• OSIS MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Menuju yang Lebih Teristimewa …

    OSIS MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Menuju yang Lebih Teristimewa …

    Hari Terakhir Diklat, OSIS Berlatih Baris-Berbaris.

    Setelah mendapatkan materi Latihan Dasar Kepemimpinan dan Jurnalistik, OSIS (IPNU/IPPNU) MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Masa Khidmat 2019-2020 kembali mendapatkan bekal dalam menjalankan roda organisasi. Kali ini, materi yang didapat oleh pengurus osis, ketua kelas, dan duta madrasah adalah pelatihan baris-berbaris. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (29/9) ini berlangsung di dua tempat terpisah. Santri putra lapangan Desa Temenggungan Kecamatan Pajarakan, sedangkan santri putri mendapatkan di area Pondok Baitus Sholihin, Desa Temenggungan Kecamatan Pajarakan. Hal ini merupakan rangkaian acara diklat yang berlangsung selama tiga hari.

    Di putra, acara dimulai dengan pengarahan oleh pemateri, Kak Ibrahim Sholeh dan Kak Mukhlas. “Mohon ikuti kegiatan ini dengan baik. Agar nanti kalian bisa menyerap ilmu dan dapat mempraktikkannya di madrasaha,” Tutur Kak Ibrahim yang juga salah satu Pembina Pramuka di MTs. Zainul Hasan 1 Genggong.

    Selanjutnya para peserta diklat berjalan menuju ke lapangan Desa Temenggungan. Di sana, mereka diajari cara melakukan aba-aba dalam baris-berbaris dengan benar. Selain itu, para peserta diklat yang berjumlah empat puluh delapan santri ini juga praktik baris-berbaris. Mulai dari cara hadap kanan, balik kanan, sampai langkah tegap maju. Meski cuaca saat itu lumayan terik, para santri menjalani diklat dengan penuh semangat. Walau pun ada beberapa santri yang kondisi fisiknya kurang baik.

    Sementara di putri, kegiatan dipandu langsung oleh Ustad Muhammad Mutawally Assyarowi. Hampir sama dengan putra, peserta diklat di putri yang berjumlah lima puluh dua santriwati ini juga mendapat pelatihan baris-berbaris yang baik dan benar. Namun bedanya, Para peserta diklat putri cukup kaget karena pemateri memberi pengarahan dengan sangat tegas. Sehingga, yang awalnya peserta menjalani pelatihan dengan bergurau dan cengengesan, seketika menjadi tegang dan tegas.

    “Walau pun kalian cewek, bukan berarti kalian harus lemah. Cewek juga harus disiplin, baik dalam perkataan, maupun perbuatan.” Kata pemateri  yang biasa dipanggil Kak Roy.

    Setelah berlatih baris-berbaris, peserta diklat putri kembali ke halaman pesantren untuk praktik upacara bendera. Di sana, mereka dilatih bagaimana cara hormat kepada bendera yang benar sampai cara menjadi pemimpin dalam upacara bendera.

    ( Gus/Ry)

  • Hari Pertama Diklat, Para Pengurus OSIS Belajar Menulis Dan Asah Kepemimpinan

    Hari Pertama Diklat, Para Pengurus OSIS Belajar Menulis Dan Asah Kepemimpinan

    Genggong – Guna membekali Pengurus OSIS ( IPNU/IPPNU) dalam menjalankan program-programnya, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong menggelar kegiatan Diklat Pengurus OSIS (IPNU/IPPNU) masa khidmat 2019-2020 pada Jumat (27/9). Kegiatan ini berlangsung di dua tempat, yakni OSIS Putri di ruang kelas VII J dan OSIS Putra di ruang kelas VII C. Materi diklat dibagi menjadi dua, yakni pelatihan jurnalistik bagi OSIS Putri dan latihan dasar kepemimpinan bagi OSIS Putra. Selain pengurus OSIS, diklat ini juga diikuti oleh seluruh ketua kelas dan Duta Madrasah.

    Di putri, kegiatan jurnalistik dimulai pukul 07.30 WIB dengan menghadirkan pemateri dari Jawa Pos Radar Bromo, Rudianto, S.H. Menurut pemateri yang juga alumnus Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini, menulis adalah kegiatan gampang, apalagi menulis berita. Tinggal kita mau nulis berita dari sudut pandang mana.” Jelasnya. Dalam diklat tersebut, para santri diberi pengetahuan tentang apa itu jurnalistik dan bagaimana cara menulis berita yang baik. Selain itu, peserta diklat juga praktik membuat berita. Meskipun acara sampai sore, para peserta diklat tampak antusias mengikuti acara tersebut. Terutama saat praktik membuat berita.

    Di akhir acara, Pembina OSIS Putri, Ustad Agus Setiawan memberikan hadiah kepada dua peserta terbaik dalam membuat berita. Dua santri tersebut antara lain Khoirun Nisa’ dan Ghinan Nafsi Manzilatul Hasanah dari kelas VIII H.

    Di lain tempat, OSIS Putra mendapat materi tentang Latihan Dasar Kepemimpinan dan pengetahuan tentang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Materi ini disampaikan oleh Ustad Mochammad Hendra, M.Pd.I. selaku pemateri. Menurutnya, seorang pemimpin dimulai dari memimpin diri sendiri. “Jadi, seorang pemimpin harus tahu dan mengerti ilmunya. Jika tidak, maka organisasinya akan hancur.” Tandasnya.

    Tidak kalah dengan OSIS Putri, OSIS Putra juga begitu saksama mendengarkan materi yang disampaikan oleh Ustad yang juga dosen di INZAH. Selain mendapat materi tentang kepemimpinan dan IPNU, para peserta (OSIS Putra) juga diberi game yang mengasah kemampuan kepemimpinan dan kerjasama santri.(Ag/Ry)

  • PELANTIKAN OSIS ( IPNU ) PUTRA TERISTIMEWA

    PELANTIKAN OSIS ( IPNU ) PUTRA TERISTIMEWA

    Pengurus OSIS Putra (IPNU) dilantik, Kepala Madrasah berharap Pengurus OSIS Kompak

    Selang sehari setelah pelantikan OSIS Putri (IPPNU) Mts. Zainul Hasan 1 Genggong masa bakti 2019-2020, kini giliran pengurus OSIS putra (IPNU) yang diresmikan oleh kepala madrasah, KH. Moh.Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. kegiatan yang berlangsung Kamis (19/9) tersebut bertempat di halaman gedung putra Mts. Zainul Hasan 1 genggong.

    Sama seperti pelantikan OSIS putri sebelumnya, acara dimulai pada pukul 07.30 wib dengan menyanyikan lagu Indonesia raya oleh paduan suara Harmoni hati putra. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan susunan pengurus OSIS (IPNU) masa bakti 2019-2020 dan laporan pertanggungjawaban.

    Prosesi serah terima jabatan menjadi acara berikutnya. Pengurus OSIS harian lama secara resmi menyerahkan jabatan, fungsi, dan tugasnya kepada pengurus OSIS harian baru dengan menyerahkan  bendera OSIS, bendera madrasah, dan bendera merah putih. Setelah serah terima jabatan, para pengurus OSIS terpilih masa bakti 2019-2020 dilantik langsung oleh kepala madrasah.

    Setelah dilantik, ketua OSIS terpilih, M. Rangga Yanto dan ketua OSIS demisioner, David Anggun Felani langsung menandatangani berita acara serah terima. Dalam prosesi tersebut, mereka disaksikan oleh kepala madrasah, wakil kepala bagian kesiswaan, dan pembina OSIS Putra yang juga menandatangani berita acara.

                Usai penandatanganan berita acara, ketua OSIS terpilih dan ketua OSIS demisioner memberi sambutan kepada peserta apel. Demikian juga dengan  Duta Madrasah yang juga memberi selamat kepada OSIS terpilih.

                Sambutan terakhir sekaligus doa sebagai acara penutup disampaikan oleh kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. beliau mengucapkan selamat kepada pengurus OSIS terpilih masa bakti 2019-2020. “Menjalankan sebuah roda organisasi itu gampang-gampang susah.  Dibilang sulit karena tugasnya memang berat. Tapi itu semua akan terasa mudah ketika kalian bisa kompak dan bersama-sama dalam bekerja.,” tandas beliau. Selain itu, beliau juga berharap kepada OSIS baru agar lebih memunculkan NU dalam program-programnya. ( Ags/Ry )

  • PELANTIKAN OSIS PUTRI (IPPNU)

    PELANTIKAN OSIS PUTRI (IPPNU)

    Pengurus OSIS  Putri (IPPNU) MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Dilantik, Kepala Madrasah Meminta Inovasi Terbaru.

    Selesai sudah tugas dan kewajiban pengurus OSIS Putri MTs. Zainul Hasan 1 Genggong masa bakti 2018-2019. Hal itu ditandai ketika acara pelantikan pengurus OSIS putri baru MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Masa Bakti 2019-2020 yang berlangsung Rabu, 18/9. Bertempat di halaman pesantren Zainul Hasan Genggong, prosesi pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung sangat khidmat.

    Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya yang dilantunkan oleh paduan suara Harmoni Hati MTs. Zaha. Kemudian dilanjutkan pembacaan susunan pengurus OSIS baru yang disampaikan oleh ust.Sandi Zainullah dan pembacaan laporan pertanggung jawaban OSIS masa bakti 2018-2019 oleh salah satu pengurus OSIS masa bakti 2018-2019, .

    Berlanjut ke acara inti, yaitu serah terima jabatan dari pengurus OSIS periode 2018-2019 kepada pengurus OSIS baru periode 2019-2020 berlangsung sangat khidmat. Pasalnya, dalam prosesi serah terima jabatan tersebut pengurus OSIS baru dan lama berbaris rapi di atas karpet biru. Kemudian, dilanjutkan dengan pelantikan pengurus OSIS baru periode 2019-2020 oleh kepala madrasah.

    Usai dilantik, ketua OSIS baru dan lama yakni Deby Sakinatul Jannah dan Munawwaroh menandatangani berita acara serah terima jabatan yang disaksikan langsung oleh kepala madrasah, wakil kepala madrasah bagian kesiswaan, dan pembina OSIS putri. Tepuk tangan yang meriah dari para santri peserta apel mengiringi jabat tangan dan pelukan antara ketua OSIS lama dan ketua OSIS baru.

    Setelah itu, acara dilanjut dengan sambutan dari ketua OSIS terpilih, ketua OSIS lama, dan ketua Duta Madrasah terpilih.

    Sambutan dari kepala madrasah menjadi acara terakhir sebelum apel dibubarkan. Dalam sambutannya, beliau sangat antusias dengan pengurus OSIS terpilih. “Saya harap ada inovasi-inovasi program OSIS dari pengurus yang terpilih ini. Apa lagi mulai tahun ini, OSIS berganti nama menjadi IPPNU. Jadi, dalam program-program OSIS, unsur ke-NU-annya harus lebih ditonjolkan ” tutur beliau. Selain itu, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus OSIS masa bakti 2018-2019 yang telah melaksanakan program-program dengan baik.

    Setelah pelantikan, Pengurus OSIS terpilih akan didiklat selama tiga hari sebagai bekal dalam melaksanakan program-program OSIS. ( Ags/Ry )

  • Tasyakkuran Khotmil Qur’an, MTs Zaha Gelar Santunan Anak Yatim dan Polo’an Akbar

    Tasyakkuran Khotmil Qur’an, MTs Zaha Gelar Santunan Anak Yatim dan Polo’an Akbar

    Genggong- Sudah menjadi kegiatan rutin bagi keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs Zaha) setelah menuntaskan program menghafal dan mengkhatamkan Al-Qur’an (profatan), para santri mengadakan tasyakkuran dan selamatan. Hal tersebut dilakukan pada hari ini, Sabtu (14/9). Kegiatan yang juga bertepatan dengan 14 Muharrom ini bertempat di GOR Damanhury Romli. Hadir dalam acara tersebut Kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI.,M.Pd. beserta istri beliau, Nyai Hj. Balqis Husni Sulthon, para santri, asatidz dan asatidzah serta para anak yatim didampingi walinya.

    Tasyakkuran dan selamatan yang dikemas dengan kegiatan santunan anak yatim dan Polo’an Akbar atau makan bersama ala santri ini berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB. Acara yang dipandu dengan pembawa acara berbahasa Inggris ini menjadi kejutan tersendiri bagi santri yang hadir. Nabila, santri kelas IX J memandu acara dengan berbahasa Inggris membuat acara nampak beda. Pasalnya setiap acara di MTs Zaha selalu berbahasa Indonesia. Kegiatan tasyakkuran dan selamatan ini diawali dengan menuntaskan sisa bacaan surat mulai Ad-Dhuha sampai surat An-Nas. Pembacaan surat-surat tersebut dipimpin oleh beberapa santri putri yang diikuti oleh seluruh santri dan asatidz-asatidzah.


    Setelah khatam Al Quran, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 40 anak yatim yang sengaja diundang dari beberapa kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Santunan tersebut merupakan hasil shodaqoh yang dikumpulkan oleh para santri dan asatidz pada program Yaumus Shodaqoh yang dikumpulkan setiap hari Kamis.


    Santunan kali ini merupakan santunan kali keenam yang dilakukan oleh MTs. Zaha Genggong. Dalam sambutannya kepala madrasah menuturkan bahwa program ini akan terus dijalankan. “Dana yang digunakan untuk santunan ini adalah murni hasil shodaqoh dari santri dan para asatidz yang dilakukan setiap hari kamis. Kita mengambil hari ini untuk melakukan kegiatan ini karena merupakan bulan istimewa, yakni bertepatan bulan Muharram”. Ujarnya.


    Beliau juga menuturkan bahwa santunan tersebut juga merupakan tasyakkuran atas khataman Al Quran. ”Alhamdulillah santunan dan Polo’an ini merupakan bentuk tasyakkuran dan selamatan kita warga MTs Zaha yang telah mengkhatamkan Al Quran dalam program profatan”, ucap beliau dalam sambutannya.


    Dalam kesempatan itu beliau juga mengajak asatidz asatidzah santri dan seluruh anak yatim yang hadir supaya menjadi santri yang ahli Al Quran dan ahli sedekah.


    Salah satu anak yatim penerima santunan berterus terang bahwa dirinya merasa senang dan terkesan kebaikan MTs Zaha. Ia juga mengaku belum pernah mengikuti kegiatan santunan yang begitu meriah seperti ini sebelumnya. “Ini baru pertama saya merasakan makan bersama Kyai dan kakak-kakak santri sebanyak ini. Terima kasih dari kami untuk MTs Zaha”, ujar Fathullah, penerima santunan dari kecamatan Maron


    Sebagai acara penutup, setelah doa para santri menikmati makan bersama. Mereka berjejer rapi berhadap-hadapan membentuk barisan yang masing-masing di depannya tersaji makanan dengan beralaskan plastik. Makanan ini sengaja disiapkan oleh pihak madrasah untuk dimakan bersama. Dan sebagian santri juga membawa makanan dari pondok dan rumah. Setelah doa makan dibaca oleh Kepala Madrasah para asatidz dan santri pun dengan lahap menikmati nasi polo’an dengan nikmat.

  • Duo Jakarta Terpilih Menjadi Duta MTs Zaha Genggong

    Duo Jakarta Terpilih Menjadi Duta MTs Zaha Genggong

    Terpilih: Muhammad Ali Syifa’ (paling kiri) dan Fazatirraysah Azka El Ghifari (paling kanan) saat foto bersama usai ditentukan sebagai duta madrasah tahun 2019-2020.

    Genggong-Promosi adalah sebuah metode untuk memajukan dan mengembangkan potensi sebuah lembaga agar masyarakat tertarik dengan lembaga tersebut. Sebuah strategi promosi yang dilakukan MTs Zaha adalah memilih duta madrasah sebagai salah satu ujung tombak untuk membidik peminat MTs Zaha. Hari ini Sabtu (14/9) sebanyak 35 peserta calon duta Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong Pajarakan Probolinggo mengikuti kegiatan Pemilihan Duta Madrasah.

    Kegiatan yang dilaksanakan di GOR Damanhury Romli ini merupakan bagian dari program tahunan bidang humas MTs Zaha. Kegiatan yang diselenggarakan ini selain untuk promosi madrasah juga sebagai bentuk seleksi untuk memilih dua santri yang mencirikan MTs Zaha Genggong. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh kepala MTs. Zaha KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI, M.Pd. dan istri beliau Nyai Hj. Balqis Husni Sulthon. Tampak juga segenap pimpinan, para Asatidz dan santri putri menyaksikan pemilihan ini.

    Dari 35 peserta ini dipilah 20 besar santri putri dan 15 besar santri putra hasil penyisihan sebelumnya. Di kegiatan final duta madrasah ini akan dipilih dua peserta yakni satu putra dan putri untuk mewakili mendapatkan gelar duta madrasah. Para peserta ini merupakan utusan terbaik dari beberapa kelas yang ada di MTs Zaha dari kelas VII dan VIII. Mereka juga merupakan para santri pilihan dengan wawasan luas, baik wawasan umum maupun wawasan pesantren, mempunyai keterampilan public speaking yang baik, kepercayaan diri tinggi dan tentunya berpenampilan menarik.

    Selama sebulan penuh sepulang sekolah para peserta digodok oleh wakil kepala madrasah bagian humas, ustadz Teguh Firmansyah, S.Pd.M.Pd. dengan berbagai topik seperti public speaking, kepribadian, wawasan kepesantrenan dan nasionalisme. Materi-materi yang disajikan dalam bentuk teori dan praktek ini diselingi dengan humor dan berbagai permainan yang membuat anak-anak begitu semangat dan tak terlihat kelelahan dalam mengkuti ajang bergengsi di MTs Zaha ini.

    Dalam sambutannya, Nun Boy, sapaan kepala madrasah mengatakan bahwa ujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan ruang atau kesempatan kepada santri MTs Zaha untuk berkreasi secara bebas mengekspresikan diri sesuai bakat dan potensinya. Juga sebagai wajah dari MTs Zaha. “Dengan sebuah arti bahwa jika ingin melihat MTs Zaha, maka lihatlah Duta Madrasah, engkau akan melihat semuanya di sana. Ada semangat, ada kekompakan, ada kecerdasan, ada akhlakul karimah, ada wawasan, ada santri serta ada welcome di situ” ungkapnya disambut gemuruh tepuk tangan para santri.

    Lebih jauh lagi beliau menghimbau agar duta madrasah terpilih mempromosikan MTs Zaha ke khalayak luar dengan ciri khas santri MTs Zaha, yaitu apa adanya tetapi teristimewa. Terpilih sebagai juri dalam kegiatan tersebut diantaranya, Kepala Madrasah, istri beliau dan pembina OSIS putri, ustadz Agus Setiawan.

    Satu per satu para calon duta madrasah menaiki pentas kehormatan. Acara yang dipandu langsung oleh waka Humas tersebut berlangsung 4 babak. Babak dua puluh besar, sepuluh besar, dan babak final. Setelah melalui babak final, para peserta harus menunggu hasil perekapan nilai dari dewan juri menjadi acuan untuk memilih duta madrasah 2019/2020.

    Penantian mendebarkan dengan tanda tanya besar berkecamuk di hati para hadirin. Setelah dewan juri mengantongi nama pemenang duta madrasah, diberi kesempatan kepada kepala madrasah beserta istri untuk maju menyematkan selempang duta madrasah. Terpilih Muhammad Ali Syifa’ dari Jakarta Utara dan Fazatirraysah Azka El Ghifari dari Jakarta Selatan menjadi duta madrasah putra dan putri. Lengkap sudah nama-nama pemenang duta madrasah, di pundak mereka madrasah akan dikenal oleh para masyarakat dengan akhlak dan kecerdasannya.

  • Tim Asatidz dan Santri MTs. Zaha Genggong Juara Lomba Gerak Jalan

    Tim Asatidz dan Santri MTs. Zaha Genggong Juara Lomba Gerak Jalan

    Genggong- Dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia, MTs Zainul Hasan 1 (MTs. Zaha 1) Genggong kembali ikut serta dalam lomba gerak jalan yang diadakan panitia Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-74 RI tingkat kecamatan Pajarakan Probolinggo pada Rabu (21/8/2019).

    Lomba yang diikuti oleh ratusan tim yang terdiri dari masyarakat dan sekolah di wilayah kecamatan Pajarakan tersebut dimulai pada pukul 08.00 WIB. Lomba gerak jalan ini menempuh jarak sekitar 7 kilometer, start dari lapangan Selogudig dan finish di lapangan Pabrik Gula (PG) Pajarakan.

    MTs. Zaha sendiri mengirim empat pleton barisan. Dua pleton dari asatidz dan asatidzah serta dua pleton yang lain dari para santri putra. Hasilnya, tim santri MTs. Zaha dengan nomor urut 87 keluar sebagai juara III.

    Seperti yang disampaikan oleh koordinator lomba gerak jalan MTs Zaha, Ustadz Restu Singgih yang mendampingi tim MTs Zaha ketika lomba berlangsung mengatakan bahwa capaian ini merupakan hasil jerih payah dan semangat santri serta persiapan dalam mengikuti lomba tahunan ini.

    Sebab, tidak mudah bagi tim MTs Zaha untuk meraih juara tersebut. Mereka harus bersaing dengan puluhan peserta se-kecamatan Pajarakan. Dengan disiplin dan penampilan memukau para dewan juri, sehingga tropi juara tersebut dapat diraih.

    “Terbayar sudah. Tidak sia-sia latihan tim kita 2 minggu sebelum perhelatan ini. Semoga prestasi ini berlanjut terus di tahun ajaran baru ini” pungkasnya.

    Tak ingin kalah saing. Tim asatidz yang dikomandani oleh ustadz Roy berhasil membawa pulang juara I sebagai peserta kategori umum. Raihan ini merupakan kali pertama dari tim asatidz MTs Zainul Hasan Genggong dalam lomba juara gerak jalan setelah dua tahun sebelumnya sempat vakum dalam mengikuti lomba gerak jalan di tingkat kecamatan.

    Tim asatidz sendiri sebenarnya tidak ada target untuk menjadi juara. Sebab, setiap tahun regu asatidz memang selalu tampil memeriahkan hari ulang tahun Republik Indonesia serta menunjukkan kekompakan dari semua warga madrasah. Selain tim asatidz, tahun ini juga diikuti oleh tim asatidzah.“Kami tidak menyangka para asatidz bisa juara. Ini sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Sebuah persembahan dari asatidz untuk MTs Zaha teristimewa.” Ujar ustadz Roy.

  • OSBA Hari Kedua, Kenalkan Profil dan Para Pendiri Pesantren

    OSBA Hari Kedua, Kenalkan Profil dan Para Pendiri Pesantren

    Genggong- Memasuki hari kedua masa orientasi santri baru (OSBA) MTs. Zainul Hasan 1 Genggong pada Senin (22/7) para peserta dijamu dengan beberapa materi dari para narasumber yang mayoritas berasal dari pimpinan madrasah. Dalam kesempatan itu, santri baru mendapat tiga materi, antara lain profil pesantren dan pengenalan muassis genggong, sosialisasi tata tertib santri, serta pengenalan bimbingan konseling.

    Materi profil pesantren menjadi yang pertama disajikan kepada santri. Di sesi ini, Ustad Teguh Firmansyah, S.Pd., M.Pd. selaku pemateri menjelaskan tentang sejarah berdirinya pesantren, mulai dari pendiri pertama sampai pengasuh saat ini. Selain mengenalkan tentang sejarah dan para muassis pesantren, wakil kepala madrasah bagian humas ini juga menampilkan video inspiratif menyentuh hati yang sukses membuat para peserta osba meneteskan air mata. “Sebagai santri baru, hal yang pertama kalian rasakan adalah rindu. Rindu orang tua, rindu keluarga. Namun jangan sampai rindu itu mengecewakan orang tua kalian yang ingin anaknya sukses di pesantren ini.” Tuturnya.

    Selanjutnya, materi kedua tentang sosialisasi tata tertib santri disampaikan oleh wakil kepala madrasah bagian kesiswaan, Ustad Abdul Wafi Haris, S.H., M.Pd.I.. Pada sesi ini, beliau lebih banyak menjelaskan tentang buku CPS (Catatan Pribadi Santri). “Nantinya kalian akan mendapatkan buku CPS ini bukan hanya untuk mencatat pelanggaran yang kalian lakukan, namun juga mencatat prestasi apa saja yang kalian torehkan di MTs. Dengan catatan prestasi tersebut, maka poin pelanggaran yang kalian akan berkurang.” Tandasnya.

    Usai sosialisasi tata tertib santri, acara dilanjutkan dengan pengenalan Bimbingan dan Konseling (BK) yang disampaikan oleh Ustadzah Halimatus Sa’diyah, S.Pd. Pada sesi ini, para santri baru diajak untuk senam BK agar bersemangat lagi dalam menyimak pemateri.

    Selesai senam, Guru BK yang biasa dipanggil ustadzah Ima ini langsung menjelaskan tentang BK, mulai dari pengertian, sampai asas-asas guru BK. Ustadzah Ima juga menjelaskan bahwa guru BK bukan guru yang harus ditakuti. Namun sebaliknya, guru BK adalah orang tua bagi santri, tempat  curhat dan konsultasi santri. “Jika kalian punya permasalahan apa saja, silahkan datangi kami, guru BK. Curhatlah kepada kami, anggap kami orang tua kalian. Insya Allah akan kami bantu mencari jalan keluarnya.” Jelasnya.Usai penyampaian tiga materi, acara ditutup dengan pengarahan dan doa oleh ustad Sandi Zainullah. Selesai acara, para santri langsung meninggalkan GOR dengan didampingi oleh para pengurus OSIS.