Kategori: Prestasi

  • Regu Scorpion Bawa Pulang 5 Trofi LKKPP 2018

    Regu Scorpion Bawa Pulang 5 Trofi LKKPP 2018

    Regu Scorpion bersama trofi yang diraih pada LKKPP GPS MAN Paiton 2018

    GENGGONG- Man Jadda wajada. Barang siapa yang bersungguh-sungguh, dia pasti akan mendapatkan hasilnya. Hasil tidak mungkin akan mengecewakan usaha. Mungkin dua istilah ini yang tepat untuk menggambarkan kerja keras tim pramuka MTs. Zainul Hasan Genggong selama dua hari mengikuti LKKPP (Lomba Kreasi dan Kompetisi Pramuka Penggalang) yang diadakan oleh MAN 1 Probolinggo ini membuahkan hasil. Kemarin (04/3), tim pramuka MTs. Zaha dengan nama regu Scorpion berhasil membawa pulang lima trofi dari delapan cabang lomba yang dilombakan selama dua hari.

    Kegiatan yang diikuti oleh pramuka penggalang se kabupaten Probolinggo tersebut dimulai dengan upacara pembukaan terlebih dulu. Perdana regu Scorpion ini bisa menyumbangkan trofi dalam cabang lomba pioneering. Sebuah awal yang baik untuk ajang perlombaan. Pada lomba kedua, tropi perorangan lomba Stand Up comedy juara kedua bisa disumbangkan oleh M. Ilham Hamdani

    Kesuksesan regu Scorpion terus berlanjut pada lomba-lomba berikutnya. Satu tropi lagi berhasil direbut tim scorpion. M. Ilham hamdani dkk berhasil menyumbangkan tropi juara 2 untuk atraksi yel-yel. Perolehan trofi tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi ketua regu, Sofwanut Turqi. “Alhamdulillah sudah 3 trofi yang kita dapat, semoga teman-teman masih terus semangat untuk menghadapi lomba berikutnya. Bravo Scorpion, bravo MTs Zaha!” tegas Torik, sapaan akrabnya.

    Berlanjut pada lomba sore hari, regu scorpion ini lagi-lagi berhasil mempersembahkan tropi. Dua lomba yang perlu kekompakan dan kerjasama tim berhasil mereka raih, yaitu lomba Morse estafet dan Kolone Tongkat . Tim Scorpion berhasil menjadi juara kedua dan ketiga pada kedua lomba tersebut.

    Raihan lima tropi juara  tersebut belum bisa menjadikan Tim Pramuka MTs. Zaha juara umum karena kalah dalam perhitungan poin. Kendati demikian, pencapaian tim pramuka yang dibina oleh Kakak Mutawally Assyarowi ini patut diapresiasi. Ustadz Abdul Wafi Haris selaku wakil kepala bagian Kesiswaan menyampaikan apresiasi kepada segenap tim pramuka MTs Zaha. “Kami mewakili segenap warga MTs Zaha angkat topi untuk tim Scorpion, tim Pramuka MTs Zaha yang telah mengharumkan nama MTs Zaha di tingkat Kabupaten Probolinggo. Semoga di ajang-ajang lomba kepramukaan, tim ini bisa memboyong lagi tropi yang diperebutkan” tutur beliau dengan bangga.

    Terpisah, Kakak Mutawally Assyarowi menyampaikan kepada semua anggota tim Scorpion untuk selalu semangat dan selalu lapang dada dalam menerima hasil akhir dari perlombaan.   “Kita harus bersyukur dan legawa dengan hasil ini. Adik-adik harus tetap semangat dan terus berusaha menjadi yang teristimewa. Seperti pesan Bung Karno, Siapa yang ingin mendapatkan mutiara termahal, dia harus mau menyelami lautan terdalam” tutur pembina yang biasa dipanggil Kak Roy. (Tgh/Pin)

  • MTs. Zaha Sabet Tiga Juara pada Perhelatan GPS MAN 1 Probolinggo

    MTs. Zaha Sabet Tiga Juara pada Perhelatan GPS MAN 1 Probolinggo

    Dari Kanan, Kelvina dan Priska Usai ditetapkan Sebagai Juara 1 dan 2 Pidato Bahasa Indonesia pada ajang GPS 2018.

    GENGGONG- Lagi-lagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menorehkan namanya dalam ajang Gebyar Prestasi Siswa (GPS) tahun 2018. Para santri yang mengikuti kegiatan itu sukses mengulang prestasi tahunan tingkat kabupaten Probolinggo yang dilaksanakan oleh MAN 1 Probolinggo ini. Terbukti, saat GPS ini dilaksanakan sejak 26 Februari kemarin, MTs. Zaha berhasil mengumpulkan 3 trofi juara dalam bidang seni.

    GPS yang dilaksanakan oleh MAN 1 Probolinggo ini merupakan ajang yang cukup mentereng dalam ajang perlombaan di kabupaten Probolinggo. Terbukti dari banyaknya jumlah para pendaftar yang hadir untuk memperebutkan tropi yang telah disiapkan panitia

    Pada cabang Tartil, MTs. Zaha juga sukses menorehkan namanya pada papan juara. Setelah melalui persaingan yang ketat, Moh. Hasan Zamzami yang masih kelas VIII ini berhasil menyisihkan para peserta dari beberapa sekolah di kota dan kabupaten Probolinggo dengan menyabet juara 1. Wajah sumringah juga tampak pada ustadz Sandi, pembimbing tartil yang ikut mengantarkan ke acara lomba.

    Moh. Hasan Zamzami saat Mengekspresikan Kegembiraannya atas Prestasi yang Diraih sebagai Juara 1 Tartil

    “Alhamdulillah barokah para guru di Genggong. Tidak disangka bisa juara, padahal Moh. Hasan Zamzami ini adalah cadangan. Akhirnya ditetapkan sebagai juara” jelasnya mantap

    Tak berhenti disitu, cabang seni lain santri MTs. Zaha menambah juara pada cabang lomba pidato bahasa Indonesia putri. Peserta dengan nama Kelvina Berlian Noer Riza, santri kelas VIII yang juga menjabat sebagai ketua OSIS putri ini berhasil meraih juara 1, diikuti oleh teman sebayanya, Priska Zachra Fitriapsari juga berhasil menyabet juara 2 pada cabang lomba yang sama.

    “Pesertanya banyak sekali, dengan persaingan yang ketat kita berdua bisa memborong juara, Alhamdulillah. Semoga tropi ini bisa menambah MTs Zaha menjadi semakin teristimewa.” Tutur Kelvina dengan mata berkaca-kaca.

    Hal senada disampaikan oleh Pembina pidato bahasa Indonesia, Ustadzah Indah. Ia sangat bersyukur atas perolehan juara yang kebetulan mereka adalah ketua dan wakil ketua OSIS putri.

    “Tidak sia-sia santri berlatih. Perhatian kepala madrasah, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal terhadap pembinaan minat bakat santri membuahkan hasil yang manis” Jelas Ustadzah Indah dengan bangga.

    Sementara itu, ustadz Hazbullah Rohman, kapro sekaligus koordinator lomba MTs. Zaha mengatakan bahwa pihaknya mendelegasikan beberapa peserta saja dalam kegiatan ini. artinya, tidak semua cabang lomba diikuti sebab padatnya kegiatan di MTs. Zaha. “Santri kita hampir menghadapi ujian tengah semester, jadi kita kondisikan mereka supaya fokus pada ujiannya. ya Alhamdulillah dari 3 cabang lomba yang kita ikuti, ada 2 cabang lomba yg kita raih juaranya”, paparnya.

    Para juara tersebut akan menerima trofi sesaat setelah closing ceremony kegiatan GPS yang dilaksanakan di MAN 1 Probolinggo pada Ahad tanggal 4 Maret mendatang. (Tgh/Pin)

  • Lagi, MTs. Zaha Raih Juara Pada Olimpiade 15 SMA Unggulan

    Lagi, MTs. Zaha Raih Juara Pada Olimpiade 15 SMA Unggulan

    Putri Nadia Nur Fadila saat Menerima Tropi Juara 2 lomba Poster di SMA Unggulan (24/2/2018)

    GENGGONG- Setelah banyak mendulang prestasi di Madrasah Aliyah Model Hafshawaty, kali ini Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali mendulang prestasi di SMA Unggulan Hafshawaty dalam Olimpiade 15 pada Sabtu (24/2).

    Kontestan yang datang dari wilayah tapal kuda membuat persaingan makin sengit, utamanya  dalam bidang poster. Gambar-gambar dan desain poster yang menarik sempat membuat ciut santri delegasi dari MTs. Zaha. Namun akhirnya setelah dilakukan penjurian MTs. Zaha Genggong yang mengirimkan delegasinya dalam bidang poster berhasil menyabet juara 2. Adalah Putri Nadia Nur Fadila yang berhasil membawa nama harum MTs Zaha.

    “Alhamdulillah ustadz, deg-degan juga. Persaingan ketat banget. Hasil mereka bagus-bagus. Merinding mendengar pengumumannya saya bisa juara 2” tutur Putri, panggilan Putri Nadia Nur Fadila.

    Hal senada disampaikan oleh Pembina poster, Ustadz Junaidi. Beliau menyampaikan bahwa perolehan ini tak luput dari semangat santri MTs. Zaha serta barokah dari para wali Genggong. “ini barokah ustadz. Kalau melihat gambar posternya mungkin kita kalah, tapi ada kelebihan buatan Putri ini, pesannya mengena sekali pada masyarakat. Saya yakin Putri ini bisa juara, karena dia sudah banyak makan asam garam lomba poster,” tuturnya tegas.

    Prestasi ini sekaligus mempertahankan gelar lomba poster pada peringatan olimpiade 14, tahun lalu. Lomba serupa dalam memperingati Olimpiade 14, MTs. Zaha berhasil memposisikan diri sebagai juara ke dua.

    Prestasi selanjutnya diukir oleh grup rebana MTs. Zaha, grup yang dibina Ustadzah Jumriatul Hasanah ini berhasil menyabet juara 3 pada ajang olimpiade 15 tersebut. Persaingan sengit juga terjadi di ajang ini. Penampilan- penampilan rebana dari sekolah dan madrasah se tapal kuda tdk membuat kecil nyali delegasi MTs Zaha. Performa yang maksimal bisa mengantarkan grup rebana MTs Zaha ke tangga juara 3.

    Dari bidang mapel, ada satu  perwakilan MTS zaha yang bisa masuk 5 besar, tepatnya juara 4. Adalah Ayu Sulistiyowaty yang berhasil masuk 5 besar mapel fisika.

    Ustadz Hasbullah melalui via telepon mengatakan bahwa prestasi di mapel ini cukup membanggakan Karena santri tersebut dapat menyisihkan para siswa dari berbagai sekolah bonafit di kabupaten Probolinggo. “Untuk lembaga MTs kita paling atas, kita masih kalah pada lembaga SMP Negeri. Ini pelajaran buat kita untuk tetap semangat dan berbenah lagi”, ucapnya. (Tgh/Pin)

  • Rangkai Gaun Berbahan Sampah Plastik, MTs. Zaha Juara Satu Fashion Daur Ulang

    Rangkai Gaun Berbahan Sampah Plastik, MTs. Zaha Juara Satu Fashion Daur Ulang

    Anggung: Gaun Daur Ulang dari Bahan Plastik Hasil Karya Santri MTs. Zainul Hasan Genggong

    Genggong- Rupanya sampah memang membawa berkah bagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Sebab, setelah berhasil menciptakan paving block dari daur ulang sampah plastik, kini bank sampah teristimewa (BST) MTs. Zaha kembali memanfaatkan sampah untuk pembuatan gaun cantik. Gaun ini dibuat untuk diikutkan lomba fashion show daur ulang pada ajang M-Facture 2018 yang diselenggarakan oleh MA Model Hafshawaty, Kamis (22/2/2018).

    Hasilnya sangat fantastik. Gaun yang didominasi warna putih dengan kombinasi sayap itu nampak sangat indah saat dikenakan oleh Neli Himami Hafsaway, santri kelas 9F. Tak heran, hasil karya santri MTs. Zaha ini terpilih sebagai yang terbaik pada ajang tersebut.

    Ustadzah Jumriyatul Hasanah, Pembina dalam proses pembuatan gaun ini mengatakan, bahwa bahan dasar pembuatan gaun ini adalah plastik bekas yang diperoleh dari bank sampah MTs. Zaha. “Sejak awal ada info lomba ini, kami sudah koordinasi kepada pengelola bank sampah untuk memilah sampah plastik jenis tas kresek yang masih utuh untuk dijadikan bahan dasar. Plastik yang sudah terkumpul itu kita bersihkan dahulu dengan cara mencuci hingga bersih lalu dikeringkan”, jelasnya.

    Sementara itu, Laili Mamluatul Ulfiyah yang kemarin mewakili MTs. Zaha menjelaskan bahwa dirinya  butuh waktu seminggu untuk menyelesaikan pembuatan gaun tersebut dengan dibantu beberapa temannya.

    Ia juga menjelaskan proses atau tahapan dalam pembuatannya. “Awalnya kita buat pola dulu dari plastik bening, kemudian kita tempel tas kresek bekas tersebut menggunakan lem tembak hingga terbentuk mengikuti pola yang sudah kita buat. Ada sekitar 400 tas kresek untuk membuat baju ini.”, jelas santri kelas 9F ini.

    Sementara itu, untuk bagian sayap ia menyebutkan bahan dasarnya juga dari tas kresek serupa dan kardus bekas. Kardus bekas itu olehnya ditegakkan dengan menggunakan kawat sepanjang 2 meter. Sementara plastiknya tetap dilekatkan menggunakan lem tembak. Butuh 6 kardus dan 240 tas kresek untuk pembuatan bagian sayap ini.

    Santri kelas fullday agama Ini juga menyebutkan bahwa biaya pembuatan gaun ini terbilang sangat murah. Ia mengaku hanya butuh biaya Rp. 72.000 untuk menyelesaikan satu gaun tersebut. “Ya kita beli bahan seperti kawat, lem tembak, dan plastik bening yang tidak ada di bank sampah. Gaun ini memiliki berat sekitar 10 kilogram”, jelasnya. (pin)

  • Borong Juara dalam Ajang M-Facture 2018

    Borong Juara dalam Ajang M-Facture 2018

    Kompak: Para juara lomba ajang M-Facture 2018 Foto Bersama Pembina Usai Penyerahan Piala di MA Model

    Genggong- Santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo tak pernah berhenti menorehkan prestasi. Kali ini madrasah yang berjargon Teristimewa ini  meraih 5 juara pada ajang M-Facture 2018 yang diselenggarakan oleh MA Model Hafshawaty. Dalam perhelatan tahunan yang diselenggarakan Kamis (22/2/2018) kemarin, ada lima cabang yang dilombakan, yakni English Composition, Fashion Daur Ulang, Mading 3D, Insya’ Arobiyah, dan foto on the spot.

    Hasilnya, dari cabang lomba fashion daur ulang, mading 3D, dan photo on the spot perwakilan dari MTs. Zaha berhasil meraih juara 1. Ditambah cabang lomba English Composition yang  berhasil meraih juara 1 dan 2, yakni Halimatus Sa’diyah dan Putri Nadia Nur Fadila. “Kami gagal di cabang lomba Insya’ Arobiyah”. Ujar ustadz Hazbullah Rohman, koordinator olimpiade MTs. Zaha.

    Ustadz Agus Setiawan, Pembina Mading 3D mengatakan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kerja keras tim mading MTs. Zaha. Tim yang diketuai oleh Adinda Febriani Saputri itu telah mempersiapkan sejak seminggu sebelum lomba digelar. “Mereka memang kompak menyelesaikan tugasnya masing-masing, sehingga hasilnya bisa memuaskan”, jelas ustadz yang juga Pembina OSIS putri ini.

    Disamping itu, lanjut ustadz Agus, tim mading MTs. Zaha memang optimis untuk menang. Sebab, menurutnya para santri sudah bisa dibilang berpengalaman dalam mengikuti lomba mading. “Mereka juga pernah meraih juara kedua dalam lomba mading antar lembaga di Genggong, bahkan saat itu lawannya juga banyak dari lembaga tingkat SMA dan MA. Makanya lomba kali ini kita target juara satu karena lawannya setingkat dengan kita dan Alhamdulillah berhasil, “katanya.

    Sementara itu, Reva Surya Ngasri mengaku senang dan tak menyangka kalau hasil bidikan kameranya ditetapkan sebagai yang terbaik. Ia juga sempat minder dan pesimis saat melihat peserta lainnya. “Tapi Alhamdulillah diberi juara pertama”, ujar santri kelas 8H ini.

    Ia juga berharap bisa mengembangkan bakatnya itu di MTs. Zaha. Santri yang mengaku baru pertama mengikuti lomba photo on the spot ini juga siap ikut serta jika ada event lomba fotografi lagi. “Ingin mencoba kalau ada lomba lagi, syukur-syukur nanti juga dibuka cabang student day fotografi untuk tambahan ilmu. sebab teman-teman juga banyak yang suka foto dan memiliki kamera”, katanya penuh harap. (pin)

  • MTs. Zaha Kembali Raih Juara II Lomba Mading

    MTs. Zaha Kembali Raih Juara II Lomba Mading

    Mading 3D Karya Santri MTs. Zaha saat Penilaian oleh Dewan Juri yang Akhirnya Ditetapkan Sebagai Juara II

    Genggong- Tim Mading Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali mengukir prestasi dalam lomba mading 3 dimensi yang digelar oleh Ikatan Pelajara Nahdlatul Ulama (IPNU) Komisariat Pesantren Zainul Hasan Genggong pada Jumat (20/10) kemarin. Prestasi ini merupakan kali ke dua yang diraih oleh MTs. Zaha pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) setelah bersaing dengan 15 tim mading dari seluruh lembaga pendidikan dibawah Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan dan Hafshawati.

    Prestasi ini sekaligus mempertahankan gelar pada peringatan HSN tahun lalu. Lomba serupa dalam memperingati HSN tahun 2016, MTs. Zaha berhasil memposisikan diri sebagai juara ke dua setelah juara satu diraih oleh SMA Unggulan Haf-Sa yang juga sebagai juara bertahan tahun ini.

    Pemberian hadiah dan penghargaan bagi para juara dilakukan saat apel peringatan Hari Santri Nasional di halaman P5 Pesantren Zainul Hasan Genggong. Penghargaan itu diserahkan oleh KH. Moh. Hasan Naufal, kepala MTs. Zaha yang saat itu juga bertindak sebagai Pembina apel kepada perwakilan para juara, diantaranya juara 1 lembaga SMA Unggulan Haf-Sa diwakili oleh ustadz Abdul Mufid, Juara ke dua diterima oleh Ustadz Abd. Wafi Haris, serta juara ke tiga diraih oleh Madita Zaha yang penghargaannya diterima oleh KH. Moh. Hasan Maulana.

    Salah satu peserta dari MTs. Zaha, Adinda mengaku senang sekali timnya bisa meraih juara. Jerih payahnya terbayar setelah timnya ditetapkan sebagai juara ke dua. “kami senang sekali masih bisa juara, meskipun hanya juara ke dua. Sebab lawan kita bukan hanya tingkat SMP tapi lebih banyak dari tingkat SLTA”, ujar santri kelas IX ini.

    Disamping itu, ustadz Abd. Wafi Haris, Wakil Kepala Madrasah bagian Kesiswaan, mengapresiasi prestasi yang diraih oleh para santri MTs. Zaha tersebut. “Alhamdulillah, tahun ini kita dapat mempertahankan gelar yang kita raih tahun lalu. Selamat kepada tim mading yang telah berhasil memberikan prestasi kepada MTs. Zaha. Dan semoga tahun depan kita bisa rebut juara pertama”,  Jelas ustadz Wafi. (Gus/Fin)

  • Ikuti Paradise II di Jember, Regu Scorpion Bawa Pulang 3 Juara

    Ikuti Paradise II di Jember, Regu Scorpion Bawa Pulang 3 Juara

    Santri MTs. Zaha Genggong saat Terima Juara Pada Ajang Paradise II MAN 2 Jember

    Regu Scorpion MTs. Zainul Hasan 1 Genggong kembali mengikuti ajang lomba pramuka penggalang yang diadakan oleh MAN 2 Jember bertajuk PARADISE II. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (14-16 Oktober 2017) tersebut berisi tiga belas lomba yang diperebutkan oleh lembaga se Jawa Timur.

    Dari tiga belas lomba yang diadakan, Regu Scorpion hanya bisa membawa pulang 3 kategori lomba saja. Yakni, lomba pioneering juara satu, lomba cerdas cermat juara dua, dan lomba Clean Resident juara tiga. “Alhamdulillah kita masih bisa pulang dengan membawa juara”, ujar ustadz Agus, pendamping peserta lomba.

    Ustadz Agus juga menyampaikan bahwa ini merupakah hasil dari semangat para santri MTs. Zaha yang mengikuti paradise II ini. Para santri yang tergabung dalam regu scorpion ini melakukan latihan lebih ekstra untuk mempersiapkan lomba.

    Namun disisi lain, ternyata persiapan tersebut harus bertentangan dengan beberapa teknis lomba yang berubah-ubah dan tidak sesuai juknis dan peraturan awal. Sehingga hal tersebut mengotori ajang yang sudah berlangsung ke dua kalinya ini dan tentunya merugikan pihak MTs. Zaha. Tak sedikit pendamping regu yang protes kepada panitia, termasuk pendamping dari MTs. Zaha.

    Pada ajang lomba warna-warni paradise (mengecat tembok) misalnya, yang semula menggunakan tiga warna, berubah menjadi dua warna saja. Hal ini sangat bertentangan dengan topic lomba “warna-warni. Kemudian lomba mading 3D, yang di juknis peserta terdiri atas empat orang, pada saat perlombaan hanya diperbolehkan tiga orang.

    Tidak sampai di situ, lomba PBB tongkat bukan hanya menyalahi teknis, namun sudah menyalahi aturan dalam pramuka. Menurut Kak Roey, Pembina Pramuka MTs. Zaha, sandang tongkat seharusnya tidak memakai tali. “Saya nggak ngerti aturan di Jember ini seperti apa. Tapi yang jelas, di mana-mana sandang tongkat itu tidak pakai tali.” Protes Pembina yang juga anggota Saka Bhayangkara Polres Probolinggo tersebut.

    Protes juga dilayangkan oleh pendamping regu dari madrasah lain. Pendamping berbaju loreng tersebut menyayangkan keputusan juri yang berubah-ubah. “Tadi di papan pengumuman, regu kami lomba pentas seni juara satu. Ketika pengumuman, eh malah juara tiga. Gak fair ini jurinya”, Tandasnya. (Gus/Fin)

  • Juara II MTQ pada Ajang MIC MAN 2 Jember

    Juara II MTQ pada Ajang MIC MAN 2 Jember

    M. Fatoni Dailani, Santri MTs. Zainul Hasan Genggong yang Meraih Juara II MTQ pada ajang MIC MAN 2 Jember

    Santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali mengikuti berbagai lomba. Kali ini, mereka bersaing pada ajang Muharram Islamic Competition (MIC) di MAN 2 Jember selama tiga hari, 14-16 Oktober 2017. Lomba-lomba yang diadakan se-Jawa Timur itu antara lain kaligrafi, pidato bahasa arab, MTQ, olimpiade matematika, dan lomba pramuka penggalang.

    Dimulai dengan lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), MTs. Zaha mendelegasikan tiga santri. Pada lomba yang diikuti oleh lebih dari seratus peserta ini, salah satu perwakilan MTs. Zaha, M. Fatoni Daelani berhasil menjadi juara ke dua. Hal ini merupakan suatu kebanggaan mengingat santri asal lumajang tersebut saat ini masih kelas VII. Sedangkan delegasi lainnya, Faga yang juga masih duduk di kelas VII harus puas dengan juara harapan, yang kali ini tidak disediakan tropi oleh panitia.

    Kemudian, pada lomba pidato bahasa arab, MTs. ZAHA mengirimkan dua wakil, yakni Himmatul Coiroh Ali dan Layly Mamlu’uatul. Himmatul Coiroh sebenarnya membuka asa MTs. Zaha ketika masuk ke babak semi final. Namun, perjuangannya harus terhenti dan hanya menempati juara harapan, yang juga tidak disediakan tropi.

    Untuk lomba kaligrafi yang diwakili oleh Dila, masih belum beruntung. Hal ini tidak lepas dari teknis yang diubah oleh panitia, yang semula biasanya tempat menggambar dituangkan pada kertas manila penuh, ketika perlombaan menggunakan setengah kertas manila. “ya mungkin juga belum rezeki kita”, ujar ustadz hazbullah, Pembina lomba MTs. Zaha.

    Pada hari ke dua, Adinda Febriani Saputri dan Saifiatil Kamila berjuang di lomba olimpiade matematika. Sayangnya, mereka masih harus lebih giat lagi belajar. Mereka berdua gagal menyabet juara. Mereka masih kalah bersaing dengan SMP negeri. Meski begitu, mereka berdua berhasil memposisikan namanya teratas untuk lembaga MTs.

    Ustad Hazbullah Rohman juga mengatakan, ini menjadi pelajaran bagi kami agar lebih mempersiapkan diri lagi. “kebetulan kami tidak ikut TM, dan sedikit banyak kurang tahu teknis dari masing-masing lomba. Ini jadi pelajaran tersendiri bagi kami. Insya Allah kita akan selalu benahi” tegasnya.  (Gus/Fin)