juga menghimbau para wali santri untuk selalu memotivasi dan mendukung putra dan putrinya yang telah memantapkan pilihannya kepada MTs. Zaha Genggong.

    Beliau juga menyampaikan beberapa program yang sedang dilaksanakan oleh madrasah. Salah satunya menyelenggarakan program SKS by School sehingga dapat pula menyediakan program peserta didik cerdas istimewa yang nantinya dapat lulus dalam 2 tahun. Lalu program pembangunan gedung baru yang saat ini masih berjalan. “Tahun ini merupakan tahun kedua MTs. Zaha sudah menggunakan program SKS by School, jadi mohon doanya agar selalu bisa berjalan dengan lancar dan sukses”, paparnya.

    Di akhir laporan pendidikan diberikan kesempatan kepada wali santri yang hadir untuk mengajukan pertanyaan atau usulan terhadap pimpinan MTs Zaha. Beberapa wali santri tampak antusias mengajukan pertanyaan kepada pimpinan terkait dengan program – program yang ada di MTs Zaha. Para pimpinan menjawab pertanyaan para wali santri dengan lugas dan jelas sehingga memberikan kepuasan tersendiri kepada wali santri.

    Setelah dialog usai, acara diakhiri dengan pembacaan sholawat nabi yang dipimpin oleh hadraah Munsyiduna MTs. Zaha dan ditutup dengan do’a oleh Almukaarrom KH. Moh. Hasan Zidni Ilma. (Tgh)

  • Pesilat MTs. Zaha Juara Bintang Trisula Cup VII Se Jawa dan Bali

    Pesilat MTs. Zaha Juara Bintang Trisula Cup VII Se Jawa dan Bali

    Muhammat Ainul Yaqin (kiri) dan Mario Ahmad Baidowi (kanan) Foto Bersama Usai Penyerahan Tropi BTC di UIN Malang.

    Genggong-  Awal tahun pelajaran baru Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo terasa sangat istimewa. Sebab, dua santri madrasah setempat berhasil mengukir prestasi yang begitu membanggakan. Mereka adalah Mario Ahmad Baidowi dan Muhammat Ainul Yaqin. Kedua pesilat tersebut membawa harum madrasah dalam ajang Bintang Trisula Cup (BTC) VII se Jawa-Bali di Malang yang berlangsung pada tanggal 2 sampai 5 Juli kemarin.

    BTC VII se Jawa- Bali yang dilaksanakan oleh UIN ini merupakan ajang kejuaraan yang cukup bergengsi dalam ajang perlombaan pencak silat di Indonesia. Terbukti dari banyaknya jumlah para pendaftar dari ujung barat pulau jawa sampai ujung timur Bali yang hadir untuk memperebutkan tropi yang telah disiapkan panitia. Ajang ini merupakan ajang tahunan dalam rangka menyambut HUT UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur.

    Pada kategori kelas C Pra Remaja Putra setelah melalui persaingan yang ketat, Mario Ahmad Baidowi, santri yang baru naik kelas IX ini berhasil menyisihkan para peserta dari beberapa sekolah di pulau bali pada sesi pertama dan bertanding dengan beberapa peserta dari pulau Jawa, sampai perjuangannya berhenti di final setelah dikalahkan satu peserta dari Jawa barat, akhirnya ia pun harus puas sebagai juara kedua.

    Tak berhenti disitu, santri MTs. Zaha yang lain berhasil menambah pundi-pundi medali pada kategori D Pra Remaja Putra. Peserta dengan nama Muhammad Ainul Yaqin santri kelas VIII yang juga menyabet juara kedua.

    Wajah sumringah tampak pada ustadz Taufik, pendamping pencak silat yang ikut mengantarkan ke acara lomba. “Alhamdulillah barokah para guru di Genggong. Pendekar kita biasa juara, padahal saingannya banyak dan tekniknya bagus-bagus.” jelas ustadz Taufik mantap.

    “Pesertanya banyak sekali, dengan persaingan yang ketat kita berdua bisa membawa dua juara, Alhamdulillah. Semoga tropi ini bisa menambah MTs Zaha menjadi semakin teristimewa.” Tutur Mario dengan mata berkaca-kaca.

    Hal senada disampaikan oleh Pembina Pencak Silat di MTs Zaha, ustadz Mahfudz. Ia sangat bersyukur atas perolehan juara yang kebetulan mereka adalah santri binaannya di Student’s day.

    “Tidak sia-sia santri berlatih. Perhatian kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal terhadap pembinaan minat bakat santri membuahkan hasil yang manis” Jelas Ustadz Mahfudz dengan bangga.

    Sementara itu dikonfirmasi terpisah, ustadz M. Restu, ketua program sekaligus koordinator lomba jasmani MTs. Zaha mengatakan bahwa prestasi itu adalah buah dari pembinaan santri dalam penyaluran minat dan bakat dalam Student’ Day.

    “Alhamdulillah, kita mendelegasikan dua santri diajang tersebut dan keduanya berhasil meraih juara. ini merupakan hasil pembinaan berkesinambungan di Student’s  Day, yakni sebuah program unggulan yang memberikan satu hari penuh untuk mengembangkan minat dan bakat anak untuk mencapai prestasi” paparnya. (Tgh/Pin)