• Wisuda Amtsilati Perdana, KH. Taufiqul Hakim  Dipastikan Hadir

    Wisuda Amtsilati Perdana, KH. Taufiqul Hakim Dipastikan Hadir

    Asatidz MTs. Zainul Hasan Genggong ketika di Pesantren Darul Falah Amtsilati Jepara Jawa Tengah
    Asatidz MTs. Zainul Hasan Genggong ketika di Pesantren Darul Falah Amtsilati Jepara Jawa Tengah

    Genggong-Kabar gembira bakal dirasakan santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, khususnya bagi mereka yang sudah tuntas program amtsilati (metode cepat belajar kitab kuning). Sebab, KH. Taufiqul Hakim, sang pengarang dan penemu metode Amtsilati ini bersedia hadir ke MTs. Zaha Genggong untuk mewisuda santri yang sudah tuntas.
    Kepastian ini disampaikan oleh beliau ketika rombongan dari MTs. Zaha berkunjung ke kediamannya di Pesantren Darul Falah Bangsri Jepara Jawa Tengah kemarin Rabu (16/3).
    Beliau bersedia hadir pada acara wisuda perdana ini yang akan dilaksanakan pada 15 Mei mendatang meskipun jadwal beliau begitu padat. Seperti pada jadwal ini, tanggal 14 Mei beliau juga harus menghadiri acara serupa di Pontianak.
    Hal ini sempat membuat cemas rombongan dari MTs. Zaha, sehingga harus menunggu kabar dari beliau yang masih berkoordinasi dengan panitia di Pontianak. Dan hasilnya tetap keberuntungan berpihak pada MTs. Zaha. “Alhamdulillah, Ahad tanggal 15 Mei bisa hadir di MTs. Zaha Genggong”. Kata beliau melalui pesan singkatnya.
    Meski demikian acara wisuda perdana ini tetap sedikit meleset dari rencana. Yakni rencana awal yang akan dilaksanakan pagi hari tapi karena waktu yang tidak memungkinkan sehingga acara dimundurkan menjadi malam hari.
    Ustadz Abd. Wafi selaku waka kesiswaan mengatakan bahwa ini merupakan wisuda perdana yang memang seharusnya pengarang metode amtsilati tersebut bisa hadir. “Beliau bisa hadir saja sudah sangat bersyukur, sehingga meskipun memundurkan waktu acara dimalam hari tidak jadi masalah” ujarnya.
    Dia juga berharap acara wisuda ini berjalan dengan lancar dan semangat santri untuk menuntaskan amtsilati ini semakin besar. “Semoga kedepannya lebih banyak lagi santri MTs. Zaha yang tuntas program amtsilati dan berbekal ini pula bisa mengharumkan nama MTs. Zaha dengan prestasinya”. imbuhnya. (Fin)

  • MTs. Zaha Sukses Borong Juara KSM se-KKM

    MTs. Zaha Sukses Borong Juara KSM se-KKM

    Foto Bersama Ketua KKM MTs. Zaha beserta para Juara KSM 2016 Tingkat KKM
    Foto Bersama Ketua KKM MTs. Zaha beserta para Juara KSM 2016 

    Genggong- Santri MTs. Zainul Hasan Genggong (MTs. Zaha) kembali menambah daftar prestasi santri. Kali ini pada Pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) se- Kelompok Kerja Madrasah (KKM) yang dilaksanakan kemarin Sabtu (12/3). Dari 6 mata pelajaran yang dilombakan, MTs. Zaha meraih juara satu pada 5 mapel dan 1 mapel sebagai juara dua.

    Santri berprestasi tersebut adalah Jinani Firdausi As’ad sebagai juara Mapel Matematika, Laili Feby Firdausi juara mapel Fisika, Intan Balqis Humairoh juara mapel Biologi, M. Kalfin Sururi juara mapel Bahasa Inggris dan Husnawati juara mapel Pendidikan Agama Islam, sedangkan M. Ilham Kurniawan sebagai peraih juara dua pada mapel Ilmu Pengetahuan Sosial.

    Dari prestasi ini MTs. Zaha berhak mewakili KKM untuk beradu di tingkat Kabupaten. “Pemenang juara 1 akan mewakili KKM MTs. Zaha untuk mengikuti KSM tingkat kabupaten, sedangkan juara 2 dan 3 hanya mendapat trophy dan sertifikat” ujar Ustad Harsoyo, ketua KSM tingkat KKM ketika sambutan pembukaan.

    Menurut ustad Hazbullah bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari semangat santri mengikuti bimbingan olimpiade. “Alhamdulillah bimbingan olimpiade yang selama ini dilakukan memberikan dampak positif bagi santri, terutama ketika menghadapi kompetisi seperti ini mental dan persiapan mereka semakin matang” ujar ketua jurusan dan guru matematika ini.

    Dari jadwal yang ada, para pemenang juara 1 tersebut akan beradu di tingkat kabupaten pada Minggu tanggal 27 Maret nanti. “Semoga nanti bisa juara lagi sehingga bisa mewakili ke tingkat provinsi” imbuhnya. (Fin)

  • Ketika Kiai Maimun Zubair Ditanya tentang Wahabi

    Ketika Kiai Maimun Zubair Ditanya tentang Wahabi

    Ketika Kiai Maimun Zubair Ditanya tentang Wahabi
    Malang, NU Online
    Ini adalah cerita selingan ketika acara Seminar Nasional dan Bahsul Masail Islam Nusantara di Aula Rektorat Universitas Negeri Malang (UM), Malang, Jawa Timur, Sabtu, (13/02) kemarin. Cerita ini dikisahkan oleh KH Azizi Abdullah dari Kediri, berdasarkan pengalamannya ketika sowan kepada KH Maimun Zubair dalam sebuah kesempatan.

     

    Kiai Azizi saat itu menanyakan hukum orang Wahabi yang dalam pengetahuannya adalah kafir karena telah mensyirik-syirikkan orang NU karena amaliahnya. Sontak Kiai Maimun marah-marah dengan cara pandang Kiai Azizi ini.

    “Hei, Mas, sampean jangan ngawur. Wahabi itu bukan kafir, Mas, tapi berdosa. Lha, orang berdosa itu: yaghfiru liman yasyaa’ wa yu’addzibu man yasyaa’. Kalau Allah mengampuni, ya masuk surga, kalau tidak diampuni ya neraka,” kata Mustasyar PBNU ini.

    “Kalau kafir kan pasti masuk neraka. Sampean ini jangan main hukum kafir begitu saja, wong sampean saja belum pasti masuk surga. Ngapain ngurusi orang lain,” tambahnya lagi.

    Kiai Maimun lalu mengimbau kepada warga NU agar tidak terlalu ikut campur dengan perkataan orang lain. Baginya, yang penting adalah menjaga akidah diri sendiri.

    Mendengar jawaban Kiai Maimun tersebut, Kiai Azizi mengaku insaf dari asal menghukumi orang.
    “Saya pun tobat,” kata Kiai Azizi disambut tawa para hadirin. (Ahmad Nur Kholis/Mahbib)

    Ketika Kiai Maimun Zubair Ditanya tentang Wahabi
    Malang, NU Online
    Ini adalah cerita selingan ketika acara Seminar Nasional dan Bahsul Masail Islam Nusantara di Aula Rektorat Universitas Negeri Malang (UM), Malang, Jawa Timur, Sabtu, (13/02) kemarin. Cerita ini dikisahkan oleh KH Azizi Abdullah dari Kediri, berdasarkan pengalamannya ketika sowan kepada KH Maimun Zubair dalam sebuah kesempatan.

     

    Kiai Azizi saat itu menanyakan hukum orang Wahabi yang dalam pengetahuannya adalah kafir karena telah mensyirik-syirikkan orang NU karena amaliahnya. Sontak Kiai Maimun marah-marah dengan cara pandang Kiai Azizi ini.

    “Hei, Mas, sampean jangan ngawur. Wahabi itu bukan kafir, Mas, tapi berdosa. Lha, orang berdosa itu: yaghfiru liman yasyaa’ wa yu’addzibu man yasyaa’. Kalau Allah mengampuni, ya masuk surga, kalau tidak diampuni ya neraka,” kata Mustasyar PBNU ini.

    “Kalau kafir kan pasti masuk neraka. Sampean ini jangan main hukum kafir begitu saja, wong sampean saja belum pasti masuk surga. Ngapain ngurusi orang lain,” tambahnya lagi.

    Kiai Maimun lalu mengimbau kepada warga NU agar tidak terlalu ikut campur dengan perkataan orang lain. Baginya, yang penting adalah menjaga akidah diri sendiri.

    Mendengar jawaban Kiai Maimun tersebut, Kiai Azizi mengaku insaf dari asal menghukumi orang.
    “Saya pun tobat,” kata Kiai Azizi disambut tawa para hadirin. (Ahmad Nur Kholis/Mahbib)

  • GERHANA MATAHARI TOTAL Ini yang Makruh saat Gerhana Tiba

    GERHANA MATAHARI TOTAL Ini yang Makruh saat Gerhana Tiba

    Menurut taksiran ahli astronomi dan ahli falak, gerhana matahari akan terjadi pada tanggal 9 Maret 2016. Di hari itu kita akan melihat fenomena alam yang tidak ditemukan biasanya pada hari lain.

    Adanya gerhana ini secara tidak langsung membantah keyakinan orang yang menuhankan matahari dan bulan. Kedua benda langit tersebut tidak selamanya bercahaya. Pada suatu saat dia akan meredup. Ini juga menunjukan bahwa matahari dan bulan adalah makhluk Tuhan. Andaikan ia berkuasa atas dirinya, tentu dia akan selalu bersinar dan bercahaya.

    Ketika menyaksikan gerhana, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk shalat, memperbanyak dzikir, dan doa. Beliau SAW bersabda, “Apabila kalian melihat gerhana, tunaikan shalat dan berdo’a sampai kondisinya normal,” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

    Berdasarkan hadits ini, ulama menghukumi shalat gerhana (khusuf dan kusuf) sebagai sunah mu’akkadah. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Habib Zen bin Semit dalam At-Taqriratus Sadidah fi Masa’ilil Mufidah:

    حكمها سنة مؤكدة ولو لمنفرد، ويكره تركها، وتسن جماعة وفي مسجد وإن ضاق

    Artinya, “Hukum shalat khusuf dan kusuf adalah sunah muakkadah meskipun dikerjakan seorang diri. Sementara meninggalkannya makruh. Mengerjakan shalat gerhana berjamaah di masjid sangat dianjurkan walaupun tempatnya sempit.”

    Lantaran shalat gerhana dianjurkan, maka meninggalkannya dimakruhkan. Dengan demikian, jika mendapati fenomena ini pada Rabu (9/3) nanti kita diharapkan untuk shalat secara berjamaah dan memperbanyak dzikir dan do’a. Jangan sampai saat terjadi gerhana, kita malah bersantai-santai sambil selfie di bawah lindungan gerhana matahari. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)