Selamat menempuh Ujian Nasional tahun pelajaran 2015-2016 untuk santri MTs. Zainul Hasan Genggong. Semoga sukses, barokah dan manfaat. #UN 09-12 Mei 2016


Selamat menempuh Ujian Nasional tahun pelajaran 2015-2016 untuk santri MTs. Zainul Hasan Genggong. Semoga sukses, barokah dan manfaat. #UN 09-12 Mei 2016



GENGGONG – MTs (Madrasah Tsanawiyah) Zainul Hasan (Zaha) Genggong 1 Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo menggelar uji Amtsilati di aula Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong, Senin-Kamis (2-5/5/2016). Ujian diikuti 117 santri madrasah tersebut. Para peserta cukup antusias mengikuti ujian yang dimulai pada pukul 11.00 itu.
Ustadz Farid, panitia uji Amtsilati mengatakan, ujian ini dilaksanakan untuk mengukur kemampuan santri dalam memahami dan menghafal Amtsilati dari jilid I sampai V. Selain itu juga untuk mengukur kemampuan santri dalam memberikan tanda makna di kitab kuning. “Ujian ini adalah wujud tranformasi keilmuan agama Islam. Khususnya pemahaman terhadap kitab-kitab salaf,” terangnya.
Sebagai madrasah yang mempertahankan kajian kitab kuning, MTs Zaha 1 berkomitmen selalu mengajarkan karya kitab-kitab ulama salaf untuk bekal santri. “Amtsilati ini adalah salah satu metode untuk memahami ilmu alat,” tandasnya.
Waka Kesiswaan MTs Zaha 1, Abdul Wafi Haris menerangkan, ada 9 karakteristik keunggulan lulusan MTs Zaha 1. Salah satunya memiliki kemampuan baca kitab kuning salaf dengan metode Amtsilati. “Demi tercapainya kemampuan dimaksud, para santri mengikuti proses belajar Amtsilati dan mengikuti ujian-ujiannya, selambat-lambatnya selama 4 semester,” terang Ustadz Wafi.

Sumber: www.pzhgenggong.or.id

Keluarga Besar MTs. Zainul Hasan Genggong mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2016.
“Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani” yang artinya “Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan” (Ki Hajar Dewantara)


Genggong- Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong melakukan study banding ke MTs. Unggulan Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto. Kegiatan ini dilakukan kemarin Senin (25/4) yang diikuti oleh pimpinan dan Karyawan MTs. Zaha Genggong.
MTs. Unggulan Amanatul Ummah dipilih karena sama-sama lembaga pendidikan berbasis pesantren dan memiliki program unggulan, utamanya menjadikan santri berprestasi dengan tingkat hafalan yang tinggi dan mampu bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan umum.
Rombongan yang berjumlah 26 orang tiba di Pacet jam 9.30 dan langsung beramah tamah di dalem (rumah,red) pengasuh pondok pesantren (ponpes) Amanatul Ummah yang diterima langsung oleh KH. Asep Saifuddin Chalim, pengasuh ponpes. Di dalem ini pula acara seremonial dan pembahasan maksud serta tujuan dijelaskan.
Diawali oleh KH. Moh. Hasan Naufal, kepala MTs. Zaha Genggong yang mengutarakan tujuannya datang bersama rombongan ke MTs. Amanatul Ummah. “Yang pertama kami ingin silaturrahim dan kedua ingin melihat dan meniru proses pengelolaan madrasah dan pembelajaran yang baik sehingga bisa menjadi madrasah yang unggul”. Tuturnya.
Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh pengasuh ponpes Amanatul Ummah, KH. Asep Saifuddin Chalim. Kiai Asep (sapaan akrab beliau) pertama kali menyampaikan permohonan maaf kepada rombongan karena hari itu kebetulan kepala dan pimpinan MTs. Amanatul Ummah sedang ke Surabaya dengan agenda simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “kami sangat mohon maaf karena acara simulasi UNBK mendadak dan baru dimulai hari ini hingga 4 hari kedepan, jadinya saya tidak ikut ke Surabaya untuk menyambut tamu istimewa ini”. Ungkapnya.
Meski demikian, tidak menghalangi niat untuk menimba ilmu dan mendapatkan terobosan-terobosan baru untuk diterapkan di MTs. Zaha Genggong. Hal ini ditunjukkan dengan rombongan yang tetap semangat mendengarkan sambutan dan penjelasan dari kiai Asep tentang sistem pengelolaan dan beberapa prestasi dari madrasah bertaraf internasional ini.
Menurut kiai Asep, kesuksesan madrasah tergantung dari sistem dan proses yang dilakukan. Guru atau pendidika juga harus bertanggung jawab untuk menjadikan santri bisa dan tidak memberikan kesempatan untuk bermalas-malasan. Selain itu santri juga harus kompetitif, tidak boleh kalah dengan lembaga umum. “Kita lembaga pesantren sudah harus lebih unggul dalam bidang agama dan kita juga tidak boleh kalah dalam bidang umum”. Tegasnya.
Acara ini ditutup dengan pemberian cinderamata oleh MTs. Zaha Genggong dan doa yang dipimpin langsung oleh kiai Asep. Sebelum pulang rombongan diberi kesempatan berkunjung ke madrasah dan pesantren untuk melihat langsung proses pembelajaran di kelas dan di pesantren. (Fin)




Doa Bersama dalam rangka pembukaan penerimaan santri baru tahun pelajaran 2016-2017
Hari Ini Mulai Dibuka Pendaftaran Santri Baru MTs. Zainul Hasan Genggong Tahun Pelajaran 2016-2017
Genggong– Setiap sesuatu dimulai dengan doa, begitulah islam mengajarkan. Seperti yang dilakukan MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kemarin Selasa (19/4) menggelar doa bersama. Acara yang diikuti oleh hampir semua asatidz MTs. Zaha Genggong ini merupakan acara pembukaan penerimaan santri baru (PSB) MTs. Zaha Genggong tahun pelajaran 2016-2017.
Acara yang berlangsung di kantor MTs. Zaha ini dimulai pada jam 6 petang atau setelah maghrib dengan berbagai rangkaian acara, diantaranya adalah pembukaan oleh ketua panitia penerimaan santri baru, Ustad Abdul Wafi Haris. Dilanjutkan dengan pembacaan tujuh surat Al-Qur’an yang ada di munjiyat Al-Barokah Genggong oleh semua asatidz yang hadir serta pembacaan sholawat nabi dan doa yang dipimpin langsung oleh kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal diiringi dengan hadroh santri MTs. Zaha Genggong.
Ustad wafi dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan doa bersama ini memang dikhususkan untuk penerimaan santri baru. “Semoga dengan kegiatan positif penuh doa ini memberikan manfaat kepada keluarga besar MTs. Zaha Genggong pada umumnya dan santri baru pada khususnya, dan penerimaan santri baru tahun ini yang akan dibuka besok Rabu (hari ini, red) diberikan kelancaran tanpa hambatan dan sesuai dengan target kita” ujarnya.
Ya, sesuai dengan agenda bahwa pendaftaran santri baru MTs. Zainul Hasan Genggong untuk gelombang I dimulai hari ini Rabu (20/4) hingga tanggal 2 Juni mendatang, disusul dengan tes pendaftar gelombang I pada tanggal 4 Juni. selanjutnya pendaftaran gelombang II yang juga dibuka pada tanggal 4 Juni hingga 17 Juli, serta pelaksanaan tes gelombang II akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juli.
Kepala madrasah juga berharap acara doa bersama ini banyak memberikan dampak positif kepada santri baru yang mendaftar, baik dari segi keilmuan agar manfaat serta dari segi akhlak sehingga bisa menjadi santri yang berakhlakul karimah. “yang terpenting juga santri kita menjadi insan yang sholeh dan berakhlaq mulia” ujarnya.
Makan bersama ala santri beralaskan daun pisang sebagai penutup acara ini. Semua asatidz yang hadir mengambil posisi melingkari makanan yang disediakan. Semakin terasa dan kuat rasa kekeluargaan menambah nikmat hidangan yang telah disediakan. Fin




Genggong- Rencana MTs. Zainul Hasan Genggong untuk membangunan gedung baru benar-benar terealisasi. Kemarin Rabu (30/3) peletakan batu pertama oleh kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal dilakukan sekaligus sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung baru ini.
Beberapa rangkaian acara dilakukan, salah satunya adalah doa bersama yang juga dipimpin oleh kepala madrasah dikhususkan untuk pembangunan ini. Beberapa asatidz beserta pekerja bangunan juga mengikuti doa bersama ini. “Berharap pembangunan ini berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat kepada semuanya”. Ujar ustad Mohammad Ishak, bendahara madrasah.
Gedung yang direncanakan 3 lantai ini dibangun tepat di sebelah utara kantor putra dan bersebelahan dengan monumen Nahdlatul Ulama (NU). Seperti yang dikatakan ustad Ali Wafa selaku wakil kepala madrasah bagian sarana prasarana bahwa, pembangunan gedung baru ini merupakan program madrasah yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dalam bidang sarana dan prasarana. Tahun ini, pembangunan dipusatkan pada gedung belajar untuk santri putra mengingat kebutuhan santri putra lebih mendesak.
“Semua ini merupakan bukti keseriusan dan kesungguhan kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada santri agar santri bisa belajar dengan maksimal”. Ujar ustad yang juga pelaksana pembangunan ini.
Ditanya soal target selesainya, ustad Ali belum bisa memberikan kepastian. Yang pasti beliau juga berharap pada tahun ajaran baru gedung ini sudah bisa ditempati. “Ya mohon doa dan dukungannya semoga tahun ajaran baru sudah bisa ditempati. Kita masih menyesuaikan dengan anggaran yang ada, ya syukur-syukur banyak yang bersedia nyumbang”. ujarnya sambil tersenyum. Fin



Genggong- Semangat santri dalam mengukir prestasi semakin terbukti. Hal ini ditunjukan dengan diraihnya kembali Juara Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini dilaksanakan Kemarin Sabtu (27/3) di MTs. Negeri Pajarakan Kabupaten Probolinggo.
KSM tingkat kabupaten ini diikuti oleh peserta perwakilan dari 4 KKM se kabupaten Probolinggo yang menjadi juara pada tingkat sebelumnya. diantaranya KKM. MTs. Nurul Jadid, KKM. MTs.N Karanganyar, KKM MTs.N Pajarakan, dan KKM MTs. Zainul Hasan Genggong. Sedangkan mata pelajaran yang dilombakan tetap sama seperti pada tingkat sebelumnya, yakni Matematik, Biologi, Fisika, Bahasa Inggris, PAI, dan IPS.
Pada kesempatan ini perwakilan dari Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 (MTs. Zaha 1) Genggong berhasil membawa pulang 2 juara, yaitu Juara 2 mata pelajaran biologi diraih oleh Intan Balqis Humairoh dan Husnawati sebagai Juara 1 mata pelajaran PAI.
Namun menurut Ustad Hazbullah Rohman, capaian ini dinilai masih kurang maksimal, karena dari 6 peserta yang mewakili hanya ada 2 santri saja yang keluar jadi juara. “Kami akui masih gagal untuk kembali menyapu bersih seluruh juara. Ini termasuk keteledoran kami. Tapi hal ini akan kami jadikan bahan evaluasi untuk berbenah lagi agar nanti bisa lebih banyak yang menjadi juara”. Ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Jinani Firdausi As’ad, santri kelas VIII G yang mewakili mata pelajaran Matematika pada KSM ini menyatakan bahwa saat itu konsentrasinya sangat kurang. Santri yang langganan juara ini juga mengaku bahwa konsentrasinya sedang terpecah oleh Ujian Tengah Semester (UTS), ya memang waktu itu berbarengan dengan UTS. “Saya mohon maaf jika kali ini gagal, Insya Allah jika ada lomba lagi saya akan berusaha lebih maksimal dan menjadi juara lagi” Ujarnya.
Sesuai dengan peraturan yang baru, bahwa mata pelajaran MIPA (Matematika, Biologi, dan Fisika) akan diadu lagi pada bulan Juni mendatang untuk penentuan juara yang akan mewakili di tingkat provinsi, sedangkan yang mata pelajaran Bahasa Inggris, PAI, dan IPS hanya cukup di tingkat kabupaten saja. (Fin)