• Keluarga Besar MTs. Zaha Gelar Buka Bersama dan Doa untuk Bangsa

    Keluarga Besar MTs. Zaha Gelar Buka Bersama dan Doa untuk Bangsa

    Genggong- Keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan Probolinggo menggelar buka bersama kemarin Rabu (22/5/2019). Kegiatan rutin tahunan ini dihadiri oleh semua dewan guru beserta keluarga..

    Kegiatan yang berlangsung di gedung MTs. Zaha tersebut selain acara buka bersama juga digelar doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia.

    Acarapun dimulai dengan Khotmil Qur’an pada pukul 15.30. Wib. Usai khotmil Qur’an dilanjut dengan pembacaan maulid nabi dan istighotsah serta ditutup dengan doa.

    Kepala MTs. Zaha, KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan bahwa melalui kegiatan ini pihaknya mengajak seluruh keluarga besar MTs. Zaha untuk memohon kepada Allah agar senantiasa diberikan keselamatan dan kedamaian untuk bangsa Indonesia.

    Kepala madrasah yang juga pengasuh Pesantren Zainul Hasan ini menjelaskan, situasi bangsa pascapemilu seperti sekarang ini sebagai warga yang bijak harus banyak berdzikir dan berdoa agar mendapat pertolongan dari Allah.

    “Jadi kita berdoa untuk bangsa Indonesia kita tercinta ini supaya senantiasa damai dan sejahtera selamanya,” ungkap kepala madrasah yang akrab disapa Nun Boy ini.

    Selain itu, lanjut nun Boy, sebagai warga yang hidup di dunia pendidikan dan di lingkungan pesantren sudah seharusnya memberikan yang terbaik untuk bangsa melalui kegiatan doa dan istighotsah bersama. “Karena memang tugas dan kewajiban kita sebagai orang pesantren untuk ikut mendoakan bangsa Indonesia,” jelasnya.

  • Hasil Tes Gelombang 1 PPDB 2019-2020

    Hasil Tes Gelombang 1 PPDB 2019-2020

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Berikut kami sampaikan hasil tes dan pemetaan kelas Penerimaan Santri Baru (PPDB) MTs. Zainul Hasan 1 Genggong tahun pelajaran 2019-2020.

    Kami ucapkan Selamat dan Sukses kepada calon peserta didik yang telah dinyatakan DITERIMA sebagai peserta didik (Santri) MTs. Zainul Hasan Genggong. Ahlan wasahlan, selamat bergabung bersama kami di MTs. Zaha Teristimewa. Semoga Barokah dan Manfaat.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    Hasil Tes PPDB Gelombang 1 dapat didownload dibawah ini: 

  • Buruan Daftar! MTs. Zaha Buka Lowongan Tenaga Pendidik

    Buruan Daftar! MTs. Zaha Buka Lowongan Tenaga Pendidik

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Diinformasikan kepada semuanya bahwa kami, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong  Pajarakan Probolinggo Jawa Timur di tahun 2019 ini sedang membuka pendaftaran tenaga pendidik.

    Ada 6 (enam) pendidik yang kami butuhkan di tahun ini. untuk itu, mari bergabung bersama kami, MTs. Zaha Teristimewa.

    Selengkapnya bisa download pengumumannya dibawah ini..

    Terima Kasih.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  • Diuji di Hadapan Wali Santri, 169 Santri Siap Diwisuda Amtsilati

    Diuji di Hadapan Wali Santri, 169 Santri Siap Diwisuda Amtsilati

    GENGGONG-Persiapan wisuda amtsilati ke IV sudah benar-benar matang. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya uji publik Amtsilati kemarin Ahad (7/4). Uji publik yang dilaksanakan di GOR Damanguri Romli PZH Genggong itu dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong (MTs Zaha) KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I.,M.Pd. dan Ketua Ikatan Pengurus Amtsilati Jawa Timur, KH. Ahmad Kamaluddin. Tampak juga hadir semua pimpinan, para Asatidz serta para santri peserta wisuda amtsilati yang berjumlah 169 santri bersama orang tuanya masing-masing.

    Dalam kesempatan tersebut, kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal menyampaikan pesan kepada semua wali santri yang hadir untuk tidak mempersoalkan banyaknya materi yang dikeluarkan untuk pendidikan putra putrinya. Dan juga beliau berpesan kepada wali santri untuk selalu terus mengawal pendidikan putra putrinya agar memperoleh pendidikan yang terbaik.

    “Panjenengan telah banyak berkorban untuk pendidikan putra putrinya. Kalau saya hitung, panjenengan dalam akhir tahun ajaran ini akan 5 kali pergi ke Genggong. Tentunya banyak sekali materi yang dikeluarkan. Tapi panjenengan tidak usah khawatir akan pengeluaran materi untuk pendidikan putra putrinya karena barokah pasti akan menyertai niat tulus panjenengan. Yang penting panjenengan konsentrasi untuk terus mengawal putra putrinya agar mendapatkan pendidikan terbaik”. Tegas beliau.


    Termasuk rangkaian uji publik, santri calon wisudawan diuji dihadapan orang tuanya untuk membuktikan bahwa santri tersebut memang layak untuk diwisuda. KH. Ahmad Kamaluddin yang mendapatkan amanah untuk menguji publik para santri memulainya dengan memberikan wejangan.

    “Bapak Ibu membiayai putra putrinya ini ibarat menanam pohon. Panjenengan memilih lahan sudah sangat tepat, yaitu pesantren Zainul Hasan Genggong, lahan yang sangat subur dan produktif. Tugas panjenengan adalah menyiapkan pupuk, penyiraman dan perawatan yang lain. Kalau cara menanam dan perawatan panjenengan tepat, maka 10 tahun lagi panjenengan akan memanen dengan puas. Inilah kiasan dari putra putri panjenengan di Pesantren ini” tutur Kiai asli Kudus ini.

    Setelah menyampaikan sambutan, Kiai Kamal (sapaan KH. Ahmad Kamaluddin, red) langsung menyuruh santri yang sudah berbaris untuk duduk bersama orang tuanya yang telah hadir. Beliau meminta kepada bapak ibu wali santri untuk membuka kitab kuning yang dibawa putra putrinya dan langsung mengujinya.

    “Kami tidak memilah ataupun memilih santri yang akan diuji. Silahkan panjenengan buka sendiri kitabnya secara acak kemudian minta putra putrinya untuk membacanya. Kalau ada yang salah cara membacanya silahkan panjenengan betulkan sendiri” disambut tawa hadirin.

    Kiai Kamal meminta wali santri yang siap diuji putra putrinya untuk maju ke pentas. Tampak banyak wali santri yang menggandeng putra putrinya maju ke pentas untuk diuji langsung oleh Kiai Kamal.

    Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Kiai Kamal, mulai dari dasar bacaannya sampai pada tashrif kalimat demi kalimat. Semua santri yang maju lugas dan lancar dalam menjawab pertanyaan Kiai Kamal. Tepuk tangan hadirin pun membahana memenuhi ruangan tanda kebanggaan kepada calon peserta wisuda.

    “Bapak Ibu lihat sendiri kan, saya sudah tidak perlu menanyakan dasar-dasar amtsilatinya. Mereka sudah menguasai penuh dasar amtsilatinya, saya hanya tinggal menanyakan tshrif dan yang lainnya”, pungkas Kiai Kamal.

    Dalam penutupnya beliau menyampaikan bahwa para santri ini sudah memiliki kompetensi dasar yang baik dalam membaca kitab yang harus ditingkatkan di tingkat pendidikan selanjutnya.

    Seperti yang diagendakan panita, Wisuda Amtsilati ini akan digelar pada tanggal 28 April mendatang.

  • Kiai Mutawakkil Resmikan Sentra Usaha Madrasah Milik MTs. Zaha

    Kiai Mutawakkil Resmikan Sentra Usaha Madrasah Milik MTs. Zaha

    KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah saat Menandatangani Prasasti Peresmian Gedung Sentra Usaha Madrasah (SUM) MTs. ZahaGenggong- Ketua Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M meresmikan Sentra Usaha Madrasah (SUM) milik MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Gedung yang berada tepat dipinggir jalan atau sebelah selatan monument NU Genggong ini diresmikan kemarin Kamis (31/1/2019).

    Peresmian tersebut dilakukan saat ketua yayasan bersama pengurus yayasan melakukan kunjungan ke MTs. Zaha untuk menggelar rapat evaluasi pendidikan. Selain gedung SUM tersebut, juga diresmikan Green House dan taman belajar santri yang telah rampung dibangun pada bulan Januari 2019.

    Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd menuturkan bahwa gedung ini merupakan salah satu pengembangan sarana prasarana madrasah yang dibangun untuk mendukung perkembangan layanan pendidikan di MTs. Zaha.

    Sentra Usaha Madrasah dibangun selain untuk melengkapi sarana prasarana, juga sebagai badan usaha madrasah. Sebab di gedung SUM ini tersedia koperasi dan kantin sehat. “Jadi dengan adanya sentra usaha ini kita juga ingin mengajarkan kepada para santri tentang entrepreneur. Sebab, tidak hanya makanan dan kebutuhan pokok yang dijual, tapi juga hasil karya santri kita pasarkan disini. Hasil karya yang dibuat santri melalui bimbingan student’s day kita hargai disini. Makanya gedungnya kita letakkan tepat dipinggir jalan supaya juga bisa diakses untuk masyarakat umum juga,” ungkap Nun Boy, sapaan akrab beliau.

    Diberi nama Sentra Usaha Madrasah, lanjut nun boy, karena disini tidak hanya ada koperasi dan kantin saja. Kedepan berencana juga akan dibuka percetakan dan usaha-usaha lainnya yang bermanfaat untuk pengembangan madrasah.

    Selain itu, taman belajar dan green house yang juga berada di lokasi gedung putra, dibangun untuk santri supaya para santri bisa belajar dengan nyaman. “Tidak selalu di dalam kelas, tapi mereka juga bisa belajar di taman. Selain itu bisa belajar dan mengenal langsung tumbuh-tumbuhan di green house yang sudah ada. Kita ciptakan nuansa hijau di lingkungan madrasah supaya semuanya bisa merasa nyaman dan kerasan di madrasah,” ungkapnya.

    Rupanya pengembangan sarana ini mendapat apresiasi dari pihak yayasan yang diungkapkan oleh kepala Biro Pendidikan, Dr. Abd. Aziz Wahab. Menurutnya MTs. Zaha tidak main-main dalam mengembangkan pendidikan. “Gedung ini merupakan salah satu bukti nyata perkembangan yang dialami oleh MTs. Zaha”, ungkap Dr. Aziz.

  • Rapat Evaluasi Pendidikan, Ketua Yayasan Puji Perkembangan Pesat MTs. Zaha

    Rapat Evaluasi Pendidikan, Ketua Yayasan Puji Perkembangan Pesat MTs. Zaha

    Genggong- Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong (YPPZH) melakukan rapat evaluasi pada masing-masing lembaga yang dikelolanya. Salah satunya Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs Zaha) yang mendapatkan kesempatan kunjungan evaluasi dari YPPZH. Kegiatan evaluasi yang dipimpin langsung oleh ketua yayasan ini dilakukan kemarin Kamis (31/1) yang diikuti oleh seluruh pimpinan, dewan asatidz, dan para karyawan keluarga besar MTs Zaha.

    Kehadiran ketua YPPZH, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH., M.M. merupakan momen istimewa bagi MTs Zaha. Terbukti dari antusiasme keluarga besar MTs dalam menyambut kehadiran beliau yang terlihat mulai dari luar gerbang MTs Zaha. Para santri calon pelopor kedisiplinan berbaris rapi di kiri kanan jalan raya diikuti para asatidz anggota tim PETASAN (Penegak Tata Tertib Santri) yang berjejer di samping gerbang madrasah. Di halaman madrasah juga berbaris rapi beberapa barisan, diantaranya para asatidz dan asatidzah, santri putra, grup hadroh Munsyiduna, mars putri dan duta madrasah yang mendampingi Kepala MTs Zaha, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd..

    Kehadiran ketua yayasan dengan mengendarai mobil golf pribadinya langsung disambut lagu Thola’al Badru yang dinyanyikan oleh grup hadroh Munsyiduna. Kepala MTs Zaha bersama duta madrasah, para pimpinan dan dewan asatidz langsung menyambut beliau dan bersalaman dengan sang guru besar.

    Rapat evaluasi yang dibuka oleh kepala Biro Pendidikan tersebut beragendakan penyampaian laporan program dan inovasi serta kendala oleh MTs Zaha. Kepala Biro Pendidikan memohon kepada segenap kepala madrasah untuk melakukan presentasi dengan jelas singkat dan padat.

    Laporan MTs Zaha disampaikan oleh Kepala MTs Zaha Abuya KH. Moh Hasan Naufal, S.HI., M.Pd.  Dalam kesempatan tersebut kepala madrasah yang juga adik dari Kiai Mutawakkil memaparkan semua hal yang berkaitan dengan keadaan MTs Zaha saat ini. Baik berupa prestasi , program, sarana prasarana, kurikulum, dan kesiswaan. Bahkan beliau juga menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi oleh MTs Zaha saat ini.

    Pengarahan ketua yayasan menjadi acara pamungkas rapat evaluasi . Beliau menekankan kepada para asatidz untuk bersyukur dan berbahagia karena Allah telah menakdirkan para asatidz bisa menjadi keluarga besar MTs Zainul Hasan Genggong dikarenakan lembaga ini merupakan lembaga yang didirikan langsung oleh KH. Hasan Saifourridzall.

    “Jarang ada sekolah seperti ini (MTs Zaha,red), maka berbahagialah anda yang mengabdi di sini, karena silsilah sanad keilmuannya jelas kepada wali Kutub, yaitu mbah wali Kyai Hasan Sepuh. Tata niat anda dan perbaiki kinerja anda”. Tutur beliau.

    Sejauh ini, lanjut kiai Mutawakkil, MTs. Zaha dalam perjalanannya dinilai mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik dari prestasi maupun pengembangan sarana. “saya akui memang sangat banyak prestasi dan inovasi yang dilakukan oleh lembaga MTs. Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan para guru yang telah ikhlas melayani putra-putri ummat”. Lanjut beliau.

    Beliau juga menyampaikan bahwa para asatidz harus mengedepankan kepentingan madrasah atau pesantren dikarenakan pesantren ini merupakan tempat yang banyak barokahnya.

    “tidak usah repot memikirkan kepentingan dunia, karena insya Allah akan mengatur anda ke arah yang baik selama anda membantu madrasahnya Kyai Sepuh” tegas beliau

    Sebelum doa, ketua yayasan memberikan penghargaan kepada beberapa guru prestasi yang berhasil mengantarkan santri MTs. Zaha meraih prestasi tingkat Jawa Timur. Dan kunjungan beliau diakhiri dengan beramahtamah di kantor madrasah dengan menikmati nasi polo’an khas MTs Zaha. bersama para asatidz.

  • Pertama Kali Ikut, Raih Juara Umum Lomba Tradisional di Pasuruan

    Pertama Kali Ikut, Raih Juara Umum Lomba Tradisional di Pasuruan

    Jiwa pantang menyerah santri Madrasah Tsanawiay Zainul Hasan (MTs. Zaha)  Genggong dalam mengukir prestasi tak pernah pudar.  Hal ini ditunjukkan dengan diraihnya juara umum pada ajang Festival Dolanan Yok! 2019 pada Ahad (27/01/2018) di Pondok Pesantren Modern Bayt Al Hikmah Kota Pasuruan.

    Festival Dolanan Yok! 2019 ini diikuti oleh peserta usia sekolah, mulai SD, SMP dan Santri tahun perwakilan beberapa sekolah dan pesantren se-Jawa Timur. Pada kesempatan ini perwakilan dari Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 (MTs. Zaha 1) Genggong berhasil membawa pulang 4 tropi juara, yaitu Juara 1 fotografi diraih oleh Reva Surya Ngasri Kinalita, Dicky Mirqotul Ulum dan Syarif Hidayatullah sebagai Juara 1 carving buah. Selanjutnya juara 2 lomba engrang diraih oleh Moh. Rangga dan Ahmad Muzaki serta juara 3 lomba layangan indah diraih oleh tim yang dikomandoi oleh Bayu Raditya bersama anggotanya Haekal Galael dan Moh. Reza

    Acara pengumuman hadiah yang dimulai jam 12.00 WIB ini diawali oleh sambutan yang disampaikan oleh wakil Ketua Yayasan Bayt Al Hikmah, Widad Bariroh. Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa pihaknya sengaja menggelar Festival Dolanan Yok! 2019 ini sebagai upaya untuk melestarikan permainan tradisional agar tidak punah di tengah banjir gagdet dan permainan digital.

    “Ini sudah yang ketiga kalinya digelar, dan akan terus kami pertahankan untuk selalu digelar di setiap tahunnya. Harapannya melalui kegiatan ini kami ingin mengajak para siswa dan anak-anak muda sekarang agar mengurangi ketergantungan pada gadget dan permainan on line” ungkapnya.

    Dalam acara penutupan yang berlangsung pada Ahad siang itu dihadiri langsung oleh Plt Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail Marzuki, dan Bupati Pasuruan, Gus Irsyad Yusuf.

    Ustad Restu Singgih, pembina dari MTs Zaha menyatakan bahwa pihaknya awalnya berniat hanya untuk memeriahkan, namun saking semangatnya para santri dapat juara. “Alhamdulillah, tidak menyangka jadi juara umum. Para santri senang banget, acaranyapun  fun sekali. Namanya permainan, tak jarang santri kita yang jatuh bangun mencoba bangkit mengejar peserta lain dengan engrangnya”. Ujarnya sambil terkekeh.

    Hal senada juga disampaikan oleh Reva Surya Ngasri Kinalita, santri kelas IX yang meraih juara 1 cabang lomba fotografi ini menyatakan bahwa para peserta banyak berasal dari sekolah yang bonafit hingga kalangan umum dengan kamera yang lebih bagus. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya mengharumkan MTs Zaha. “Memang banyak yang kameranya lebih bagus dan membuat saya sedikit kurang percaya diri. Tapi berbekal beberapa teknik yang diajari oleh pembimbing, Alhamdulillah bisa juara,” Ujarnya.

  • Kembali Torehkan Prestasi di Bidang Pencak Silat

    Kembali Torehkan Prestasi di Bidang Pencak Silat

    JUARA: Mario Ahmad Baidowi (kiri) dan Muhammat Ainul Yakin (kanan) saat Foto dengan Medali yang Diraihnya.

    Genggong-Sebanyak 638 pendekar silat dari berbagai daerah di Jawa dan Bali beradu kebolehan dalam kejuaraan pencak silat Al Khoziny Cup 1 di Sidoarjo. Even bergengsi se Jawa-Bali tersebut dihelat selama 4 hari, yakni mulai tanggal 20-23 Desember 2018 di gedung Sport SMK 10 November Sidoarjo.

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong yang mengirimkan 3 santrinya sukses menorehkan namanya di papan nama prestasi. Dua orang santri MTs Zaha atas nama Mario Ahmad Baidlowi dan Muhammad Ainul Yaqin membawa nama harum MTs Zaha. Kedua santri yang masih duduk di kelas IX itu sukses mendulang medali pada kategori kelas Pra Remaja Putra berturut-turut juara 1 dan 3.

    Al Khoziny Cup 1 se Jawa- Bali yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Al Khoziny ini merupakan ajang kejuaraan yang cukup bergengsi dalam ajang perlombaan pencak silat di Indonesia. Terbukti dari banyaknya jumlah para pendaftar dari ujung barat pulau jawa sampai ujung timur Bali yang hadir untuk memperebutkan tropi yang telah disiapkan panitia.

    Pada kategori kelas Pra Remaja Putra,setelah melalui persaingan yang ketat, Mario Ahmad Baidlowi berhasil menyisihkan para peserta dari beberapa sekolah di pulau bali pada sesi pertama dan bertanding dengan beberapa peserta dari pulau Jawa, sampai perjuangannya terus masuk final dan berhak juara satu setelah mengalahkan peserta dari sebuah pesantren di Jawa Timur.  Wajah sumringah tampak pada ustadz Taufik, pendamping pencak silat yang ikut mengantarkan ke acara lomba.

    “Alhamdulillah barokah para guru di Genggong. Tidak disangka bisa juara, padahal saingannya banyak dan tekniknya bagus-bagus tapi akhirnya ditetapkan sebagai juara” jelas ustadz Taufik, pendamping dari MTs. Zaha.

    Tak berhenti disitu, santri MTs. Zaha yang lain menambah pundi-pundi medali pada kategori Pra Remaja Putra. Adalah Muhammad Ainul Yaqin sukses menyabet juara ketiga.

    “Pesertanya banyak sekali, dengan persaingan yang ketat kita berdua bisa membawa dua juara, Alhamdulillah. Semoga tropi ini bisa menambah MTs Zaha menjadi semakin teristimewa.” Tutur Mario dengan mata berkaca-kaca.

    Hal senada disampaikan oleh Pembina Pencak Silat di MTs Zaha, ustadz Mahfudz. Ia sangat bersyukur atas perolehan juara yang kebetulan mereka adalah santri binaannya di Student’s day.

    “Tidak sia-sia santri berlatih. Program student day sebagai wadah untuk pembinaan minat bakat santri membuahkan hasil yang manis” Jelas Ustadz Mahfudz dengan bangga.

    Hal senada juga disampaikan oleh ustadz M. Restu, kapro sekaligus koordinator lomba jasmani MTs. Zaha juga mengatakan bahwa prestasi itu adalah buah dari pembinaan santri dalam penyaluran minat dan bakat dalam Student’ Day.

    “Alhamdulillah, ini merupakan hasil pembinaan berkesinambungan di Student’s  Day, yakni sebuah program unggulan yang memberikan satu hari penuh untuk mengembangkan minat dan bakat anak untuk mencapai prestasi” paparnya.