Awal tahun 2023 menjadi awal yang sangat baik bagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Sebanyak sebelas santri berhasil memborong medali pada ajang Pekan Olimpiade Sains Nasional (POSN) yang diadakan oleh Yapresindo pada Ahad (08/01) kemarin.
Mereka berhasil meraih enam medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu dari ajang tingkat nasional yang diikuti secara daring tersebut.
Kesebelas santri tersebut adalah Kamilatul Badriyah dan Airen Sabila meraih emas bidang Bahasa indonesia, Ahmad Nadzifi dan Nuriyah Rahmawati meraih emas bidang Matematika, serta Ahmad Zakaria dan Nuril Hidayatul meraih emas di bidang IPS.
Sementara itu, medali perak disumbangkan oleh Nuraini Labibur di bidang Matematika, M. Fataa Yardan bidang IPA, dan Aulia Rahma bidang Bahasa Inggris.
Sedangkan Perunggu didapat dari bidang Bahasa Inggris yang diwakili Syadida Aqila dan bidang IPA atas nama Viorry Magnata.
Kepala madrasah, Almukarram KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. begitu mengapresiasi hasil yang didapat oleh para santri. “Mabruk alfa mabruk. Allah memberikan keistimewaan buat kalian.” Dawuh beliau.
Sementara itu, Koordinator Olimpiade, Ustad Hasan Saifurrahman, S.Pd. mengaku bangga atas prestasi yang dicapai oleh para santri. “Alhamdulillah. Dari semua bidang yang kami ikuti, semuanya dapat medali. /Semoga ini menjadi awal yang baik buat tahun ini.” Ujarnya. Gus/Ry
Lagi dan lagi. Santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali mengharumkan nama madrasah. Kali ini, dua santri MTs. Zaha kembali meraih penghargaan tingkat Nasional di ajang Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO).
Adalah Nuraini Labibur Rosita dan Nuriyah Rahmawati yang berhasil meraih Bronze Medal pada ajang TIMO Heat Round Indonesia Region 2023 yang digelar secara daring pada 30 Oktober lalu. Mereka bersaing dengan ratusan siswa SMP dan sederajat dari seluruh Indonesia.
Kepastian hasil tersebut didapat setelah panitia mengumumkan hasil olimpiade secara daring pada 21 November 2022 kemarin. Atas hasil tersebut, Rani dan Nurma, sapaan mereka berhak maju ke final round yang akan digelar di Thailand pada bulan Maret mendatang.
Ustad Hasan Saifur Rahman, S.Pd., M.Pd. selaku koordinator olimpiade MTs. Zaha menyatakan akan mempersiapkan bimbingan sebaik mungkin agar dapat meraih hasil maksimal di final round nanti. “Alhamdulillah, dua peserta didik kami lolos ke babak final pada kompetisi TIMO tahun 2023 ini. Kami akan mempersiapkan strategi bimbingan yang terbaik untuk pelaksanaan final TIMO pada bulan maret mendatang di Thailand.” Tegasnya. Gus/Ry
Santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali mengukir prestasi di kancah Nasional. Kali ini, Kamilatul Badriyah, santri program dua tahun yang berhasil memperoleh medali perunggu pada Olimpiade Bahasa Indonesia di ajang Opsilon ke-VII.
Hasil tersebut diraih setelah Mila, sapaan akrab Kamilatul Badriah bersaing dengan ratusan siswa SMP/sederajat seluruh Indonesia pada 29 Oktober 2022 secara daring.
Kabar gembira tersebut didapat setelah panitia penyelenggara mengumumkan secara daring hasil olimpiade pada Ahad malam (06/11).
Ustad Hasan Saifur Rahman, S.Pd., M.Pd. selaku Koordinator Olimpiade mengaku bangga dengan prestasi yang diraih Mila tersebut. “Alhamdulillah dapat medali. Pastinya bangga karena OPSILON ini termasuk ajang bergengsi yang soal-soalnya sangat rumit.” Ungkapnya.
Beliau juga berharap, tahun depan bisa mendapatkan medali emas pada ajang OPSILON tersebut. Gus/Ry
Setelah dua hari sebelumnya sukses meraih juara pertama di ajang Olimpiade IPA Terpadu Terintegrasi tingkat kabupaten, kini MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali mengukir prestasi membanggakan lewat para santrinya. Tidak tanggung-tanggung, juara pertama dan kedua berhasil diborong oleh para santri teristimewa.
Adalah Ilyas dan Amelia Asmarani yang berhasil menjadi juara 1 dan 2 Olimpiade Bahasa Arab tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (FMGMP) Bahasa Arab se-Indonesia. Mereka bersaing dengan ratusan siswa dari tingkat SMP/MTs. se-Kabupaten Probolinggo pada 6 Agustus 2022 secara virtual serentak seluruh kabupaten dan kota se-Indonesia.
Kabar gembira tersebut didapat setelah panitia penyelenggara mengumumkan secara resmi lewat daring pada Sabtu (20/8) pagi.
Ustadzah Indah Nihayati, S.Pd., selaku pembina berharap para santri juara tersebut dapat meraih juara di tingkat provinsi.
“Alhamdulillah. Semoga prestasi ananda ini tidak membuatnya jumawa. Harapan kami, mereka dapat berprestasi di tingkat provinsi.” Jelasnya.
Atas hasil ini, dua santri tersebut akan mewakili Kabupaten Probolinggo dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab tingkat Provinsi yang akan diadakan pada bulan September mendatang. Gus/Ry
Genggong- Dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia, MTs Zainul
Hasan 1 (MTs. Zaha 1) Genggong kembali ikut
serta dalam lomba gerak jalan yang diadakan panitia Hari Ulang Tahun (HUT) yang
ke-74 RI tingkat kecamatan
Pajarakan Probolinggo pada Rabu (21/8/2019).
Lomba yang diikuti oleh ratusan tim yang terdiri
dari masyarakat dan sekolah di
wilayah kecamatan Pajarakan tersebut
dimulai pada pukul 08.00 WIB.
Lomba gerak jalan ini menempuh jarak sekitar 7 kilometer, start dari lapangan
Selogudig dan finish di lapangan Pabrik
Gula (PG) Pajarakan.
MTs. Zaha sendiri mengirim empat pleton barisan. Dua pleton dari asatidz dan asatidzah serta dua
pleton yang lain dari para santri putra. Hasilnya, tim
santri MTs. Zaha dengan nomor urut 87 keluar sebagai juara III.
Seperti yang disampaikan oleh koordinator lomba gerak jalan MTs Zaha,
Ustadz Restu Singgih yang mendampingi tim MTs Zaha ketika lomba berlangsung
mengatakan bahwa capaian ini merupakan hasil jerih payah dan semangat
santri serta persiapan dalam mengikuti lomba tahunan ini.
Sebab,
tidak mudah bagi tim MTs Zaha untuk
meraih juara tersebut. Mereka harus bersaing dengan puluhan peserta se-kecamatan Pajarakan. Dengan disiplin dan
penampilan memukau para dewan juri, sehingga tropi juara tersebut dapat
diraih.
“Terbayar sudah. Tidak sia-sia latihan tim kita 2 minggu sebelum perhelatan
ini. Semoga prestasi ini berlanjut terus di tahun ajaran baru ini” pungkasnya.
Tak ingin kalah saing. Tim asatidz
yang dikomandani oleh ustadz Roy berhasil membawa pulang juara I sebagai
peserta kategori umum. Raihan ini merupakan kali pertama dari tim asatidz MTs Zainul Hasan Genggong dalam
lomba juara gerak jalan setelah dua tahun sebelumnya sempat vakum dalam mengikuti lomba gerak jalan
di tingkat kecamatan.
Tim asatidz sendiri sebenarnya
tidak ada target untuk menjadi juara. Sebab, setiap tahun regu asatidz memang
selalu tampil memeriahkan hari ulang tahun Republik Indonesia serta menunjukkan
kekompakan dari semua warga madrasah. Selain tim asatidz, tahun ini juga
diikuti oleh tim asatidzah.“Kami tidak menyangka para asatidz
bisa juara. Ini sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Sebuah persembahan dari asatidz untuk MTs Zaha
teristimewa.” Ujar
ustadz Roy.
Jiwa pantang menyerah santri Madrasah Tsanawiay Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong dalam mengukir prestasi tak pernah pudar. Hal ini ditunjukkan dengan diraihnya juara umum pada ajang Festival Dolanan Yok! 2019 pada Ahad (27/01/2018) di Pondok Pesantren Modern Bayt Al Hikmah Kota Pasuruan.
Festival Dolanan Yok! 2019 ini diikuti oleh peserta usia sekolah, mulai SD, SMP dan Santri tahun perwakilan beberapa sekolah dan pesantren se-Jawa Timur. Pada kesempatan ini perwakilan dari Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 (MTs. Zaha 1) Genggong berhasil membawa pulang 4 tropi juara, yaitu Juara 1 fotografi diraih oleh Reva Surya Ngasri Kinalita, Dicky Mirqotul Ulum dan Syarif Hidayatullah sebagai Juara 1 carving buah. Selanjutnya juara 2 lomba engrang diraih oleh Moh. Rangga dan Ahmad Muzaki serta juara 3 lomba layangan indah diraih oleh tim yang dikomandoi oleh Bayu Raditya bersama anggotanya Haekal Galael dan Moh. Reza
Acara pengumuman hadiah yang dimulai jam 12.00 WIB ini diawali oleh sambutan yang disampaikan oleh wakil Ketua Yayasan Bayt Al Hikmah, Widad Bariroh. Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa pihaknya sengaja menggelar Festival Dolanan Yok! 2019 ini sebagai upaya untuk melestarikan permainan tradisional agar tidak punah di tengah banjir gagdet dan permainan digital.
“Ini sudah yang ketiga kalinya digelar, dan akan terus kami pertahankan untuk selalu digelar di setiap tahunnya. Harapannya melalui kegiatan ini kami ingin mengajak para siswa dan anak-anak muda sekarang agar mengurangi ketergantungan pada gadget dan permainan on line” ungkapnya.
Dalam acara penutupan yang berlangsung pada Ahad siang itu dihadiri langsung oleh Plt Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail Marzuki, dan Bupati Pasuruan, Gus Irsyad Yusuf.
Ustad Restu Singgih, pembina dari MTs Zaha menyatakan bahwa pihaknya awalnya berniat hanya untuk memeriahkan, namun saking semangatnya para santri dapat juara. “Alhamdulillah, tidak menyangka jadi juara umum. Para santri senang banget, acaranyapun fun sekali. Namanya permainan, tak jarang santri kita yang jatuh bangun mencoba bangkit mengejar peserta lain dengan engrangnya”. Ujarnya sambil terkekeh.
Hal senada juga disampaikan oleh Reva Surya Ngasri Kinalita, santri kelas IX yang meraih juara 1 cabang lomba fotografi ini menyatakan bahwa para peserta banyak berasal dari sekolah yang bonafit hingga kalangan umum dengan kamera yang lebih bagus. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya mengharumkan MTs Zaha. “Memang banyak yang kameranya lebih bagus dan membuat saya sedikit kurang percaya diri. Tapi berbekal beberapa teknik yang diajari oleh pembimbing, Alhamdulillah bisa juara,” Ujarnya.
JUARA: Mario Ahmad Baidowi (kiri) dan Muhammat Ainul Yakin (kanan) saat Foto dengan Medali yang Diraihnya.
Genggong-Sebanyak 638 pendekar silat dari berbagai daerah di Jawa dan Bali beradu kebolehan dalam kejuaraan pencak silat Al Khoziny Cup 1 di Sidoarjo. Even bergengsi se Jawa-Bali tersebut dihelat selama 4 hari, yakni mulai tanggal 20-23 Desember 2018 di gedung Sport SMK 10 November Sidoarjo.
Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong yang mengirimkan 3 santrinya sukses menorehkan namanya di papan nama prestasi. Dua orang santri MTs Zaha atas nama Mario Ahmad Baidlowi dan Muhammad Ainul Yaqin membawa nama harum MTs Zaha. Kedua santri yang masih duduk di kelas IX itu sukses mendulang medali pada kategori kelas Pra Remaja Putra berturut-turut juara 1 dan 3.
Al Khoziny Cup 1 se Jawa- Bali yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Al Khoziny ini merupakan ajang kejuaraan yang cukup bergengsi dalam ajang perlombaan pencak silat di Indonesia. Terbukti dari banyaknya jumlah para pendaftar dari ujung barat pulau jawa sampai ujung timur Bali yang hadir untuk memperebutkan tropi yang telah disiapkan panitia.
Pada kategori kelas Pra Remaja Putra,setelah melalui persaingan yang ketat, Mario Ahmad Baidlowi berhasil menyisihkan para peserta dari beberapa sekolah di pulau bali pada sesi pertama dan bertanding dengan beberapa peserta dari pulau Jawa, sampai perjuangannya terus masuk final dan berhak juara satu setelah mengalahkan peserta dari sebuah pesantren di Jawa Timur. Wajah sumringah tampak pada ustadz Taufik, pendamping pencak silat yang ikut mengantarkan ke acara lomba.
“Alhamdulillah barokah para guru di Genggong. Tidak disangka bisa juara, padahal saingannya banyak dan tekniknya bagus-bagus tapi akhirnya ditetapkan sebagai juara” jelas ustadz Taufik, pendamping dari MTs. Zaha.
Tak berhenti disitu, santri MTs. Zaha yang lain menambah pundi-pundi medali pada kategori Pra Remaja Putra. Adalah Muhammad Ainul Yaqin sukses menyabet juara ketiga.
“Pesertanya banyak sekali, dengan persaingan yang ketat kita berdua bisa membawa dua juara, Alhamdulillah. Semoga tropi ini bisa menambah MTs Zaha menjadi semakin teristimewa.” Tutur Mario dengan mata berkaca-kaca.
Hal senada disampaikan oleh Pembina Pencak Silat di MTs Zaha, ustadz Mahfudz. Ia sangat bersyukur atas perolehan juara yang kebetulan mereka adalah santri binaannya di Student’s day.
“Tidak sia-sia santri berlatih. Program student day sebagai wadah untuk pembinaan minat bakat santri membuahkan hasil yang manis” Jelas Ustadz Mahfudz dengan bangga.
Hal senada juga disampaikan oleh ustadz M. Restu, kapro sekaligus koordinator lomba jasmani MTs. Zaha juga mengatakan bahwa prestasi itu adalah buah dari pembinaan santri dalam penyaluran minat dan bakat dalam Student’ Day.
“Alhamdulillah, ini merupakan hasil pembinaan berkesinambungan di Student’s Day, yakni sebuah program unggulan yang memberikan satu hari penuh untuk mengembangkan minat dan bakat anak untuk mencapai prestasi” paparnya.
Muhammat Ainul Yaqin (kiri) dan Mario Ahmad Baidowi (kanan) Foto Bersama Usai Penyerahan Tropi BTC di UIN Malang.
Genggong- Awal tahun pelajaran baru Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo terasa sangat istimewa. Sebab, dua santri madrasah setempat berhasil mengukir prestasi yang begitu membanggakan. Mereka adalah Mario Ahmad Baidowi dan Muhammat Ainul Yaqin. Kedua pesilat tersebut membawa harum madrasah dalam ajang Bintang Trisula Cup (BTC) VII se Jawa-Bali di Malang yang berlangsung pada tanggal 2 sampai 5 Juli kemarin.
BTC VII se Jawa- Bali yang dilaksanakan oleh UIN ini merupakan ajang kejuaraan yang cukup bergengsi dalam ajang perlombaan pencak silat di Indonesia. Terbukti dari banyaknya jumlah para pendaftar dari ujung barat pulau jawa sampai ujung timur Bali yang hadir untuk memperebutkan tropi yang telah disiapkan panitia. Ajang ini merupakan ajang tahunan dalam rangka menyambut HUT UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur.
Pada kategori kelas C Pra Remaja Putra setelah melalui persaingan yang ketat, Mario Ahmad Baidowi, santri yang baru naik kelas IX ini berhasil menyisihkan para peserta dari beberapa sekolah di pulau bali pada sesi pertama dan bertanding dengan beberapa peserta dari pulau Jawa, sampai perjuangannya berhenti di final setelah dikalahkan satu peserta dari Jawa barat, akhirnya ia pun harus puas sebagai juara kedua.
Tak berhenti disitu, santri MTs. Zaha yang lain berhasil menambah pundi-pundi medali pada kategori D Pra Remaja Putra. Peserta dengan nama Muhammad Ainul Yaqin santri kelas VIII yang juga menyabet juara kedua.
Wajah sumringah tampak pada ustadz Taufik, pendamping pencak silat yang ikut mengantarkan ke acara lomba. “Alhamdulillah barokah para guru di Genggong. Pendekar kita biasa juara, padahal saingannya banyak dan tekniknya bagus-bagus.” jelas ustadz Taufik mantap.
“Pesertanya banyak sekali, dengan persaingan yang ketat kita berdua bisa membawa dua juara, Alhamdulillah. Semoga tropi ini bisa menambah MTs Zaha menjadi semakin teristimewa.” Tutur Mario dengan mata berkaca-kaca.
Hal senada disampaikan oleh Pembina Pencak Silat di MTs Zaha, ustadz Mahfudz. Ia sangat bersyukur atas perolehan juara yang kebetulan mereka adalah santri binaannya di Student’s day.
“Tidak sia-sia santri berlatih. Perhatian kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal terhadap pembinaan minat bakat santri membuahkan hasil yang manis” Jelas Ustadz Mahfudz dengan bangga.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, ustadz M. Restu, ketua program sekaligus koordinator lomba jasmani MTs. Zaha mengatakan bahwa prestasi itu adalah buah dari pembinaan santri dalam penyaluran minat dan bakat dalam Student’ Day.
“Alhamdulillah, kita mendelegasikan dua santri diajang tersebut dan keduanya berhasil meraih juara. ini merupakan hasil pembinaan berkesinambungan di Student’s Day, yakni sebuah program unggulan yang memberikan satu hari penuh untuk mengembangkan minat dan bakat anak untuk mencapai prestasi” paparnya. (Tgh/Pin)