• Antisipasi Covid-19, MTs Zaha Bagikan Ribuan Masker dan Sembako

    Antisipasi Covid-19, MTs Zaha Bagikan Ribuan Masker dan Sembako

    Di tengah musibah pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini, masih banyak orang-orang baik yang mengatasnamakan individu maupun instansi berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan. Tidak terkecuali Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong (MTs. Zaha). Pada Selasa , (21/4) ribuan masker dan sembako dibagikan oleh MTs. Zaha kepada masyarakat Probolinggo yang meliputi delapan kecamatan. Delapan kecamatan ini meliputi Kecamatan Pajarakan, Kraksaan, Paiton, Kotaanyar, Maron, Gading, Gending, dan Banyuanyar. Sasarannya adalah pedagang kecil, PKL, buruh harian, fakir miskin, dan masyarakat terdampak Covid-19.

    Sebanyak 24 asatidz tersebar di delapan titik. Tidak ketinggalan kepala MTs. Zaha, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Beliau terjun langsung untuk membagikan masker dan sembako gratis kepada masyarakat.

    Koordinator pembagian masker dan sembako, Ustad Teguh Firmansyah, M.Pd. mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. “Yang jelas, kita ingin menyadarkan masyarakat agar berperilaku hidup bersih dengan menggunakan masker sehingga dapat mengurangi persebaran bahkan memutus penularan Covid-19. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menyambut bulan suci Romadhon dengan sedikit berbagi kebahagiaan kepada masyarakat kecil yang secara langsung terdampak Covid-19 dari segi perekonomian.” Jelasnya.

    Sumber dana kegiatan ini, imbuh Ustad Teguh, berasal dari program pembiasaan sedekah yang bernama Yaumus Shodaqoh yang dilaksanakan oleh para santri dan asatid setiap Kamis.
    “Dana kegiatan ini murni hasil sedekah asatidz dan santri pada kegiatan Yaumus Shodaqoh. Dengan dana sosial ini kami bisa berbagi dengan masyarakat dalam menyambut bulan Romadhon dan santunan anak yatim di bulan Muharrom” tegasnya. (Gus/Ry)

  • Perbarui Motivasi Santri Menjelang Wisuda, MTs Zaha Gelar Seminar Motivasi Amtsilaty

    Perbarui Motivasi Santri Menjelang Wisuda, MTs Zaha Gelar Seminar Motivasi Amtsilaty

    Guna memacu semangat santri dalam belajar Amtsilati, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong (MTs Zaha) menggelar seminar bertajuk “Seminar Motivasi Amtsilati”. Acara yang digelar Rabu pagi (18/3) ini bertempat di GOR Damanhuri Romly. Ratusan santri turut serta dalam kegiatan yang terbagi dua sesi ini. Sesi pertama untuk santri putra. Sedangkan sesi dua yang dimulai pukul 10.00 WIB diikuti oleh seluruh santri putri.


    Selain para santri, turut hadir para asatid dan asatidzah beserta pimpinan. Tidak ketinggalan, kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. juga turut hadir untuk memberi sambutan. Dalam sambutannya, kepala madrasah yang akrab disapa Non Boy ini berpesan agar santri mengikuti dengan seksama. “Saya harap, semua santri mengikuti acara ini sampai selesai agar kalian termotivasi.” Dawuhnya.


    Acara Seminar Motivasi Amtsilati ini dipimpin langsung oleh Koordinator Amtsilati Wilayah Jawa Timur, KH. Ahmad Kamaluddin. Dalam acara tersebut, kiai yang berdomisili di Kabupaten Bondowoso tersebut mengajak para santri untuk terus memacu semangat belajarnya agar bisa wisuda dengan cepat. “Terkadang motivasi itu lebih penting daripada ilmu. Dalam belajar, kalian harus punya motivasi agar lebih semangat, lebih giat. Saya yakin, santri MTs. Zaha teristimewa ini bisa lebih cepat belajar amtsilatinya karena mempunyai tenaga pendidik yang berkualitas.” Jelasnya.


    Selain memberikan wejangan-wejangan, kiai yang akrab disapa Kiai Kamal juga membawa beberapa santrinya yang unjuk kebolehan dalam membaca kitab kuning. Tidak hanya memaknai dengan bahasa indonesia, santri-santri tersebut juga sangat andal memaknai kitab ke dalam bahasa inggris.
    Tidak mau kalah dengan santri Kiai Kamal, santri MTs. Zaha pun juga unjuk kebolehan dalam memaknai kitab ke dalam bahasa inggris. Adalah Non Hasan dan Ali Syifa yang dengan lancar memaknai kitab dengan bahasa inggris.


    Koordinator Amtsilati MTs. Zaha, Ustad Ali Syahbana berharap, dengan workshop ini, para santri bisa lebih cepat menuntaskan hafalannya. “Harapannya adalah agar santri bisa lebih cepat belajarnya sehingga nantinya peserta wisuda di bulan Juli nanti semakin banyak.” Tuturnya. (Gus.Ry)

  • TUNJUKKAN CINTA NU, MTs. ZAHA LAKSANAKAN KOIN MUKTAMAR.

    TUNJUKKAN CINTA NU, MTs. ZAHA LAKSANAKAN KOIN MUKTAMAR.

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong (MTs.Zaha) ikut andil dalam menyukseskan muktamar NU yang ke 34 di Lampung. Hal itu diwujudkan dengan turut serta menyumbang dana bertajuk “Koin Muktamar” untuk acara yang akan digelar pada bulan Oktober 2020.

    Acara penggalangan dana tersebut digelar Kamis pagi (6/2). Sebanyak Ribuan santri dan asatid MTs. Zaha hadir, tidak ketinggalan kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. .Selain warga madrasah, penggalangan dana juga dihadiri langsung oleh wakil ketua cabang PCNU Kraksaan, KH. Drs. Abdul Hamid.

    Sebelum penggalangan dana dimulai, wakil ketua PCNU Kraksaan memberi kepada para santri. Beliau berharap para santri ikut menyukseskan acara muktamar ke-34 melalui koin muktamar. “Melalui koin muktamar ini, kami berharap seluruh warga NU, khususnya para santri MTs. Zaha teristimewa ini ikut menyukseskan acara kubro ini.” Jelasnya.

    Selain itu, Kepala MTs. ZAHA juga berpesan kepada santri agar terus berkontribusi pada kegiatan-kegiatan NU. ” Jangan lihat jumlahnya. Berapa pun yang kalian sumbangkan, niatkan dalam hati karena Allah. Semoga kita mendapat ridlo Allah, syafaat Rasulullah, dan barokah para Masyayikh NU.” Jelasnya. (Gus/Ry)

  • IKUTI FESTIVAL “DOLANAN YUK 4”, MTs. ZAHA RAIH 4 JUARA.

    IKUTI FESTIVAL “DOLANAN YUK 4”, MTs. ZAHA RAIH 4 JUARA.

    Proses yang baik akan menciptakan hasil yang baik pula. Ungkapan itu pantas disematkan kepada para santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs. Zaha) Kemarin (25/1), MTs. Zaha kembali menambah pundi-pundi juara pada ajang Festival Dolanan Yuk 4 yang digelar Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah Kota Pasuruan. Lomba yang berlangsung di halaman pesantren tersebut diikuti oleh siswa SMP/MTs. Se Jawa timur.

    Setelah melalui persaingan lomba yang sangat sengit.
    Hasilnya, Sebanyak empat piala berhasil disabet oleh para santri madrasah dengan jargon Teristimewa tersebut. Masing-masing piala antara lain juara 1 dan 3 lomba Fotografi On The Spot masing-mading diraih oleh Nila Zuhriotul dan Azriel El Miski, juara 3 lomba Vlog diraih oleh Agisna Hidayati, dan juara 3 Mural (manual drawing) oleh Tim Putri.

    Ustad Restu, selaku koordinator lomba mengapresiasi hasil yang diraih para santri putra dan putri. “Alhamdulillah hari ini kita masih diberi rezeki juara walaupun persiapannya agak mepet.” Ujarnya.
    Sayangnya,meski mendapatkan empat piala, MTs. Zaha belum mampu mempertahankan juara umum yang diperoleh tahun lalu karena kalah perolehan poin dari lembaga peserta lain.

    “Tidak apa-apa (tidak meraih juara umum). Kita evaluasi hasil hari ini untuk tahun depan.” Imbuh Pembina OSIS Putra tersebut. (Gus/Ry)

  • PERRAKA dan PRAMUKA BERSHOLAWAT MTs. ZAHA Genggong

    PERRAKA dan PRAMUKA BERSHOLAWAT MTs. ZAHA Genggong

    Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan santri dan menambah pengetahuan kepramukaan, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs. Zaha) menggelar kegiatan perkemahan yang bertajuk “Perraka (Perkemahan Rabu malam Kamis) di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Zaha 2, Desa tambelang Kecamatan Krucil. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (8-9/1) ini diikuti seluruh santri semester satu. Sebanyak 190 santri harus menjalani serangkaian kegiatan yang sudah menjadi program wajib bagi santri semester satu.


    Pada hari pertama, santri mendapatkan materi pelatihan baris berbaris dan pembentukan karakter santri. Pada materi ini, kegiatan dipimpin langsung oleh tiga anggota Koramil Kecamatan Krucil. Pada bagian ini, emosi dan fisik santri cukup terkuras. Pasalnya, karena selain baris berbaris, santri juga mendapat pelatihan fisik dan hukuman bagi yang salah dan kurang fokus. Tidak hanya hukuman fisik, pemateri dan pembina pramuka juga memberi hukuman bagi santri yang memiliki model rambut tidak rapi. Mereka yang rambutnya tidak rapi langsung dirapikan oleh pemateri dan pembina.


    “Rambut kalian yang tidak karuan itu, membuat image nakal bagi dirimu sendiri. Harusnya sebagai santri, kalian jaga penampilan agar tidak dicap jelek oleh masyarakat. Paham!” tegas salah satu pemateri.
    Pada malam hari, kegiatan dilanjut dengan kegiatan Pramuka Bersholawat. Kegiatan bersholawat dipandu langsung oleh tim Hadroh Al Munsyiduna MTs. Zaha. Dipimpin oleh Ustad Hodri, kegiatan bersholawat berlangsung khidmat dan mendapat respon yang antusias, baik dari peserta Perraka maupun warga setempat.


    Selesai kegiatan Pramuka Bersholawat, para peserta mengikuti renungan malam sambil menyalakan api unggun.
    Di hari kedua, kegiatan dimulai sejak dini hari. Setelah selesai sholat Shubuh, para peserta langsung mendapatkan materi penjelajahan. Pada kegiatan ini, peserta lagi-lagi harus menguras banyak tenaga. Mereka harus berjalan dari buper menuju salah satu bukit di Desa Bermi untuk menemukan bendera merah putih biru. Pada proses penjelajahan ini, peserta digembleng agar tidak manja, tidak penakut, dan punya karakter pekerja keras. Para peserta direndam di kolam, merangkak, dan meniti bukit. Meski kedinginan, para peserta berhasil mencapai bukit. Salah satu peserta yang pertama kali mencapai puncak bukit langsung merobek warna biru yang tersemat di bendera. Semua peserta menangis haru dan mencium bendera Merah Putih.


    “ini hanya sebagian kecil contoh perjuangan. Kalian yang bermalas-malasan, harusnya tahu diri. Para pejuang harus berkorban darah untuk merebut kemerdekaan. Mulai hari ini, setelah ini, buang jauh-jauh sikap manja kalian,” Jelas Kak Ibrahim selaku pembina Pramuka.
    Setelah mendapat pengarahan dari pembina, para peserta kembali ke bumi perkemahan. Tepat pukul sepuluh, kegiatan perkemahan berakhir dan para peserta pulang menuju ke Pesantren Zainul Hasan Genggong. (Gus.Ry)

  • Memperingati Hari Ibu, Hal Hebat Ini Yang Dilakukan MTs Zaha Genggong

    Wanita yang sukses bukan hanya pandai berkarya dalam karirnya. Wanita yang sukses bukan hanya sukses dalam meniti pendidikannya. Namun, wanita yang sukses adalah wanita yang juga pandai menata keluarganya serta mampu melahirkan generasi sholeh yang unggul dalam masyarakat. Hal ini dilakukan oleh seorang ibu yang mempunyai tekad dan kemauan yang kuat dalam mendidik putra putrinya menjadi seorang yang membanggakan orang tuanya.

    Seorang ibu yang mampu menjadi panutan dan teladan bagi anaknya. Seorang ibu yang bukan hanya mampu memberi contoh, namun juga mampu menjadi contoh. Tipe ibu seperti inilah yang sangat diidamkan oleh para kader penerus bangsa dan sangat dicintai oleh anak-anaknya. Seorang anak akan sangat merasa sangat kehilangan ditinggalkan oleh seorang ibu yang telah mendidik dan membesarkannya dari kecil sampai dewasa.

    Istri dari pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong Almukarrom KH. Moh. Hasan Abdel Bar, hari ini Ahad (22/12), Ny. Hj. Erna Ayu Anugrawaty telah kehilangan ibunda tercinta yang bernama Almarhumah Ibu Hj. Suprihati. Berkaitan dengan hal ini Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs Zaha) melaksanakan tahlil bersama untuk mendoakan Almarhumah. Do’a yang digelar sebelum ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) ini tidak menyurutkan kekhusyukan para Asatidz/h dan para santri untuk melantunkan ayat Al Quran dan tahlil. Dengan harapan semoga Almarhumah husnul khotimah dan ditempatkan di surga Allah SWT.

    Dikarenakan bertepatan dengan Hari Ibu yang peringatannya tepat jatuh pada 22 Desember, segenap warga MTs Zaha juga mendoakan setiap ibu di negara ini agar diberikan kesehatan dan panjang umur serta keberkahan oleh Allah SWT. “Sesuai dengan instruksi Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI.,M.Pd. kami segenap keluarga besar MTs Zaha mendoakan Ibu dari Ny.Hj. Erna Ayu dan para ibu yang telah wafat agar diberikan Rahmat Allah SWT dan ibu-ibu di Negara ini yang masih hidup agar diberikan kesehatan dan keberkahan umur oleh Allah SWT” tutur Waka Humas, Ustadz Teguh Firmansyah, M.Pd.

    Senada dengan yang disampaikan waka Humas, waka Kesiswaa Ustadz Abdul Wafi Harits mengatakan, “ Mewakili keluarga besar MTs Zaha, kami mengucapkan Selamat Hari Ibu. Mudah-mudahan dirahmati Allah. Selanjutmya, kegiatan doa bersama di Hari Ibu ini rutin kami laksanakan setiap 22 Desember. Doa ini sebenarnya takkan cukup membalas jasa Ibu kepada kita. Bahkan perjuangan Uwais Al Qorni yang fenomenal menggendong ibunya berhaji dari Yaman ke Makkah dengan jarak ribuan kilometer takkan cukup membalas satu hentakan tarikan nafas ibu ketika melahirkan kita” tegasnya dengan semangat.

    Selesai berdoa bersama, para santri diperkenankan untuk memasuki ruang ujian masing-masing untuk melaksanakan ujian Penilaian Akhir Semester dengan Computer Based Test (CBT).

  • SEMARAK MUSKERWIL PWNU JATIM, STAN BAZAR MTS ZAHA DIBANJIRI PENGUNJUNG

    SEMARAK MUSKERWIL PWNU JATIM, STAN BAZAR MTS ZAHA DIBANJIRI PENGUNJUNG

    Semarak perhelatan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jawa Timur yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton semakin ramai dipadati pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat kemarin (30/11). Hal ini didukung oleh adanya Bazar Nusantara yang diikuti oleh berbagai pondok Pesantren se Jawa Timur. Salah satu diantara ratusan pesantren yang mengikuti bazar adalah Pesantren Zainul Hasan Genggong. pada bazar ini Pesantren Zainul Hasan Genggong diwakili oleh Tim Bazar MTs Zainul Hasan Genggong (MTs Zaha).


    Tim bazar MTs Zaha yang diberi kesempatan emas ini tidak menyia-nyiakan momentum yang diberikan. berbagai hasil karya santri dipamerkan di stan yang telah disediakan panitia, diantaranya batako, bunga hias, vas bunga dari sampah, kaligrafi, air mancur dari sampah, bahkan beberapa makanan dan minuman hasil karya santri MTs Zaha melalui program Student’s day.


    Ustadz Kholil, pengunjung yang merupakan pengurus PCNU dari salah satu kabupaten di Jawa ,terlihat menyusuri stan bazar MTs Zaha untuk mencoba bakso dari sawi pakchoy. “Mantep banget bakso buatan santri Genggong nih…. pentolnya enak banget. Rasa sawinya muncul. pastinya mengurangi kolesterol. Bisa dicoba yang lain…,” ucap Ustadz Kholil sambil terkekeh. Ustadz Kholil yang datang bersama teman-temannya tak lupa membeli beberapa barang hasil karya santri seperti kaligrafi dan bunga. “aku beli buat istri di rumah, soalnya barangnya bagus dan harganya terjangkau,” kata Ustadz Kholil.


    Sementara itu, Hj. Faiqoh dan Hj. Laila warga Kabupaten Probolinggo yang mengaku datang untuk mengirim putranya mampir ke stan untuk bertanya tentang cara pembuatan batako plastik dan vas bunga dari sampah. “Tadi pulang ngirim anak, kita mampir di sini karena kepo batako plastik dan vas dari sampah. Skalian beli camilan di stan MTs Zaha ini. Kita sudah muter-muter tadi,” katanya.


    Ustadz Nanang sebagai penanggungjawab stan MTs Zaha mengatakan bahwa stan MTs Zaha menjadi stan paling ramai di ajang muskerwil dikarenakan barang-barang yang dipamerkan merupakan barang yang unik dan jarang dibuat orang. ” Alhamdulillah ramai banget, banyak pengurus NU yang hadir hanya sekedar untuk tanya-tanya. Banyak juga yang membeli. Salah satu yang bikin kami kaget adalah kehadiran pengasuh pondok Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini. Beliau banyak meminta informasi tentang barang-barang yang kami pamerkan. Beliau antusias sekali.” tutur Ustadz Nanang sambil tersenyum.


    Bazar yang digelar Muskerwil PWNU tersebut menjadi ajang pembuktian bagi para santri dari berbagai pesantren di Jawa Timur untuk menunjukkan bahwa jati diri santri juga untuk memperkuat perekonomian bangsa. seperti yang ditunjukkan oleh Pesantren Zainul Hasan Genggong yang diwakili MTs Zaha. (Tgh/Ry)

  • Penilaian Kinerja Kepala Madrasah MTs. Zainul Hasan Genggong.

    Penilaian Kinerja Kepala Madrasah MTs. Zainul Hasan Genggong.

    Sejumlah madrasah Tsanawiyah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten (Kankemenag) Probolinggo kedatangan tamu istimewa, yakni tim pengawas madrasah yang datang ke madrasah untuk melakukan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM). Seperti halnya pada Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, pada hari Kamis tanggal 28 Nopember kemarin juga menerima tamu pengawas madrasah yang diberi tugas Kankemenag. Sebagaimana jadwal yang ditentukan oleh Seksi Pendidikan Madrasah, tim pengawas yang hadir ke MTs. Zaha adalah Bapak Harianto, S.Pd. dan Ibu Hj. Siti Aminah, S.Ag.,MM.


    Kegiatan PKKM tersebut diawali dengan acara ramah tamah pimpinan madrasah dengan tim pengawas di ruang kepala Madrasah. Ramah tamah berlangsung singkat, tim pengawas segera memasuki ruang assessment PKKM di ruang SKS. Dalam PKKM tersebut, tim pengawas memeriksa semua berkas dan bukti fisik delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang sudah disiapkan madrasah. Selesai memeriksa berkas dan bukti fisik, kedua pengawas memberikan motion jempol sebagai bentuk hasil PKKM bernilai istimewa yang disambut dengan applaus pimpinan madrasah.


    Selanjutnya tim pengawas mengadakan pertemuan dengan pimpinan dan para asatidz dan asatidzah MTs. Zaha. Pada pertemuan tersebut, kepala MTs Zaha, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I, M.Pd dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih serta permohonan maaf kepada tim pengawas jika dalam penyambutan hingga proses penilaian terdapat banyak kekurangan. Dalam kesempatan itu pula beliau menyampaikan sedikit program yang telah dilakukan oleh MTs. Zaha, termasuk perkembangannya dari tahun ke tahun. “Kehadiran tim pengawas pada PKKM ini sangat berguna bagi kami, utamanya dalam rangka untuk meningkatkan pendidikan dan mengevaluasi diri. Untuk itu kami mohon bimbingannya agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para santri”, ujarnya yang diakhiri dengan hadiah pantun untuk tim pengawas yang disambut gelak tawa hadirin.


    Selanjutnya sambutan disampaikan oleh tim pengawas, Ibu Hj. Siti Aminah, S.Ag.,MM. Beliau menyampaikan bahwa akreditasi A yang dimiliki MTs Zaha sebenarnya sudah cukup menentukan dalam PKKM, namun tugas pengawas adalah memeriksa dan memberikan assesment. “nilai akreditasi MTs Zaha sangat menentukan dalam PKKM ini terkait kelengkapan berkas dan bukti fisik”, terangnya.Usai PKKM tersebut, tim pengawas langsung dihidangkan makan bersama dengan polo’an khas MTs Zaha dan dihidangkan bakso sawi pakchoy. (Tgh/Ry)