• MTs. Zainul Hasan Genggong Peduli Bencana Banjir DRINGU

    MTs. Zainul Hasan Genggong Peduli Bencana Banjir DRINGU

    Bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo sangat menyita rasa simpati masyarakat. Tak terkecuali MTs. Zainul Hasan Genggong.

    Kemarin (16/3), MTs. Zaha Genggong memberikan bantuan sosial kepada para korban banjir di Kecamatan Dringu tersebut. Bantuan yang dibagikan berupa sembako dan pakaian layak pakai. Sebanyak 150 paket sembako dan tujuh kardus pakaian layak pakai dibagikan langsung kepada 75 kepala keluarga Dusun Ngemplak, Desa Dringu.

    Menurut koordinator kegiatan bansos, Ustad Ibrohim Sholeh, bantuan tersebut berasal dari para santri dan asatid MTs. Zaha. ” Ini hasil dari kepedulian warga MTs. Zaha. Walaupun sedikit, semoga bisa bermanfaat bagi warga.” Jelasnya.

    Warga sangat antusias menyambut bantuan dari MTs. Zaha tersebut. Menurut salah satu warga, Dusun Ngemplak merupakan dusun pedalaman yang kurang mendapat bantuan dari luar. “Alhamdulillah. Kami bersyukur sekali (mendapat bantuan). Karena di sini (Dusun Ngemplak) bantuan yang datang hanya beberapa kali. Tidak seperti dusun yang lain.” Tutur beliau. Gus/Ry.

  • Pandemi Melanda, MTs. Zaha Tunjukkan Taringnya

    Pandemi Melanda, MTs. Zaha Tunjukkan Taringnya

    Kabar gembira kembali didapat oleh Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong ( MTs. Zaha) di awal tahun 2021. Di tengah pandemi yang masih melanda negeri, sejumlah santri MTs. Zaha berhasil meraih prestasi yang membanggakan di tingkat nasional.

    Sebanyak sembilan santri berhasil meraih juara pada dua ajang olimpiade yang diikuti secara daring pada 10 sampai dan 11 Januari 2021. Dua olimpiade tersebut yaitu News Junior Olimpiad (NJO) Medan dan Al-Fatimah Competition 2021.

    Para santri yang meraih prestasi di ajang NJO antara lain sebagai berikut. Pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Sulufa Pahlefi (semester 4I) meraih medali perak dan Wildah musyarihah (semester 4I) meraih medali perunggu. Sementara pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, Naila Hilya Aulia, Nuri Faizatul, dan Alza yang sama-sama berada di semester 4J meraih medali perak. Sedangkan Ijazatun Nafiah (semester 2O) meraih medali perunggu pada mata pelajaran matematika.

    Sedangkan pada ajang AlFACOM, tiga santri berhasil meraih prestasi, di antaranya Muh. Ali Syifa’ (semester 4C) meraih juara 3 dan Rahmat Junior Pratama (semester 2C) meraih The Best Ten pada mata pelajaran Matematika. Sementara Ghinan Nafsi M.H. (Semester 6H) meraih The Best Ten pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
    Medali yang diterima pada Kamis (4/2) sangat membanggakan keluarga besar MTs Zaha Genggong Teristimewa.

    Koordinator olimpiade, Ustad Hazbullah Rohman, S. Pd., mengatakan sangat senang dengan hasil yang diraih oleh para santri. “Alhamdulillah… Walaupun dalam kondisi seperti sekarang (red: pandemi), anak-anak masih bisa berprestasi. Ini kabar yang bagus di awal tahun 2021. Semoga ke depannya lebih baik.” Ungkapnya. (Tgh/Ry)

  • Buat Buku Bahan Ajar, MTs. Zaha Adakan Workshop

    Buat Buku Bahan Ajar, MTs. Zaha Adakan Workshop

    Dalam rangka membekali para guru dalam membuat buku bahan ajar, MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menggelar workshop penyusunan buku bahan ajar. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada Sabtu dan Ahad (09-10/1) di Hotel & Resort Kampoeng Kita, Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Workshop dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat ini diikuti oleh 55 asatid dan asatidzah dengan narasumber Dr. HM. Musfiqon, M. Pd., widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya dan Direktur Penerbit NLC di Sidoarjo.

    Pada hari pertama, acara diawali dengan pembukaan oleh kepala MTs. Zaha, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd.. Dalam sambutannya, beliau menginginkan para peserta workshop mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. “Demi lancarnya acara ini dan juga program yang kita canangkan, mohon ikuti workshop ini dengan seksama. Jangan kasih kendor.” Ujar beliau.

    Selepas pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi overview kurilulum madrasah yang disampaikan oleh narasumber. Tujuannya adalah agar buku yang nanti dibuat oleh guru sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tidak menyimpang dari kurikulum nasional.

    Setelah overview kurikulum, kegiatan dilanjutkan dengan teknik menulis buku teks pelajaran. Pada sesi ini, narasumber memaparkan bagaimana cara menulis buku dengan baik dan benar. Mulai dari mencari referensi sampai membuat outline buku. “Yang penting dalam menulis buku itu, benar isinya, benar sumbernya, dan benar nulisnya.” Jelasnya.

    Pada sesi ini, peserta juga diberi kesempatan untuk praktik membuat outline buku sesuai dengan kompetensi dasar dan materi pada masing-masing mata pelajaran. Tampak para peserta mengikuti acara dengan antusias. Hal itu terlihat ada beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber, hingga mempresentasikan hasil kerjanya. Kegiatan hari pertama berakhir pada pukul 16.00 WIB.

    Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan sesi teknik penulisan referensi online. Pada sesi ini, narasumber menjelaskan tentang cara mengambil referensi dari media online, mulai dari cara mencari referensi yang kapabel, hingga bagaimana cara menulis kutipan yang kita dapat dari online.

    Selain itu, peserta diklat juga dibekali materi layout naskah buku yang disampaikan oleh narasumber berbeda, Rizki Janata. Narasumber yang juga murid Bapak Musfiqon ini menjelaskan tata cara pengaturan layout buku, mulai dari pemilihan paper size, hingga numbering.

    Proses pembuatan buku bahan ajar ini akan dilaksanakan selama satu tahun. Rencananya, buku bahan ajar karya asatidz dan asatidzah MTs. Zaha akan tersedia untuk santri pada tahun pelajaran 2022-2023. (Gus/Ry)

  • Pendaftaran Penerimaan Santri Baru MTs. Zaha Tahun Pelajaran 2021/2022 Resmi Dibuka

    Lima santri MTs Zaha menjadi juara umum Olimpiade matematika Nasional yang dilaksanakan Timo Thailand di Jakarta (5/11/2019)

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong (MTs. Zaha) mengambil langkah awal untuk mengarungi tahun pelajaran 2021-2022. Kemarin (16/12), Penerimaan Santri Baru MTs. Zaha resmi dibuka.

    Bertempat di kantor putra MTs. Zaha, pembukaan penerimaan santri baru ditandai dengan rokatan/doa bersama pada pukul 09.30 WIB . Acara doa bersama ini dihadiri oleh seluruh asatid-asatidzah, termasuk kepala madrasah, KH.Moh. Hasan Naufal, S.H.I.,M.Pd.

    Sejumlah harapan diungkapkan kepala madrasah terkait penerimaan santri baru tahun ini. “Harapannya kita tetap menjadi madrasah pilihan dan mencapai target yang kita buat. Tidak hanya dari segi jumlah, namun juga kualitas.” tutur beliau.

    Ketua pelaksana penerimaan santri baru, ustad Teguh Firmansyah, S.Pd., M.Pd. optimis tahun ini penerimaan santri baru MTs. Zaha akan sukses dan bisa mencapai harapan. “Meski saat ini pandemi belum berakhir, kami yakin MTs. Zaha adalah salah satu pilihan terbaik karena kami tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal dengan menjaga protokol kesehatan yang ketat. Sehingga santri tidak akan ketinggalan pembelajaran”.

    Informasi yang didapat dari Panitia Penerimaan Santri Baru diantaranya:
    Pendaftaran Gelombang 1 dimulai 16 Desember 2020 s.d 31 Maret 2021, sedangkan gelombang 2 dimulai 1 April 2021 s.d 15 Juli 2021.
    Tes masuk dilaksanakan bersamaan pada 18 Juli 2021 (Ags/Tgh)

  • “Rayakan Hari Guru Nasional, Santri MTs. ZAHA Suguhkan Penampilan dan Beri Bunga untuk Guru”

    “Rayakan Hari Guru Nasional, Santri MTs. ZAHA Suguhkan Penampilan dan Beri Bunga untuk Guru”

    “Tuntutlah ilmu mulai dari gendongan sampai ke liang lahat”. Ungkapan tersebut menunjukkan betapa panjang proses menuntut ilmu bagi manusia. Hal ini tentunya tak lepas dari peran seorang guru. Jasa-jasanya begitu besar bagi bangsa.

    Sebagai bentuk penghormatan kepada para guru, santri MTs. Zainul Hasan 1 Genggong (MTs Zaha) yang dikoordinatori oleh pengurus OSIS (IPNU/IPPNU) memperingati perayaan Hari Guru Nasional pada Rabu (25/11) dengan memberi bunga kepada para guru di MTs. Zaha. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB atau jam pelajaran pertama. Kegiatan ini berlangsung di dua tempat, yaitu di putra dan di putri. Tentunya kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

    Di MTs. Zaha putra, para santri berbaris rapi di teras kelas sambil menyanyikan lagu Hymne Guru yang dipandu oleh tim paduan suara Munsyiduna. Setelah itu, para santri yang diwakili pengurus OSIS (IPNU) memberikan bunga kepada para ustadz (guru). Sedangkan santri lainnya bersalaman kepada para ustad (guru).

    Sementara di putri, perayaan hari guru dilakukan di kelas-kelas. Para santri menyanyikan lagu Hymne Guru yang dipandu oleh salah satu pengurus OSIS (IPPNU) melalui pengeras suara di kantor. Selain memberi bunga, para santri putri juga menyuguhkan beberapa penampilan di kelasnya. Seperti di kelas semester 3J yang membacakan puisi untuk guru di kelas tersebut.

    “Selamat Hari Guru untuk ustadz dan ustadzah MTs. Zaha. Semoga selalu diberikan kesehatan dan panjang umur oleh Allah Subhanahu Wa ta’ala.” Ungkap salah satu santri semester 3J. (Gus/Ry)

  • Menyambut 10 Muharrom, MTs Zaha Berbagi dengan Anak Yatim

    Menyambut 10 Muharrom, MTs Zaha Berbagi dengan Anak Yatim

    Di tengah musibah pandemi yang melanda negeri ini, tidak menyurutkan langkah MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Teristimewa (SD Zaha) untuk bersilaturahmi sekaligus berbagi kepada yatim piatu. Kemarin, (29/8) kepala madrasah bersama wakamad humas, komite madrasah, dan duta madrasah membagikan santunan kepada puluhan anak yatim dari beberapa kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

    Kegiatan yang istiqomah dilakukan tiap tahun ini dipusatkan di SD Zainul Hasan (SD Zaha) Genggong dan MI Tanwirul Mubtadiin Kecamatan Banyuanyar.

    Kegiatan santunan dalam menyambut 10 Muharram ini berlangsung mulai pukul 10.00 WIB di SD Zaha Genggong. Setelah itu, tim langsung menuju ke MI Tanwirul Mubtadiin Banyuanyar.

    Pada kegiatan santunan tersebut, kepala madrasah turut mendoakan penerima santunan.”Semoga sedikit rezeki dari warga MTs. ZaHa ini membawa kemanfaatan bagi kalian. Dan mudah-mudahan apapun cita-cita kalian dapat tercapai, ” dawuh beliau.

    Santunan yang diberikan kepada anak yatim tersebut merupakan hasil shodaqoh dari para santri dan asatidz pada program Yamus Shodaqoh setiap Kamis.

  • SANTRI MTS ZAHA GENGGONG TERISTIMEWA PANJAT TEBING EKSOTIS DEMI HUT RI KE-75

    Azriel El Miski santri MTs Zaha membentangkan bendera MTs Zaha Teristimewa setelah mengibarkan bendera Merah Putih

    Menyambut Peringatan Puncak HUT RI ke 75, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Probolinggo melakukan pengibaran bendera merah putih raksasa, di tebing Kali Pedati, Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. 

    Bendera Merah Putih raksasa itu dikibarkan di tebing bebatuan luas yang memiliki ketinggian sekitar 75 meter. Untuk pengibaran bendera merah putih di tebing yang melakukannya para atlit Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Probolinggo.

    Yang menarik, salah satu atlit yang bertugas untuk mengibarkan bendera adalah santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs. Zaha). Azriel El Miski. Santri yang memiliki kemampuan panjat tebing ini pada dirinya mengalir darah atlit dari ayahnya, Jackey Wicaksono, pengurus FTPI Kabupaten Probolinggo.

    Guru pendamping dari MTs Zaha, Ustadz Roy mengatakan, pengibaran bendera merah putih di tebing Kali Pedati yang memiliki ketinggian 75 meter dipilih, sesuai dengan Hari Kemerdekaan ke 75 Republik Indonesia.

    Menurutnya, pengibaran Bendera Merah Putih di tebing Kali Pedati ini bisa dikatakan kedua kalinya dilakukan oleh Pemkab Probolinggo. Apalagi, tebing Kali Pedati sendiri, merupakan tebing yang indah dan masih belum terjamah masyakarat umum.

    “Karena Tebing Kali Pedati memiliki kontur yang indah dan cukup terjal, tentu sangat eksotis jika digunakan sebagai tempat pengibaran bendera. Ini momen berkesan untuk peringatan hari kemerdekaan Indonesia,” kata Ustadz Roy.

    Proses pengibaran bendera Merah Putih di tebing eksotis Kali Pedati

    Diwawancarai secara terpisah, wakil Kepala MTs Zaha, Ustadz Teguh Firmansyah, M.Pd., mengatakan bahwa ini merupakan suatu apresiasi yang sangat tinggi bagi MTs Zaha karena salah satu santrinya bisa mengharumkan nama madrasah dan Kabupaten Probolinggo.

    Endless Probolinggo, wisata Kabupaten Probolinggo yang tiada habisnya. The best chance for us. Sebuah kebanggaan bagi keluarga besar MTs Zaha Genggong Teristimewa mendapatkan tugas mulia dari pemerintah. Ini kali kedua santri MTs Zaha mengibarkan bendera raksasa di tebing Kali Pedati. Kami akan terus mendukung setiap langkah kabupaten Probolinggo di even-even selanjutnya” tuturnya mantap. (tgh/ags)

  • SAMBUT TAHUN PELAJARAN BARU, ASATID MTs. ZAHA GELAR KERJA BAKTI

    SAMBUT TAHUN PELAJARAN BARU, ASATID MTs. ZAHA GELAR KERJA BAKTI

    Dalam rangka menyambut tahun pelajaran 2020-2021, MTs. Zainul Hasan 1 Genggong mengadakan kegiatan kerja bakti di lingkungan madrasah. Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu pagi (4/7) tersebut dilakukan di dua tempat terpisah, yaitu di halaman kantor putra dan kantor putri.

    Seluruh asatid dan asatidah turut serta membersihkan halaman madrasah, mulai dari membersihkan rumput yang ada di paving, sampai membersihkan area dalam kantor madrasah. Sementara di kantor putri, asatidzah membersihkan area dalam kantor sampai lantai.

    Ustad Teguh Firmansyah, M.Pd., selaku koordinator kegiatan menuturkan bahwa kegiatan ini juga ingin menjaga kekompakan para asatid-asatidah MTs. Zaha.

    “Selain ingin memelihara kebersihan madrasah, kami ingin menjaga kekompakan keluarga MTs. Zaha yang beberapa bulan ini sudah jarang berkumpul karena pandemi.” Tuturnya.

    Selesai kerja bakti, asatid-asatidzah dijamu dengan es puter karya santri MTs. Zaha dan makan bersama atau polo’an.(Gus/Ry)